
Natha kini sudah pulang dari rumah Aksa, jam juga sudah menunjukkan jam tujuh malam. Natha melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, motor Keenan sudah ia masukkan ke dalam Garasi. Di dalam rumah ada Keenan dan ketiga temannya tadi, Natha yang males masuk ke dalam kamar, ia melepas jaketnya dan menggantungnya. Ia ikut join di teman nya Keenan.
"Ngerjain apa, sih?" tanya Natha, Keenan masih dengan karton yang kemarin malam ia beli bersama Natha. "Bukannya hari ini udah di kumpulin ya? Kata lo juga sih." sambung Natha bertanya.
"Iya, tadi udah gue kumpul, tapi katanya ada yang salah, ya udah, di balikin. Bukan cuman gue yang di balikin, punya Jaden sama Tala juga di balikin." jawab Keenan, Natha mengangguk. Ia melihat ke karton milik Keenan, sungguh, ia tak mengerti tentang apa pelajaran itu. Jadi ia memilih untuk bodo amat dan memainkan hpnya.
Sekitar dua jam mereka di ruang tamu, Natha masih belum mengganti pakaiannya. Jam sudah menunjukkan jam sembilan malam, Keenan dan temannya sudah tk membahas pelajaran lagi. Mereka hanya nyebat dan main game ML bareng, sedangkan Natha, ia asik chatingan bersam teman-temannya di grub.
Cakra juga mode silent, agar ia tak di ganggu oleh notif-notif tak berguna. "Natha, bahas apaan sih, di grub? Rame amat, perasaan baru beberapa menit ini deh lo pada chatingan, tapi masa pesannya udah sampe lima ratus." tanya Cakra.
"Tau tuh, cewek lo, bahas mantan lo, si Naila, adek kelas MIPA 2 Haha!" jawab Natha, "Hayoloh, biasanya cewek kalau bahas mantan itu nyari penyakit biar lo berdua marahan. Lo mau gimana aja bakalan tetap salah di mata dia kalau dia memulai tingkah anehnya." ucap Keenan kepada Cakra.
Mereka sudah selesai main game, jadi makanya Cakra tau berapa banyak pesan yang masuk dari Whatsapp.
"Gak semua cewek. Itu mah mantan lo, kalau ge enggak." jawab Natha menyindir Keenan. Keenan hanya memutarkan bola matanya malas, "Iya dah, serah lu." jawab Keenan.
"Coi, kita jalan ke warung bi Nengsih yu, beli makanan yok." ajak Tala. Sebenarnya tadi mereka sudah makan, di sediakan bibi Mela tapi mereka hanya gabut jadi mereka ingin jalan jalan ke warung.
"Gue ikut." ucap Natha, "Ya udah deh, ayo." ujar Keenan. Mereka keluar dari rumah, tak lupa Keenan kembali menutup pintu rumahnya. Mereka hanya berjala kaki, warungnya tak terlalu jauh, keluar dari blok Natha lalu masuk lagi ke dalam blok Cakra. Warung bi Nengsih di dekat rumah Cakra, Keenan juga sekalian ingin membeli rokok, karena rokoknya sudah habis.
Sesampainya mereka di warung bi Nengsih, mereka duduk di kursi kayu panjang. Natha tidak duduk, ia hanya berdiri, ia melihat lihat apa saja yang ada di sana, ia ingin membeli sesuatu, tapi bingung karena di sana lumayan banyak jualannya.
__ADS_1
"Beli apa?" tanya Keenan yang melihat Natha kebingungan. "Gak tau, bingung." jawab Natha, Keenan sedikit menggeser posisinya untuk memberi ruang agar Natha bisa duduk juga. Keenan menarik tangannya agar Natha duduk di samping dirinya.
"Astaga Natha, bibi udah lama gak liat kamu duduk di sini, udah kels berapa sekarang?" tanya bi Ningsih yang baru menyadari bahwa itu adalah Natha. "Kelas dua belas, Bi, hehe!" jawab Natha.
"Olaha udah gede aja, perasaan dulu bibi liat kamu masih piyik piyik ke sini beli permen, haha!" ucap Bi Ningsih. "Oh iya bi, Natha mau beli coklat ini tiga. Berapa?" tanya Natha.
"Satunya dua rebu, tiga enam rebu." jawab Bi Ningsih. Natha menatap Keenan, Keenan yang mengerti hanya mengangguk. Natha ingin Keenan saja yang membayarkan harga cokelatnya, jadi ia tak mengeluarkan uang.
"Nan, bayarin gue dulu, uang gue ketinggalan di meja ruang tamu lo." ucap Jaden yang di angguki oleh Keenan. Natha membuka bungkus coklatnya, ia memakan satu batang coklat hingga habis.
Sekitar dua puluh menitan mereka duduk di warung bi Ningsih, mereka memutuskan untuk pulang. "Makasih bii, kami pulang dulu!" ucap Keenan dan Cakra, "Iya hati-hati den!" jawab Bi Ningsih.
Natha jalan tepat di belakang teman-temannya Keenan, Natha berjalan bersama Keenan yang ada di sampingnya.
Sesampainya di rumah, Natha dan teman-temannya Keenan kembali duduk di ruang tamu, Natha menyalakan layar TV karena ia ingat, hari ini akan ada film horor yang akan di mulai di saat jam 10.00 PM. Sebentar lagi film nya akan di mulai, mumpung ada teman teman Keenan di rumahnya jadi ia mengajak untuk menonton film horor bareng saja.
Tak lama kemudian, film hampir di mulai, tapi setelah itu terdengar suara ketukan pintu dari luar, Natha yang tau itu adalah Mama Lian, jadi ia berjalan ke arah pintu untuk membuka kan pintu rumahnya. Setelah di buka, ternyata bukan, Natha tak mengenali siapa itu, soalnya ia menggunakan masker hitam dan juga helm hitam.
"Masuk aja, ndre!" ucap Keenan setengah berteriak. Ternyata itu adalah teman dari Keenan, Natha hanya tersenyum lalu menutup kembali pintu rumahnya di saat teman Keenan yang bernama Andre tadi masuk.
"Gue pikir tadi mama yang datang, ternyata bukan." ucap Natha karena melihat wajah Keenan yang menahan tawa. Sebenarnya Natha sedikit malu, tapi ya sudah lah, ia langsung mengambil hpnya, lalu berjalan ke arah tangga.
__ADS_1
"Gue ke kamar duluan, bang." ucap Natha, "Iya, tidur, jangan begadang." jawab Keenan. Natha memutarkan bola matanya malas, ia ingin menonton film horor, tapi malah tertunda. Ia bisa saja menontonnya sendiri di kamar Keenan, karena di dalam kamar Keenan ada TV. Tapi ya gitu, Natha takut jikalau ia sendirian yang menonton.
Natha masuk ke dalam kamarnya dan tak lupa mengunci pintunya. Menaruh HP di atas meja belajarnya, mengambil baju piyama berwarna pink lengan pendek celana pendek. Ia ingin mengganti pakaiannya, ia tidak ingin gerah karena memakai baju yang ia kenakan di bawa tidur.
Setelah selesai Natha mengganti pakaiannya, ia kembali mengambil kedua hpnya yang ada di atas meja belajar. Terdapat banyak notif chat dari Bunda Gita yang hanya baru baru ini di kirim. Natha mendudukkan dirinya di tepi kasur, ia membuka chat itu untuk membaca pesannya.
Chat dari Bunda Gita ke Natha.
[Nak, makasih ya, udah mau kemari, kalau kamu gak ke rumah, mungkin Aksa gak bakalan mau mkan sampai sekarang.]
[Bunda minta tolong sama kamu, tapi kalau kamu gak mau juga gak apa. Bunda minta tolong, nanti kalau bisa kamu chat Aksa suruh makan. Kalau bunda yang nyuruh dia hanya mengangguk, tapi gak makan makan, nanti bisa Bunda chat kamu duluan untuk nyuruh Aksa makan. Kamu mau? Kalau gak mau gak apa sayang. Bunda gak maksa juga kok.] - Bunda Gita
[Iya bunda, nanti Natha bantuin. Kalau Aksa tetap gak mau makan, kasih tau Natha aja, biar nanti Natha samperin.] - Natha
[Makasih, sayang. Nanti Bunda chat ya, kalau mau nyuruh Aksa makan. Maaf ngerepotin kamu, kalau bukan kamu yang nyuruh, dia gak akan makan, kayak kemarin kemarin di RS juga gitu.] - Bunda Gita.
[Iya bunda, bunda gak ngerepotin Natha sama sekali kok. Justru Natha suka jika bunda minta tolong ke Natha, gak tau, pokoknya seneng aja gitu, Natha udah anggap bunda kayak orang tua Natha sendiri. Jadi kalau bunda mau minta tolong sama Natha, langsung chat aja ya bundaa, jangan sungkan sungkan.] - Natha
[Iya sayang, udah gih tidur sana, makasih sekali lagi ya sayang. Goodnight!] - Bunda Gita.
[Too bunda.] - Natha
__ADS_1
...***...