My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 22


__ADS_3

"Gue mau nyari natha sama radja, kalo lo mau main, main aja sendiri" Jawab aksa dengan berbicara yang lemah lembut agar tidak marah kepada erika, karena erika adalah seorang perempuan, jadi dia harus bersikap baik.


"Ishh, yaudah. Tungguin gue aksaa!" Jawab erika menyusul aksa yang lebih dulu berjalan dari dirinya. Aksa melihat natha dan radja keluar dari snapshot berbarengan. Aksa menyusul natha dan radja yamg diikuti oleh erika dibelakang nya.


"Nat, pulang. Ayo" Ucap aksa mengajak natha.


"Loh? Sekarang banget? Masih mau disini. Hehe" Jawab natha dengan tertawa kecil.


"Ya, udah. Tapi bareng gue, gak usah sama radja" Jawab aksa sembari meraih tangan kanan natha, lalu menariknya untuk menjauh dari radja. Radja yang melihat hanya menggeleng kan kepalanya, sedangkan erika? Erika kesal.


"Cih, aksa, kenapa gak sama aku aja sih?" Ujar erika berdecih.


"Lo kesini bareng radja, sedangkan gue kesini bareng natha. Jadi, lo pulang juga harus sama radja, understand?" Jawab aksa.


"Aghhh, sialan lo" Ujar erika entah kepada siapa, ia menarik tangan radja lalu pergi meninggalkan natha dan aksa yang masih berdiri bersampingan dengan aksa yang menggenggam tangan tangan natha.


"Kenapa gak pulang sama erika aja? Lagian keknya dia mau pulang sama lo" Ujar natha yang memecahkan keheningan diantara mereka berdua saat erika dan radja sudah tidak ada disana.


"Gak, gue kesini bareng lo, pulang juga harus sama lo." Jawabnya menatap wajah natha dengan tatapan datar.


"Oh, yaudah, ini lepasin tangan gue" Ujar natha lagi, aksa yang menyadari nya melepas tangan natha, ia memalingkan wajahnya karena ia merasa malu, entah kenapa dirinya malah malu.


"Mau kemana? Mau main apa?" Tanya aksa kepada natha.


"Gak tau, sekarang jadi males main, karena ada lo" Jawab natha dengan terkekeh pelan lalu meninggalkan aksa yang berdiri seperti orang kebingungan.


"Bingung gue, lo mau apa coba?" Tanya aksa lagi.


"Pulang aja deh, hehe" Jawab natha dengan tawanya.


"Yaudah, ayo" Ujar aksa, natha hanya menganggukkan kepalanya, ia berjalan disamping aksa, mereka berjalan kearah parkiran mall yang terdapat dilantai paling bawah. Natha melihat jam tangan yang berada ditangan kirinya, jarum jam sudah menunjukkan ke jam 10.15 natha mengalihkan pandangannya kedepan mereka tidak ingin lama. Jadi mereka berdua menaiki lift untuk kebawah, mereka memasuki lift itu dan aksa memencet nomor paling bawah di tombol yang berada dilift itu.


"Lo jangan terlalu dekat sama dia" Ujar aksa memecahkan keheningan diantara mereka.

__ADS_1


"Dia siapa?" Tanya natha juga.


"Radja" Jawab aksa.


"Oh, emang kenapa kalo gue dekat sama dia? Naksir lo sama gue?" -natha


"Gak, kepedean lo. Cuman ngingetin doang, gak usah geer" Ujar aksa.


"Ya, lagian. Kenapa lo ngelarang gue deket sama radja, suka gue mah bilang, gengsi kok digede gedein" Jawab natha sembari terkekeh.


"Gue, gak suka sama lo, gue bilang. Gue cuman ngingetin" Jawab aksa juga sembari menatap mata natha dengan tajam.


"Yaudah si, gitu doang marah." Ujar natha lalu keluar dari lift, karena mereka sudah berada dilantai bawah. Natha berjalan lebih dulu dari aksa, aksa yang melihat natha berjalan lebih dulu itu, ia menyusul di belakang natha. Mereka berdua keluar dari mall itu, kembali ke tempat dimana mereka memarkirkan motor aksa. Aksa menaiki motor nya lalu menyerah kan helm milik natha, natha mengambil helm itu dari tangan aksa. Aksa sudah berada didepan natha, natha menaiki jok belakang motor milik aksa.


"Udah?" Tanya aksa kepada natha.


"Iya" Jawab natha. Aksa menjalankan motor nya, aksa menjalankan motornya kearah tempat bayar parkir. Mereka membayar parkir, setelah selesai membayar aksa menjalankan motor nya kearah jalan pulang kerumah natha.


Mereka telah sampai dirumab natha, natha turun dari motor aksa.


"Makasih, ya." Ujar natha.


"Iya, gue pulang dulu, ya" Jawab aksa.


"Iya, hati hati." Jawab natha juga, ia melambai lambaikan tangannya melihat aksa yang menjauh dari depan pagar rumahnya. Natha membuka pagar itu, lalu ia masuk, setelah masuk ia kembali menutup pagar itu dan mengunci nya. Ia berjalan dihalaman rumahnya untuk masuk kedalam rumah miliknya. Setelah sampai didepan pintu rumah, ia mendorong pintu itu, tetapi pintunya terkunci. Ia memencet bel rumah miliknya, berkali kali ia memencet namun tidak ada yang membuka pintu itu.


Ia membuka hpnya, mencari aplikasi yang berwarna hijau. Ia membuka whatsapp, mencari kontak yang bernama 'bang keenan' ia membuka nomor itu, memencet tombol yang berbentuk telepon, ia menunggu keenan mengangkat telepon nya.


"Apa?" Ujar keenan di telepon, natha mendengar suara keenan yang seperti orang bangun tidur.


"Bukain pintu, gue didepan" Ujar natha.


"Males, usaha sendiri." Ujar keenan lalu menutup telepon natha.

__ADS_1


"Bangsat" Kesal natha, ia mendudukkan dirinya dikursi yang berada didekat pintu rumah itu.


"Terus? Gue harus tidur disini gitu? Gue gak berani anjir" Ujar natha berbicara kepada dirinya sendiri.


"Aelah, bukain kek" Natha sangat kesal, dari tadi ia hanya duduk lalu berdiri, duduk lagi lalu berdiri lagi. Begitulah, ia sambil berfikir cara untuk masuk kedalam rumah nya sendiri. Ia baru saja ingat, ia membuka hpnya lagi lalu menelepon kontak yang bernama 'mama'.


"Iya, kenapa natha?" Ujar lian mengangkat telepon natha, natha juga mendengar suara lain yang baru bangun tidur. Ia berfikir, tumben pada tidur lebih awal? Biasanya jam segini masih ada yang belum tidur.


"Ma, natha diluar, bukain dong. Bang keenan gak mau bukain pintu" Jawab natha lewat telepon.


"Astaga, bentar bentar" Lian mematikan telepon dari natha, ia keluar kamarnya, menuruni anak tangga. Ia melihat keenan yang berada di samping pintu, mengintip natha dari balik tirai jendela. Keenan tahu bahwa lian sedang berada dibelakang dirinya, ia membalikkan badannya dengan satu jari di bibirnya. Menyuruhkan lian untuk tidak bersuara sedikit pun.


"Biarin aja, ma" Ujar keenan berbisik kepada lian.


"Heh, gak boleh gitu. Kasian adek kamu, cepet buka" Ujar lian. Keenan hanya tertawa kecil sembari membuka kunci pintu rumah itu dan mendapati natha yang berada diluar rumah dengan wajah yang kesal. Keenan melihat wajah natha yang kesal karena tidak dibukain pintu olehnya, ia semakin tertawa kencang.


"Heh, udah malam, jangan gitu" Ujar lian menyuruh Keenan untuk berhenti tertawa.


"Makanya, udah dibilangin jangan pulang terlalu larut malam" Ujar keenan.


"Yaelah, baru jam sepuluh juga" Jawab natha.


"Jam sepuluh mata mu, udah jam sebelas itu" Ujar keenan yang menunjukkan tangannya kearah jam.


"Udah deh, ayo masuk. Besok sekolah." Ujar lian.


"Natha gak sekolah, mama. Natha kan kena skors jadi, natha belajar dirumah." Jawab natha.


"Oh, iya lupa. Keenan, lanjut tidur sana, besok kelas pagi kan?" Ujar lian lagi.


"Iya, mahhh"


*****

__ADS_1


__ADS_2