
Hari sudah mulai gelap, Natha tak berada di rumah, ia sedang jalan-jalan bersama Gabriella, tadi Natha sudah meminta izin kepada Mama Lian, dan di beri izin.
Mereka pergi ke pasar malam, mereka sudah jarang ke pasar malam bersama. Tapi karena sekarang masih belum banyak yang buka di pasar malam, mereka memutuskan untuk pergi ke taman terlebih dahulu.
Di taman, Natha dan Gabriella tak sengaja melihat Keenan yang jalan bersama Tala, masih menggunakan pakaian yang ia gunakan di saat pergi ngampus tadi.
Gabriella menyuruh untuk menghampiri, tapi Natha menolak, ia lebih memilih untuk pergi ke ayunan. Natha mendudukkan dirinya di Ayunan tersebut, ternyata Keenan tau bahwa Natha berada di taman ini juga. Keenan dan Tala menghampiri Natha dan Gabriella yang asik memainkan ayunan tersebut, ayunan tersebut memang di perbolehkan untuk dewasa juga, dan ada yang khusus untuk anak anak.
"Lah si bege, malah kesini." ucap Natha yang melihat Keenan menghampiri mereka berdua.
"Ta, lo nanti pulang ke rumah langsung kan? Nitip tas gue nah." ucap Keenan, Natha menggeleng. "Enggak, gue ke pasar malam dulu. Lo aja lah taruh sendiri ke rumah. Gitu doang, lagi pula itu tas lo, bukan tas gue" jawab Natha dengan wajah tengilnya.
"Dih, ya sudah. Gue pulang dulu. Jangan kemaleman lo pulang." ucap Keenan, Natha mengangguk.
Sekitar dua puluh menit kedua gadis itu berjalan jalan di taman, akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 7.23 PM. Kedua gadis itu langsung saja menuju ke arah pasar malam yang lumayan dekat dari taman dan dekat dari rumah Gabriella. Kenapa mereka gak ke rumah Gabriella saja? Karena mereka gabut jika di dalam rumah terus menerus. Apalagi Natha, ia tidak sekolah, kerjaannya rebahan, main HP, bosenn. Dia mau bantu bibi Mela, tapi apa yang mau di bantu? Semua sudah beres di kerjakan oleh Bibi Mela.
Sesampainya mereka di pasar malam, banyak sekali orang berjualan. Mereka memilih milih untuk membeli apa, jika mereka menginginkannya, mereka langsung saja membeli, tapi mereka berfikir dulu, beli atau tidak. Jika ia merasa tidak ada gunanya juga membeli, sama saja seperti membuang buang uang.
"Ta, noh, coba liat, ada yang couple, lucu, beli yuk?" ajak Gabriella menunjukkan jarinya ke arah penjual sendal, Natha mengangguk. Mereka berjalan mendekati penjual sendal tersebut, banyak sendal sendal lucu yang cocok untuk mereka berdua.
Mereka memilih milih, semua sendal mereka rasa lucu dan cocok. Gabriella ingin membeli berwarna hitam, tapi tidak terlihat lucu motifnya, Natha memilih warna putih, dan Gabriella setuju karena sangat lucu dan menggemaskan. Walaupun warna putih itu sangat kotor dan susah untuk di bersihkan, tapi tidak apa, karena itu lucu, jadi mereka membelinya.
Sepasang sendal itu berharga 56 ribu. Natha dan Gabriella membayarnya lalu melihat lihat lagi di sepanjang pasar, mereka berjalan saja dari awal pasar hingga akhir pasar. Motornya di parkiran depan pasar.
__ADS_1
Banyak lagi yang mereka beli, hingga jam sudah menunjukkan jam 8.21 PM. Edua gadis itu memutuskan untuk pulang ke rumah karena sudah sangat puas berjalan jalan di pasar itu.
***
Natha sudah tiba di rumahnya sendiri setelah habis mengantarkan Gabriella, ia duduk di sofa dan menaruh barng berbelanjannya di atas meja ruang tamu. Ia memainkan hpnya karena Keenan men-chat nomornya.
[Kalau udah pulang, bilangin sama Varo, ngumpul di rumah Cakra aja, hpnya gak aktif, dia mau otw ke rumah.] - Keenan
[Iyee.] - Natha
Tak berselang lama, bel rumah Natha berbunyi, Natha bergegas untuk pergi ke depan pintu, membuka pintu rumahnya.
"Kak Varo ya?" tanya Natha, yang di tanya hanya mengangguk dan tersenyum. Natha yang di senyumin pun salting, ia terpesona melihat kegantengan Alvaro teman Keenan yang berparas ganteng dan badan yang tinggi.
"Oh, okee deh, ya sudah. Makasih yaa." jawab Varo, Natha mengangguk dan tersenyum. Natha kembali menutup pintunya di saat Varo sudah tak ada di depan rumahnya, ia ingin berteriak sekencang kencangnya.
"Ngecrushin dia sabi kali yak? Eh bentar, ada cewek gak dia yaa? Gak mungkin sih, ganteng ganteng gitu gak punya cewek. Tau ah, trobos ae!" ucap Natha pada dirinya sendiri, ia berjalan dengan penuh gembira ke arah ruang tamu, mengambil berbelanjaannya dan membawanya masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar, Natha membersihkan dirinya, mengganti bajunya dan bersiap untuk tidur. Di saat Natha merebahkan badannya ke atas kasur, Natha mendengar bunyi bel rumahnya, Natha bergegas ke bawah, jam menunjukkan pukul 9.07 PM.
Natha membuka pintunya, Natha menggunakan baju crop berwarna hijau dan celana panjang berwarna hitam. Yang Natha lihat pertama kali saat membuka pintu adalah Keenan, setelah Natha membuka pintunya lebar, ternyata Keenan tak sendirian. Ada Tala, Varo, Jaden, Cakra, Rafa dan juga Radja. Untung saja Natha menggunakan celana panjang, tapi ia menggunakan baju crop yang sedikit terbuka di bagian perutnya.
Natha langsung saja meninggalkan para laki-laki itu ke kamarnya. "Gue mah tidur dulu, bye~" ucap Natha dengan nada yang sedikit berteriak.
__ADS_1
"Tumben adek lo tu, biasanya ikut gabung." ucap Tala, Keenan menggidikkan bahunya.
"Lah iya, biasanya gabung, mana biasanya juga begadang tu bocah. Tumben tumbenan tidur awal." ucap Cakra juga.
"Ngantuk kali dia, udah lah, ngapain mikirin adek gua? Suka lo?" tanya Keenan mengejek Tala.
"Idih, kaga, orang nanya doang." jawab Tala. Mereka berjalan ke arah sofa, mendudukkan dirinya di sofa panjang dan Keenan duduk di sofa yang hanya muat satu orang.
Sementara Natha di dalam kamar, ia senyum senyum sendirian, ia rasa ingin berteriak karena ketampanan Alvaro.
Sekitar beberapa menit, Natha merasa haus, di kamarnya tak ada air, apa dia harus ke bawah? Tapi ia ngerasa malu. Padahal biasanya ia malah sering ikut gabung. Mungkin karena ada Varo, jadi Natha malu malu, soalnya Natha baru pertama kali melihatnya.
Ya sudah, Natha memutuskan untuk pergi ke dapur, mengambil minum, daripada ia menahan haus. Natha keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga sambil memainkan hpnya, agar tak melihat ke arah temn-teman Keenan.
"Kirain dah tidur." ucap Keenan, ya elah si Keenan, malah di ajak bicara, Natha hanya menjawab tanpa menoleh ke arah mereka.
"Udah mau tidur tadi, tapi haus, jadi di tunda dulu." jawab Natha
"Bisa di tunda gitu, sinilah, gabung. Biasanya ikut gabung." kali ini yang berbicara adalah Tala, Natha menggeleng, ia masih menghadap ke arah Dapur.
"Mau tidur, nanti kesiangan bangun." jawab Natha, i sudah selesai minum dan langsung saja kembali ke dlam kamarnya dengan keadaan jantungnya yang berdenyut kencang.
...***...
__ADS_1