
[Haha! Semangat belajarnyaaa] - Natha
Ia mematikan layar hpnya, ia memasangkan headset ke telinganya untuk mendengarkan musik.
Jam sudah menunjuk jam empat sore, mereka masih di pertengahan jalan untuk ke pantai. Mereka memutuskan untuk istirahat sebentar, mampir di warung makan.
Mereka semua turun dari mobil, begitu juga yang ada di mobil Rafa, mereka semua berjalan ke warung makan, tapi tidak dengan Natha dan Kate. Kedua gadis itu masih berada di dalam mobil, karena Kate masih mencari dompetnya yang berada di dalam mobil. Setelah ketemu, dua gadis cantik itu langsung menyusul teman-temannya.
Natha tak ingin melihat ke arah Aksa, ia berusaha membuang pandangannya, Natha juga berbeda meja dari teman-temannya. Karena masing-masing meja hanya bisa di duduki oleh enam orang.
Di meja nomor 15 ada Rafa, Laura, Aksa, Debby, Vio dan Gibran. Sedangkan di meja nomor 16 ada Natha, Kate, Gabriella dan Cakra, meja itu hanya berbelakangan.
Mereka semua memesan makanannya dan menunggu pesanannya di antarkan oleh pelayan di warung makan itu. Pesanan mereka telah tiba, mereka menghabiskan makanan itu lalu melanjutkan perjalanan untuk ke pantai. Mereka di sana sudah di sediakan tendanya karena Laura sudah memesannya dua hari lalu.
Mereka semua membayar makanan yang telah di pesan, Natha dan Kate sudah lebih dulu bayar dan lebih dulu selesai, jadi ia hanya menunggu teman-temannya saja.
"Ayo," ucap Cakra, mereka semua masuk ke dalam mobil,
"Cakra, mau gantian gak? Nyetirnya?" tanya Natha, perjalanan masih lumayan jauh, dari tadi hanya Cakra yang menyetir, siapa tau dia pegal atau mengantuk.
"Boleh," jawab Cakra, kini mereka bergantian, Natha dan Kate duduk di kursi depan, Cakra dan Gabriella duduk di kursi belakang, siapa tau dua orang itu mau bucin ye kann.
Mereka melanjutkan perjalanan, Natha menyetir mobilnya.
***
Kini mereka telah sampai di pantai, Natha memarkirkan mobilnya bersebelahan dengan mobil Rafa. Jam sudah menunjukkan jam setengah enam sore, mereka mengeluarkan barang-barang mereka masing-masing.
Natha dan teman-temannya berjalan ke tempat tenda yang di pesan oleh Laura, ternyata tak hanya mereka yang berkemah di sana, di tepian pantai masih banyak orang yang juga sedang membangun tendanya masing-masing.
Laura memesan dua buah tenda, yang satu bisa di muati oleh tujuh orang, dan yang satunya lagi bisa di muati oleh lima orang. Tenda bermuatan tujuh orang itu untuk perempuan dan yang muat lima orang untuk laki-laki.
__ADS_1
Natha dan Kate kini duduk di bebatuan yang terletak di tepian pantai, ia memandangi langit sore, ia juga menunggu sunset.
Teman-teman Natha banyak yang memencar, ada yang memainkan air pantai, ada yang duduk di tenda saja dan ada yang bermesraan di ayunan.
"Ta, pinjem hp lo dong," ujar Kate, Natha menyerahkan hp yang sering ia gunakan, Kate meraih benda pipih itu lalu membuka layar hp milik Natha.
"Lo udah gak nyimpan foto lo sama dia?" tanya Kate, rupanya Kate telah membuka galeri Natha. Natha santai saja karena Kate sudah sering seperti itu, lagi pula, Kate sudah di anggap Natha seperti kakaknya. Kate lebih tua darinya, mereka berdua selisih satu tahun.
"Iya, udah. Tapi fotonya masih ke simpan di google foto." jawab Natha, Kate hanya mengangguk,
"Sini, gue fotoin, cahayanya bagus," ucap Kate, Natha tersenyum ke arah Kate lalu Kate memfoto Natha.
Jam sudah menunjukkan jam tujuh malam, mereka masih berada di luar tenda, Rafa membuka karpet yang ia bawa dari rumah dan di letakkan di depan tenda mereka. Mereka ingin barbeque bersama, teman-temannya sudah menyiapkan semua bahan-bahannya, Laura dan Gabriella sibuk memanggang dagingnya. Sedangkan yang lainnya ada yang memfoto aktivitas mereka, ada yang bermesraan, Rafa dan Cakra sedang bermain gitar yang dibawa dari rumah.
Natha dan Kate ikut membantu Gabriella dan Laura, Natha membantu untuk menyiapkan piring piring dan air untuk minum.
"Ta, coba senyum," panggil Vio, Natha yang di panggilpun memalingkan wajahnya ke samping, ia tersenyum dengan berpose seperti ini 😄✌🏻.
"Temen gue satu ini cantiknya kebangetan." puji Vio, yang di puji hanya tersenyum dengan pipi yang memerah.
Natha tak sengaja menatap wajah Aksa yang juga sedang menatap dirinya, setelah itu, Natha langsung mengalihkan pandangannya ke arah Kate yang ada di sampingnya.
"Kate, temenin gue ke toilet bentar dong." ajak Natha, Kate mengangguk,dua gadis itu berdiri
"Gue ke toilet dulu, yaa," ucap Natha,
"Eh, ikut!" ucap Gabriella menyusul kedua temannya itu. Mereka bertiga berjalan ke arah toilet umum yang berada lumayan jauh jaraknya dari tenda mereka.
"Lo nyadar gak sih? Aksa sama Debby kayak orang gak pacaran gitu? Diem-dieman doang. Tadi kata si Laura juga, di dalam mobil mereka berdua gak ada ngomong sama sekali." ucap Gabriella membuka suara,
"Ada masalah kali," jawab Natha,
__ADS_1
"Mungkin si cewek badmood gara-gara lo lebih cantik daripada dia, haha!" ejek Gabriella, Natha memukul pantat Gabriella,
"Jangan kayak gitu, gak boleh." tegur Natha, yang di tegur hanya terkekeh.
Mereka sudah tiba di toilet umum, Natha hanya ingin membuang air kecil, setelah selesai mereka kembali ke tenda.
Masakan mereka telah masak, mereka memakan makanannya hingga selesai. Jam sudah menunjukkan jam delapan malam, ada yang sudah tertidur karena mengantuk, Laura dan Vio sudah tertidur.
Natha, Kate, Gabriella dan Cakra sedang berjalan di sekitar pantai, mendengarkan suara ombak yang tenang.
"Ta, bales chat Keenan katanya," ucap Cakra kepada Natha, Keenan menchat Natha tapi tak kunjung di balas, jadi Keenan menchat Cakra untuk memberi tahu kepada Natha.
"Oh iya, tadi hp gue mode silent, thanks ya," jawab Natha. Natha membuka hpnya dan membalas pesan dari Keenan.
[Kemana aja? Pasti mode silent.] - Keenan
[Hehe, maaf ye bangg, Kenapa?] - Natha
[Enggak, cuman mau mastiin lo gak kenapa-kenapa aja.] - Keenan
[Gue gak apa-apa, Abang ku yang ganteng.] - Natha
[Ya sudah, gue mau main sama Tala dulu, nanti kalo ada apa apa chat gue aja.] - Keenan
[Siap] - Natha
Kini Natha, Kate Gabriella dan Cakra sudah kembali ke tendanya masing-masing. Semuanya sudah tertidur, jam sudah menunjukkan jam sebelas malam, berbeda dengan Natha, ia masih belum bisa tidur.
Natha keluar dari tenda, mendudukkan diri di kursi lipat yang ada di depan tenda mereka.
Natha menelpon Keenan agar menemaninya,
__ADS_1
"Kenapa?"
...***...