PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 105. Menyelesaikan Masalah Lama


__ADS_3

Mendapatkan jawaban dari Xue Yunlei mengenai pertanyaannya yang ada didalam pikiran, membuat Xue Han merasa sedikit tidak nyaman.


Hal itu karena mereka tidak boleh sedikitpun ber pemikiran yang negatif terhadap Xue Yunlei, karena itu akan menjadi bencana bagi mereka.


"Kenapa kalian terlihat kaku begitu? Sudahlah, jangan terlalu memikirkan tentang tinggi rendahnya seseorang, lebih baik kita melanjutkan pembicaraan kita sambil menikmati arak terbaik di kota Yin ini". Ucap Bao Meng Ling hendak mencairkan suasana.


" Pelayan! Ambilkan empat mangkuk lagi untuk Tetua Han, tetua Qian, tetua Feng dan juga tetua Xing ". Perintah Patriark Shang Chiu.


Penginapan itu adalah milik klan Shang, sehingga semua pelayan di penginapan itu telah bersiap untuk melayani mereka.


Setelah pelayan itu kembali, mereka pun segera menikmati arak terbaik di kota Yin sambil melanjutkan perbincangan mereka meskipun masih terlihat sedikit sikap yang kaku dari keempat tetua klan Xue.


Pesta kecil - kecilan malam itu pun berakhir, mereka semua menginap di penginapan itu karena sudah sangat mabuk, sehingga mereka tidak kembali ke kediaman klan mereka masing-masing.


Setelah semuanya telah bangun, pelayan telah menyiapkan hidangan untuk sarapan mereka.


Setelah selesai sarapan, akhirnya mereka kembali ke kediaman klan mereka masing-masing.


Xue Yunlei, Bao Meng Ling dan juga Xie Yi mengikuti keempat tetua klan Xue untuk menuju ke kediaman klan mereka yang terletak di pegunungan di luar kota Yin.


Setelah tiba di kediaman klan Xue, mereka segera menuju ke aula utama klan Xue untuk membahas segala sesuatu yang telah terjadi selama ini.,


Xue Han menyuruh Xue Yunlei untuk mengambil tempat duduk yang berada didepan para tetua klan Xue.


Akan tetapi pemuda itu tidak mau menerimanya.


Xue Yunlei serta kedua orang lainnya duduk di posisi paling dekat dengan pintu masuk aula utama klan Xue.


"Baiklah, saat ini kita akan membahas tentang segala hal yang telah terjadi selama ini. Dan pembahasan ini akan dipimpin oleh tetua Penegak Hukum, yaitu tetua Xue Qian". Tutur Xue Han membuka agenda yang akan mereka bahas.


" Terima kasih tetua Han, baiklah, kita akan memuliakan pembahasan kita saat ini. Dan hal pertama yang akan kita bahas adalah mengenai sosok yang menggunakan jubah milik mendiang komandan Xue Yuan, yaitu ayah dari tuan muda Xue Yunlei ". Ucap Xue Qian sambil berdiri.


" Sebenarnya masalah ini sudah ditutup oleh Patriark Xue Beng setelah enam tetua klan Xue terluka juga oleh sosok tersebut ".


" Namun beberapa bulan yang lalu, karena Patriark Xue Beng mendapatkan bencana, sehingga Patriark Chen Kangjian mengambil alih jabatan penguasa kota Yin dari klan Xue serta membuka kembali masalah itu ".


" Karena tuan muda Xue Yunlei saat ini sudah berada bersama dengan kita di tempat ini, saya sebagai tetua Penegak Hukum di klan Xue ini ingin mempertanyakan kepada tuan muda Xue Yunlei tentang dugaan awal kami tentang siapa sosok yang menggunakan jubah milik mendiang komandan Xue Yuan!? ".


" Apakah benar sosok itu adalah tuan muda Xue Yunlei? ". Tanya Xue Qian sambil menatap ke arah Xue Yunlei.

__ADS_1


Para tetua yang hadir di aula utama itu segera memalingkan pandangan mereka dan menatap ke arah Xue Yunlei juga dengan tatapan penasaran.


" Sepertinya ada satu masalah yang telah dilupakan oleh para tetua sekalian ". Tanggapan Xue Yunlei tidak langsung menjawab pertanyaan Xue Qian.


" Hal apa itu yang tuan muda Xue Yunlei maksudkan!? ". Balas Xue Qian penasaran.


Para tetua yang lain juga berpikir hal yang sama dengan apa yang Xue Qian tanyakan.


" Mengapa tetua Qian tidak bertanya terlebih dahulu, mengapa saya menghilang dari klan Xue ini!? ". Balas Xue Yunlei.


" Iya, benar! Sepertinya kita sudah melupakan hal itu". Terdengar suara dari antara tetua yang hadir.


"Maafkan atas kelalaian pria tua ini karena sudah melupakan masalah itu". Ucap Xue Qian.


"Jika tuan muda Xue Yunlei bersedia untuk menceritakan bagaimana masalah itu terjadi, kami memberikan kesempatan untuk itu". Lanjut Xue Qian.


" Baiklah, aku akan menceritakan bagaimana masalah itu terjadi, tetapi yang perlu kalian ketahui adalah, aku tidak merasa dendam terhadap orang yang telah membuat diriku sehingga menghilang dari klan ini, sebab karena kejadian tersebut aku bisa seperti sekarang ini ".


Xue Yunlei kemudian menceritakan bagaimana dirinya yang selalu di bully sampai pada dirinya dikejar dan tiba dihutan terlarang.


Pemuda itu tidak menceritakan tentang pertemuannya dengan seorang pendekar langit serta sosok roh seorang dewa.


Setelah selesai menceritakan bagaimana dirinya pergi dari klan itu, Xue Yunlei kemudian menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Xue Qian.


Terkadang terlihat merasa marah, terkadang terlihat merasa kasihan dan sedih.


"Itulah yang sebenarnya telah terjadi, jika keenam tetua itu hadir di dalam ruangan ini, silahkan tanyakan sendiri kepada mereka, apakah apa yang aku sampaikan itu ada yang tidak benar? ". Tutup Xue Yunlei.


Enam orang pria tua langsung berdiri dan salah satu diantaranya berkata.


" Iya, semua yang tuan muda Xue Yunlei sampaikan itu sudah benar sesuai dengan apa yang terjadi ". Ucap salah satu pria tua membenarkan.


" Baiklah, jika seperti itu ceritanya, bagaimana menurut tetua sekalian menyikapi masalah itu? Apakah harus ditutup atau tuan muda Xue Yunlei harus mendapatkan hukuman!? ". Tanya Xue Qian.


Seorang pria tua langsung berdiri dan berkata.


" Jika hal itu terjadi pada diriku, pasti aku akan memberikan perlawanan terhadap tindakan yang tidak aku inginkan. Oleh sebab itu, menurutku, tuan muda Xue Yunlei tidak berniat untuk membunuh tetua Xue Ma, akan tetapi tetua Xue Ma sendiri yang memaksanya untuk membunuh ".


" Pembunuhan sering kita lihat didunia kita saat ini, karena yang kuat akan selalu menindas yang lemah, sehingga aku menyimpulkan bahwa tuan muda Xue Yunlei tidak bersalah karena terus menghindari tetua Xue Ma". Tutup pria tua itu.

__ADS_1


Ruang aula utama klan Xue kini kembali gaduh dengan suara yang keluar dari setiap tetua yang hadir di tempat itu.


Xue Yunlei masih tetap tenang menantikan keputusan para tetua klan Xue.


Akhirnya mereka pergi mendekati tetua Xue Qian untuk memberikan pendapat mereka tentang permasalahan yang sedang mereka bahas.


Setelah para tetua itu kembali duduk di tempat mereka masing-masing, suasana di dalam ruangan aula itu kini kembali tenang?


"Baiklah, permasalahan yang kita bahas tadi telah diputuskan oleh para tetua klan Xue yang hadir, dan keputusannya adalah, tuan muda Xue Yunlei tidak bersalah, sehingga masalah tersebut sudah selesai". Ujar Xue Qian.


" Baiklah, saat ini kita akan membahas masalah tentang musibah yang menimpa Patriark Xue Beng di luar kota Yuan, bagaimana pendapat para tetua sekalian!? ". Tanya Xue Qian.


Xue Yunlei segera berdiri dan berbicara.


" Para tetua sekalian, kedatanganku ke kota Yin salah satu tujuannya adalah untuk mengetahui perkembangan politik di kota ini setelah Patriark Xue Beng mendapatkan musibah".


"Dan hal tersebut aku sudah mengetahuinya serta memahaminya. Jadi, mungkin tiga hari kedepan aku bersama leluhur agung Xie Yi akan menuju ke sekte Tongtian untuk mempertanyakan masalah tersebut, aku berharap mereka telah memiliki petunjuk serta informasi tentang hal itu".


" Jadi menurutku, para tetua fokus saja dengan urusan yang ada didalam klan serta didalam kota Yin ini ".


" Mengenai masalah pengawalan, aku telah mendirikan sebuah organisasi biro pengawalan yang bernama, Organisasi Awan Merah yang memiliki belasan pendekar langit didalamnya ".


" Aku akan membuka cabang di kota ini untuk bekerja sama dengan klan Xue jika para tetua mengijinkannya ".


" Kesimpulannya, masalah Patriark Xue Beng biarkan aku yang akan menyelesaikannya ". Tutup Xue Yunlei.


Semua yang hadir di ruangan itu merasa terkagum-kagum setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Xue Yunlei.


Mereka tidak menyangka jika pemuda itu memiliki belasan pendekar langit yang menjadi bawahannya.


" Ternyata klan kita akan kembali ke posisi waktu leluhur Xue Jian masih hidup ". Kata yang keluar dari seorang tetua.


" Mohon maaf jika aku ikut bersuara didalam ruangan ini. Sebenarnya aku tak ingin melontarkan sepatah katapun, namun karena mendengar seorang tetua berkata bahwa klan Xue ini akan kembali ke masa dimana leluhur Xue Jian masih hidup, menurutku itu sangat keliru". Perkataan Xie Yi langsung membuat para tetua klan Xue diam.


"Leluhur Xue Jian memang adalah salah satu pendekar yang sangat terkenal di negara Xin ini, namun kemampuan ilmu bela diri yang dia miliki tidaklah sehebat para pendekar di sekte - sekte besar".


" Kehebatannya dalam pertempuran yang membuat namanya sangat disegani".


"Tetapi tuan muda Xue Yunlei sangat istimewa, sebab dia sangat jenius. Dan mungkin kejeniusannya hanya muncul seribu tahun sekali, sehingga klan Xue bukan hanya bisa kembali ke masa kejayaan leluhur Xue Jian, melainkan akan lebih hebat lagi". Tutup Xie Yi.

__ADS_1


Mendengar penyampaian Xie Yi, membuat para tetua menjadi semakin senang dan bersemangat lagi, karena klan mereka tidak akan di pandang sebelah mata oleh orang lain.


~Bersambung~


__ADS_2