
Setelah memberikan perintah kepada Chen Kaibo, akhirnya Xue Zhao segera pergi memasuki ruang tahanan yang berada dibawah tanah tersebut.
Saat dirinya baru saja hendak memasuki gerbang ruang tahanan tersebut, beberapa anggota perampok segera menyerangnya dengan tombak dan pedang.
Xue Zhao hanya tersenyum sinis menatap anggota perampok yang ingin menyerangnya itu dan berkata "Apakah kalian sudah siap untuk mati?"
Sebuah bola energi langsung tercipta di kedua tangannya dan melesat ke arah anggota perampok yang menyerangnya.
Blaaarrr
Bunyi ledakan pun terjadi bersamaan dengan tubuh para penyerang yang telah berubah menjadi kabut darah.
Pemandangan itu langsung membuat para perampok itu menjadi gemetar dan tidak berani lagi untuk bertindak menyerang Chen Kaibo.
"Siapa mereka? Mengapa pemuda itu sangat kuat? Apakah dia adalah seorang pendekar dewa?"
"Apa yang mereka cari disini? Apakah kita telah menahan kerabat mereka?"
"Sepertinya ini akan menjadi hari terburuk bagi kita...lebih baik kita pergi saja dari sini."
"Jangan pernah berpikir untuk bisa melarikan diri dari sini...jika kalian bisa, silahkan kalian buka saja formasi pembatas yang telah kami ciptakan." Ucap Chen Kaibo menanggapi perkataan seorang anggota perampok.
Para perampok yang ada langsung merasa terkejut karena pemuda di depan mereka itu bisa mengetahui apa yang mereka ucapkan meskipun mereka saling berbisik satu dengan yang lain.
Kini tidak ada lagi yang berani untuk berpikir ataupun berbisik karena merasa takut akan diketahui oleh sosok yang menjaga mereka.
"Giliran kalian sebentar lagi akan tiba...untuk itu aku harap kalian tetap bersabar menanti kedatangan tuan muda Xue Zhao." Tutur Chen Kaibo.
Tubuh pemimpin perampok yang mendengar perkataan Chen Kaibo langsung merasa lemas seperti tidak memiliki tenaga sedikitpun.
Orang-orang yang mengetahui hal itu merasakan juga hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh pemimpin mereka.
"Bukankah rumor yang beredar itu mengatakan jika tuan muda Xue Yunlei adalah pendekar yang membunuh leluhur partai Qing Ceng?"
"Mengapa dia mengatakan jika pemuda itu adalah tuan muda Xue Zhao? Putra dari tuan Xue Beng." Pikir pemimpin perampok itu.
"Hei pak tua! Kau akan mempertanggungjawabkan apa yang telah kau lakukan...oleh karena itu kamu tenanglah untuk menunggu giliran." Tutur Chen Kaibo lagi.
Sedangkan Xue Zhao kini dengan mudahnya memasuki penjara bawah tanah milik para perampok itu dan langsung menghabisi setiap pendekar yang dia temui hingga tiba di salah satu sel tahanan dimana Xue Beng ditahan.
Xue Beng yang melihat Xue Zhao langsung berkata "Zhao'er! Ternyata kau datang juga untuk menyelamatkan ayah."Sambil berdiri dan hendak memeluk putranya itu.
Namun tindakan Xue Beng langsung tertahan oleh rsntai besar yang mengikatnya sehingga tubuh pria yang sudah terlihat lusuh itu tidak bisa bergerak lebih.
Xue Zhao langsung menghancurkan terali besi yang mengurung ayahnya dan dilanjutkan dengan menghancurkan rantai yang telah mengikat pria tua itu.
Setelah terlepas, Xue Beng pun segera memeluk putranya dengan perasaan yang sangat bahagia, apa lagi melihat putranya bisa menyelamatkan dirinya.
__ADS_1
"Zhao'er...ayah tidak menyangka jika kau bisa datang sendiri untuk menyelamatkan ayah...semua ini telah direncanakan oleh Chen Kangjian agar dia bisa menjadi penguasa kota Yin."
"Tidak hanya itu saja, Chen Kangjian juga telah telah merencanakan pembunuhan adikku Xue Yuan agar putranya Chen Bian menjadi komandan pasukan kota Yin."
Xue Beng terus mengungkapkan apa yang telah dilakukan oleh keluarga Chen Kaibo agar Xue Zhao mengetahui kebusukan keluarga tersebut.
"Ayah tenanglah...aku akan menyalurkan energi qi untuk memulihkan tenaga ayah." Ucap Xue Zhao.
Xue Zhao langsung menyalurkan energi qi miliknya untuk memulihkan tenaga ayahnya.
Setelah selesai memulihkan tenaga ayahnya Xue Zhao pun mengajak ayahnya untuk meninggalkan tempat itu.
Xue Zhao juga tidak lupa untuk menghancurkan semua terali besi yang ada untuk membebaskan seluruh tahanan didalam penjara bawah tanah tersebut.
Para tahanan yang baru saja dibebaskan langsung berlari keluar untuk membebaskan diri mereka dari para perampok.
Xue Beng belum mengenali Chen Kaibo yang membelakangi penjara itu saat dirinya mulai berjalan keluar.
Tetapi saat dirinya berdiri disamping Chen Kaibo dan menatap pemuda itu, pria yang terlihat lusuh itu langsung terkejut dan berkata "Zhao'er! Bukankah dia ini adalah Chen Kaibo? Tuan muda dari keluarga Chen?" Sambil melotot menatap pemuda itu.
"Itu benar...tetapi dia tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh kakek dan ayahnya." Balas Xue Zhao dengan tenang.
Chen Kaibo langsung merasa terkejut juga melihat sikap dan mendengar kata-kata Xue Beng setelah mengenalinya.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi? Mengapa tuan Xue Beng berkata seperti itu?" Kata-kata yang keluar dari mulut Chen Kaibo.
Xue Zhao tetap tenang dan menatap tajam ke arah sosok pria yang terlihat seperti pemimpin dari para perampok itu.
"Apakah kau pemimpin disini?" Tanya Xue Zhao tenang.
"Iya...saya adalah pemimpin para perampok di wilayah ini" Jawab pria itu.
"Siapa yang menyuruhmu menangkap ayahku?" Tanya Xue Zhao.
"Tuan Chen Kangjian! Dialah yang telah membayar kami untuk membunuh pendekar Xue Yuan dan juga untuk menangkap tuan Xue Beng." Jawab pria itu.
"Apa katamu? Kakekku yang memerintahkan semua itu kepadamu? Jangan mencoba untuk memfitnah kakekku, aku akan membunuhmu." Teriak Chen Kaibo dengan geram.
"Chen Kaibo, diam...!!! Biarkan dia menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi." Bentak Xue Zhao.
Chen Kaibo langsung terdiam setelah dibentak oleh Xue Zhao.
"Siapa saja yang bertemu dengan tuan Chen Kangjian untuk merencanakan hal itu?" Tanya Xue Zhao.
Pria itu pun menunjuk dua pendekar petapa yang berdiri disampingnya.
"Jadi hanya kalian bertiga yang mengetahui rencana tuan Chen Kangjian?" Tanya Xue Zhao lagi.
__ADS_1
"Iya...hanya kami bertiga." Jawab pria itu.
"Hmmmphhh..." Xue Zhao hanya mendengus dan sebuah pedang energi langsung melesat terbang menebas para perampok yang ada tanpa bisa dihindari.
Kecepatan serangannya tidak dapat dilihat oleh para perampok itu dan tanpa mereka sadari, mereka telah kehilangan nyawa.
Tiga orang yang tersisa hanya bisa terkejut melihat pemandangan itu, karena dalam sekejap mata anak buah mereka kini telah terjatuh ditanah dan sudah tidak bernyawa lagi.
Xue Beng yang menatap apa yang terjadi hanya bisa terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi, sebab dirinya juga tidak mengetahui bagaimana bisa para perampok itu telah terbunuh.
Chen Kaibo pun langsung bisa mengukur kemampuannya dengan Xue Zhao yang ternyata sangat jauh lebih rendah dari kemampuan yang tuan muda keluarga Xue itu miliki.
Sebab Chen Kaibo juga hanya sepintas saja bisa melihat serangan yang dilancarkan oleh Xue Zhao untuk membunuh para perampok itu.
"Chen Kaibo, ikat mereka...aku akan membawa mereka untuk menghadap kakekmu." Perintah Xue Zhao.
Chen Kaibo hanya bisa menuruti perintah Xue Zhao, jika dia ingin melawan, sudah pasti kekuatan yang dia miliki akan lenyap.
Setelah Chen Kaibo selesai mengikat ketiga petinggi perampok itu, Xue Zhao pun berkata "Ayo kita pergi untuk menghadap kakekmu."
Dalam sekejap mata, kini mereka telah berpindah tempat dan berada di luar kota Yin.
Roh Dewa itu ingin menguji kesetiaan Chen Kaibo kepadanya. Dan jika dia melakukan pengkhianatan, Roh Dewa itu tidak segan-segan untuk mengambil kekuatan yang telah dia berikan.
Akan tetapi Chen Kaibo tetap bersikap setia dan tidak ingin berjudi dengan situasi yang terjadi saat itu.
Keenam sosok itu pun kini mulai melangkah untuk memasuki kota Yin.
Para prajurit yang bertugas di gerbang kota Yin langsung mengenali dia sosok tersebut. Sedangkan Xue Beng sendiri mereka sudah tidak mengenalinya karena terlihat lusuh dan tidak terurus sama seperti seorang pengemis.
"Selamat datang tuan muda Chen Kaibo!" Sambut para prajurit.
"Selamat datang tuan muda Xue Zhao!" Sambut prajurit yang lain karena berasal dari klan Xue.
"Hmmmphhh...sepertinya mereka tidak terlalu menghormati keluarga kami...sangat mengesankan." Ucap Xue Zhao.
Perkataan Xue Zhao didengar oleh Chen Kaibo dan langsung membentak para prajurit yang tidak menyambut Xue Zhao dan Xue Beng.
"Cepat beri hormat kepada tuan Xue Beng dan juga tuan muda Xue Zhao!"
Mendengar nama Xue Beng, para prajurit langsung terkejut dan segera berlutut untuk memberi hormat.
"Hormat kepada penguasa kota Yin!"
"Hormat kepada tuan muda Xue Zhao!"
Hal itu dilakukan oleh mereka berulang ulang kali hingga Xue Zhao menyuruh mereka untuk berhenti.
__ADS_1
Memang para prajurit tidak terlalu menghormati Xue Zhao karena sifat pemuda itu yang arogan serta perbuatannya kepada Xue Yunlei dahulu. Sedangkan saat ini Xue Yunlei adalah seorang pendekar yang sangat dihormati di wilayah negara Xin.
~Bersambung~