PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 317. Dampak Pertarungan


__ADS_3

Xue Yunlei yang merasakan kehadiran lima belas peri itu segera berpaling dan langsung membagikan sedikit benang sutra emas miliknya agar bisa melindungi para peri dari serangan formasi pertempuran.


Sedangkan Qing He yang melihat kedatangan lima belas sosok peri itu merasa sangat terkejut dan bertambah khawatir lagi.


"Kakak, sepertinya bantuan mereka telah tiba, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Ju Liusun dengan tatapan yang sangat khawatir.


"Sepertinya hanya jalan damai yang bisa kita ambil untuk menyelesaikan masalah ini, karena jika kita pergi dari tempat ini, itu sama saja kita melarikan diri dari rumah kita sendiri." Tutur Qing He menanggapi pertanyaan Ju Liusun.


"Kakak, aku pikir kemampuan kita bisa mengalahkan para peri itu." Ucap Zhen Puxian.


"Kau pikir kemampuan mereka saat ini bisa dipandang sebelah mata? Kau benar-benar sungguh sangat naif." Ucap Qing He.


"Kakak, tetapi kami sudah merasakan kekuatan serta kemampuan mereka saat bertarung dengan kami" Balas Zhen Puxian merasa percaya diri.


"Saat kau bertarung dengan mereka sebelumnya, pertahanan mereka mungkin sangat rentan dengan serangan formasi pertempuran milikmu, akan tetapi apakah kau pikir saat ini kau masih bisa dengan mudah untuk melakukannya lagi?" Tutur Qing He lagi.


"Hei, apakah kalian sudah lupa jika saat ini kita sedang bertarung?" Tutur Xue Yunlei dengan nada suara yang keraskeras sehingga membuat Qing He dan yang lainnya langsung menatap kearahnya.


"Penguasa, ayo kita serang mereka, kita harus membalaskan dendam saudara Gai Bian yang telah pria busuk itu bunuh!" Tutur Langren dengan tatapan penuh dendam menatap Zhen Puxian.


"Apa kata mu!? Gai Bian telah dibunuh oleh pria sepuh itu?" Ucap Xue Yunlei sambil menunjuk ke arah Zhen Puxian dengan raut wajah yang sangat terkejut.


Zhen Puxian hanya tersenyum sinis membalas tatapan Xue Yunlei dan kemudian angkat suara.


"Apa yang dia katakan itu adalah benar, akulah yang membunuh salah satu bawahanmu, apakah kau juga ingin mati bersama dengan seluruh bawahanmu di tangan kami!?"


"Adik Puxian, mengapa kau berkata seperti itu? Apakah kau ingin memperparah situasi kita saat ini?" Tutur Yuding Chengzhang membentak Zhen Puxian.


"Kakak, mengapa kau memarahiku? Apakah keberanian mu sudah pudar?" Balas Zhen Puxian.


"Kau terlalu percaya diri sehingga pengalaman hidupmu selama ratusan tahun ini sepertinya sudah tidak berguna lagi." Qing He menambahkan.


Xue Yunlei yang sudah dipenuhi dengan amarah karena telah mengetahui jika Gai Bian telah tewas ditangan Zhen Puxian segera mengerahkan kekuatan puncaknya sambil menggunakan pedang pusaka miliknya dan langsung menghilang dari tempat dimana dia berdiri.


Huaxianzi dan yang lainnya tidak tinggal diam juga, mereka pun segera mengikuti apa yang Xue Yunlei lakukan untuk menyerang kelompok Qing He.


Sembilan sosok yang menjadi lawan kelompok Xue Yunlei di tambah dengan dua makhluk surgawi dengan spontan segera menyambut serangan tersebut.


Pertarungan berskala besar itu pun kembali terjadi di puncak gunung Kongtong yang juga kembali menghancurkan bebatuan serta pepohonan yang ada di lokasi pertarungan tersebut.

__ADS_1


Qing He bersama Yuding Chengzhang yang tidak bisa membiarkan Xue Yunlei bersama kelompoknya seenaknya menyerang mereka langsung menyambut kedatangan Xue Yunlei dan Huaxianzi.


Xue Yunlei sendiri kini berhadapan dengan Qing He yang saat itu terlihat sedang menggunakan pedang ganda di tangan kiri dan kanannya.


Senjata pusaka miliknya itu adalah senjata pusaka yang sangat kuat, karena memiliki kekuatan Yin dan Yang sehingga bisa membelah sebuah gunung dengan satu kali serangan saja.


Sedangkan Huaxianzi kini langsung berhadapan dengan Yuding Chengzhang yang saat sebuah tombak bermata tiga telah berada di genggamannya untuk bisa meladeni serangan jenderal peri itu.


Kekuatan senjata pusaka Qing He dan Yuding Chengzhang sama hebatnya, sehingga Xue Yunlei dan Huaxianzi tidak bisa lengah untuk menghadapinya.


Nu Xiannu kini sedang bertarung menghadapi Wensu Guang sebagai pendekar terkuat ketiga di sekte gunung Kongtong itu.


Yao Laohu sendiri kini sedang bertarung dengan Huang Taiyi yang adalah pendekar terkuat keempat.


Langren pun kini sedang bertarung dengan Ju Liusun yang adalah pendekar terkuat ke lima.


Zhen Puxian sendiri kini sedang menghadapi dua peri yang adalah sepasang kakak beradik yaitu Shuhou dan juga Jing Senlin.


Sun Cihang menghadapi dua sosok peri penguasa danau yaitu sang raja dan jenderal yang adalah ayah dari Nu Xiannu.


Shui Lingbao menghadapi tiga jenderal peri penguasa hutan ilusi.


Sedangkan untuk lima peri yang lain kini sedang menghadapi dua makhluk surgawi yang adalah milik Yuding Chengzhang dan Sun Cihang.


Anjing Langit Api dihadapi oleh dua jenderal peri penguasa hutan ilusi dan seorang jenderal penguasa hutan wilayah Jicheng.


Dan untuk Singa Emas delapan kepala milik Sun Cihang, kini sedang dihadapi oleh dua peri penguasa danau.


Pertarungan mereka kali itu sangat menggetarkan bumi, sebab puncak gunung Kongtong yang awalnya menjulang tinggi ke langit kini sudah mulai hancur akibat dampak dari pertarungan itu.


Area yang terkena dampak dari pertarungan mereka, kini mulai meluas dan sudah tidak lagi memperdulikan akibat dari apa yang sedang mereka lakukan saat itu.


Penduduk yang berada di Kota Dongguan yang terletak puluhan mil dari gunung Kongtong kini merasa sangat khawatir dengan apa yang sedang mereka rasakan saat itu.


Itu karena goncangan yang mereka rasakan yang ditimbulkan oleh pertarungan kedua kelompok tersebut sangat kuat sehingga bisa membuat bangunan yang sudah reot roboh.


Tidak hanya itu saja, akan tetapi suara dentuman yang tercipta akibat benturan dari dua kekuatan yang sangat besar itu bisa didengar oleh mereka.


"Apakah bangsa para dewa akan kembali turun ke dunia kita lagi sesuai dengan legenda yang sering disampaikan oleh para leluhur kita?"

__ADS_1


"Sepertinya benar apa yang diceritakan oleh para leluhur bahwa di atas puncak gunung Kongtong adalah gerbang untuk bisa menuju ke alam para dewa dan mungkin saat kini telah terbuka kembali."


"Jika itu bukan perbuatan para dewa, kemungkinan saat ini akan terjadi suatu bencana alam yang sangat dasyat bagi dunia kita, jadi sebaiknya kita bersiap untuk mengungsi dari kota ini."


Berbagai macam dugaan yang terucap dari setiap mulut para penduduk kota Dongguan akibat dampak yang ditimbulkan oleh pertarungan kedua kelompok tersebut.


Dan hal itu segera menimbulkan kekacauan di kota Dongguan karena kekhawatiran dan keresahan penduduknya.


Banyak penduduk yang segera berkemas serta meninggalkan kota itu.


Tidak jarang juga terjadi penjarahan di setiap rumah penduduk yang sudah kosong ditinggal pergi pemiliknya.


Di puncak gunung Kongtong yang saat itu sudah porak-poranda akibat dampak pertarungan yang masih berlangsung, terlihat Xue Yunlei sedang bertarung sengit dengan Qing He.


Pedang ganda milik Qing He terus menerus saling berbenturan dengan pedang pusaka milik Xue Yunlei yang kini sudah terlihat sangat menakutkan karena telah diselimuti oleh energi api dan energi petir.


Xue Yunlei telah menggunakan kekuatan serta kemampuan puncaknya dalam menghadapi pendekar terkuat dari sekte gunung Kongtong tersebut.


"Sepertinya dia adalah lawan terkuat dari semua pendekar yang aku hadapi sebelumnya, sebab dirinya mampu mengimbangi kekuatanku sampai sejauh ini." Pikir Xue Yunlei yang saat itu dalam keadaan bertarung.


Disisi lain Qing He pun memikirkan hal yang sama dengan apa yang Xue Yunlei pikirkan, sehingga dirinya tetap menjaga agar tidak membuat kesalahan sedikit pun.


Cahaya merah darah memancar dari bilah kedua pedang pusaka miliknya dan secara bergantian menyerang Xue Yunlei.


Sedangkan Xue Yunlei sendiri kini telah meningkatkan kualitas pedang pusaka miliknya dengan menyalurkan sedikit energi benang sutra emas miliknya.


Blaaarrr


Bunyi ledakan besar pun kembali terjadi dan membuat tubuh Xue Yunlei dan Qing He terdorong ke dua arah yang berbeda.


"Pendekar muda, sebaiknya kita menghentikan saja pertarungan ini...mari kita selesaikan secara baik-baik masalah diantara kita." Tutur Qing He setelah membenarkan kembali posisi berdirinya.


"Saudara seperguruan mu telah membunuh salah satu bawahan ku, untuk itu, aku harus membunuhnya juga." Balas Xue Yunlei yang juga telah memperbaiki posisi berdirinya.


"Jika cara berpikir mu demikian, bagaimana dengan kematian kedua saudara seperguruan ku, apakah kau tidak merasa bersalah dengan apa yang kau lakukan itu?" Ucap Qing He menanggapi.


Xue Yunlei tidak langsung menanggapi perkataan Qing He dan hanya diam untuk memikirkan apa yang baru saja disampaikan oleh lawannya itu.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2