PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 176. Melanjutkan Perjalanan Melalui Sungai


__ADS_3

Ribuan ledakan langsung terjadi di tengah-tengah kelompok para perampok, tubuh puluhan perampok langsung terbaring ditanah dengan tubuh yang penuh dengan luka.


Akan tetapi daya serang milik Huaxianzi hanya berniat untuk melukai kelompok perampok tersebut, sehingga tidak ada diantara mereka yang kehilangan nyawa.


Huaxianzi langsung melangkah mendekati sang pemimpin perampok dan berkata.


"Apakah kau masih berani untuk menjadikanku istrimu?."


"Ti...tidak! Aku tidak berani lagi berpikir seperti itu, tolong lepaskan kami." Jawab pria yang adalah pemimpin perampok.


"Jika aku melepaskan kalian, apakah kalian masih mau melakukan pekerjaan kalian ini?." Tanya Huaxianzi.


"Iya, aku berjanji tidak akan melakukan pekerjaan seperti ini lagi." Jawab pria itu.


"Bunuh saja mereka semua, agar mereka tidak bisa melakukan perampokan lagi kepada orang lain yang melewati jalan ini." Teriak Xue Yunlei dari dalam kereta.


"Mohon ampuni kami...kami benar-benar sudah tidak akan melakukan pekerjaan ini lagi." Ucap pria itu sambil bersujud di kaki Huaxianzi.


"Jika kalian berhenti menjadi perampok, apa yang akan kalian kerjakan?." Tanya Huaxianzi.


"Kami akan kembali ke desa dan akan bekerja sebagai petani." Jawab pria itu yang masih dalam keadaan bersujud.


"Cepat menyingkir dari jalan kami. Tidak lama lagi kami akan kembali dan jika kalian masih melakukan pekerjaan ini, aku sudah tidak lagi mau mengampuni kalian." Ucap Huaxianzi.


Mendengar ucapan wanita didepan mereka, puluhan perampok yang awalnya masih terbaring ditanah langsung berusaha berdiri dan melarikan diri.


Kereta kuda yang ditumpangi oleh Xue Yunlei langsung berjalan dan berhenti tepat didekat Huaxianzi.


Peri itu pun segera naik dan duduk disamping Xue Yunlei.


Pemuda itu hanya tersenyum menatap Huaxianzi dan bertanya.


"Mengapa kau tidak membunuh mereka?."


"Tuan, mereka tidak perlu dibunuh, jika tidak ada mereka, bagaimana dengan usaha pengawalan milik tuan!? Bukankah itu tidak akan berkembang hingga sampai ke sini!?." Jawab Huaxianzi.


"Ha...ha...ha...ha...ha...ternyata pintar juga dirimu. Aku tidak menyangka jika kau bisa memiikirkan tentang usaha yang aku dirikan itu." Xue Yunlei tertawa dengan jawaban Huaxianzi dan langsung menanggapinya.


"Pendekar Xue, mana mungkin nona Huaxianzi akan melupakan usaha milik tuannya." Sambung Zhuan Zhu sambil tersenyum.


Sedangkan pria pemilik kereta kuda yang menjadi kusir masih merasa terkejut dengan apa yang Huaxianzi lakukan.


"Sepertinya mereka memiliki ilmu bela diri yang tinggi sehingga wanita itu saja begitu mudah mengalahkan puluhan perampok itu." Pikir pria itu.


"Bagaimana dengan kemampuan kedua pria itu? Pasti kemampuan mereka lebih tinggi dari wanita itu." Lanjutnya.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya tiba di kota Dongyuan, namun mereka tidak memasuki kota itu, melainkan hanya singgah di salah satu kedai yang berada di luar kota agar kuda yang mereka gunakan bisa beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.


Tidak itu saja, alasan mereka tidak memasuki kota Dongyuan karena untuk memasuki kota itu mereka harus melalui jalan yang sangat menurun, sehingga jika mau keluar lagi dari kota itu, tenaga kuda yang mereka gunakan akan sangat terkuras.


Setelah merasa sudah bisa kembali melanjutkan perjalanan, mereka pun segera pergi dari tempat itu untuk menuju ke kota Changshan.


Tidak ada kendala apa pun didalam perjalanan mereka hingga sampai di kota Changshan.


Xue Yunlei segera memberikan bayaran kepada pria pemilik kereta kuda dengan tiga puluh keping emas.


"Tuan, ini terlalu banyak! Tuan hanya akan membatarku dengan dua puluh lima keping emas saja." Ucap pria itu.


"Sudahlah, anggap itu bayaran atas kepuasan serta kenyamanan kami karena pelayananmu." Ucap Xue Yunlei menanggapi perkataan pria itu.


"Terima kasih tuan atas kebaikannya. Semoga kalian bisa tiba ditempat tujuan kalian dengan selamat." Ucap pria itu.


Xue Yunlei langsung pergi mendekati ke salah satu kapal yang bersandar di dermaga untuk bertanya.


Setelah sampai dirinya mulai melihat-lihat jika saja ada sosok yang terlihat seperti pemilik kapal tersebut.


Karena tidak menemukan sosok yang dia cari, sehingga dirinya pun bertanya kepada salah seorang yang sedang melintas didepannya.


"Tuan, apakah aku bisa bertemu dengan pemilik kapal ini?." Tanya Xue Yunlei.


"Pemilik kapal ini sedang tidak berada disini, dia sedang berada di penginapan itu." Jawab pria itu sambil menunjuk ke arah bangunan yang terletak sekitar ratusan meter dari dermaga.


Setelah itu Xue Yunlei kembali menatap kearah pria itu lagi dan bertanya.


"Kapan kapal ini akan berlayar dan kemana tujuannya?."


"Kami akan berlayar besok pagi dan tujuannya ke kota Jicheng." Jawab pria itu.


Xue Yunlei langsung menatap kearah Huaxianzi untuk bertanya apakah mereka akan melewati kota itu.


"Iya tuan, kami akan melewati kota itu." Ucap Huaxianzi memberitahukan kepada Xue Yunlei.


"Apakah masih ada tempat untuk kami bertiga?." Tanya Xue Yunlei.


"Iya tuan, masih ada tempat untuk kalian bertiga. Apakah kalian akan pergi ke kota Jicheng?." Jawab pria itu dan kembali bertanya.


"Iya, kamu akan turun di kota Jicheng. Berapa yang harus kami banyar?." Jawab Xue Yunlei dan kembali bertanya.


"Setiap orang harus membayar dengan sepuluh keping emas. Jadi jika kalian bertiga harus membayar denda tiga puluh keping emas." Jawab pria itu yang adalah anak buah kapal tersebut.


"Namun kalian harus membayar biaya itu kepada pemilik kapal ini." Lanjut pria itu.

__ADS_1


"Baiklah, tetapi bisakah kau menunjukkan dimana tempat kami?." Tanya Xue Yunlei.


"Mari tuan, silahkan naik, aku akan menunjukkan dimana tempat kalian." Balas pria itu menjawab pertanyaan Xue Yunlei.


Ketiganya pun segera naik ke kapal dan mengikuti pria itu dari belakang.


Setelah mengetahui tempat mereka Xue Yunlei pun kembali bertanya.


"Bolehkah aku tahu siapa nama pemilik kapal ini? Aku akan pergi menemuinya di penginapan untuk membayarkan biaya kami bertiga kepadanya."


"Tuan, ayo ikut aku...biar aku saja yang mengantarkan kalian untuk menemuinya." Ucap pria itu yang langsung berjalan menuntun ketiganya.


Setelah bertemu dan selesai membayar kepada pemilik kapal, mereka bertiga langsung kembali ke kapal dan beristirahat.


Saat mentari baru saja menyinari dunia, kapal itu pun segera berlayar untuk menyusuri sungai Koda meninggalkan dermaga kota Changshan.


Xue Yunlei pun mulai menajamkan kesadaran spiritualnya untuk mendengar setiap pembicaraan orang-orang yang berada diatas kapal tersebut.


Beberapa saat kemudian akhirnya pemuda itu merasa tertarik dengan pembicaraan beberapa orang yang menumpang di kapal itu.


"Aku akan turun untuk membeli biji besi di kota Daziwen akan akan kita lewati nanti, sebab kapal ini akan singgah di kota itu."


"Iya, aku juga akan turun juga untuk membeli biji besi di kota itu, karena aku dengar biji besi dari kota itu memiliki kualitas paling terbaik di seluruh daratan wilayah negara Xin ini." Balas yang lainnya.


"Sepertinya aku juga akan turun untuk melihat-lihat jika saja ada barang yang bisa berguna bagiku di kota itu." Pikir Xue Yunlei.


Setelah melakukan perjalanan sejauh kurang lebih lima puluh kilometer meninggalkan kota Changshan, seorang awak kapal dengan tergesa-gesa datang melaporkan kepada pemilik kapal.


"Tuan, sepertinya kita kedatangan tamu tak diundang."


"Apakah yang kau maksud itu adalah para perompak?." Tanya pemilik kapal.


"Sepertinya begitu tuan, sebab ada tiga buah kapal berukuran sedang yang datang mendekati kapal kita...apa yang harus kita lakukan?."


Pemilik kapal itu segera bangkit dan memerintahkan seluruh pendekar yang menjadi pengawal untuk melindungi kapal itu agar bersiap untuk bertarung.


Xue Yunlei, Zhuan Zhu dan juga Huaxianzi belum mengetahuinya, sebab mereka saat itu sedang beristirahat.


Para pendekar yang bertugas untuk melindungi kapal itu segera menyiapkan panah serta tombak untuk mencegah agar kapal para perompak itu tidak bisa mendekati kapal mereka dari tiga sisi yang berbeda.


Dan dugaan anak buah kapal yang melaporkan hal itu memang benar adanya, terlihat orang-orang di tiga kapal itu sudah bersiap dengan panah mereka untuk membidik setiap orang yang terlihat.


Ratusan anak panah langsung melesat kearah kapal yang ditumpangi oleh Xue Yunlei.


Para pendekar yang melindungi kapal itu segera membalas serangan tersebut dengan panah api yang mereka miliki untuk membakar kapal para perompak.

__ADS_1


Berbeda dengan para perompak, mereka tidak bisa menggunakan panah api, sebab mereka akan kehilangan jarahan mereka.


~Bersambung~


__ADS_2