
Xue Bang dan Xue Beng segera menuju ke markas sekte Tongtian dengan menunggang kuda agar bisa tiba secepatnya.
Beberapa menit kemudian saat keduanya telah keluar dari kota Yuan, keduanya dikejutkan oleh serangan mendadak dari beberapa sosok yang menggunakan pakaian serba hitam serta menggunakan topeng.
Keduanya bisa menghindari serangan tersebut, akan tetapi berbeda dengan kedua kuda yang mereka tunggangi.
Xue Beng dan Xue Bang segera melompat dari atas kuda yang mereka tunggangi sebab tunggangan mereka itu kini sudah terkena serangan senjata rahasia milik para penyerang.
"Siapa kalian? Mengapa menyerang kami secara diam-diam? ". Tanya Xue Beng sambil mencabut pedang miliknya.
" Ha...ha...ha...ha...ha..., siapa kami itu tidak penting, yang terpenting itu adalah kami bisa membunuh kalian berdua ". Balas seorang pria yang mungkin adalah pemimpin mereka.
" Serang! ". Teriak pria itu lagi.
Belasan sosok yang berpakaian serba hitam segera melesat menyerang Xue Beng dan juga Xue Bang yang saat ini dalam posisi terkepung.
Keduanya segera memberikan perlawanan agar bisa meloloskan diri dari serangan tersebut.
Namun karena kalah jumlah, sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama bagi para penyerang untuk bisa melukai Xue Bang dan Xue Beng.
Keduanya tetap berjuang untuk bisa memberikan perlawanan, namun upaya mereka tetap tidak berarti dihadapan belasan sosok yang menyerang mereka.
"Ternyata kekuatan seorang penguasa kota Yin hanya seperti ini? ".
" Sangat lemah! ".
" Dan ternyata ini adalah jenius muda sekte Tongtian dan juga klan Xue dari kota Yin, sungguh sangat disayangkan akan berakhir seperti ini ".
" Cepat, habisi mereka! ". Perintah sosok itu kepada bawahannya.
Dua sosok yang telah siapa untuk menebas leher kedua anggota klan Xue itu, segera melakukan apa yang telah diperintahkan.
Disaat mata pedang milik kedua sosok berpakaian serba hitam itu hendak memisahkan kepala dan badan dari dua orang korban mereka, dua buah pisau terbang segera menghantam pedang kedua sosok tersebut.
Tring...tring
" Lancang! Berani - beraninya menyerang anggota sekte Tongtian di wilayah sendiri, kalian tidak bisa aku maafkan ". Teriak seorang pria tua sambil melepaskan serangan pisau energi kearah belasan sosok tersebut.
" Mundur! ". Teriak sang pemimpinpemimpin kelompok yang menyerang.
Dari serangan pria tua itu, lima diantaranya memberikan hasil yang memuaskan, sebab tepat mengenai sasaran dan membuat tiga diantaranya langsung meregang nyawa.
Sedangkan dua orang lainnya langsung di tangkap oleh pria tua yang baru saja tiba tersebut.
__ADS_1
Namun situasi keduanya kini tidak berbeda dengan tiga rekannya yang telah tewas terkena serangan pisau energi pria tua yang adalah guru Xue Bang.
Sebab kedua orang itu segera menghancurkan racun yang berada di dalam mulut mereka berdua sehingga menyebabkan keduanya mengikuti jejak tiga rekan mereka.
"Sial, sepertinya mereka sangat setia pada atasan mereka, sehingga nyawa mereka seakan tak berarti lagi".
" Bagaimana bisa aku mendapatkan informasi jika sudah tidak ada lagi yang masih hidup ". Gumam tetua Pangzi dan segera berbalik untuk melihat kondisi Xue Bang.
" Bang'er, bagaimana keadaanmu? Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Mengapa mereka menyerangMu? ". Pertanyaan yang keluar dari mulut Pangzi.
Pria tua itu belum menyadari jika sosok yang satunya lagi adalah Patriark klan Xue sekalian sebagai penguasa kota Yin.
Pria tua itu segera membawa tubuh Xue Bang untuk diobati oleh tetua balai pengobatan sekte Tongtian.
Sedangkan Xue Beng masih terbaring lemah dengan tubuh yang dipenuhi oleh luka sayatan pedang milik para penyerang.
Setelah tiba di balai pengobatan sekte, tetua Pangzi segera memasuki bangunan tersebut dan langsung menuju ruang perawatan.
"Tetua Miao Song! Dimana kamu? Cepat obati muridku ini! ". Teriak tetua Pangzi setelah membaringkan tubuh Xue Bang.
Pria tua itu segera mencari keberadaan tetua balai pengobatan sekte agar bisa secepatnya untuk mengobati luka yang diderita oleh Xue Bang.
Tidak lama kemudian tetua Miao Song pun muncul sambil bertanya kepada tetua Pangzi.
"Sudahlah, tidak perlu berbasa-basi lagi, cepat obati muridku". Balas tetua Pangzi.
" Muridmu? Siapa? Apakah Xue Bang? ". Tanya tetua Miao Song terkejut.
" Iya, siapa lagi? ". Balas tetua Pangzi.
Tetua Miao Song segera memasuki ruang perawatan dan segera memanggil murid seniornya untuk bisa membantu.
Luka - luka sayatan pun segera dijahit oleh murid seniornya.
Sedangkan dirinya terus mengalirkan energi qi yang dia miliki untuk menyembuhkan luka dalam yang Xue Bang derita.
Beberapa jam kemudian, akhirnya Xue Bang pun siuman, pemuda itu segera mencari Patriark klan Xue, yaitu Xue Beng.
"Dimana saya? Dimana Patriark Xue Beng? ".
Mendengar apa yang muridnya katakan, tetua Pangzi baru tersadarkan bahwa saat dia menyelamatkan Xue Bang, ada satu sosok lagi yang memiliki penampilan yang berbeda dari kelompok yang menyerang muridnya itu.
Pria tua itu segera mengajak tetua Jia Yifan beserta para murid senior untuk pergi ke tempat dimana muridnya diserang.
__ADS_1
Shang Mingmei yang adalah bagian dari kota Yin ikut juga untuk menyelamatkan Xue Beng.
Dirinya tidak menyangka jika Xue Bang dan Xue Beng telah diserang oleh sebuah kelompok yang saat ini tidak diketahui motif mereka.
Saat tiba di tempat dimana Xue Bang diserang, mereka tidak menemukan tubuh Xue Beng serta tubuh lima penyerang yang telah tewas.
Tanda-tanda telah terjadi pertarungan pun tidak terlihat.
"Siapa yang melakukan hal ini? Mengapa semua jejak dan tubuh lima orang penyerang yang telah tewas tidak terlihat? ".
" Bagaimana bisa mereka dengan cepat telah membersihkan tempat ini tanpa meninggalkan jejak sedikit pun? ".
Tetua Pangzi bingung dengan apa yang dia lihat, sebab kini sudah tidak ada lagi petunjuk yang tersisa.
" Ayo cari petunjuk disekitar tempat ini, pasti akan menemukan jejak keberadaan penguasa kota Yin ". Ucap tetua Pangzi memberi perintah kepada para murid.
Mereka pun segera menyisir area disekitar tempat kejadian untuk mencari sedikit pun petunjuk.
Namun usaha mereka tidak membuahkan hasil, sebab tidak ada sedikit pun petunjuk yang bisa mereka temukan.
Akhirnya mereka kembali ke markas sekte Tongtian untuk menanyakan kepada Xue Bang mengapa mereka bisa diserang, apa lagi itu adalah wilayah sekte Tongtian.
Hal itu menjadi suatu pukulan keras bagi sekte Tongtian yang adalah sekte terkuat di wilayah negara Xin.
"Ini sangat mencoreng nama besar sekte kita ini, kalian harus menyelidiki siapa dalang dibalik penyerangan anggota sekte kita di wilayah kita sendiri". Kata - kata yang keluar dari mulut ketua sekte Tongtian Weng Yang.
" Ketua, sepertinya kita harus lebih memperketat penjagaan di wilayah kekuasaan sekte kita agar hal ini tidak akan terjadi lagi". Seorang tetua memberi masukan.
"Tetua Miao Song, bagaimana perkembangan kesehatan Xue Bang? ". Tanya ketua sekte Tongtian.
" Saat dia siuman, dirinya terus memanggil nama penguasa kota Yin, dan karena terlalu banyak kehilangan darah, sehingga dia kembali tidak sadarkan diri".
"Untuk bisa sepenuhnya pulih, membutuhkan waktu tiga hari lagi". Tutup tetua Miao Song.
" Jika demikian, sepertinya sebelum bergerak, kita harus mendengar terlebih dahulu keterangan dari Xue Bang, baru kita bertindak ".
" Akan tetapi untuk penjagaan di wilayah kekuasaan sekte, harus segera diperketat ".
" Baik Ketua! ". Balas orang - orang yang dipanggil oleh Weng Yang untuk melakukan apa yang dia perintahkan.
" Untuk saat ini, semuanya segera kembali dan segera lakukan apa yang aku perintahkan ". Tutup Weng Yang.
~Bersambung~
__ADS_1