PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 240. Kekhawatiran


__ADS_3

Setelah mendapatkan kabar dari tetua Shong Jun, Xue Beng dan Shang Chiu pun segera melanjutkan terlebih dahulu pertemuan yang sebelumnya di pending.


Sedangkan tetua Shong Jun kini sedang menunggu keduanya menyelesaikan pertemuan itu untuk pergi bersama menjelaskan kepada ibu Shang Mingmei serta kedua orang tua Xue Bang.


Setelah memberitahukan berita itu, ibu Shang Mingmei serta kedua orang tua Xue Bang langsung terpukul.


Namun yang lebih terpukul adalah ayah dan ibu dari Xue Bang.


Keduanya tidak menyangka jika putra mereka bisa kehilangan nyawanya diusia yang masih sangat muda itu.


Ibu Xue Bang langsung berteriak histeris karena kematian putranya itu.


Seluruh anggota klan Xue kini langsung berduka karena kematian salah satu jenius muda mereka yang sempat mengharumkan klan mereka karena menjadi jenius muda di seluruh wilayah negara Xin.


Tetua Shong Jun sendiri, setelah memberitahukan kabar itu, segera mengirimkan pesan melalui burung merpati ke markas sekte Tongtian.


***


Di aula utama sekte Tongtian, setelah menerima surat yang dikirimkan oleh tetua Shong Jun, rombongan mereka pun segera berangkat untuk mengantarkan jenasah Xue Bang kembali ke klan Xue.


Hal itu tidak pernah terjadi sebelumnya, namun karena Xue Bang adalah sahabat dekat dari Xue Yunlei, sehingga sekte Tongtian memperlakukannya berbeda dari yang lain.


Leluhur Xie Yi dan ketua sekte Weng Yuang yang mengantarkan jenasah Xue Bang sebagai suatu penghormatan mereka.


Berita itu langsung terdengar di seluruh wilayah negara Xin, sehingga dua sosok penyusup yang mengakibatkan Xue Bang terbunuh telah mengetahui juga hal itu.


"Sepertinya masalah ini sudah semakin serius, jika pendekar Xue Yunlei mengetahui bahwa sahabatnya telah terbunuh, pasti kita akan di buru olehnya." Ucap seorang pendekar dewa bumi puncak.


"Itu jika kita telah meninggalkan jejak di lokasi kejadian...tetapi jika tidak, kita tidak perlu lagi untuk merisaukan hal itu." Balas seorang pendekar agung.


"Tetapi yang aku ketahui bahwa pendekar Xue Yunlei memiliki teknik tingkat dewa, sehingga aku tetap mengkhawatirkan hal itu."


"Jika benar seperti itu, apa yang akan kita lakukan?" Tanya pendekar agung itu yang kini telah merubah cara berpikir sebelumnya.


Kini pendekar agung yang adalah salah satu leluhur di kota Lo Buan itu langsung menjadi cemas setelah mendengar bahwa Xue Yunlei memiliki teknik tingkat dewa.


"Bukankah kau juga dekat dengannya setelah kejadian di kota Lo Buan ini waktu lalu? Mengapa kau tidak meminta petunjuk darinya saja?" Lanjut leluhur kota Lo Buan itu.


"Jika kau melakukannya, pasti kita tidak akan melakukan hal ini sehingga bersinggungan dengan pendekar muda itu." Tutupnya.


"Memang benar apa yang kau katakan itu, namun semuanya telah terjadi, aku juga merasa terlalu egois karena ingin meningkatkan kemampuanku tanpa di ketahui oleh para sainganku."


"Apa lagi saat ini Si Wajah Seribu itu sudah mengikutinya, jadi tidak mungkin lagi aku akan mengikuti Xue Yunlei."


"Apa lagi aku sudah terkenal dengan julukan ku, hal itulah yang membuatku merasa tidak pantas untuk mengikutinya." Jelas pria sepuh itu.

__ADS_1


"Terus apa yang harus kita lakukan? Apakah kita akan kembali lagi ke sekte Tongtian untuk memeriksa jika ada jejak yang tertinggal di lokasi pertarungan?" Tanya pendekar agung itu.


"Itu percuma saja, sebab jika ada yang bisa mengenali teknik yang kita gunakan, pasti identitas kita bisa di ketahui." Tutur pendekar dewa itu.


"Karena saat kita pergi sebelumnya, kita telah mengatakan kepada Gu Hongan akan pergi ke wilayah barat...sampai saat ini, dia belum mengetahui jika kita telah kembali...bagaimana kalau kita pergi saja ke wilayah barat?" Saran pendekar dewa bumi itu yang adalah dewa pencuri Ming Chuan.


"Tetapi kemana tujuan kita?" Tanya pendekar agung yang adalah Hong Ye.


"Aku memiliki kenalan di suku Hushi...dia adalah salah satu tetua tingkat tinggi di suku tersebut meskipun basis kultivasinya sama seperti diriku, namun ayahnya adalah leluhur agung di suku itu yang sudah menerobos diranah Immortal tahap akhir yang tinggal selangkah lagi menerobos ke ranah xian." Jawab Ming Chuan.


"Setidaknya untuk sementara kita bisa aman di markas suku itu...dan jika langit berkehendak, kita berdua juga bisa meningkatkan basis kultivasi kita..."


"Sebab tempat yang didiami oleh sahabatku itu berada di Gunung Pasir Bernyanyi yang memiliki energi alam yang sangat kuat."


"Jika kita diijinkan untuk tinggal di tempat itu, pasti kita bisa berkultivasi di sana...bagaimana menurutmu?" Tanya Ming Chuan.


"Aku pikirkan r itu ide yang bagus...kalau begitu, sebaiknya kita segera bergegas pergi kesana." Balas Hong Ye bersemangat.


"Ayo kita pergi." Ucap Ming Chuan.


Keduanya langsung melesat ke arah barat untuk menuju ke tempat yang Ming Chuan maksudkan.


Suku Hushi sendiri adalah salah satu tujuan Xue Yunlei untuk pergi membalaskan dendamnya atas kematian Xiangwei.


Sedangkan rombongan sekte Tongtian yang mengantarkan jenasah Xue Bang kini telah bergerak untuk menuju ke kota Yin.


Tidak ada yang berani untuk menyinggung rombongan itu, apa lagi dalam situasi berduka seperti itu.


Sebab sekte Tongtian sangat terkenal di wilayah negara Xin yang juga salah satu sekte yang terletak paling berdekatan dengan ibu kota negara Xin.


Setelah rombongan mereka tiba di kota Yin, anggota dari klan Xue dan klan Shang langsung menyambut di depan gerbang kota sebelum mengantarkan mereka ke wilayah klan Xue.


Shang Mingmei sendiri saat ini ikut serta dalam rombongan itu meskipun masih dalam keadaan belum sepenuhnya pulih.


Hal itu karena Shang Mingmei akan beristirahat total di kediaman klan Shang bersama dengan ibunya. Itu sesuai dengan permintaan ibunya sendiri.


Shang Mingmei sangat sedih setelah mengetahui bahwa Xue Bang telah kehilangan nyawanya bersamaan dengan dirinya yang terluka.


Setelah memasuki kota Yin, rombongan itu segera bergerak untuk menuju ke arah dimana wilayah kediaman klan Xue berada.


Jenasah Xue Bang di semayamkan di aula utama klan Xue terlebih dahulu sebelum di kuburkan.


Ayah dan ibu Xue Bang semakin bersedih melihat tubuh putra mereka yang telah terbujur kaku.


Teriakan histeris ibunya terus terdengar saat berada di samping jenasah putranya itu.

__ADS_1


Situasi hati dan pikiran setiap anggota klan Xue kini terfokus ke Xue Yunlei yang belum mengetahui mengenai hal itu.


Segala spekulasi pun mulai bermunculan di pikiran mereka mengenai apa yang akan dilakukan oleh Xue Yunlei jika mengetahui satu-satunya sahabatnya telah terbunuh.


Shang Mingmei pun memiliki pikiran yang sama dengan setiap anggota klan Xue.


***


Di dunia yang diciptakan oleh leluhur agung bangsa peri, kini Xue Yunlei dan yang lainnya masih tetap berkultivasi.


Xue Yunlei saat ini sedang mencoba untuk menerobos ke ranah Saint.


Karena jika dirinya sudah bisa menerobos ke ranah saint, itu akan sangat membantunya untuk bisa menghadapi roh dewa itu.


Sebab jika dia meminjam kekuatan pedang pusaka tingkat dewa miliknya, basis kultivasinya akan meningkat ke ranah immortal tahap akhir.


Dan digabungkan dengan kekuatan yang dimiliki oleh tiga raja siluman serta kekuatan Huaxianzi itu sudah cukup untuk melenyapkan roh dewa itu.


Saat mereka sedang berkultivasi, Nu Xiannu pun kembali mengunjungi tempat itu.


Komandan peri itu merasa terkejut setelah melihat sudah ada seorang pendekar wanita lagi yang sedang berkultivasi bersama dengan Xue Yunlei dan Huaxianzi.


"Siapa wanita ini?"


"Mengapa dia bisa berada di tempat ini?"


"Apakah mereka sebelumnya telah pergi dan kembali lagi membawa wanita ini?"


Nu Xiannu terus bertanya-tanya dengan kehadiran serta identitas Xiao Lin Meng.


Sebab dirinya baru untuk pertama kalinya melihat kekasih Xue Yunlei itu. Sehingga peri itu merasa bingung dengan kehadirannya.


"Sebaiknya aku pergi dulu...aku akan sering berkunjung ke tempat ini untuk melihat mereka jika sudah selesai berkultivasi untuk menanyakan siapa wanita ini."


"Meskipun mereka di bawah oleh leluhur agung kami, akan tetapi mereka tidak seharusnya begitu leluasa untuk membawa orang lain di tempat ini."


"Yang aku takutkan, itu bisa memberikan dampak yang buruk bagi bangsa kami sebagai penguasa di danau ini."


Kehadiran Xiao Lin Meng itu menurut Nu Xiannu bisa memberikan dampak buruk bagi bangsa mereka.


Apa lagi jika Xue Yunlei terus membawa orang lain lagi di dunia tersebut, itu bisa mengancam keselamatan bangsa peri penguasa danau itu.


Sebab yang mereka ketahui, sifat manusia sangat buruk karena selalu tidak puas dengan apa yang mereka miliki.


Akhirnya Nu Xiannu segera pergi meninggalkan dunia tersebut dan kembali ke dunia yang berada di dasar danau.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2