PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 229. Pergi Ke Hutan Terlarang


__ADS_3

Di kediaman Xue Yunlei, pemuda itu kini sedang bersama dengan Zhuan Zhu dan terlihat sedang memberikan petunjuk kepada pria sepuh itu.


Hal itu sebagai bentuk persiapan untuk menghadapi roh dewa yang berada di hutan terlarang.


Setelah selesai memberikan petunjuk serta mengajarkan sebuah teknik kepada Zhuan Zhu, akhirnya Xue Yunlei memutuskan untuk berangkat ke hutan terlarang.


Saat keduanya hendak pergi, Xiao Lin Meng segera datang menghampiri Xue Yunlei dan langsung memeluknya sambil berkata "Kau harus kembali dengan selamat."


"Iya...kau tidak perlu khawatir, pasti aku akan kembali bersama senior Zhuan Zhu dengan selamat." Ucap Xue Yunlei menghibur gadis di pelukannya itu.


"Kamu harus berjanji untuk mengurungkan niatmu jika merasa sudah tidak bisa untuk mengalahkan roh dewa itu." Tutur Xiao Lin Meng mengingatkan.


"Tenang saja...pasti aku akan mengingat apa yang kau katakan ini." Balas Xue Yunlei sambil melepaskan pelukannya dan kini memegang kedua bahu gadis didepannya itu.


Kepergian keduanya diantarkan oleh Xiao Lin Meng, Rui Lianjin serta keempat sosok yang lain.


Kedua pria yang berbeda usia itu segera melesat terbang dan dengan cepat meninggalkan kediaman tersebut.


Setelah kepergian Xue Yunlei dan Zhuan Zhu, Yao Laohu langsung menatap Huaxianzi dengan tatapan yang penuh arti.


Huaxianzi juga langsung menatap dua sosok lainnya yang dibalas dengan anggukan kepala.


Saat Xue Yunlei memberikan petunjuk kepada Zhuan Zhu serta mengajarkan salah satu teknik kepada pria sepuh itu, Huaxianzi dan ketiga raja siluman itu juga telah merencanakan jika mereka berempat akan mengikuti keduanya.


Itulah mengapa Yao Laohu langsung menatap Huaxianzi saat Xue Yunlei dan Zhuan Zhu pergi.


"Penguasa putri...mohon maaf jika kami berempat akan pergi meninggalkan kalian berdua disini." Ucap Yao Laohu.


"Ada apa? Kalian mau kemana?" Tanya Xiao Lin Meng bingung.


"Kami akan menyusul penguasa agar bisa membantunya jika mereka berdua dalam keadaan terdesak." Jawab Huaxianzi.


"Iya...cepat kalian susul mereka berdua...aku dan Rui Lianjin tidak mengapa kalian tinggalkan." Balas Xiao Lin Meng.


"Terima kasih atas pengertian penguasa putri." Ucap keempat sosok tersebut dan segera pergi meninggalkan kediaman Xue Yunlei.


Ketiga raja siluman itu terbang didepan untuk mengikuti jejak yang ditinggalkan oleh Xue Yunlei dan juga Zhuan Zhu.


Setelah kepergian keenam sosok tersebut, Xiao Lin Meng bersama dengan Rui Lianjin kini kembali memasuki kediaman Xue Yunlei.


Keduanya melakukan aktivitas seperti biasanya saat Xue Yunlei dan yang lainnya tidak berada di kediaman itu.


Disebuah pohon yang tumbuh puluhan meter jaraknya dari kediaman Xue Yunlei, nampak dua sosok pria sedang memperhatikan kediaman itu.


"Sepertinya Xue Yunlei belum juga kembali." Ucap Xue Zhao.

__ADS_1


"Siapa kedua wanita itu?" Tanya Chen Kaibo penasaran.


"Aku juga tidak mengenal mereka berdua...namun dari rumor yang beredar, gadis cantik itu berasal dari kota Chingli dan putri dari salah satu bangsawan di kota itu."


"Sedangkan wanita yang satunya lagi adalah pengawal pribadinya." Tutup Xue Zhao menjelaskan.


Chen Kaibo hanya menganggukkan kepalanya tanda telah mengerti setelah mendengar penjelasan Xue Zhao.


"Ayo kita pergi dari sini." Ajak Xue Zhao dan segera melesat meninggalkan tempat itu.


Chen Kaibo pun langsung menyusulnya dari belakang meskipun dirinya masih ingin menatap wajah cantik Xiao Lin Meng.


"Kecantikan gadis itu tidak kalah dengan kecantikan nona Shang Mingmei...karena harapan ku untuk mendapatkan nona Shang Mingmei sangat tidak mungkin, lebih baik aku mendapatkan gadis itu." Pikir Chen Kaibo.


Chen Kaibo berpikir Xue Yunlei dan Xue Zhao pasti akan memperebutkan Shang Mingmei, sehingga menurutnya dia harus mengalah demi untuk menghormati Xue Zhao.


Keduanya akhirnya tiba di kediaman Xue Zhao dan langsung disambut dengan ramah oleh para penjaga kediamannya.


"Selamat datang tuan muda." Ucap seorang penjaga sambil membukakan pintu gerbang tersebut.


Xue Zhao bersama Chen Kaibo segera memasuki kediaman Xue Zhao yang kini sudah terlihat sangat sepi setelah menghilangnya Xue Beng ayah Xue Zhao.


Tidak seperti dikediaman Chen Kaibo, kini kehadiran mereka berdua tidak disambut oleh ibu Xue Zhao, sebab Nyonya keluarga Xue itu kini masih tenggelam dalam kesedihannya atas kehilangan suaminya.


Xue Zhao pun segera pergi ke ruangan dimana ibunya berada hendak berpamitan untuk mencari keberadaan ayahnya.


Wanita itu segera menatap Xue Zhao dan perlahan bangkit untuk memeluk putranya itu sambil meneteskan air mata.


"Kau jangan pergi lagi...ibu tidak mau lagi kehilangan dirimu...hanya kau yang bisa menjadi harapan untuk memikul tanggung jawab ayahmu." Tutur wanita itu.


"Ibu tidak perlu khawatir lagi kepadaku...sebab kemampuanku saat ini tidak akan bisa dikalahkan oleh pendekar mana pun didunia ini." Balas Xue Zhao.


"Apakah benar yang kau katakan itu?" Tanya ibunya.


"Iya ibu...apa yang aku katakan itu benar adanya...untuk itu aku datang kali ini agar bisa berpamitan dengan ibu untuk mencari keberadaan ayah dan ingin mengetahui siapa yang telah melakukannya." Ucap Xue Zhao.


"Apakah saat ini kau sudah memiliki kemampuan untuk itu?" Tanya ibunya untuk ingin meyakinkan dirinya.


"Iya ibu...saat ini aku sudah memiliki kemampuan yang jauh lebih kuat dari siapapun didunia ini." Jawab Xue Zhao.


"Baiklah, jika benar apa yang kau katakan, pergilah...cari keberadaan ayahmu dan hukum siapa yang melakukannya." Tutur ibu Xue Zhao yang kembali terlihat bersemangat seperti telah mendapatkan semangat hidupnya lagi.


"Baik ibu...kalau begitu aku pergi dulu." Balas Xue Zhao.


"Zhao'er, Berhati-hatilah..." Ucap ibunya.

__ADS_1


Xue Zhao kembali menatap ke arah ibunya dan menganggukkan kepalanya serta kembali melangkahkan kakinya untuk meninggalkan paviliun tersebut.


"Ayo kita pergi..." Ajak Xue Zhao kepada Chen Kaibo.


Keduanya langsung menghilang dari dengan paviliun yang ditempati oleh ibu Xue Zhao.


***


Di wilayah hutan terlarang, kini Xue Yunlei dan Zhuan Zhu telah tiba tepat di bibir jurang yang sangat dalam.


"Ayo kita turun ke bawah..." Ajak Xue Yunlei dan langsung melompat ke bawah.


Zhuan Zhu pun segera melompat juga mengikuti Xue Yunlei.


Setelah keduanya tiba di dasar jurang itu, Xue Yunlei merasa seperti situasi di tempat itu sudah berubah dan tidak bisa merasakan aura keberadaan roh dewa itu.


"Dimana dia? Mengapa aku tidak bisa merasakan aura keberadaannya?" Pikir Xue Yunlei dan segera menggunakan kekuatan jiwanya untuk memasuki goa dimana roh dewa itu berada.


Zhuan Zhu juga melakukan hal yang sama dengan apa yang Xue Yunlei lakukan untuk menggunakan kekuatan jiwanya.


Saat kekuatan jiwa Xue Yunlei memasuki goa tersebut, dia tidak mendapati roh dewa yang dia cari.


"Mengapa dia tidak berada di tempat ini? Apakah dia telah menemukan tubuh yang lain untuk bisa dikuasai olehnya?" Pikir Xue Yunlei.


Kini Xue Yunlei tidak lagi menggunakan kekuatan jiwanya dan mulai mencoba untuk bisa merasakan jejak aura yang tertinggal di tempat itu.


"Sepertinya ada dua sosok manusia yang pernah datang ke tempat ini...siapa mereka? Mengapa mereka tidak terbunuh? Apakah roh dewa itu telah menggunakan tubuh salah satu dari mereka untuk bisa dia kuasai?"


Pertanyaan pun mulai bermunculan di dalam hati dan pikiran Xue Yunlei yang mulai menduga-duga apa yang telah terjadi.


"Senior Zhuan, sepertinya kita sedikit terlambat, roh dewa itu mungkin telah menemukan tubuh manusia untuk dijadikan wadah olehnya." Ucap Xue Yunlei.


"Jadi saat ini apa yang akan kita lakukan?" Tanya Zhuan Zhu.


"Sebaiknya kita segera kembali ke kediaman ku untuk merencanakan apa yang akan kita lakukan jika bertemu dengan sosok yang telah menjadi wadah dari roh dewa itu." Ucap Xue Yunlei.


Keduanya langsung melesat terbang untuk keluar dari dasar jurang tersebut.


Diatas jurang itu, kini Huaxianzi dan tiga sosok lainnya baru saja tiba, mereka langsung bisa merasakan aura kuat yang berasal dari dasar jurang.


"Ayo kita kembali...sepertinya penguasa dan pendekar Zhuan Zhu telah kembali." Ucap Yao Laohu.


Mereka bertiga pun segera bergegas meninggalkan tempat itu untuk kembali ke kediaman Xue Yunlei.


Mereka bertiga tidak ingin dipergoki oleh Xue Yunlei karena tidak mendengarkan perintahnya untuk tetap tinggal di kediamannya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2