
Saat Xue Yunlei dan Qing He berhenti untuk bertarung, di tempat lain pertarungan antara bawahan Xue Yunlei dan saudara seperguruan Qing He masih tetap berlangsung.
Pertarungan mereka masih terlihat sangat seimbang meskipun secara jumlah bawahan Xue Yunlei yang lebih banyak dari lawan mereka.
Namun karena yang terkuat di antara mereka hanyalah Huaxianzi, Nu Xiannu, Yao Laohu dan Langren, sehingga meskipun terlihat seperti sedang mengeroyok lawan mereka, namun masih tetap bisa diimbangi.
***
Di sebuah tanah lapang satu mil jauhnya diluar kota Yin, kini terlihat lima belas ribu pasukan kerajaan Xin sedang berkemah.
Mereka bertujuan untuk menyerang kota Yin karena keinginan Yu Fei yang ingin menguasai kota tersebut.
Tindakannya itu disetujui oleh Xia Jie karena mempercayai apa yang Yu Fei sampaikan bahwa penyebab kekacauan di seluruh wilayah negara Xin itu semuanya direncanakan oleh penguasa kota Yin.
Alasannya karena seluruh wilayah kekuasaan kota Yin tidak mendapatkan serangan dari para kelompok yang membuat kekacauan.
Sedangkan di balai kota Yin kini semua petinggi kota itu sedang berkumpul untuk membahas mengenai tujuan kedatangan pasukan kerajaan yang kini sudah berada di dekat kota tersebut.
"Penguasa Xue, apa yang ingin mereka lakukan sehingga ada belasan ribu pasukan kerajaan telah berada di dekat kota Yin ini? Apakah mereka ingin menyerang kota kita ini?" Tanya seorang bangsawan dari klan Shang.
"Aku juga tidak tahu apa rencana mereka, sebab belum ada seorang pun di pihak mereka yang datang kesini untuk menyampaikan apa tujuan mereka." Jawab Xue Beng.
"Menurutku, kita tidak pernah melakukan kesalahan yang serius untuk negara Xin ini, jadi tidak akan mungkin mereka datang menyerang kita." Lanjut Xue Beng dengan yakin.
"Apakah sebaiknya kita yang terlebih dahulu berinisiatif mengirimkan utusan kita kesana untuk menanyakan apa tujuan mereka?" Tanya seorang bangsawan lagi sekaligus menyarankan.
"Hal itu tidak perlu untuk dilakukan, sebab jika mereka tidak berpikir untuk menyerang kota ini, itu akan membuat mereka sangat tersinggung, jadi sebaiknya kita tunggu saja kedatangan mereka." Xue Beng menanggapi.
"Tuan Xue Beng, ijinkan saya untuk pergi agar bisa mendapatkan informasi dari mereka!" Ujar Chen Kaibo mengajukan diri.
"Komandan Chen, itu bisa saja, tetapi harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi agar mereka tidak mengetahui tindakan mu tersebut." Xue Beng menanggapi.
"Baik! aku akan melakukan hal itu tanpa sepengetahuan mereka." Balas Chen Kaibo.
"Jika demikian, silahkan kau lakukan." Ucap Xue Beng lagi.
"Jika demikian, aku pamit undur diri dulu." Ucap Chen Kaibo dan segera pergi meninggalkan aula utama balai kota Yin.
"Dan untuk kalian, meskipun kita belum memiliki kepastian apakah mereka akan menyerang kita atau tidak, kalian cepat persiapkan pasukan yang kalian miliki untuk mengantisipasi hal terburuk yang akan terjadi." Perintah Xue Beng kepada semua bangsawan serta komandan pasukan yang lain.
"Baik!" Jawab mereka serentak.
"Baiklah, pertemuan kita saat ini sudah selesai, segera kembali ke kediaman dan barak pasukan kalian masing-masing." Perintah Xue Beng lagi.
__ADS_1
Mereka pun langsung membubarkan diri dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Xue Beng.
***
Di perkemahan pasukan yang dipimpin oleh Yu Fei, terlihat beberapa petinggi sedang duduk di tenda utama untuk membicarakan strategi yang akan mereka lakukan.
"Jenderal Yu, menurutmu apa kelemahan terbesar penguasa kota Yin ini?" Tanya seorang jenderal kerajaan Xin.
"Sebenarnya kelemahan terbesarnya adalah keluarganya sendiri... Namun sepertinya masih ada hal yang lebih penting lagi dari hal itu."
"Apa itu?"
"Orang yang sangat berpengaruh di kota ini adalah tuan muda Xue Yunlei, tuan muda Xue Zhao yang adalah putra Xue Beng serta tuan muda Chen Kaibo yang adalah komandan pasukan dikota ini. Namun menurut informasi yang aku dapatkan, tuan muda Xue Zhao saat ini sudah tidak berguna lagi, sebab sudah menjadi idiot akibat pertarungannya dengan tuan muda Xue Yunlei."
"Dan hal yang penting bagi tuan muda Xue Yunlei dan tuan muda Chen Kaibo adalah nona Shang Mingmei, sehingga aku telah memerintahkan bawahan ku yang saat ini sudah berada di dalam kota Yin untuk menangkap wanita itu."
"Kita akan menyuruh mereka untuk menyerah jika sudah menyandera nona Shang Mingmei. Dan jika tidak mau menyerah, kita akan menjadikan nyawa nona Shang Mingmei sebagai ancaman agar mereka bisa tunduk dibawah kekuasaan kita."
Yu Fei terus mengungkapkan rencana yang telah dia rancangannya kepada para jenderal dan wakil jenderal yang dia pimpin untuk menundukkan kota Yin.
Dan benar saja, anggota partai Kaypang yang memang selama ini sudah berada di dalam kota Yin, kini mulai bergerak tanpa sepengetahuan pasukan kota Yin untuk menangkap Shang Mingmei.
"Jenderal Yu, jika demikian, saat ini apa yang harus kita lakukan?" Tanya seorang jenderal lagi.
Saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba terjadi keributan di luar tenda utama, dimana saat itu para prajurit sedang mengepung dua sosok pria sepuh yang telah memasuki wilayah perkemahan mereka tanpa ijin.
Seorang komandan pasukan segera memasuki tenda utama dan langsung memberi hormat kepada Yu Fei dan berkata.
"Jenderal besar Yu, diluar ada dua sosok pria sepuh yang datang ingin bertemu dengan anda. Namun saat ditanya, mereka berdua tidak ingin memberitahukan identitas mereka dan terus memaksa untuk bertemu dengan anda!"
"Tangkap saja mereka dan bawa menghadap kesini!" Perintah Yu Fei kepada sang komandan pasukan yang datang melapor.
"Keduanya memiliki ilmu bela diri yang sangat tinggi, sebab mereka dengan mudah bisa sampai ke tempat ini." Jawab sang komandan pasukan.
Mendengar penyampaian komandan pasukan itu, Yu Fei segera berdiri dari kursi kebesarannya dan langsung melangkah turun seraya berkata.
"Ayo kita pergi untuk melihat siapa kedua orang itu."
Para jenderal dan wakil jenderal yang ada langsung berdiri juga dan mengikuti Yu Fei dari belakang.
Komandan pasukan yang datang melaporkan kejadian itu segera memberikan jalan dan berjalan mengikuti mereka dari belakang.
"Siapa kalian yang berani membuat keributan disini!" Teriak Yu Fei kepada kedua pria sepuh itu.
__ADS_1
Saat mendengar suara Yu Fei, keduanya pun segera menoleh ke arah datangnya suara itu dan langsung melihat pemilik suara tersebut.
"Dewa Pengemis! Apakah itu dirimu?" Kata-kata yang langsung keluar dari mulut Ming Chuan dengan raut wajah terkejut.
Yu Fei pun merasa terkejut juga karena kedua sosok itu sangat di kenali olehnya.
"Mengapa kalian berdua ingin bertemu dengan ku?" Tanya Yu Fei.
"Sebagai sahabat, apakah wajar jika kita berbicara ditempat seperti ini?" Ming Chuan balik bertanya.
"Semuanya bubar dan kembali bekerja!" Perintah Yu Fei.
Ratusan prajurit yang sedang mengepung dua sosok tersebut segera membubarkan diri mereka dan kembali bertugas.
"Kalian juga kembalilah ke tempat kalian masing-masing, aku ingin menjamu kedua tamu istimewa ku ini." Perintah Yu Fei kepada para jenderal dan wakil jenderal.
Mereka pun segera melakukan apa yang Yu Fei perintahkan.
"Saudara Ming...saudara Hong, mari ikut aku." Ucap Yu Fei.
"Silahkan!" Ucap Ming Chuan yang mempersilahkan Yu Fei untuk lebih dahulu berjalan.
Mereka bertiga segera pergi memasuki tenda utama yang ditempati oleh Yu Fei.
"Saudara Ming Chuan...saudara Hong Ye, silahkan duduk." Ucap Yu Fei mempersilahkan.
Kedua pria sepuh itu pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Yu Fei.
Setelah keduanya duduk, Yu Fei pun segera memanggil prajurit untuk menyediakan jamuan bagi kedua tamunya itu.
"Baiklah, mari kita membicarakan tujuan kedatangan kalian berdua kesini. Apakah itu adalah hal yang menguntungkan, ataukah hal yang tidak menguntungkan!?" Ucap Yu Fei.
"Ha...ha...ha...ha...ha...aku tidak menyangka jika saudara Yu Fei bisa berubah se drastis ini. Yang aku tahu saudara Yu Fei tidak mungkin bisa melakukan hal seperti ini." Tutur Ming Chuan.
"Saudara Ming Chuan tidak usah berkata seperti itu, sebab aku juga mengetahui tindakan saudara Ming Chuan terhadap sekte Tongtian." Balas Yu Fei sambil tersenyum penuh makna.
"Apa yang saudara Yu Fei maksudkan itu?" Tanya Ming Chuan terkejut.
"Tenang saja, saudara Ming Chuan tidak perlu terkejut seperti itu, sebab aku pasti akan merahasiakan hal itu...aku tahu tindakan saudara Ming Chuan di sekte Tongtian yang ingin memasuki wilayah terlarang sekte itu serta mengetahui juga situasi terbunuhnya Xue Bang."
Kata-kata Yu Fei langsung membuat Ming Chuan dan Hong Ye saling menatap satu sama lain seakan saling mempertanyakan langkah apa yang harus mereka ambil saat itu.
~Bersambung~
__ADS_1