PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 154. Awal Pertempuran


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan Yue Ma, Hua Qiangu pun kembali bertanya.


"Berapa jumlah mereka?. "


"Mereka berjumlah dua belas orang dengan basis kultivasi seorang pendekar suci tahap akhir, seorang wanita yang adalah pendekar petapa suci, dua orang wanita pendekar petapa dan sisanya adalah pendekar raja." Jawab tetua itu.


"Bukankah menurut informasi jika Xue Yunlei itu adalah seorang pendekar agung?." Hua Qiangu menanggapi jawaban tetua itu.


"Ketua, basis kultivasi Xue Yunlei tidak bisa kami lihat." Jawab tetua itu jujur.


"Terus, bagaimana dengan pergerakan sekte-sekte dan perguruan ilmu bela diri yang ada di kota Rong Cheng?." Tanya Hua Qiangu.


"Menurut Xue Yunlei, mereka saat ini telah berkumpul di luar tembok kota Rong Cheng untuk bersiap menuju ke sini." Jawab tetua itu.


"Oh, jadi seperti itu!? Kalau begitu, biarkan mereka datang untuk menemuiku." Perintah Hua Qiangu.


"Baik ketua, aku pamit undur diri." Balas tetua itu dan segera pergi meninggalkan aula utama partai Qing Ceng.


"Saudara Hua Qiangu, lebih baik kau menerima mereka dengan sebaik mungkin, serta menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi." Tutur Yue Ma lagi mengusulkan.


"Saudara Yue, melihat situasi yang ada saat ini, itu menurutku sudah tidak mungkin lagi untuk bisa dijelaskan."


"Sebab mereka semua sudah terpengaruh oleh rumor yang beredar tersebut."


"Yang menjadi masalah bagiku adalah, siapa dalang dibalik semua ini? Dan mengapa semuanya diarahkan kepada kita?."


"Sebenarnya apa tujuan utama dari orang yang menjadi dalang di balik semua rencana penyerangan ini?."


"Jika aku bisa mengetahuinya, bagaimanapun caranya, aku harus menghancurkan hidupnya secara perlahan, agar mati pun tidak ada gunanya lagi untuknya." Tutup Hua Qiangu dengan penuh kebencian.


Hua Qiangu sangat marah dengan apa yang saat ini akan mereka hadapi, akan tetapi dirinya belum mengetahui siapa yang merancang semua itu sehingga mendatangkan masalah bagi partai Qing Ceng.


Para leluhur dari partai Qing Ceng beserta leluhur dari empat kekuatan yang lain, kini sudah bersiap juga untuk ikut bertarung jika situasinya akan terjadi pertarungan.


Tidak lama kemudian, akhirnya kelompok Xue Yunlei kini telah tiba diluar bangunan utama partai Qing Ceng.


"Kalian tunggu disini, aku akan memberitahukan terlebih dahulu kepada ketua bahwa kalian sudah tiba." Ucap tetua yang mengantarkan mereka.


Xue Yunlei pun segera memberikan isyarat kepada yang lain untuk berhenti dan menunggu kabar dari tetua yang mengantarkan mereka.


Didalam aula utama partai Qing Ceng, tetua itu kembali melaporkan kepada Hua Qiangu jika kelompok Xue Yunlei kini sudah menunggu diluar bangunan megah tersebut.

__ADS_1


Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh tetua itu, Hua Qiangu pun berkata.


"Ayo kita temui mereka. "


Ketua partai Qing Ceng itu mengajak yang lainnya untuk keluar menemui Xue Yunlei dan yang lainnya.


Setelah tiba di luar bangunan megah itu, mereka pun segera melihat Xue Yunlei dan yang lainnya.


Hua Qiangu pun segera berkata. "Cepat katakan, apa tujuan kedatangan kalian ke markas partai Qing Ceng ini?. " Dengan nada suara terdengar sangat berwibawa.


"Tujuan kedatanganku saat ini adalah untuk mempertanyakan tentang keberadaan patriark Xue Beng dan juga salah satu keluarga yang tinggal didesa yang kalian hancurkan untuk mendapatkan petunjuk letak kedua kitab teknik tingkat dewa. "


"Cepat katakan, dimana kalian menyembunyikan mereka?." Tutup Xue Yunlei.


"Anak muda, apa yang kau tanyakan itu tidak aku mengerti, karena aku tidak mengetahui apa yang kau tanyakan". Ucap Hua Qiangu menanggapi.


" Apakah benda-benda ini berasal dari partai Qing Ceng?." Tanya Xue Yunlei lagilagi sambil mengeluarkan beberapa benda yang dia temukan saat berada di desa yang telah dihancurkan itu.


Melihat benda-benda yang ditunjukkan oleh Xue Yunlei, Hua Qiangu dan yang lainnya langsung merasa terkejut.


"Iya, itu memang adalah benda-benda dari partai Qing Ceng, di mana kau menemukannya?." Tanya Hua Qiangu.


"Sepertinya ada yang dengan sengaja melakukan hal itu untuk melimpahkan semua kesalahan itu kepada partai Qing Ceng."


"Yang perlu anda ketahui bahwa, jika benar kami yang melakukannya, sedikit pun bukti tidak akan ada yang bisa kalian temukan."


"Dan setiap apa yang telah kami lakukan, tidak akan pernah untuk kami menyangkalinya." Tutup Hua Qiangu.


Beberapa saat kemudian Xue Yunlei bisa mengenali beberapa pria tua yang berdiri dibelakang Hua Qiangu.


"Sepertinya aku bisa mengenali beberapa orang diantara kalian, dan mereka itu pernah bertarung dengan ku saat berada di kota Shenmu beberapa waktu yang lalu." Ucap Xue Yunlei.


"Dan itu pertanda bahwa anggota partai Qing Ceng memang berada disana." Tutup Xue Yunlei.


"Sepertinya pemuda inilah yang bertarung dengan kita waktu itu. Apakah kesepuluh wanita ini adalah bangsa peri?." Pikir pria sepuh yang menggunakan baju putih serta seluruh rambutnya telah berwarna putih.


Pria sepuh itu adalah kakak seperguruan dari lima pria sepuh lainnya yang saat ini sedang berdiri bersama Hua Qiangu dan yang lainnya.


Kelima pria sepuh itu juga merasa terkejut dengan penyampaian Xue Yunlei dan mereka kini bisa mengingat kembali sosok pemuda yang berdiri didepan mereka.


"Cepat tangkap kesepuluh wanita itu! Mereka adalah bangsa ras peri!." Teriak pria sepuh berambut putih itu.

__ADS_1


Mendengar teriakan leluhur partai Qing Ceng, membuat para pendekar yang berada di tempat itu langsung merasa terkejut dan kemudian menjadi bersemangat untuk menangkap para wanita yang bersama dengan Xue Yunlei.


"Sungguh sangat ceroboh." Ucap Zhuan Zhu sambil melepaskan serangan terkuat miliknya.


Sebuah cahaya berwarna kuning emas yang terlihat seperti sebuah formasi dengan rune-rune kuno didalamnya dan berbentuk bulat dan tipis segera melesat ke arah puluhan pendekar langit yang melesat ke arah mereka.


Booommm...booommm...booommm


Bunyi ledakan yang tercipta saat serangan Zhuan Zhu mengenai puluhan pendekar langit yang hendak menangkap Huaxianzi dan sembilan peri lainnya.


Puluhan pendekar langit itu langsung terjatuh ke tanah dengan keadaan yang terluka parah. Darah segar mulai keluar dari mulut mereka.


Namun serangan Zhuan Zhu tidak berhenti sampai disitu, karena serangannya masih terus bergerak menuju ke tempat dimana Hua Qiangu dan yang lainnya berdiri.


Tiba-tiba seorang pria sepuh datang untuk menghentikan serangan Zhuan Zhu dengan kekuatan puncaknya juga.


Booommm


Ledakan besar pun terjadi dan membuat bangunan megah yang ada di belakang Hua Qiangu, langsung bergetar hebat karena dampak dari benturan dua kekuatan dua pendekar dewa.


"Aku tidak menyangka jika kita berdua bisa bertemu lagi setelah sudah seratus tahun berlalu." Ucap sosok pria sepuh yang baru saja tiba tersebut.


Meskipun terlihat sudah sepuh, namun karena dia menggunakan baju zirah serta menggenggam sebuah tongkat dengan sebuah golok di salah satu ujungnya, membuat dirinya terlihat sangat berwibawa serta terlihat sangat kuat.


Pria sepuh itu adalah Guan Renfu, seorang pendekar dewa yang dijuluki Dewa Perang, hal itu karena dirinya adalah seorang panglima perang jauh sebelum Xia Jie menjadi pemimpin atas negara Xin itu.


"Ternyata rumor yang beredar itu yang mengatakan jika dirimu sudah tewas itu sepenuhnya adalah bohong, ternyata kau ini masih hidup dan telah bersembunyi dari dunia persilatan." Balas Zhuan Zhu.


"Ha...ha...ha...ha...ha...ha...sudah selama ini akan tetapi mulutmu masih setajam itu untuk mencibir diriku, sangat cocok dengan julukan mu sebagai pendekar berwajah seribu." Ujar Guan Renfu menanggapi perkataan Zhuan Zhu.


"Apakah pertarungan kita bisa dilanjutkan?." Tanya Zhuan Zhu.


"Diusia yang sudah tidak muda lagi, tetapi semangatmu untuk bertarung masih sangat tinggi, aku salut dengan sikap mu itu." Jawab Guan Renfu menanggapi pertanyaan Zhuan Zhu.


"Menurutku, bagaimana jika kita biarkan saja mereka untuk menyelesaikan masalah yang telah terjadi?." Lanjutnya.


"Sebab jika kita berdua melakukan pertarungan, pasti akan membutuhkan waktu yang tidak singkat, serta kau tidak bisa menyelamatkan Orang-orang yang datang bersama dengan mu." Tutup Guan Renfu memberikan penawaran.


Zhuan Zhu langsung terdiam dan mulai memikirkan tawaran yang diberikan oleh Guan Renfu.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2