
Beberapa hari kemudian, kabar tentang kembalinya Xue Yunlei ke kota Yin telah sampai ke telinga Xue Bang, Shang Mingmei serta dia orang lainnya yang berada di markas sekte Tongtian.
Xue Bang merasa sangat rindu untuk bertemu dengan Xue Yunlei. Hal itu karena dirinya sangat senang setelah mengetahui bahwa sahabatnya itu masih hidup.
Shang Mingmei juga merasakan hal yang sama dengan apa yang Xue Bang rasakan. Gadis itu juga ingin untuk segera pulang ke kota Yin agar bisa bertemu dengan Xue Yunlei.
Berbeda dengan Xue Bang dan juga Shang Mingmei, Xue Zhao merasa sangat takut mendengar kabar tersebut.
Sebab dirinyalah orang yang ingin mencelakai Xue Yunlei beberapa tahun yang lalu bersama dengan dua orang rekannya.
Apalagi saat ini ayahnya bukan lagi seorang patriark serta penguasa kota Yin karena telah mendapatkan musibah dan belum juga diketahui keberadaannya apakah masih hidup atau sudah meninggal.
Kabar kedatangan Xue Yunlei juga sangat memberikan intimidasi yang sangat kuat bagi Xue Zhao, sebab kekuatan pemuda itu kini sangat mengerikan.
Sama halnya juga dengan Chen Kaibo, pemuda itu juga telah menerima kabar dari ayahnya perihal kedatangan Xue Yunlei yang telah mengintimidasi mereka.
Tidak hanya mengintimidasi, akan tetapi mereka juga telah dipermalukan oleh Xue Yunlei dihadapan banyak orang.
Sehingga Chen Kaibo sendiri sangat dilema disaat mendapatkan kabar dari ayahnya yang saat ini sebagai komandan pasukan kota Yin.
Xue Bang sendiri mengetahui hal tersebut dari Shang Mingmei yang telah dikabari oleh Shang Chiu.
Sehingga setelah Shang Mingmei mengetahuinya, gadis itu segera pergi menemui Xue Bang dan memberitahukan juga hal tersebut.
Keduanya pun segera pergi menemui ketua sekte untuk meminta ijin agar bisa pulang ke kota Yin.
Setelah tiba di sebuah bangunan besar dan yang paling megah di markas sekte Tongtian, keduanya langsung disambut oleh anggota sekte yang berjaga.
"Junior Xue Bang, junior Shang Mingmei, ada keperluan apa datang kesini? ". Tanya salah satu anggota sekte yang berjaga.
" Senior, kami berdua ingin menemui patriark sebab ada hal penting yang ingin kami sampaikan ". Jawab Xue Bang.
" Kalau begitu, junior berdua mohon untuk menunggu sebentar disini, aku akan pergi untuk memberitahukan kepada patriark mengenai kedatangan kalian". Tutur pemuda yang berjaga.
"Baiklah, Terima kasih senior". Balas Xue Bang.
Pemuda itu pun segera pergi menemui patriark untuk memberitahukan perihal kedatangan kedua jenius muda di sekte mereka itu.
Tidak lama kemudian, akhirnya pemuda itu pun kembali dan berkata.
__ADS_1
" Junior berdua saat ini sudah ditunggu oleh patriark di ruang pribadinya ". Ucap pemuda tersebut.
" Baiklah, Terima kasih senior atas bantuannya ". Balas Xue Bang lagi.
Keduanya pun segera memasuki kediaman patriark Weng Yuang dan langsung menuju ke ruangan pribadinya.
Keduanya pun langsung di sambut oleh patriark weng Yuang.
" Mari masuk".
"Silahkan duduk".
" Ada hal penting apa sehingga kalian berdua datang menemuiku? ". Tanya Weng Yuang.
" Patriark, aku bersama nona Shang Mingmei ingin meminta ijin dari patriark untuk pulang ke kota Yin". Jawab Xue Bang.
"Ingin pulang ke kota Yin? Ada urusan penting apa sehingga kalian berdua secara mendadak ingin pulang!? ". Tanya Weng Yuang lagi.
" Kami berdua ingin pulang ke kota Yin karena ada urusan keluarga yang sangat mendesak yang harus kami selesaikan ". Jawab Xue Bang lagi.
" Urusan keluarga? Jangan bilang jika kalian berdua ingin pulang untuk memberitahukan hubungan kalian berdua kepada keluarga masing-masing!? ". Weng Yuang mencoba untuk menebak.
Sedangkan Shang Mingmei sendiri merasa sangat malu dengan apa yang telah di sampaikan oleh Xue Bang mengenai perjodohannya kepada patriark Weng Yuang.
"Oh, jadi nona Shang Mingmei sudah memiliki jodoh? Apakah dia seorang pria yang sangat berbakat? ". Tanya Weng Yuang penasaran.
" Iya Patriark, dia adalah sosok yang sangat jenius, lebih jenius dari diriku! Aku bisa seperti saat ini, itu semua berkat dirinya". Jawab Xue Bang dengan bangga.
"Tetapi sangat disayangkan, dia tidak bisa berkultivasi". Lanjut Xue Bang dengan nada suara yang sedih.
" Tidak bisa berkultivasi? Bagaimana bisa kamu menyebutnya seorang yang lebih jenius dari pada dirimu? ". Weng Yuang menanggapi.
" Patriark, memang apa yang telah saudara Xue Bang katakan benar adanya, pemuda itu mungkin adalah seorang jenius muda yang ada hanya seribu tahun sekali didunia ini ". Shang Mingmei menguatkan penyampaian Xue Bang.
" Bagaimana bisa dia itu adalah seorang jenius muda yang hanya ada dalam seribu tahun sekali jika dia tidak bisa berkultivasi!? ". Weng Yuang kembali menanggapi sambil tersenyum.
" Patriark, saudara Xue Bang belum mengetahui bahwa orang yang dia katakan itu, yang berusia sama dengan ku, kini sudah bisa berkultivasi dan telah menjadi seorang pendekar agung". Ungkap Shang Mingmei untuk menepis setiap perkataan Weng Yuang.
"Apa? Seorang pendekar agung di usia delapan belas tahun? Bagaimana mungkin bisa seperti itu? Apakah kamu sedang membual? ". Ujar Weng Yuang merasa sangat terkejut namun tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
__ADS_1
" Nona Shang, Apakah benar tuan muda Xue Yunlei sudah bisa berkultivasi dan sudah menjadi seorang pendekar agung? ". Xue Bang langsung bertanya.
" Menurut berita yang aku terima memang seperti itu". Jawab Shang Mingmei.
" Sebenarnya aku juga tidak percaya dengan berita yang aku terima ini, serta ada satu hal yang tidak harus aku sampaikan kepada patriark, akan tetapi menurutku tidak ada salahnya jika aku mengatakan hal ini kepada patriark ".
" Hal penting apa itu? ". Tanya Weng Yuang merasa sangat penasaran.
" Saat dia kembali ke kota Yin, ada dua orang yang datang bersama dengannya, seorang gadis bernama Bao Meng Ling yang berasal dari kota Shenmu sekaligus adalah putri dari penguasa kota Yin, Bao San". Shang Mingmei mengungkapkan.
"Itu benar, penguasa kota Shenmu adalah Bao San dan dia memang memiliki seorang putri ". Weng Yuang membenarkan.
" Bukan gadis itu yang membuat aku berpikir untuk tidak sembarangan orang bisa mendengar informasi ini, akan tetapi ada satu sosok yang tidak aku kenal, namun itu bersinggungan langsung dengan sekte Tongtian ". Ucap Shang Mingmei.
" Siapa orang itu? Dan mengapa bisa bersinggungan langsung dengan sekte kita? ". Tanya Weng Yuang.
" Menurut apa yang mereka sampaikan, ada seorang pria sepuh yang selalu melayaninya dan pria sepuh itu berasal dari sekte Tongtian ini serta memiliki posisi sebagai leluhur agung yang bernama Xie Yi ". Ungkap Shang Mingmei.
Mendengar apa yang Shang Mingmei ungkapkan, membuat Weng Yuang bagaikan disambar petir.
Sosok yang tidak sembarang orang mengetahuinya, kini telah disebutkan oleh seorang gadis yang masih berusia delapan belas tahun.
Aura intimidasi seorang pendekar langit mulai merembes keluar dari dalam tubuh Weng Yuang setelah mendengar apa yang Shang Mingmei ungkapkan.
"Kamu sudah terlalu banyak membual, mana mungkin leluhur agung Xie Yi akan melayani seorang pemuda berusia belasan tahun? Itu adalah hal yang konyol yang baru kali ini aku dengar! ". Bentak Weng Yuang merasa sangat marah kepada Shang Mingmei.
" Patriark, aku hanya mendapatkan kabar tersebut dari keluargaku dikota Yin, bagaimana mungkin aku membual!? ". Balas Shang Mingmei tidak merasa takut dengan intimidasi yang diberikan oleh patriark Weng Yuang.
" Meskipun kamu adalah jenius muda di sekte Tongtian ini, tetapi aku tidak akan bisa memaafkan dirimu karena telah menghina leluhur agung sekte Tongtian ini! ". Tutur Weng Yuang menyalahi Shang Mingmei.
"Patriark, nona Shang Mingmei hanya memberitahukan kabar yang baru saja dia terima dari keluarganya, mohon jangan mempersalahkan dirinya". Ujar Xue Bang langsung berlutut didepan Weng Yuang.
" Jangan kamu membelanya, jika kamu ingin membelanya, kamu juga akan mendapatkan hukuman yang sama dengan apa yang akan aku lakukan kepadanya ". Tutur Weng Yuang dengan nada ancaman.
" Hanya untuk seorang pemuda kamu telah berani menghina leluhur Xie Yi? Aku akan membunuhmu! ". Teriak Weng Yuang sambil meningkatkan aura intimidasi dari dalam tubuhnya.
" Hentikan! Apakah kamu ingin membuat sekte ini lenyap dari muka bumi ini !? ". Suara yang terdengar sangat akrab.
Pintu ruang pribadi patriark Weng Yuang langsung terbuka.
__ADS_1
~Bersambung~