PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 63. Dijual


__ADS_3

Seorang pemuda yang adalah cucunya kepala desa sangat membenci Xue Yunlei karena Tang Rong tidak lagi menghiraukan dirinya.


Lao San segera menemui kakeknya untuk meminta pria tua itu agar segera mengusir Xue Yunlei dari desa itu.


"San'er, apa alasannya sehingga kakek bisa mengusir pemuda itu dari desa kita ini? ". Tanya Lao Wu yang adalah kepala desa.


" Kakek, aku tidak ingin pemuda idiot itu terus bersama dengan nona Rong ". Balas Lao San yang memberikan alasan mengapa dia ingin Xue Yunlei untuk meninggalkan desa itu.


" He... He... He... He, jadi ternyata itu alasannya mengapa kamu ingin pemuda itu meninggalkan desa ini ".


" Cucuku, cinta itu tidak bisa dipaksakan, meskipun pemuda itu telah pergi dari desa ini, aku khawatir nona Rong pasti tidak akan tinggal juga didesa ini". Lao Wu menasihati cucunya.


"Jika begitu, kakek cepat temui paman Tang Hao untuk membicarakan tentang pernikahan aku dan nona Rong". Pinta Lao San mendesak kakeknya.


" Baiklah, kakek akan mencoba untuk membicarakan hal itu dengan pendekar Hao, tetapi apapun keputusannya, kamu harus menerimanya ". Tutur Lao Wu dengan nada suara yang bijaksana.


Pria tua itu segera pergi untuk menemui Tang Hao untuk membicarakan keinginan cucunya itu agar bisa menikahi Tang Rong.


Sesampainya di halaman kediaman Tang Hao, Lao Wu melihat Tang Rong sedang duduk di sebuah gazebo yang terletak di depan rumah tersebut.


Gadis itu terlihat sedang mengajari Xue Yunlei untuk bisa berkomunikasi dengan baik.


Lao Wu hanya bisa tersenyum melihat aktivitas kedua muda - mudi tersebut dan menanyakan keberadaan Tang Hao.


"Apakah ayahmu ada dirumah? ".


" Iya, silakan masuk". Jawab Tang Rong sambil mempersilahkan Lao Wu.


Pria tua itu pun segera melangkahkan kakinya untuk memasuki kediaman Tang Hao.


Tang Hao yang bisa melihat kedatangan Lao Wu segera berdiri dan berjalan untuk menyambut kedatangan kepala desa.


"Sepertinya ada urusan yang sangat penting sehingga membawa ketua ke kediamanku ini, ayo silakan masuk! ". Sambut Tang Hao.


Lao Wu segera memasuki kediaman Tang Hao sambil tersenyum.


" Silakan duduk! ". Ucap Tang Hao lagi.


Lao Wu pun segera duduk dengan senyuman yang masih terlihat diwajahnya.


" Istriku, cepat buatkan teh untuk ketua". Ujar Tang Hao kepada istrinya.


"Pendekar Hao tidak perlu terlalu repot - repot". Lao Wu menanggapi.


" Itu tidak merepotkan ". Balas Tang Hao.


" Sepertinya ada kabar gembira yang ingin ketua sampaikan kepadaKu". Lanjut Tang Hao untuk membuka pembicaraan.


" Begini pendekar Hao, kedatanganku kali ini untuk menyampaikan keinginan San'er yang ingin menikahi Rong'er".

__ADS_1


"Bagaimana menurut pendekar Hao? ". Tanya Lao Wu sambil tersenyum.


"Ketua, mohon maaf jika jawabanku sedikit mengecewakan".


" Rong'er masih berusia sangat muda, sehingga untuk membicarakan mengenai pernikahannya, aku pikir itu masih terlalu dini".


"Apalagi saat ini sudah ada pemuda itu yang bersama dengannya".


" Aku merasa sangat tersanjung karena tuan muda Lao San menginginkan putriku untuk menjadi pendamping hidupnya ". Tutup Tang Hao.


" Bagaimana jika mereka berdua kita jodohkan saja ". Usul Lao Wu.


" Ketua, saat ini Rong'er sudah besar, sepertinya hal itu harus ditanyakan terlebih dahulu kepadanya, apakah dia menyetujuinya atau tidak". Tang Hao menanggapi usulan Lao Wu.


"Begini saja, bagaimana kalau kita memanggil nona Rong untuk menanyakan hal itu kepadanya". Usul Lao Wu lagi.


" Baiklah, aku akan memanggilnya, agar ketua bisa mendengar langsung jawaban yang akan dia berikan". Tanggapan Tang Hao yang segera berdiri dari tempat duduknya dan melangkah keluar untuk memanggil Tang Rong.


"Rong'er, kesini sebentar, ada yang ingin ayah dan ketua Lao Wu bicarakan denganmu". Panggil Tang Hao.


Mendapatkan panggilan dari ayahnya, Tang Rong segera beranjak dari tempat duduknya sambil berkata.


"Fengmi Xiong, kamu tetap disini dan jangan pergi kemana - mana jika aku belum kembali". Ujar Tang Rong kepada Xue Yunlei.


Fengmi Xiong adalah nama pemberian Tang Rong kepada Xue Yunlei yang berarti Beruang Madu.


Tang Rong pun meninggalkan Xue Yunlei dan segera pergi memasuki kediamannya untuk menemui ayahnya.


Pemuda itu segera melesat turun untuk mendekati Xue Yunlei dan langsung menotok jalan darahnya.


Xue Yunlei kini tidak bisa lagi bergerak atau pun berteriak, apa lagi memberikan perlawanan.


Xue Yunlei hanya bisa diam saat dirinya dibawa pergi oleh Lao San.


Pemuda itu dengan cepat segera membawa tubuh Xue Yunlei untuk meninggalkan desa itu dan hendak dijualnya kepada seorang yang mendagangkan para budak.


Untuk menuju ke kota Shenmu, Lao San membutuhkan waktu selama dua jam penuh untuk bisa tiba tanpa beristirahat.


Demi untuk menyingkirkan Xue Yunlei, Lao San tidak menghiraukan rasa lelah yang dia rasanya.


Pemuda itu terus berlari sambil membawa tubuh Xue Yunlei di punggungnya.


Setelah tiba dijalan utama, pemuda itu melihat ada rombongan kereta kuda dengan masing-masing memiliki bilik yang dipenuhi oleh pria dan wanita.


Itu terlihat dari antara terali besi disetiap sampingnya.


Lao San segera memanggil seorang pengawal yang berada diposisi paling belakang.


Pengawal tersebut segera menghentikan kuda yang ditungganginya dan segera berbalik untuk mendekati Lao San.

__ADS_1


"Mengapa kamu memanggilku?". Tanya pengawal tersebut.


" Tuan, aku ingin menjual seorang budak kepadamu ". Jawab Lao San.


Pemuda itu segera menurunkan tubuh Xue Yunlei dan segera memperlihatkan kepada pengawal itu.


" Hmm, sepertinya pemuda ini bisa memiliki harga yang menarik ". Gumam sang pengawal.


" Ayo ikut aku untuk bertemu dengan tuanku ". Ujar sang pengawal mengajak Lao San.


Lao San segera pergi mengikuti sang pengawal sambil membawa tubuh Xue Yunlei dipunggungnya.


Setelah tiba, Lao San segera membuka totokannya agar Xue Yunlei bisa bergerak.


" Tuan, pemuda ini ingin menjual seorang budak, bagaimana menurut tuan". Ujar sang pengawal kepada seorang pria yang adalah bos pedagang budak.


Pria itu pun segera melihat Xue Yunlei dan mulai menyelidikinya.


"Berapa harga budakmu itu? ". Tanya sang pedagang.


" Menurut Tuan, berapa harga yang pantas untuknya? ". Lao San balik bertanya.


" Aku hanya bisa membayarnya seharga lima puluh keping uang perak, bagaimana, apakah kamu akan menjualnya? ". Ungkap sang pedagang yang juga lanjut bertanya kepada Lao San.


" Setuju, aku menjualnya ". Balas Lao San menyetujui tawaran sang pedagang.


Pedagang itu segera memberikan uang kepada Lao San dan seorang pengawal segera membawa Xue Yunlei yang selanjutnya memasukkan pemuda itu ke dalam kerangkeng bersama dengan budak lainnya.


Lao San langsung tersenyum dan segera pergi untuk kembali ke desanya.


***


Dikediaman Tang Hao, kini mereka telah disibukkan dengan kehilangan Xue Yunlei.


Setelah Tang Rong menolak tawaran ayahnya dan juga Lao Wu, gadis itu segera pergi untuk kembali menemui Xue Yunlei di gazebo.


Akan tetapi sosok yang dia cari kini sudah tidak ada lagi disana.


Hal itu membuat gadis itu segera memberitahukan hal itu kepada ayahnya dan juga Lao Wu.


Mereka segera berpencar untuk mencari Xue Yunlei disekitar kediaman dan mulai meluas sampai mencari ke seluruh sudut desa tersebut.


Mereka pun terus bertanya kepada setiap penduduk desa yang mereka temui dan juga meminta mereka untuk membantu mencari Xue Yunlei.


Situasi itu membuat Lao San yang baru saja tiba langsung bertanya kepada salah seorang penduduk desa.


Dan penduduk desa itu segera menjelaskan hal itu kepadanya.


Lao San pun berpura-pura tidak mengetahui keberadaan Xue Yunlei dan ikut mencarinya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2