
Setelah mendapatkan laporan dari salah satu anggota sektenya, situasi perayaan di aula utama sekte langsung dihentikan.
Seorang pria sepuh langsung berdiri dan kembali bertanya kepada anggota sekte yang melapor "Apakah menurutmu mereka bisa mengalahkan anggota sekte kita?" Tanya Dewa Racun dengan tatapan tajam.
"Iya leluhur." Jawab pria yang melapor.
Dalam sekejap sosok yang adalah Dewa Racun itu langsung menghilang diikuti oleh tiga sosok lainnya.
Sedangkan leluhur yang adalah pendekar dewa segera melesat pergi untuk menuju ke tempat kejadian bersama dengan ketua sekte.
Setelah tiba ditempat terjadinya pertarungan, Dewa Racun dan tiga sosok lainnya hanya menemukan sebelas anggota sektenya yang sudah tidak bernyawa lagi.
"Sial...sepertinya mereka bisa dengan cepat membunuh anggota sekte kita...siapa mereka yang telah berani melakukan hal ini?" Gumamnya.
Tidak lama kemudian leluhur yang lain pun tiba dan langsung melihat hal itu.
"Siapa yang begitu berani telah melakukan hal ini kepada anggota sekte kita? Ini sebagai suatu penghinaan bagi sekte kita!" Tutur salah satu leluhur.
"Suruh anggota sekte yang lain untuk membersihkan kekacauan ini dan panggil kembali pria tadi untuk menjelaskan ciri-ciri mereka." Perintah Dewa Racun.
Mereka pun segera kembali ke aula utama sekte untuk membahas masalah yang baru saja terjadi itu.
Anggota sekte yang awalnya melapor kini kembali memasuki ruang aula tersebut.
"Cepat katakan bagaimana ciri-ciri mereka." Ujar Dewa Racun.
Pria itu pun segera menjelaskan ciri-ciri yang dimiliki oleh Xue Yunlei dan ke tujuh sosok yang lain.
Setelah mendengar penjelasan dari pria itu, Siu Lum langsung berdiri dan berkata "Sepertinya ciri-ciri yang dia sebutkan sama persis dengan ciri-ciri dari kelompok sebelumnya yang juga telah membunuh beberapa anggota kita." Tuturnya dengan penuh keyakinan.
"Apa katamu? Kelompok mereka sebelumnya telah membunuh beberapa anggota sekte kita juga?" Tanya Dewa Racun terkejut.
"Iya Leluhur." Jawab Siu Lum.
"Mengapa sebelumnya kau tidak memberitahukan kepada ku?" Lanjut Dewa Racun.
"Itu karena aku tidak ingin merusak acara perayaan kita." Jawab Siu Lum.
"Apakah kau sudah mengetahui mereka berasal dari mana?" Tanya Dewa Racun lagi.
"Leluhur Agung...menurut hasil penyelidikan kami, hanya dikota Yin saja yang memiliki beberapa orang pendekar yang kuat, sehingga menurutku, mereka berasal dari kota itu."
"Selain berasal dari kota Yin, hanya sekte Shaolin saja yang bisa kita curigai, sebab mereka melakukan perjalanan ke arah yang sama dimana sekte Shaolin berada."
"Namun dari ciri-ciri yang kita dengar, sepertinya mereka kemungkinan kecil berasal dari sekte Shaolin." Jawab Siu Lum.
"Hmmmphh...itu benar...bagaimana bisa penampilan mereka seperti itu berasal dari sekte Shaolin!? Kalau begitu, kami bertiga akan pergi ke kota Yin untuk menyelidikinya...jika benar mereka berasal dari kota itu, aku tidak segan-segan untuk meluluhlantakkan kota itu." Tutur Dewa Racun sambil menatap dua leluhur agung lainnya.
"Kau tetap disini untuk melindungi sekte kita." Lanjut Dewa Racun sambil menatap leluhur agung yang baru saja menerobos ke ranah saint.
Ketiganya langsung menghilang untuk menuju ke kota Yin.
__ADS_1
Sedangkan Xue Yunlei dan ke tujuh sosok yang bersama dengannya kini sudah berada di kediamannya.
"Lin Meng...kau dan Rui Lianjin akan diantarkan ke kota Chingli...sebab kau dan Rui Lianjin bisa menjadi sasaran yang empuk bagi setiap musuhku...untuk itu aku tidak bisa membahayakan nyawa kalian berdua."
"Rui Lianjin...setelah tiba di kota Chingli, kau harus menjaga Lin Meng sebaik mungkin." Ucap Xue Yunlei mengingatkan wanita itu.
"Baik tuan!" Rui Lianjin menanggapi perkataan Xue Yunlei.
"Huaxianzi...Langren...tolong kalian berdua antarkan mereka ke kota Chingli." Ucap Xue Yunlei.
"Baik penguasa!" Balas keduanya.
"Sayang...kau harus menjaga dirimu baik-baik." Ucap Xiao Lin Meng kepada Xue Yunlei.
"Kau juga." Balas Xue Yunlei.
Keempatnya langsung menghilang dari hadapan Xue Yunlei.
***
Di hutan yang berada diluar tembok kota Yin, kini terlihat tiga sosok pria sepuh yang sedang menatap ke arah kota itu.
"Ayo kita pergi." Ucap Dewa Racun.
Ketiganya segera berjalan menuju gerbang kota Yin, tindakan mereka itu agar tidak menarik perhatian.
Mereka bertiga pun mendapatkan pemeriksaan saat memasuki kota itu.
"Siapa ketiga sosok itu?"
"Apa tujuan mereka datang ke kota ini?"
"Dua orang memiliki basis kultivasi sebagai pendekar di ranah Immortal dan yang satunya lagi seorang pendekar di ranah saint puncak...suatu kekuatan yang tidak boleh dipandang sebelah mata."
Xue Zhao terus berpikir mengenai identitas dan juga tujuan kedatangan tiga pendekar tersebut.
Karena kemampuan Roh Dewa yang menguasai tubuh Xue Zhao itu sangat tinggi, sehingga mereka bertiga tidak bisa menyembunyikan basis kultivasi mereka darinya.
Sedangkan sebaliknya, mereka bertiga tidak bisa melihat basis kultivasi milik Xue Zhao.
Ketiganya segera berjalan menuju ke salah satu restoran untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan.
Xue Zhao pun segera pergi untuk menyelidiki mereka bertiga dan ikut memasuki restoran tersebut dengan melakukan penyamaran sehingga yang mengenalnya tidak bisa mengenali dirinya.
Xue Zhao kini duduk sedikit jauh dari tempat dimana tiga sosok itu duduk dan terus memperhatikan gerak-gerik mereka.
"Kota kita ini tidak akan bisa lagi di serang oleh siapapun setelah tuan muda Xue Zhao melindunginya bersama dengan tuan muda Chen Kaibo." Tutur seorang pengunjung.
"Itu benar...mana ada yang berani menghadapi seorang pendekar di ranah immortal?" Sambung seorang rekannya.
"Kota kita ini benar-benar sangat beruntung bisa memliki jenius muda seperti mereka berdua."
__ADS_1
"Apakah kau sudah melupakan tuan muda Xue Yunlei? Aku dengar juga saat kejadian dua tahun yang lalu di balai kota dia bisa mengimbangi kekuatan tuan muda Xue Zhao bersama dengan beberapa sosok yang datang bersama dengannya saat itu."
"Itu berarti basis kultivasi tuan muda Xue Yunlei juga hampir setara dengan tuan muda Xue Zhao, begitu juga dengan beberapa sosok yang datang bersama dengannya itu...kekuatan mereka tidak rendah."
Ketiga pria sepuh itu menjadi penasaran dengan Xue Yunlei dan beberapa sosok yang dimaksudkan oleh pria itu, sehingga Dewa Racun segera mendekati pria itu dan bertanya "Bolehkah kau menjelaskan bagaimana ciri-ciri tuan muda Xue Yunlei yang kau maksudkan itu?" Tanya Dewa Racun.
"Siapa kau pak tua? Mengapa menanyakan ciri-ciri tuan muda Xue Yunlei?" Tanya pria itu dengan tatapan penuh curiga.
"Ohhh itu? Aku adalah kenalannya...tuhuanku kesini untuk bertemu dengannya." Jawab Dewa Racun.
"Ohh...aku pikir kau adalah musuhnya."
"Tidak...aku kenalannya." Ucap Dewa Racun untuk meyakinkan pria itu.
Pria itu segera memberitahukan ciri-ciri Xue Yunlei kepada pria sepuh di depannya.
Setelah mengetahui ciri-ciri Xue Yunlei, akhirnya Dewa Racun bisa memastikan jika salah satu sosok yang dia cari ternyata berasal dari klan Xue.
"Apakah kalian mengetahui ciri-ciri dari beberapa sosok yang bersama dengannya?" Tanya Dewa Racun lagi.
Pria itu pun kembali mengungkapkan ciri-ciri sosok yang lain.
"Sepertinya mereka benar adalah orang yang kita cari." Pikir Dewa Racun.
"Terima kasih atas penjelasannya." Ucap Dewa Racun sambil menyerahkan beberapa keping emas kepada pria itu.
"Terima kasih tuan." Ucap pria itu sambil menerima pemberian pria sepuh itu.
Dewa Racun segera kembali ke tempatnya semula.
Dia langsung memberitahukan kepada dua sosok yang lain mengenai apa yang baru saja dia temukan.
Kedua pria sepuh itu pun segera tersenyum sinis setelah mendengar apa yang Dewa Racun sampaikan.
"Sepertinya kita tidak boleh bertindak gegabah, hal itu karena mereka bisa menghadapi seorang pendekar di ranah immortal." Ucap Dewa Racun.
Dan jika mereka berjumlah delapan orang, itu akan sulit bagi kita untuk bisa meraih kemenangan...yang ada kita yang menjadi korbannya." Lanjutnya.
"Benar apa yang kakak pertama katakan itu...jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Pria sepuh yang lain menanggapinya.
"Di Sekte hanya kita berempat yang sudah bisa untuk melawan mereka, sehingga aku harus pergi untuk meminta bantuan ke salah satu sahabatku yang berada di wilayah barat."
"Saat kita bertemu seratus tahun yang lalu, basis kultivasinya sudah di ranah saint puncak, itu berarti saat ini bisa saja dia sudah berada di ranah immortal."
"Di sekte mereka juga memiliki beberapa pendekar yang sudah berada di ranah saint, di ranah immortal dan juga salah satunya sudah berada di ranah Xian."
Dewa Racun terus memberitahukan kepada kedua rekannya apa yang akan dia lakukan.
Xue Zhao mengetahui hal itu, sehingga dirinya merasa bisa memanfaatkan ketiga sosok itu untuk menyingkirkan Xue Yunlei.
~Bersambung~
__ADS_1