
Enam bulan kemudian, Xue Yunlei kini sudah bisa berkomunikasi dengan baik serta sudah bisa berinteraksi dengan setiap orang yang bertemu dengannya.
Suatu ketika Ping Yin mengajak Xue Yunlei untuk jalan - jalan menikmati pemandangan kota Boguan.
Hal itu adalah bagian dari pembelajaran yang akan diberikan oleh Ping Yin agar Xue Yunlei bisa mengetahui lebih banyak tentang dunia luar.
Saat ditengah kota Boguan mereka berdua bertemu dengan seorang gadis cantik putri keluarga bangsawan Shu, yaitu Shu Yiran.
Shu Yiran sangat mengenali Ping Yin, sehingga gadis itu segera menyapa wanita itu.
"Nona Yin, kalian berdua mau kemana? ". Tanya Shu Yiran.
" Aku sedang mengajak jalan - jalan tuan muda Xiong". Jawab Ping Yin.
"Tuan muda Xiong? Sepertinya aku baru kali ini melihatnya, siapa tuan muda Xiong ini? ". Tanya Shu Yiran penasaran sambil terus memperhatikan Xue Yunlei.
" Tuan muda Xiong ini berasal juga dari kediaman keluarga bangsawan Cang". Jawab Ping Yin.
"Mengapa selama ini aku tidak pernah melihatnya? ". Shu Yiran kembali bertanya.
" Tuan muda Xiong adalah anak yang memiliki keterbelakangan mental, sehingga dia jarang terlihat ". Jawab Ping Yin lagi.
" Kalau begitu aku ingin mengenalnya lebih baik lagi ". Ucap Shu Yiran.
" Jika nona Ping Yin merasa tidak keberatan, bagaimana jika aku ikut menemani kalian berdua untuk jalan - jalan menikmati keindahan kota Boguan!? ". Shu Yiran menawarkan diri.
" Jika nona Yiran mau, aku tidak bisa menolaknya". Jawab Ping Yin.
"Kalau begitu, ayo kita jalan". Ajak gadis cantik itu.
Shu Yiran sendiri adalah seorang jenius muda di perguruan Mi Huang dan selalu menjadi idola bagi setiap murid di perguruan tersebut.
Ping Yin sendiri berasal juga dari perguruan tersebut, sehingga sangat mengenali Shu Yiran.
Kini basis kultivasi Shu Yiran sebagai seorang pendekar diranah master.
Mereka bertiga mulai berkeliling menikmati pemandangan kota Boguan sambil berbincang - bincang.
Shu Yiran kini sudah semakin dekat dengan Xue Yunlei, hal itu karena kepolosan yang dilihatnya dari pemuda itu.
Akhirnya mereka bertiga pergi berkunjung ke markas perguruan Mi Huang.
Saat tiba di markas perguruan Mi Huang, mereka bertiga disodorkan dengan pertarungan antara dua orang murid yang ingin merubah tingkat peringkat salah satu diantara mereka.
Melihat hal itu membuat kepala Xue Yunlei menjadi sangat sakit karena gambaran sedikit ingatannya mulai muncul.
Xue Yunlei mulai berteriak histeris karena merasakan sakit yang sangat sulit untuk bisa ditahan olehnya.
Bayangan wajah Xiangwei mulai terlintas dalam ingatannya, yang diikuti juga ingatan tentang pertarungan yang terjadi di saat melawan belasan tetua.
__ADS_1
Melihat hal itu membuat Ping Yin dan juga Shu Yiran segera membawa pemuda itu untuk kembali ke kediaman keluarga bangsawan Cang.
Saat tiba di kediaman keluarga bangsawan Cang, mereka bertiga langsung di sambut oleh Cang Cong.
"Apa yang telah terjadi dengannya? ". Tanya Cang Cong merasa sangat khawatir.
" Saat kami tiba di perguruan, kami melihat pertarungan antara para murid untuk memperbaiki peringkat mereka, saat itulah tuan muda Xiong langsung menjerit kesakitan sambil memegang kepalanya ". Shu Yiran menjelaskan.
" Ayo bawa dia ke balai pengobatan agar bisa diperiksa oleh tetua balai pengobatan ". Ujar Cang Cong.
Shu Yiran segera memapah tubuh Xue Yunlei untuk dibawa ke balai pengobatan.
Berbeda dengan ayahnya, Cang Hai yang melihat tindakan Shu Yiran merasa sangat marah.
Pemuda itu segera mendekati Shu Yiran dan langsung mengambil alih tubuh Xue Yunlei untuk dipapah olehnya.
"Sudahlah, biar aku saja yang mengantarkan dirinya ke balai pengobatan". Ujar Cang Hai dengan nada suara yang terdengar marah.
" Ada apa dengannya? Apakah ada yang salah?". Pikir Shu Yiran dengan sedikit menggerutu.
Melihat sikap putranya, Cang Cong segera mengerti hal apa yang menyebabkan sehingga Cang Hai bersikap seperti itu.
Mereka pun akhirnya bersama - sama mengantarkan Xue Yunlei ke balai pengobatan.
Sesampainya di balai pengobatan, seorang murid balai pengobatan segera menyambut mereka.
" Tetua Cong, apakah ada yang bisa saya bantu?".
" Baik tetua Cong ". Balas murid itu dan segera pergi untuk memanggil pria tua pemilik balai pengobatan.
Tidak lama kemudian datanglah seorang pria tua dan langsung menyapa Cang Cong.
" Tuan Cong, siapa yang terluka? ". Tanya Xu Lim .
" Seorang pemuda dari keluargaku ". Jawab Cang Cong.
" Apa yang terluka? ". Tanya Xu Lim lagi.
" Kepala pemuda itu terasa sakit saat berada di markas perguruan Mi Huang ". Jawab Cang Cong lagi.
Xu Lim segera mendekati tubuh Xue Yunlei dan mulai memeriksanya.
Mata Xu Lim langsung terbelalak setelah memeriksa tubuh Xue Yunlei.
" Tuan Cong, siapa pemuda ini? ". Tanya Xu Lim dengan mimik muka yang menggambarkan rasa penasaran.
" Aku menebusnya dari seorang pedagang budak di kota Shenmu ". Jawab Cang Cong.
" Seorang budak!? Mana mungkin dia ini adalah seorang budak!? Sepertinya identitas pemuda ini tidak biasa, sebab pemuda seusianya selama ini belum pernah aku temui yang sudah bisa membuka ketiga ruang dantian utama di tubuhnya ".
__ADS_1
" Sepertinya pemuda ini adalah seorang pendekar langit ".
" Hanya seorang jenius dari yang paling jenius yang bisa mencapai basis kultivasi sebagai seorang pendekar langit diusia semuda ini ".
Tutur Xu Lim dengan nada suara yang merasa terpukau terhadap apa yang baru saja dia ketahui dari Xue Yunlei.
Cang Hai, Ping Yin, Shu Yiran dan juga seorang murid balai pengobatan merasa sangat terkejut setelah mendengar perkataan Xu Lim.
" Sial, jika seperti ini, peluang untuk mendekati nona Shu Yiran akan menjadi lebih sulit lagi ". Umpatan Cang Hai karena merasa tersaingi.
" Pemuda idiot ini adalah seorang pendekar langit? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi jika tingkah lakunya seperti itu ". Pikir Shu Yiran merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
" Tidak ku sangka, ternyata tuan muda Xiong adalah seorang pendekar jenius ". Gumam Ping Yin.
Tetua Lim, apakah anda sudah mengetahui penyebab sakit kepala yang dia rasakan? ". Tanya Cang Cong penasaran.
Xu Lim segera menganggukkan kepalanya dan berkata.
" Sepertinya ada orang yang telah dengan sengaja meracuninya dengan ramuan pembersih ingatan ".
" Apa? Ramuan pembersih ingatan? Apakah ingatannya bisa kembali? ". Tanya Cang Cong penasaran.
" Iya, ingatannya bisa pulih lagi, hal itu karena dia adalah seorang pendekar langit, sehingga kekuatan jiwanya mampu untuk mempertahankan seluruh ingatannya ".
" Saat ini, pemuda ini hanya kehilangan ingatannya untuk sementara saja, jika dia terus bersosialisasi, pasti ingatannya bisa pulih dengan sendirinya ".
Tutur Xu Lim menjelaskan kondisi yang di alami oleh Xue Yunlei yang membuat Cang Cong tersenyum karena merasa senang.
Lain halnya dengan Cang Hai, pemuda itu merasa Xue Yunlei akan menjadi ancaman yang serius bagi dirinya untuk memiliki Shu Yiran.
***
Di kota Shenmu, Xiao Lin Meng bersama tiga wanita lainnya kini didatangi oleh seorang wanita yang diutus oleh ratu peri pemimpin ras peri dihutan ilusi.
" Adik keempat, ada urusan penting apa sehingga kamu datang menemuiku? ". Tanya Huaxianzi.
" Kakak ketiga, kedatanganku kesini diperintahkan oleh Yang Mulia Ratu untuk memberitahukan kepadamu bahwa kakak pertama telah tiada setahun yang lalu, dan....".
"Apa katamu? Kakak pertama telah tiada? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Bukankah kemampuan kakak pertama begitu jauh diatas kekuatan para bangsa manusia? ". Ujar Huaxianzi menyela penyampaian Duxianzi.
" Apa yang kakak ketiga katakan itu memang benar, tetapi bangsa manusia memiliki begitu banyak cara untuk bisa mengalahkan bangsa kita ". Balas Duxianzi.
" Tidak semua bangsa manusia yang ingin melukai bangsa kalian, karena jika tuan muda Xue Yunlei mau, hal itu pasti sudah dia lakukan agar bisa meningkatkan basis kultivasinya ". Ujar Xiao Lin Meng menentang perkataan Duxianzi.
" Tunggu dulu, katamu nona Xiangwei telah tiada? Bukankah dia bersama dengan tuan muda Xue Yunlei? Bagaimana dengan kondisinya? ". Lanjut Xiao Lin Meng melontarkan pertanyaan kepada Duxianzi.
Peri dengan kemampuan racun yang mematikan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan Xiao Lin Meng.
Setelah mengetahui hal tersebut, akhirnya Rui Lianjin dan juga Xiao Ning Lan pun segera mengajak Xiao Lin Meng untuk kembali ke kota asal mereka yaitu kota Chingli.
__ADS_1
Mereka meninggalkan kota Shenmu dan Huaxianzi terus mendampingi mereka untuk bisa sampai di kota Chingli sesuai dengan perintah Xue Yunlei.
~Bersambung~