
Di kota Yuan, seorang pendekar muda terlihat sedang berjalan dengan wajah yang tidak bahagia, hal itu disebabkan karena dirinya mulai merasa tersisih saat berada di sekte Tongtian.
Dan dirinya kini berpikir untuk kembali ke kota asalnya yaitu kota Yin.
Pemuda itu adalah Chen Kaibo. Karena kejeniusan Xue Bang dan Shang Mingmei, sehingga pemuda itu mulai merasa tidak bisa mewujudkan impiannya.
Awalnya Chen Kaibo hanya bersaing dengan Xue Zhao yang adalah sepupu Xue Yunlei untuk menjadi yang terbaik dari kota Yin, namun persaingan itu terasa sangat berat disaat Xue Bang dan Shang Mingmei lebih jenius lagi darinya.
Saat pemuda itu hendak mencari rombongan keluarga bangsawan Shang yang akan kembali ke kota Yin, seorang pria yang tidak dia kenal datang menghampirinya seraya menyerahkan sebuah kertas dan tanpa berkata sepatah katapun langsung pergi meninggalkan dirinya.
Sontak saja Chen Kaibo merasa terkejut dengan tindakan pria misterius itu "Siapa orang itu? Dan mengapa dia menyerahkan kertas ini kepadaku?" Pikir Chen Kaibo.
"Apa isi kertas ini?" Pikir pemuda itu dan segera membuka kertas tersebut serta membaca tulisan yang ada.
"Jika kau ingin menjadi seorang pendekar yang hebat, kau pergilah ke hutan terlarang yang berada di kota Yin...di hutan itu kau akan bertemu dengan roh dewa yang ingin mendapatkan murid untuk menurunkan kekuatan yang dia miliki."
"Ingat...rahasia ini tidak boleh disampaikan kepada orang lain, sebab kau akan mendapatkan masalah yang serius jika ada orang lain yang mengetahuinya."
Isi dari surat yang diberikan kepada Chen Kaibo saat dia membacanya.
"Apakah Xue Yunlei juga adalah murid dari roh dewa itu?"
Chen Kaibo mengetahui jika Xue Yunlei berlari ke hutan terlarang saat di kejar oleh Xue Zhao bersama kedua rekannya.
Itulah mengapa pemuda itu bisa berpikir jika Xue Yunlei adalah murid dari roh dewa tersebut.
"Sepertinya aku bisa secepatnya untuk meningkatkan basis kultivasiku jika aku berguru kepada roh dewa itu...Xue Yunlei yang awalnya adalah sampah saja, basis kultivasinya bisa berkembang dengan cepat...pasti itu karena bantuan dari roh dewa itu." Pikir Chen Kaibo.
"Jika demikian, aku harus pergi ke hutan terlarang itu untuk bisa bertemu dengan roh dewa itu...aku harus berguru padanya."
"Dan jika basis kultivasi ku telah meningkat, aku bisa mengalahkan Xue Yunlei dan bisa menjadikan nona Shang Mingmei sebagai istriku."
"Tidak hanya itu saja, kedepannya aku juga bisa menjadi penguasa kota Yin."
Kini semangat Chen Kaibo kembali bangkit untuk bisa menyaingi Xue Yunlei dan mulai berpikir untuk bisa memiliki Shang Mingmei untuk menjadi istrinya.
Pemuda itu pun segera pergi ke salah satu penginapan di kota Yuan untuk bisa menemukan rombongan keluarga Shang yang di kawal oleh ayahnya untuk kembali ke kota Yin bersama dengan mereka.
Dan apa yang dia harapkan pun segera terpenuhi, sebab saat itu juga rombongan keluarga Shang yang di kawal oleh ayahnya Chen Bian sudah bersiap untuk meninggalkan kota Yuan.
Melihat kedatangan pemuda itu, bangsawan keluarga Shang langsung memberitahukan kepada Chen Bian mengenai kedatangan putranya.
__ADS_1
"Komandan Chen, bukankah itu adalah tuan muda Chen Kaibo?"
Chen Bian sontak saja merasa terkejut dengan apa yang disampaikan oleh bangsawan Shang itu dan langsung menatap kearah yang dimaksudkan.
"Kai'er, apakah ada sesuatu yang ingin kau minta dari ayah?" Tanya Chen Bian penasaran.
Chen Kaibo hanya terdiam saat sang ayah langsung menyambutnya dengan melontarkan pertanyaan.
"Apakah ada hal yang ingin kau sampaikan?" Tanya Chen Bian lagi.
"Iya ayah, a...aku ingin kembali ke kota Yin dan sudah tidak lagi ingin berlatih ilmu bela diri di sekte Tongtian." Jawab Chen Kaibo dengan ragu.
"Kenapa kau berpikir seperti itu? Bukankah sekte Tongtian adalah tempat yang tepat agar kau bisa meningkatkan basis kultivasimu!?" Tutur Chen Bian.
"Itu benar ayah, tetapi aku merasa sudah tidak betah lagi di sekte itu karena selalu dibayang bayangi oleh Xue Zhao dan Xue Bang." Balas Chen Kaibo.
"Apakah kau ingin menjadi murid di salah satu perguruan ilmu bela diri atau sekte yang lain?" Tanya Chen Bian.
"Tidak ayah...aku ingin mendalami sendiri teknik peninggalan keluarga kita dan akan membuatnya menjadi salah satu teknik yang sangat ditakuti di dunia persilatan." Jawab Chen Kaibo bersemangat.
"Mana mungkin teknik peninggalan keluarga kita bisa menjadi salah satu teknik yang ditakuti didunia persilatan?" Pikir Chen Bian bingung.
Melihat ayahnya seperti tidak percaya dengan apa yang ia katakan, Chen Kaibo kembali berkata untuk meyakinkan "Ayah tenang saja, mungkin apa yang aku katakan ini sedikit tidak masuk akal...namun aku bisa untuk membuktikan hal itu." Dengan penuh keyakinan.
"Baiklah, jika itu sudah menjadi keputusanmu, ayah akan selalu mendukungmu...ayo kita kembali ke kota Yin." Tutup Chen Bian.
Rombongan mereka pun akhirnya pergi meninggalkan kota Yuan.
Perjalanan mereka tidak memiliki hambatan sedikit pun hingga bisa tiba di kota Yin.
Namun Chen Bian yang terus memperhatikan putranya merasa ada sesuatu yang telah dirahasiakan oleh putranya itu.
Karena saat ditengah perjalanan, seakan putranya itu ingin secepatnya tiba di kota Yin. Dan benar saja, setelah tiba di kota Yin, Chen Kaibo terlihat lebih bersemangat lagi.
"Ayah, aku tidak akan ikut sampai di balai kota, sebab aku akan lebih dulu kembali ke kediaman kita." Tutur Chen Kaibo.
Karena melihat semangat putranya itu, sehingga Chen Bian tidak lagi mempermasalahkan keinginannya.
"Iya...pergilah." Ucap Chen Bian.
Chen Kaibo segera pergi menuju ke kediaman klan Chen untuk mempersiapkan segala keperluan yang dia butuhkan saat memasuki wilayah hutan terlarang.
__ADS_1
Kehadiran Chen Kaibo langsung disambut dengan gembira oleh setiap anggota klan Chen yang melihatnya.
"Selamat datang tuan muda...apakah ada yang harus kami siapkan untuk tuan muda?" Tanya seorang pelayan.
"Tidak perlu, aku akan segera pergi lagi, jadi tidak ada hal yang harus kalian siapkan." Jawab Chen Kaibo yang segera berlalu dan memasuki kamarnya.
"Sepertinya aku harus pergi sebelum ayah kembali, jika tidak, pasti aku tidak akan dibiarkan untuk meninggalkan kediaman ini." Pikir Chen Kaibo dan langsung bergegas meninggalkan kediaman klan Chen.
Setiap anggota klan Chen yang melihatnya pergi meninggalkan lagi kediaman klan Chen membuat mereka menjadi bingung dengan sikap pemuda itu.
Saat ibu Chen Kaibo ingin bertemu dengannya, wanita berusia empat puluhan tahun itu tidak mendapati putranya.
Wanita itu pun bertemu dengan seorang pelayan dan bertanya "Dimana tuan muda?"
"Nyonya, tuan muda baru saja pergi lagi meninggalkan kediaman." Jawab sang pelayan.
"Apakah ada yang dia katakan sebelum dia pergi?" Tanya ibu Chen Kaibo lagi.
"Tidak ada Nyonya." Jawab pelayan itu.
"Kemana perginya anak itu? Kenapa dia sudah pergi lagi? Bukankah dia baru saja tiba!?" Pikir wanita itu merasa bingung dengan sikap putranya.
Kini Chen Kaibo sudah berlari di antara pepohonan besar untuk menuju ke hutan terlarang yang terletak di bagian belakang wilayah kediaman klan Xue.
Tidak ada yang mengetahui jika pemuda itu sedang menyelinap masuk ke wilayah klan Xue.
Hanya beberapa waktu berlari, akhirnya Chen Kaibo telah tiba di pinggir wilayah hutan terlarang.
Pemuda itu mulai merasakan aura yang sangat mengintimidasi meskipun baru tiba di pinggir wilayah hutan terlarang.
"Sepertinya perjalanan ku kali ini akan menghadapi banyak rintangan...tetapi aku tidak akan menyerah meskipun berat untuk ku lewati, aku harus bisa bertemu dengan roh dewa itu untuk menjadi muridnya...jika tidak, aku hanya akan selalu berada di bawah bayang-bayang keluarga Xue."
Chen Kaibo sedikit berpikir terlebih dahulu untuk meyakinkan dirinya sendiri agar bisa memasuki hutan terlarang itu.
Disaat dirinya sudah merasa sangat yakin, akhirnya pemuda itu pun melanjutkan langkahnya untuk memasuki hutan terlarang.
Keadaan hutan terlarang yang selalu diselimuti dengan kabut itu, menambah keangkeran hutan tersebut bagi setiap orang yang ingin memasukinya.
Saat Chen Kaibo baru memasuki hutan terlarang sejauh ratusan meter, tiba-tiba samar-samar dirinya melihat sesosok manusia sedang memasuki hutan itu juga.
"Siapa sosok itu? Apakah dia adalah wujud dari roh dewa yang disebutkan itu?" Pikir Chen Kaibo dan langsung berusaha untuk mengejarnya.
__ADS_1
~Bersambung~