
Melihat pria itu terburu-buru pergi meninggalkan mereka berdua, Xue Yunlei merasakan ada sesuatu yang sedang terjadi, sehingga dia mengajak Bao Meng Ling untuk membuntuti pria itu.
Setelah mengikuti selama beberapa menit, akhirnya pria itu memasuki salah satu kediaman yang terlihat sedikit megah.
Saat di pintu gerbang pria itu langsung disambut oleh seorang pria yang berusia 40-an tahun namun dengan wajah yang terlihat panik.
"Apa yang sedang terjadi? Mengapa wajah pria yang menjemputnya terlihat begitu panik? Apakah ada sesuatu yang serius sedang terjadi?". Pikir Xue Yunlei kemudian menggunakan kekuatan jiwanya untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Tidak lama kemudian mulut pemuda itu langsung bergumam.
"Oh, sepertinya ada seekor siluman yang sedang mengganggu seseorang di dalam kediaman itu, apakah pria itu bisa mengatasinya? ".
" Seekor siluman? Mana mungkin di Kota sebesar ini ada seekor siluman yang berani berkeliaran? ". Ujar Bao Meng Ling merasa terkejut.
" Kenapa kamu merasa terkejut? Apa ada yang salah jika seekor siluman berkeliaran di kota ini?". Tanya Xue Yunlei merasa heran dengan tanggapan Bao Meng Ling.
"Iya, menurutku ada yang salah dengan hal itu, sebab sama seperti di kota kami, tidak ada seekor siluman yang bisa memasuki kota kami, sebab sudah sejak lama, para pendahulu telah meletakkan bendera formasi di titik-titik kunci untuk mengaktifkan formasi mantra agar para siluman atau roh jahat yang lain tidak bisa memasuki kota".
" Dan aku juga pernah mendengar dari ayahku, pasti setiap pendahulu kota yang lain akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh para pendahulu kota kami ". Bao Meng Ling menjelaskan.
Mendengar penjelasan gadis disampingnya, membuat Xue Yunlei mulai mempercayai kecurigaan Bao Meng Ling.
" Jadi menurutmu, apa yang menyebabkan sehingga seekor siluman bisa memasuki kota ini? ". Tanya Xue Yunlei penasaran.
" Menurutku ada dua hal yang membuat sehingga siluman itu bisa berada di dalam kota ini, yaitu formasi mantra yang dipasang sudah tidak lagi berfungsi, atau ada seseorang yang dengan sengaja memasukkan siluman itu dengan menggunakan tubuh seseorang ". Jawab Bao Meng Ling dengan penuh keyakinan.
" Hmm, jadi seperti itu, kita lihat saja apa yang akan terjadi, apakah pria itu bisa menanganinya atau tidak ". Ucap Xue Yunlei sambil berfokus menggunakan kekuatan jiwanya.
Setelah beberapa saat kemudian, keributan pun mulai terjadi didalam kediaman tersebut, karena siluman itu kini mulai bertarung dengan pria yang belum lama masuk.
"Ling'er, apakah kamu bisa menungguku disini?". Tanya Xue Yunlei.
" Apa yang ingin kamu lakukan? ". Bao Meng Ling balik bertanya.
" Aku ingin membantu mereka untuk mengalahkan siluman itu ". Jawab Xue Yunlei.
" Apakah kamu bisa mengalahkan siluman itu? ". Tanya Bao Meng Ling dengan wajah khawatir.
" Hmm! ". Jawab Xue Yunlei sambil menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Bao Meng Ling langsung mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya juga.
Setelah mendapatkan persetujuan dari gadis itu, Xue Yunlei dengan cepat segera melesat memasuki kediaman tersebut.
Tak lama kemudian Xue Yunlei sudah tiba dan segera melepaskan serangan kearah siluman itu dengan menggunakan teknik formasi pertempuran yang berbentuk delapan trigram.
Serangan Xue Yunlei segera mengenai tubuh siluman dengan wajah yang terlihat seperti ikan namun memiliki empat kaki yang besar dengan kuku - kukunya yang sangat tajam.
Siluman itu langsung terhempas setelah terkena serangan Xue Yunlei.
Pria yang awalnya berkomunikasi dengan Xue Yunlei kini sudah dalam keadaan terluka.
Darah segar mulai keluar dari mulutnya diakibatkan serangan cakar siluman itu yang mengenai tubuh bagian depan pria itu.
"Ternyata pemuda itu memiliki kultivasi yang jauh berada diatasku, serta memiliki teknik yang bisa melukai siluman itu". Gumam pria itu saat melihat apa yang dilakukan oleh Xue Yunlei.
Siluman itu mencoba untuk kembali bangkit menghadapi Xue Yunlei, namun kesempatan itu tidak dimilikinya, sebab dengan cepat, Xue Yunlei kembali menyerangnya dengan teknik yang sama.
Tubuh siluman itu segera mengecil dan kembali ke ukuran aslinya.
Kekacauan itu membuat orang - orang yang mendengarnya segera berbondong-bondong mendekat untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Berbagai macam spekulasi yang muncul di pikiran setiap orang yang melihat hal tersebut.
"Siluman baru berusia 500 tahun sudah berani membuat masalah bagi manusia, apakah kamu tidak merasa takut jika inti jiwamu diambil untuk diserap oleh manusia? ". Ucap Xue Yunlei.
" Ampun, aku tidak berani melakukan hal ini, tetapi aku sedang dikendalikan oleh seorang... ". Siluman itu tidak bisa melanjutkan perkataannya.
Mata siluman itu kini terlihat berwarna merah, padahal sebelumnya berwarna kuning.
Siluman itu segera menyerang Xue Yunlei sambil ukuran tubuhnya yang kini kembali membesar, sehingga serangan cakarnya hampir saja mengenai tubuh Xue Yunlei.
"Brengsek! Siapa yang mengendalikan siluman ini? Aku harus menemukan orang yang mengendalikannya, agar dia tidak bisa lagi mengendalikan siluman yang lain untuk membuat masalah lagi di kota ini". Pikir Xue Yunlei sambil menciptakan formasi pelindung yang berbentuk seperti kuba untuk melindungi orang - orang di kediaman tersebut.
Setelah menciptakan formasi pelindung, Xue Yunlei kembali mengunakan kekuatan jiwanya untuk menemukan orang yang mengendalikan siluman itu.
Siluman itu terus menyerang dinding formasi pelindung dengan cakarnya, namun dinding formasi itu tetap kokoh.
Tidak lama kemudian, akhirnya Xue Yunlei bisa menemukan orang yang mengendalikan siluman tersebut.
__ADS_1
Sosok itu adalah seorang pria yang berusia 30-an tahun dan saat itu berada di kediaman di seberang jalan dari kediaman yang diserang oleh siluman itu.
"Oh, jadi kamu yang mengendalikan siluman ini!? Baiklah, aku akan memberikan pelajaran kepadamu". Gumamnya sambil melepaskan serangan melalui kekuatan jiwanya dengan menggunakan teknik pengendalian elemen bumi.
Pasak - pasak mulai muncul dari dalam tanah dan bergerak menusuk tubuh sosok yang mengendalikan siluman itu.
Kini siluman itu kembali tenang karena konsentrasi orang yang mengendalikannya kini sudah terganggu oleh serangan Xue Yunlei.
Pria itu kini sudah berada di atas udara, sehingga pasak - pasak itu tidak bisa menyerangnya.
Xue Yunlei segera keluar dari formasi perlindungan dan melesat untuk menyerang pria tersebut dengan pedang energinya yang telah diselimuti oleh dua elemen alam yang berbeda.
"Ternyata pria ini memiliki kemampuan yang tidak biasa, sebelumnya aku terlalu memandang rendah dirinya". Pikir pria yang telah terluka karena merasa terkejut setelah melihat kemampuan yang dimiliki oleh Xue Yunlei.
Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu kini melihat sosok yang menggunakan jubah hitam dengan corak berbentuk seperti awan berwarna merah melesat dari kediaman yang satu menuju ke arah kediaman yang lain sambil menggenggam sebuah pedang energi yang diselimuti oleh dua elemen alam,
"Siapa orang itu? Sepertinya dia adalah seorang pendekar yang sangat hebat sehingga bisa mengendalikan dua elemen alam sekaligus".
" Iya, pendekar itu sangat hebat, dari mana asalnya? ".
" Tetapi apa yang akan dia lakukan? Mengapa dia meninggalkan siluman itu? Apakah siluman itu telah dikalahkan? ".
Kata - kata yang keluar dari mulut orang - orang yang melihat tindakan Xue Yunlei.
Dalam waktu yang singkat, sebuah ledakan terjadi di kediaman yang lain, dimana serangan Xue Yunlei segera menghancurkan formasi pertahanan milik sosok yang mengendalikan siluman.
Tubuh sosok pria itu langsung terjatuh dan menerjang salah satu bangunan rumah.
"Uhuk...uhuk...uhuk, sial, ternyata orang ini sangat kuat, aku harus segera melarikan diri sebelum tertangkap olehnya dan dihakimi oleh para penduduk kota ini". Pikir pria itu dan segera melepaskan serangan kearah Xue Yunlei.
Xue Yunlei segera menepis serangan tersebut dan menciptakan sebuah ledakan diudara dan disertai dengan asap hitam yang memenuhi udara dimana Xue Yunlei berada.
Pria itu langsung melarikan diri setelah melepaskan serangan kearah Xue Yunlei.
Karena ledakan yang terjadi dan disertai dengan asap hitam yang langsung menghalangi pandangannya, sehingga Xue Yunlei tidak bisa mengetahui kemana perginya pria itu.
"Sial, mengapa aku bisa tertipu dengan trik murahan seperti ini". Xue Yunlei mengutuki dirinya sendiri karena pria itu bisa lolos.
~Bersambung~
__ADS_1