
Setelah kompetisi jenius muda di ibu kota negara Xin telah selesai, lima kekuatan yang terdiri dari Partai Qing Ceng, sekte Yuan Shi, perguruan Pedang Terbang, perguruan Bangau Putih serta perguruan Tapak Besi, kini merencanakan untuk menguasai dunia persilatan.
Kesepakatan yang mereka lakukan karena pendiri dari lima kekuatan tersebut adalah saudara seperguruan.
Kelima saudara seperguruan itu memiliki seorang guru yang memiliki nama besar didunia persilatan sebagai seorang dewa perang.
Namun guru mereka tewas saat melindungi raja Xin sebelumnya yang saat itu sedang menghadapi serangan dari pasukan suku bar-bar yang berada di sebelah barat dari negara Xin.
Hal itulah yang membuat markas dari Partai Qing Ceng berada di kota Rong Cheng yang terletak di wilayah perbatasan bagian barat negara Xin.
Pemimpin Partai Qing Ceng sendiri adalah murid tertua dari lima saudara seperguruan itu yang juga menjadi ujung tombak raja Xia Jie didalam melakukan pekerjaan rahasia.
Rencana mereka itu dipelopori oleh raja Xia Jie agar seluruh praktisi ilmu bela diri berada di bawah kekuasaannya untuk melakukan ekspansi ke wilayah yang kini masih dikuasai oleh suku bar-bar.
Dunia ilmu bela diri memiliki aturannya sendiri, yaitu tidak ikut mencampuri masalah politik negara, begitu juga sebaliknya.
Sehingga jika Partai Qing Ceng yang didukung oleh empat kekuatan lainnya menguasai dunia persilatan, secara otomatis raja Xia Jie bisa menggunakan semua kekuatan tersebut untuk kepentingan pribadi.
Namun rencana itu tidak diketahui oleh empat kekuatan lainnya, karena rencana itu hanya dibicarakan oleh ketua partai Qing Ceng dengan raja Xia Jie.
Meskipun seluruh praktisi ilmu bela diri mengetahui hubungan lima kekuatan itu begitu dekat dengan raja negara Xin sebelumnya, namun mereka tidak mengetahui jika saat ini ketua partai Qing Ceng juga adalah kaki tangan dari raja Xia Jie.
Begitu juga dengan keempat adik seperguruan yang juga adalah ketua sekte dan ketua perguruan ilmu bela diri, mereka tidak mengetahui hal itu.
Hua Qiangu yang adalah ketua Partai Qing Ceng mengadakan pertemuan dengan keempat adik seperguruannya untuk membahas rencana itu di salah satu penginapan yang berada di kota Yuan.
Di penginapan itu juga Xue Beng sedang beristirahat.
Xue Bang yang menjadi pemenang dalam kompetisi jenius muda di kota Yuan itu mendapatkan undangan dari Xue Beng yang adalah patriark klan Xue serta penguasa kota Yin.
Undangan tersebut untuk memberikan hadiah kepada Xue Bang karena telah mengangkat kembali nama klan Xue yang sudah sejak lama tidak memiliki jenius muda yang sangat berbakat.
Saat Xue Bang melewati kamar yang ditempati oleh Hua Qiangu dan empat orang lainnya, dia tak sengaja mendengarkan pembicaraan kelima orang tersebut.
Karena merasa penasaran, Xue Bang pun segera menguping untuk lebih mendapatkan kejelasan dari pembicaraan mereka.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya keberadaan Xue Bang yang sedang menguping itu diketahui oleh Hua Qiangu.
Pria tua itu segera melepaskan serangan dengan sumpit yang berada di atas meja yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Xue Bang yang bisa merasakan serangan tersebut segera menghindarinya dan pergi dari tempat itu.
Namun karena kecepatan serangan dari seorang pendekar spiritual tahap awal, sehingga sumpit yang digunakan untuk menyerang Xue Bang tepat mengenai dan menembus dada kiri pemuda itu.
Hua Qiangu bersama empat saudara seperguruannya dengan cepat segera pergi ke depan kamar untuk melihat siapa sosok yang menguping itu.
Mereka sempat melihat punggung Xue Bang yang melarikan diri, akan tetapi hanya bisa mengenali pakaian kebangsaan dari sekte Tongtian.
Salah satu dari lima pria tua itu berniat untuk mengejar Xue Bang, namun Hua Qiangu segera mencegahnya.
"Ayo kita pergi dari sini sebelum orang itu memberitahukan pembicaraan kita kepada para petinggi sekte Tongtian". Ujar Hua Qiangu.
Mereka segera beranjak dari tempat itu dan segera kembali ke kamar mereka masing-masing.
Sedangkan Hua Qiangu sendiri segera ke kamar Yue Ma yang adalah adik kedua seperguruannya yang saat ini adalah ketua perguruan Pedang Terbang.
Meskipun mereka sempat melihat Xue Bang, Namun wajah Xue Bang tidak sempat dilihat oleh mereka berlima.
Xue Bang yang terluka segera berlari menuju ke kamar Xue Beng untuk segera mendapatkan pertolongan.
Setelah sampai didepan pintu kamar Xue Beng, pemuda itu segera memasuki kamar itu tanpa mengetuk terlebih dahulu.
Saat menunggu jawaban dari pemuda itu, Xue Beng segera menotok jalan darah ditubuh pemuda itu untuk menghentikan pendarahannya.
Xue Bang pun segera memberitahukan apa yang dia alami.
"Patriark, saat saya hendak menuju kesini, aku tak sengaja mendengarkan samar-samar pembicaraan beberapa orang pria tua di salah satu kamar yang aku lewati".
" Aku pun merasa tertarik dengan apa yang mereka bicarakan, sehingga iseng untuk menguping ".
" Namun aku merasa terkejut setelah mendengar pokok pembicaraan mereka ".
" Karena inti dari pembicaraan mereka adalah untuk menguasai dunia persilatan di negara Xin ini ".
" Namun setelah beberapa saat kemudian, mereka mengetahui keberadaanku dan menyerangku, sehingga membuatku terluka seperti ini ".
" Untung saja aku masih bisa untuk melarikan diri dan langsung menuju kesini". Tutup Xue Bang.
"Untung saja lukamu ini tidak terlalu serius, karena tidak mengancam nyawamu serta bisa cepat sembuh".
__ADS_1
" Namun hal yang harus kamu takutkan bila mereka ingin untuk memburumu karena telah mendengar rencana mereka ".
" Bang'er, apakah kamu mengetahui siapa saja pemilik suara dari orang - orang yang merencanakan hal itu? ". Xue Beng lanjut bertanya kepada Xue Bang.
" Sepertinya salah satu pemilik suara itu adalah ketua partai Qing Ceng, Hua Qiangu ". Jawab Xue Bang dengan penuh rasa percaya diri.
" Ketua Hua Qiangu? Mengapa dia bisa merencanakan hal itu? ". Gumam Xue Beng.
"Menurut pengamatanmu, kira-kira mereka berjumlah berapa orang? ". Lanjut Xue Beng bertanya kepada Xue Bang.
" Menurut pengamatanku, sepertinya mereka berjumlah lima orang. Dan sempat aku mendengar salah satu diantara mereka memanggil seseorang dengan panggilan adik kedua ". Xue Bang menjelaskan untuk menjawab pertanyaan Xue Beng.
" Jika demikian, apakah pria yang satunya lagi adalah ketua perguruan Pedang Terbang Yue Ma? ". Gumam Xue Beng lagi mencoba untuk menebak.
" Tidak mungkin! Apakah mereka berlima itu adalah murid dari sang Dewa Perang? ".
" Ini akan menjadi masalah yang serius jika tidak diantisipasi terlebih dahulu oleh perguruan serta sekte ilmu bela diri yang lain ".
" Bang'er, kamu harus segera memberitahukan hal ini kepada ketua Weng Yang, agar supaya ketua Weng Yang sendiri yang akan mengatur segala hal untuk mengantisipasinya ".
" Biar aku yang akan menemanimu untuk pergi ke sekte Tongtian ".
" Baik Patriark ". Jawab Xue Bang.
" Apakah mereka berlima sempat melihat dirimu?". Tanya Xue Beng lagi.
"Menurutku, mereka pasti bisa melihatku meskipun tidak melihat wajahku". Jawab Xue Bang.
Xue Beng segera mengobati luka Xue Bang dan membalutnya.
" Bang'er, pakai saja pakaian ini dan saat kita akan menuju ke sekte Tongtian, bersikaplah seperti biasa ".
" Jangan menunjukkan bahwa dirimu saat ini sedang terluka". Tutup Xue Beng mengingatkan.
Xue Bang pun segera menganggukkan kepalanya untuk menanggapi perkataan Xue Beng.
Setelah Xue Bang berganti pakaian, keduanya pun segera meninggalkan kamar itu untuk menuju ke markas sekte Tongtian yang terletak di gunung Wangwu sekitar 28 mil sebelah Barat Laut dari ibu kota negara Xin.
~Bersambung~
__ADS_1