PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 34. Mendapatkan Informasi


__ADS_3

Setelah memacu kuda selama dua jam lebih, akhirnya mereka berempat pun tiba di kota Kolan.


Perjalanan mereka tidak mendapatkan sedikit pun hambatan.


Saat memasuki kota Kolan, Xiao Ning Lan segera menunjukkan plat keluarga Xiao miliknya.


Mereka pun segera memasuki kota Kolan dan mencari sebuah penginapan untuk beristirahat.


Xue Yunlei menyuruh mereka untuk tidak banyak beraktivitas, karena hal tersebut bisa menarik perhatian orang - orang dikota tersebut.


Sehingga untuk makan malam, mereka memesan dan disiapkan didalam kamar yang ditempati oleh Xiao Ning Lan serta dua wanita lainnya.


Setelah selesai makan malam, Xue Yunlei pun segera keluar untuk mencari informasi dari penduduk kota itu.


"Kalian tetaplah disini, aku akan keluar sebentar untuk mendapatkan informasi tentang arah dan situasi ditengah perjalanan nanti". Xue Yunlei mengingatkan dan segera berlalu.


Pendekar muda itu pun segera pergi menuju ke sebuah kedai yang berada tidak jauh dari penginapan mereka.


Xue Yunlei langsung menempati suatu tempat yang berada di sudut ruangan agar bisa melihat semua situasi di dalam kedai tersebut.


"Selamat datang, apakah tuan ingin memesan sesuatu?". Tanya seorang pelayan.


"Apa saja yang tersedia di kedai ini?". Tanya Xue Yunlei.


"Disini tersedia arak dan teh terbaik, serta tersedia juga daging bakar makhluk buas yang telah berusia ratusan tahun". Jawab sang pelayan.


"Kalau begitu, aku memesan arak serta daging bakar saja". Ucap Xue Yunlei.


"Baiklah, harap tuan bisa untuk menunggu, kami akan segera mengantarkan pesanannya". Balas pelayan itu.


Saat sedang menunggu pesanannya siap, Xue Yunlei pun melihat seorang pria yang berpakaian seperti seorang pendekar sedang duduk juga dan sedang menikmati arak.


Pria itupun menatap ke arahnya dan berkata.


"Sepertinya anda bukan penduduk dikota ini, dari mana dirimu berasal?". Tanya pria itu.


Mendapatkan pertanyaan dari pria tersebut, Xue Yunlei pun segera menjawab.


"Iya, aku berasal dari kota Yin, dan ini baru pertama kalinya aku melakukan perjalanan jauh". Jawab Xue Yunlei dengan ramah.


"Kemana tujuanmu anak muda?". Tanya pria itu lagi.


"Aku ingin pergi ke wilayah padang gurun untuk melakukan tugas yang diperintahkan oleh guruKu". Jawab Xue Yunlei.


"Sangat menarik, seorang pendekar muda seperti dirimu ingin menuju ke wilayah padang gurun, pasti memiliki keberanian yang sangat besar, sebab untuk menuju ke wilayah padang gurun saja, itu tidaklah mudah, karena pasti memiliki begitu banyak masalah yang akan ditemui saat ditengah perjalanan". Tutur pria itu menjelaskan.


"Apakah tuan sudah pernah ke wilayah padang gurun?". Tanya Xue Yunlei penasaran.


"Iya, tetapi aku hanya sampai di kota Shenmu, kota yang terletak dipinggiran wilayah padang gurun".

__ADS_1


"Untuk bisa sampai ke kota itu, kamu akan bertemu para perampok yang berasal dari suku bar - bar".


"Mereka tidak segan - segan untuk membunuh dan menjarah siapa saja yang melewati wilayah mereka".


"Tidak itu saja, terkadang kamu juga akan bertemu dengan binatang buas serta para siluman yang sangat ganas".


"Itulah mengapa aku berpikir bahwa kamu memiliki keberanian yang sangat besar sehingga ingin pergi ke wilayah itu tanpa ada yang menemani".


"Sedangkan untuk bisa sampai di kota berikutnya sesudah kota ini adalah kota yang sangat ramai, karena tempat pertemuan para pedagang yang menggunakan kapal maupun yang berjalan melalui darat, sehingga sudah bisa dipastikan akan ada banyak perampok yang akan menghadangmu". Tutup pria itu menjelaskan.


"Tuan, jika aku boleh tahu, apakah kapal yang tuan maksudkan itu bisa di tumpangi untuk ke kota Chingli?". Tanya Xue Yunlei penasaran namun telah keluar dari pertanyaannya semula.


Pertanyaan itu agar Xiao Ning Lan dan yang lainnya bisa kembali ke kota asal mereka dengan menggunakan kapal.


"Kota Chingli? Apakah kamu juga ingin pergi ke kota itu?". Pria itu balik bertanya kepada Xue Yunlei.


"Tidak tuan, bukan aku, tetapi ada kenalanku yang berasal dari kota itu". Jawab Xue Yunlei.


"Kota Chingli adalah kota yang sangat besar dan maju yang terletak diwilayah timur negara Xin ini, sehingga siapa saja pasti ingin untuk pergi kesana".


"Dari kota Baode, hanya ada satu kapal yang menyediakan layanan untuk penumpang, dan kapal itu juga hanya sampai ke kota Zhayuan".


"Setelah tiba dikota Zhayuan, mereka harus pindah ke kapal yang lebih besar lagi untuk bisa tiba ke kota Chingli". Tutup pria itu menjelaskan.


Pembicaraan keduanya didengar oleh beberapa pengunjung yang berada di dalam kedai itu.


Sebab jarak duduk keduanya berkisar tiga meter, jadi volume suara mereka bisa didengar oleh orang lain.


Hal itu karena Xue Yunlei baru untuk pertama kalinya akan minum arak, sehingga dia ingin melihat bagaimana cara pria itu menikmati apa yang dia pesan.


Pria itu dengan senang hati langsung bergabung dengan Xue Yunlei.


Keduanya pun terus berbincang - bincang mengenai situasi yang akan dihadapi jika ingin menuju ke wilayah padang gurun.


Xue Yunlei pun segera memberitahukan bahwa mereka akan berangkat saat fajar baru saja menyingsing.


Semua pembicaraan mereka itu didengar oleh para pengunjung dikedai itu.


Setelah selesai menikmati arak dan daging bakar, akhirnya Xue Yunlei pun segera kembali ke penginapan dan berpisah dengan pria yang menemaninya.


Kini Xue Yunlei berjalan dengan sempoyongan karena baru pertama kali dirinya minum arak.


Setelah tiba dipenginapan, dirinya langsung disambut oleh ketiga wanita yang menunggunya.


"Tuan muda Xue, apa yang telah terjadi?". Tanya Xiao Lin Meng merasa sangat khawatir dengan keadaan Xue Yunlei.


Gadis itu segera memeluk tubuh pria remaja itu agar tidak terjatuh.


Pendekar wanita yang menjadi pengawal kedua gadis itu pun segera berkata.

__ADS_1


"Nona, sepertinya tuan muda Xue Yunlei dalam keadaan mabuk, ayo antarkan dia ke dalam kamarnya".


"Mabuk? Bukankah dia tidak minum arak!?". Ujar Xiao Lin Meng merasa heran.


"Itu adalah hal yang wajar bagi bangsa kita, sebab kondisi cuaca yang dingin di negara kita ini, sehingga mengharuskan kita untuk minum arak agar bisa menghangatkan tubuh kita, dan itu juga berlaku bagi seorang wanita".


"Aku juga sering minum arak saat bersama dengan kakak Ying".


"Apakah kami berdua sudah boleh minum arak?". Tanya Xiao Lin Meng penasaran.


"Jika di wilayah ini, itu tidak terlalu dibutuhkan, apa lagi saat ini bukan musim dingin".


"Tetapi hal itu akan berbeda jika pada musim dingin, untuk menghangatkan tubuh, nona bisa meminum arak". Jawab Rui Lianjin.


"Ayo antarkan tuan muda ke kamarnya". Lanjut Rui Lianjin lagi mengingatkan.


Mereka bertiga pun segera mengantarkan Xue Yunlei ke kamarnya yang dipapah oleh kedua kakak beradik nona keluarga Xiao.


Setelah sampai dikamar Xue Yunlei dan membaringkannya, Xiao Lin Meng ingin tetap tinggal dan menjaga pendekar muda itu.


Sedangkan Xiao Ning Lan dan juga Rui Lianjin pun mengiyahkan hal itu dan segera kembali ke kamar mereka untuk beristirahat.


Gadis remaja itu terus menatap wajah Xue Yunlei dengan penuh selidik.


"Ternyata wajah tuan muda Xue Yunlei tampan juga, apakah dia mau menjadi kekasihku?". Pikir Xiao Lin Meng sambil tersenyum malu dengan apa yang dia pikirkan.


Saat gadis itu memandangi wajahnya, tanpa disadari Xue Yunlei pun mulai mengigau.


"Jangan tinggalkan aku, jangan tinggalkan aku!".


"Iya, aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan selalu menemanimu meskipun dalam situasi berbahaya saat kita ke padang gurun". Balas Xiao Lin Meng yang mengira kata - kata itu ditujukan kepadanya.


Xue Yunlei bermimpi bahwa dirinya sedang berada di suatu wilayah yang bersalju dan ayahnya mulai berjalan menjauhinya.


Dalam situasi tersebut, tubuh Xue Yunlei mulai membeku dan sama sekali tidak bisa digerakkan, hal itu karena kondisi cuaca yang sangat dingin.


Tubuh Xue Yunlei pun mulai menggigil karena merasa kedinginan.


Melihat tubuh Xue Yunlei yang mulai menggigil, Xiao Lin Meng merasa sangat khawatir.


"Apa yang sedang terjadi? Mengapa kamu seperti ini? Apa yang harus aku lakukan?".


Pertanyaan - pertanyaan yang keluar dari mulut gadis itu.


"Dingin, dingin, dingin". Ucap Xue Yunlei.


Mendengar ucapan Xue Yunlei, Xiao Lin Meng pun menjadi bingung apa yang harus dirinya lakukan.


Karena pikirannya tidak bisa memikirkan hal lain untuk membuat tubuh Xue Yunlei hangat, gadis itu pun segera memeluk tubuh Xue Yunlei.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2