PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 307. Melawan Tiga Pendekar Xian


__ADS_3

Melihat tubuh Shui Lingbao telah terhempas saat terkena serangan Xue Yunlei, Sun Cihang segera melepaskan seekor singa emas berkepala delapan yang adalah hewan spiritualnya.


Xue Yunlei yang mengetahui hal itu segera menciptakan formasi pelindung untuk membendung serangan hewan spiritual milik Sun Cihang.


Booommm...booommm...booommm


Bunyi ledakan terdengar saat Singa Emas berkepala delapan itu terus menerjang formasi pelindung milik Xue Yunlei.


"Kau pikir formasi pelindung tingkat dewa itu bisa melindungi mu dari serangan hewan spiritual milikku? Benar-benar terlalu naif pikiranmu itu." Tutur Sun Cihang dan segera meningkatkan kekuatan hewan spiritualnya.


"Hmmmphh, baiklah, mari kita lihat, apakah hewan spiritual mu ini bisa menghancurkan formasi pelindung yang aku ciptakan ini atau tidak!?" Balas Xue Yunlei dan segera memperkuat formasi pelindung miliknya dengan benang sutra emas.


"Adik Sun, sepertinya hewan spiritual mu itu tidak bisa menghancurkan formasi pelindung miliknya, sebab saat ini, pemuda itu telah menyelimuti dinding formasi itu dengan benang sutra emas milik Ulat Sutra Emas Surgawi." Ucap Qing He.


Qing He sendiri memiliki kemampuan pengetahuan dialam manusia dan alam dewa, sehingga dirinya bisa mengetahui benang sutra emas yang digunakan oleh Xue Yunlei.


"Sepertinya orang tua itu mengetahui apa yang aku miliki, sebenarnya siapa dirinya itu?" Pikir Xue Yunlei yang telah bersiap untuk melakukan serangan balasan.


Seekor Naga Logam Api langsung melesat menerjang Singa Emas berkepala delapan milik Sun Cihang.


Mata Qing He langsung terbelalak saat melihat Xue Yunlei bisa mengendalikan dua makhluk yang dia ciptakan dengan energi qi miliknya.


"Bagaimana bisa dia mengendalikan secara bersamaan dua makhluk yang dia ciptakan dengan energi qi miliknya!?" Tutur Qing He.


Beberapa ratus meter dari tempat Xue Yunlei, Naga Kayu miliknya disaat yang bersamaan masih tetap menyerang Chi Jingzi.


Enam pria sepuh lainnya juga merasa sangat terkejut dengan kemampuan Xue Yunlei.


"Kakak tertua, sepertinya pemuda ini bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh, sebab kemampuannya itu hampir bisa mengimbangi kemampuan kita berempat." Ucap Yuding Chengzhang.


"Itu benar, meskipun aku memiliki kemampuan yang mengetahui segala sesuatu di tiga alam ini, namun aku juga tidak akan bisa mengetahui apa yang pemuda ini ingin lakukan." Balas Qing He.


"Bagaimana kalau kita menyerangnya secara bersamaan, pasti kita bisa secepatnya melumpuhkan pemuda itu." Leng Daoxing mengusulkan.

__ADS_1


"Menurutku itu adalah tindakan yang tidak bermoral didalam dunia persilatan...mana mungkin seseorang yang masih memiliki usia tulang murni dua puluhan tahun itu akan di keroyok oleh sepuluh orang yang sudah hidup selama ratusan tahun." Ucap Wensu Guang tidak menyetujui usulan Leng Daoxing.


"Kakak ke enam, tetapi jika kita tidak melakukannya, apakah kita hanya bisa menjadi penonton atas penghinaan yang akan dia berikan kepada kita?" Balas Leng Daoxing.


"Adik Leng, menurutku, mereka bertiga itu sudah cukup untuk menghadapi pemuda itu...dan hal itu pun menurutku adalah suatu penghinaan juga bagi kita." Ucap Wensu Guang lagi.


"Jika demikian, sebaiknya kita selesaikan secepatnya saja balas dendam saudara seperguruan kita." Balas Leng Daoxing lagi.


"Apakah kakak Qing menyetujui usulan dari adik Leng Daoxing?" Tanya Wensu Guang ingin pembenaran.


"Hmmmphh, sepertinya apa yang adik Wensu katakan itu sudah tepat, sehingga kita tidak perlu terburu-buru untuk menyerang pemuda itu." Jawab Qing He.


"Sepertinya hal ini menurutku adalah suatu kekeliruan, sebab kita sudah mencampuri urusan duniawi yang seharusnya sudah kita lupakan." Ucap Huang Taiyi sambil menggelengkan kepalanya.


"Kakak Huang, apakah kau tidak memikirkan apa yang telah dilakukan oleh pemuda itu kepada kedua saudara seperguruan kita?" Leng Daoxing kembali menanggapi ucapan Huang Taiyi.


"Sebenarnya aku memiliki kemampuan untuk bisa menghidupkan kembali adik Huanglong bersama dengan putranya itu, akan tetapi aku tidak bisa melakukan hal yang sama kepada adik Qingsu yang tidak diketahui dimana keberadaan jasadnya." Ungkap Huang Taiyi.


"Apakah yang kau katakan itu benar adanya?" Tanya Qing He penasaran.


"Iya, apakah itu benar?" Sambung Yuding Chengzhang untuk memastikan.


Huang Taiyi hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan serta rasa penasaran dari beberapa saudara seperguruannya.


"Jika demikian, sebaiknya kita tanyakan saja kepada pemuda itu dimana keberadaan jasad Qingxu Daode!" Ujar Zhen Puxian.


"Dalam situasi seperti ini, sebaiknya kita biarkan saja mereka menyelesaikan terlebih dahulu pertarungan mereka...sebab jika saat ini kita menghentikan mereka, rasa ketidakpuasan mereka akan sulit dihilangkan dari dalam hati mereka...dan itu bisa menjadi penghalang untuk bisa meningkatkan basis kultivasi mereka." Qing He menanggapi perkataan Zhen Puxian.


"Baiklah, jika itu yang kakak tertua anggap lebih baik." Ucap Zhen Puxian.


Shui Lingbao yang saat sudah kembali memperbaiki posisi berdirinya setelah terkena serangan tebasan pedang pusaka milik Xue Yunlei, kini langsung menyerang dengan energi qi miliknya untuk mengendalikan elemen angin.


Udara disekitar tempat itu kini terasa sedang berkumpul di tempat dimana Shui Lingbao berdiri.

__ADS_1


Tiba-tiba tercipta sebuah ****** beliung yang telah bercampur dengan petir berwarna hitam dengan cepat menerjang ke arah formasi pelindung milik Xue Yunlei.


Serangan itu terlihat bagaikan sebuah tombak besar yang siap menghancurkan dinding formasi pelindung tersebut.


Sedangkan Chi Jingzi sendiri, kini masih disibukkan dengan serangan Naga Kayu yang tidak henti-hentinya mengibaskan ekornya, memuntahkan pasak-pasak besar dari mulutnya serta menyerang dengan cakarnya.


Karena basis kultivasi Xue Yunlei sedikit lebih diatas dari Chi Jingzi, sehingga Naga Kayu itu tidak mudah dihancurkan.


Kini kekuatan spiritual Xue Yunlei sedikit kelabakan disaat serangan Shui Lingbao menerjang kearahnya.


"Sial, ternyata pria tua itu tidak terluka parah dengan serangan pedang pusaka milikku, aku harus meminjam kekuatan pedang pusaka untuk bisa meningkatkan badis kultivasi ku." Pikir Xue Yunlei.


Saat ****** beliung seakan ingin menghancurkan dinding formasi pelindung milik Xue Yunlei, tiba-tiba ujung yang awalnya terlihat seperti tombak itu langsung berubah bentuk dan menghisapnya.


Xue Yunlei yang baru saja meningkatkan basis kultivasinya merasa terkejut dengan situasi tersebut.


Itu karena dia berpikir, serangan Shui Lingbao itu bertujuan untuk bisa menghancurkan dinding formasi pelindung miliknya.


Namun hal itu sangat keliru, karena ternyata ****** beliung itu sama halnya dengan ****** beliung yang dia ketahui.


Saat sudah berada di dalam ****** beliung milik Shui Lingbao, tiba-tiba ribuan petir berwarna hitam secara terus menerus menghujam dinding formasi pelindung milik Xue Yunlei.


"Ohh, jadi seperti ini bentuk serangannya?" Gumam Xue Yunlei setelah mengetahui apa yang telah terjadi.


Naga Kayu dan Naga Logam Api yang diciptakan oleh Xue Yunlei kini langsung hancur berkeping-keping setelah dirinya telah berada di dalam pusaran ****** beliung.


"Ternyata serangan adik Shui Lingbao bisa membuat pemuda itu tidak bisa mengendalikan kedua Naga ciptaannya itu." Tutur Qing He.


"Kakak tertua, ****** beliung milik adik Shui Lingbao itu ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan, sebab kekuatan spiritual ku tidak bisa menembusnya untuk melihat situasi yang terjadi di dalam pusarannya itu." Sambung Zhen Puxian.


"Mana mungkin seorang pendekar Xian tingkat menengah memiliki teknik sesederhana apa yang kau pikirkan itu!?" Balas Qing He.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2