PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 311. Kematian Gai Bian


__ADS_3

Dengan cepat kedua piringan bergerigi milik Leng Daoxing melesat kearah Huaxianzi dan Shuhou.


Kedua peri itu segera menciptakan perisai pelindung untuk bisa membendung serangan kedua piringan bergerigi milik Leng Daoxing.


Sedangkan ditempat yang lain, Gai Bian dan Langren kini mulai menyerang secara bergerilya kepada Zhen Puxian.


"Ohhh, sepertinya mereka ingin memisahkan kami agar bisa dengan mudah untuk menyerang, baiklah, aku akan membuktikan kepada kalian bahwa rencana kalian itu hanyalah sia-sia belaka." Tutur Zhen Puxian sambil menciptakan perisai pelindung untuk membendung serangan Gai Bian dan Langren.


Jika mereka tidak merasa khawatir dengan formasi pertempuran milik para pria sepuh itu, sudah pasti kelompok Huaxianzi akan menghadapi mereka secara berhadap-hadapan.


Karena itulah mereka menyerang kedua pria sepuh itu secara bergerilya agar lawan mereka itu sulit untuk melepaskan serangan yang bisa melukai mereka.


Duuuaaarrr...duuuaaarrr


Serangan Langren dan Gai Bian langsung membentur perisai pelindung milik Zhen Puxian.


Tubuh pria sepuh itu langsung terdorong ke belakang setelah menerima gempuran serangan kedua lawannya itu.


"Ternyata aku terlalu menganggap remeh mereka berdua...mulai sekarang aku harus serius untuk menghadapi keduanya." Pikir Zhen Puxian.


Kini sebuah formasi pertempuran yang berbentuk seperti kelopak bunga teratai langsung tercipta di udara dan siap untuk dilepaskan ke arah Langren dan Gai Bian.


"Saudara Gai Bian, hati-hati, sebab dia sudah menggunakan formasi pertempuran. Dan jika mengenai tubuh kita, itu dapat menghancurkan tubuh kita berdua." Tutur Langren mengingatkan Gai Bian.


"Iya, kau juga harus berhati-hati." Balas Gai Bian sambil bersiap untuk menghindari serangan yang akan dilepaskan oleh Zhen Puxian.


"Rasakan ini!" Teriak Zhen Puxian sambil melepaskan serangan ke arah kedua lawannya.


Formasi pertempuran yang berbentuk seperti kelompak bunga teratai itu langsung berputar dengan cepat dan mulai mengeluarkan rune-rune kuno ke segala arah.


Melihat hal itu, Gai Bian dan Langren langsung menghilang dari tempat mereka masing-masing dan berniat untuk menyerang Zhen Puxian dari belakang.


"Ingin menyerang diriku dari belakang!? Baiklah, aku akan membuat kalian berdua tidak memiliki waktu untuk menyesali tindakan kalian itu." Gumam Zhen Puxian yang kini sudah siap melepaskan serangan ke arah bagian belakang tubuhnya.


Saat Gai Bian dan Langren hendak melepaskan serangan membokong kepada Zhen Puxian, pria sepuh itu secara bersamaan melepaskan juga serangan formasi pertempuran kearah keduanya.


"Saudara Langren! Awas serangan balik!" Teriak Gai Bian yang saat itu sudah melindungi tubuhnya dengan perisai pelindung sambil melepaskan serangan cakarnya.


Blaaarrr...blaaarrr...blaaarrr

__ADS_1


Bunyi ledakan pun tercipta saat serangan Zhen Puxian berbenturan dengan serangan cakar dan terus menghancurkan perisai pelindung serta tubuh Gai Bian.


Langren yang melihat hal itu kembali menghilang dari tempat dimana dirinya muncul untuk menyerang Zhen Puxian dari belakang.


"Sangat disayangkan aku tidak bisa memiliki inti jiwa dari siluman itu, namun dari pada aku kecolongan dengan serangan mereka berdua, hal itu sudah tepat aku lakukan." Gumam Zhen Puxian setelah melihat tubuh salah satu lawannya hancur berkeping-keping.


"Dimana siluman yang satunya lagi? Apakah dia sudah melarikan diri karena melihat rekannya telah menjadi kabut darah!?" Pikir Zhen Puxian sambil mempertajam persepsinya agar bisa mengetahui dimana Langren berada.


***


Di tempat yang lain di gunung Kongtong, dia piringan bergerigi milik Leng Daoxing kini terus berputar untuk menghancurkan dinding formasi pelindung milik Shuhou dan Huaxianzi.


Kedua peri itu terus meningkatkan kekuatan formasi pelindung keduanya yang terus menerus diserang oleh senjata pusaka Leng Daoxing.


"Jika seperti ini, tidak lama lagi energi qi milikku pasti akan terkuras banyak dan tidak bisa lagi untuk mengimbangi kekuatannya, aku harus secepatnya melepaskan diri dari benda ini." Gumam Huaxianzi.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Shuhou yang memiliki kekuatan yang sedikit lebih rendah dari Huaxianzi.


"Apakah hidupku akan berakhir disini?" Pikir Shuhou saat menghadapi serangan senjata pusaka Leng Daoxing.


"Aku pikir kalian memiliki kekuatan yang bisa merepotkan diriku, ternyata hanya dua sampah yang tidak berguna!" Seru Leng Daoxing melihat kedua lawannya yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi saat senjata pusaka miliknya terus mencoba untuk menghancurkan formasi pelindung yang mereka ciptakan.


Sedangkan di tempat dimana Ju Liusun berada, Yao Laohu secara diam-diam mencoba untuk menyerangnya.


Serangan cakar dan tiga buah gelombang suara auman yang berasal dari tiga kepala milik Yao Laohu langsung melesat dengan cepat ke arah tubuh Ju Liusun.


Sebuah tongkat emas langsung melesat untuk menyambut serangan Yao Laohu.


Tongkat emas itu langsung berputar dan menghasilkan energi yang besar untuk menerjang cakar dan gelombang suara auman Yao Laohu.


Booommm...booommm...booommm


Bunyi ledakan pun terjadi saat kedua serangan mereka saling berbenturan.


Dalam sekejap, kini tongkat emas milik Ju Liusun sudah menjadi sepuluh buah.


Dan semuanya secara bersamaan terus berputar dan terlihat seperti sebuah piringan emas yang secara beruntun menyerang Yao Laohu.


Yao Laohu yang sudah dalam bentuk wujud aslinya terus menerus berusaha menghindari dan menangkis serangan tongkat emas itu.

__ADS_1


Akan tetapi tidak membutuhkan waktu yang lama serangan tongkat emas itu berhasil mengenai tubuhnya.


Blaaarrr...blaaarrr...blaaarrr


Tiga tongkat emas memukul tubuh Yao Laohu dengan keras dan membuat Yao Laohu terhempas dan jatuh ke tanah.


"Uhuk...uhuk...uhuk." Yao Laohu pun terbatuk dengan tubuh yang terbaring di liang yang telah tercipta akibat diterjang oleh tubuhnya sendiri.


Dengan cepat Ju Liusun mengarahkan tongkat emas miliknya itu untuk kembali memukul tubuh raja siluman harimau berkepala tiga tersebut.


Booommm...booommm...booommm


Serangan bertubi-tubi dari sepuluh tongkat emas itu langsung membuat debu bertebaran memenuhi area tersebut.


"Jika kau masih hidup, aku sangat menghargai kekuatanmu itu yang bisa menahan serangan tongkat emas milikku." Gumam Ju Liusun setelah selesai melepaskan sepuluh tongkat miliknya ke arah tubuh Yao Laohu.


Ju Liusun pun segera mengibaskan tangannya untuk menghilangkan debu yang bertebaran dan menghalangi pandangannya.


Namun mata Ju Liusun langsung terbelalak saat melihat dasar lubang besar yang telah tercipta itu, dimana dirinya tidak menemukan bagian tubuh Yao Laohu sekecil apapun.


"Sial! Dimana tubuh siluman itu? Apakah sudah hancur oleh serangan tongkat emas milikku?" Ju Liusun menggerutu sambil menelusuri setiap jengkalnya lubang besar tersebut.


Ditempat yang berjarak sekitar sepuluh mil dari gunung Kongtong, terlihat dia sosok. Yang satunya sedang terluka dan yang satunya lagi sedang memeriksa luka rekannya.


Kedua sosok itu tidak lain adalah Langren dan Yao Laohu.


"Saudara Langren, terima kasih karena telah menolongku." Ucap Yao Laohu.


"Saudara Yao tidak perlu berkata seperti itu, sebab itu sudah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk saling membantu." Balas Langren.


"Namun ada kabar buruk untuk kita...." Ucap Langren lagi namun tidak langsung melanjutkannya.


"Kabar buruk apa?" Tanya Yao Laohu penasaran.


"Saudara Yao, kita telah kehilangan saudara Gai Bian." Jawab Langren.


"Apa maksudmu kita telah kehilangan saudara Gai Bian!?" Tanya Yao Laohu lagi dengan tatapan yang tajam.


"Saudara Gai Bian telah terbunuh." Jawab Langren dengan nada suara yang sedih.

__ADS_1


"Apa katamu? Saudara Gai Bian telah terbunuh?" Yao Laohu merasa terkejut dan merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Langren.


~Bersambung~


__ADS_2