PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 155. Menantang Pendekar Dewa


__ADS_3

Melihat Zhuan Zhu seperti sedang berpikir setelah mendengar perkataan Guan Renfu, Xue Yunlei pun langsung berkata.


"Sepertinya aku sangat beruntung karena telah bertemu dengan empat pendekar dewa yang selama ini sering dibicarakan oleh setiap pendekar didunia persilatan."


"Dan akan lebih baik jika aku mencoba untuk mengukur kemampuanku dengan menghadapi salah satu pendekar dewa yang sangat dihormati serta sangat disegani dalam setiap pertempuran."


"Apa lagi jika aku bisa mengalahkannya hanya dalam waktu singkat. Pasti itu akan menjadi suatu pencapaian yang besar bagiku."


"Bagaimana jika aku bertarung dengan senior dan bisa memenangkan pertarungan tersebut, apa imbalan yang harus aku peroleh?." Tutup Xue Yunlei bertanya kepada Guan Renfu.


"Anak muda, sepertinya kau begitu percaya diri untuk menghadapi ku. Tindakan mu ini sangat menarik bagiku, karena sepertinya kau bukan sesederhana yang terlihat."


"Apa lagi basis kultivasi mu itu tidak bisa aku lihat. Apakah kau juga sudah berusia ratusan tahun sama seperti kita?."


"Apakah kau juga adalah seorang pendekar dewa?."


Pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulut Guan Renfu menanggapi perkataan Xue Yunlei.


"Senior, silahkan kau lihat sendiri usia tulang murni milikku, apakah bisa jika diusia yang seperti ini sudah menerobos menjadi seorang pendekar dewa?." Balas Xue Yunlei sambil membuka penghalang yang menyembunyikan usia tulang murni miliknya.


Guan Renfu pun segera melakukan apa yang dikatakan oleh Xue Yunlei.


Dan benar saja, pria sepuh itu kini sudah mengetahui jika usia Xue Yunlei saat ini baru delapan belas tahun yang tidak lama lagi akan berusia sembilan belas tahun.


"Leluhur agung, pemuda itu memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar agung, itu menurut informasi yang kami terima." Ucap Hua Qiangu.


Pendekar agung di usia delapan belas tahun? Mana mungkin itu bisa terjadi? Benar-benar sangat jenius dan diberkahi oleh langit." Pikir Guan Renfu.


"Tetapi mengapa dia begitu percaya diri untuk bertarung dengan ku? Bukankah dia telah mengetahui jika aku adalah seorang pendekar dewa?." Guan Renfu membantin karena sikap Xue Yunlei.


"Bagaimana senior? Apakah kau menerima tantanganku?." Tanya Xue Yunlei lagi membuat Guan Renfu kembali menatap kearahnya.


"Baiklah, aku menerima tantangan mu. Dan jika kau menang dariku, lakukan saja apa yang ingin kau lakukan." Jawab Guan Renfu.


"Pendekar Xue, sepertinya itu terlalu beresiko untuk mu, lebih baik kau mengurungkan niatmu untuk bertarung dengannya." Ucap Zhuan Zhu menasihati Xue Yunlei.


"Senior Zhuan tidak perlu merasa khawatir denganku, aku bisa menghadapi dan mengalahkannya."

__ADS_1


"Tetapi ada satu hal yang ingin aku katakan kepada senior, jika aku telah mengerahkan kekuatan puncak yang aku miliki, aku menyerahkan keselamatan seluruh peri ini kepadamu." Tutur Xue Yunlei.


Pria sepuh yang pernah bertarung dengan Xue Yunlei segera mendekati Guan Renfu dan berkata.


Leluhur Guan, kau harus berhati-hati dengannya, sebab saat dirinya belum menjadi seorang pendekar agung, dia bisa mengalahkan seorang pendekar yang dua tingkat lebih tinggi dari basis kultivasi yang dia miliki."


"Dia juga bisa melukai keempat adik seperguruan meskipun serangannya terlebih dahulu telah membentur dinding formasi pertahanan milik kami." Lanjutnya.


Mendengar pendekar agung itu mengungkapkan kekuatan Xue Yunlei, Guan Renfu merasa sangat terkejut.


Namun pria sepuh itu tetap merasa sangat yakin jika dirinya bisa mengalahkan pemuda itu, sebab kecepatan serangan serta baju zirah yang dia gunakan adalah sebuah pusaka langit yang menjadi keunggulan baginya.


Sehingga dia akan mudah untuk menyerang serta menghindari serangan Xue Yunlei. Dan jika diselimuti oleh formasi pelindung, baju zirah miliknya juga bisa menahan serangan lawannya itu.


Akan tetapi Guan Renfu tidak mengetahui jika Xue Yunlei juga memiliki pelindung tubuh yang sangat kuat serta memiliki teknik tingkat dewa yang mampu membuatnya terluka parah jika terkena serangan teknik tersebut.


"Terima kasih karena sudah memberikan informasi itu, aku akan serius untuk bertarung dengannya." Balas Guan Renfu kepada pendekar agung itu sambil bersiap untuk bertarung dengan Xue Yunlei.


Xue Yunlei juga langsung maju dan bersiap untuk bertarung dengan pendekar dewa tersebut.


"Tuan, kamu harus berhati-hati." Ucap Huaxianzi mengingatkan Xue Yunlei.


Cahaya kuning keemasan langsung menyelimuti tubuh pemuda itu untuk melindunginya dari serangan Guan Renfu.


Pedang energi langsung tercipta ditangannya yang sudah dibaluti energi elemen petir dan elemen api.


Tindakan Xue Yunlei itu membuat mata seluruh pendekar yang ada ditempat itu menjadi terbelalak.


Mereka tidak menyangka jika pemuda itu bisa mengontrol dua elemen alam secara bersamaan, namun tindakannya itu barulah permulaan, sebab masih ada kejutan lain yang akan dia tunjukkan.


Saat keduanya akan melakukan pertarungan, tiba-tiba terdengar suara dari atas langit.


"Sepertinya hari ini akan ada seorang pendekar dewa yang akan dipermalukan oleh seorang pendekar agung."


Mendengar suara tersebut, semua orang yang ada di tempat itu langsung menatap ke atas udara untuk melihat sosok pemilik suara tersebut.


Namun yang mereka lihat ada dua sosok yang sedang melayang di atas udara sambil tersenyum menatap kearah Guan Renfu.

__ADS_1


Guan Renfu langsung bisa mengenali kedua sosok tersebut.


"Rupanya Dewa Mabuk dan Dewa Pencuri datang juga kesini untuk mencari peta letak kedua kitab teknik tingkat Dewa yang ada didalam rumor yang beredar itu. Sangat menarik." Ujar Guan Renfu menyambut kedatangan kedua pendekar Dewa yang baru saja tiba.


"Aku menyarankan agar dirimu tidak bertarung dengan pemuda itu, sebab kau akan menjadi mengalami kekalahan yang akan membuatmu merasa malu dengan nama besarmu itu." Tutur Yu Fei lagi.


"Pengemis busuk! Hentikan ocehanmu itu!." Balas Guan Renfu menanggapi.


"Ocehan katamu? Baiklah, jika kau tidak mau mendengarkan perkataanku, silahkan kalian bertarung." Ucap Yu Fei sambil tersenyum mengejek menatap Guan Renfu.


"Sial, sepertinya pemuda ini sangat kuat sehingga pengemis busuk itu berkata seperti itu kepadaku, sama seperti yang Jiang Qun katakan."


"Aku harus mengurungkan niatku untuk bertarung dengannya, sebab saat ini juga sudah ada tiga orang pendekar dewa yang berada di dalam wilayah markas partai Qing Ceng ini, dan itu akan menjadi sesuatu yang tidak menguntungkan bagi kita." Pikir Guan Renfu yang mulai mempertimbangkan situasi yang ada saat itu.


"Zhuan Zhu, lindungi sepuluh wanita itu saat ada yang ingin menyerang mereka, sebab wilayah ini telah disegel oleh mereka, sehingga kekuatan sepuluh wanita itu tidak bisa mereka gunakan sepenuhnya." Ucap Yu Fei mengingatkan Zhuan Zhu.


Karena setelah kelompok Xue Yunlei memasuki wilayah markas partai Qing Ceng, para leluhur telah mengaktifkan formasi mantra dengan memasang bendera formasi disetiap titik yang telah ditentukan dan mengaktifkannya.


Sehingga saat rombongan seluruh pendekar dari gabungan beberapa sekte dan perguruan ilmu bela diri tiba, mereka akan kesulitan untuk bisa memasuki markas partai Qing Ceng.


Akan tetapi tindakan mereka itu dilakukan setelah beberapa pendekar dewa telah berada di dalam wilayah markas mereka.


Seorang wanita yang adalah pendekar dewa ikut mengawasi situasi yang akan terjadi.


"Aku juga akan melindungi kesepuluh wanita itu jika ada yang berani untuk menyerang mereka." Pikir Zhen Ji.


Akan tetapi situasi saat itu berubah disaat Guan Renfu menarik kembali kata-katanya dan menolak untuk bertarung dengan Xue Yunlei.


"Sepertinya pertarungan kita kali ini tidak bisa dilakukan, karena aku harus menyelesaikan masalah lain yang membuat kedua pendekar dewa ini hingga bisa datang ke sini."


Semuanya menjadi bingung dengan sikap pendekar dewa itu. Namun setelah sedikit berpikir akhirnya mereka bisa mengerti mengapa Guan Renfu mengurungkan niatnya untuk bertarung.


Sebab jika tenaganya telah terkuras, itu akan membuatnya mudah untuk bisa dikalahkan oleh seorang pendekar dewa.


Apa lagi saat itu ada tiga pendekar dewa ditempat itu, sehingga seluruh pendekar yang berada dipihaknya tidak akan bisa berbuat apa-apa dihadapan mereka jika Guan Renfu telah terluka.


Xue Yunlei pun bisa memaklumi dengan keputusan Guan Renfu untuk tidak melakukan pertarungan dengannya, sebab situasi saat itu sedang mempertaruhkan nyawa semua pendekar di tempat itu.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2