
Genangan cairan asam dan beracun berwarna hijau itu tidak bisa menyentuh tubuh Xue Yunlei karena telah dilindungi oleh perisai energi qi milik pemuda itu dengan menggunakan teknik tingkat dewa.
Jika Xue Yunlei hanya menggunakan teknik tingkat langit, sudah bisa dipastikan perisai energi qi miliknya pasti sudah tergerus habis dan bisa mengakibatkan dirinya pemuda itu meninggalkan dunia manusia tanpa jejak.
Xue Yunlei dengan cepat menggunakan teknik tingkat dewa miliknya untuk terus menerus menyerap energi milik Ulat Sutra Emas.
Makhluk itu tidak menyadari jika energi yang dia miliki kini telah diserap oleh sosok yang memasuki tubuhnya.
Perlahan - lahan tubuh Xue Yunlei mulai dibungkus oleh benang-benang sutra emas dan berbentuk seperti kepompong berwarna kuning keemasan.
Tidak hanya itu saja, Xue Yunlei pun segera memusatkan kekuatan spiritualnya untuk menyerap juga energi batu permata yang adalah inti jiwa dari Ulat Sutra Emas.
Hal itu dilakukan oleh Xue Yunlei karena kekuatan yang dimiliki oleh makhluk itu telah disalurkan ke tulang dan otot-ototnya, sehingga kualitas tulang dan otot miliknya kini telah meningkat pesat.
Sedangkan ketiga ruang dantian utama milik Xue Yunlei pun telah terisi penuh dan membuat energi qi miliknya sebagai seorang pendekar suci telah kembali pulih.
Kini Xue Yunlei pun mencoba untuk menerobos menjadi seorang pendekar spiritual dengan menyerap inti jiwa dari Ulat Sutra Emas.
Darah milik ulat sutra emas kini mulai terkuras karena telah diserap oleh Xue Yunlei.
Tidak hanya darahnya saja, melainkan cairan asam dan beracun berwarna hijau itu juga diserap oleh Xue Yunlei.
Sehingga kini energi yang ada didalam tubuhnya telah mengandung racun yang sangat mematikan tanpa dia ketahui.
Saat dirinya telah menerobos menjadi di tahap pendekar spiritual, terjadi ledakan energi dari dalam tubuhnya, akan tetapi ledakan tersebut tidak bisa menghancurkan benang-benang sutra emas yang membungkusnya menjadi kepompong.
Xue Yunlei tetap fokus untuk berkultivasi hingga dirinya selesai menyerap semua energi yang dimiliki oleh makhluk itu.
Cahaya dari Inti jiwa milik ulat sutra emas masih tetap memancarkan sinarnya yang menandakan bahwa energi yang terkandung di dalamnya masih sangat besar.
Saat kekuatan jiwa Xue Yunlei berada di lautan jiwa miliknya, kekuatan jiwa ulat sutra emas datang untuk menyerangnya agar tindakan yang dilakukan oleh pemuda itu bisa dihentikan.
Xue Yunlei dengan menggunakan satu tangannya saja bisa mematahkan serangan tersebut.
"Hei ulat busuk, kamu pikir kekuatanmu itu bisa mengalahkan diriku didalam lautan jiwaku sendiri? Kamu terlalu naif jika berpikir seperti itu".
" Sebaiknya serahkan saja inyi jiwamu untuk menjadi miliku".
"Dan biarkan kulit sutramu itu menjadi pakaian untuk melindungi tubuhku".
" Anak muda, kamu terlalu arogan untuk mendapatkan apa yang bukan milikmu, aku tidak rela menyerahkannya kepadamu ". Balas jiwa ulat sutra emas sambil melepaskan serangannya.
Xue Yunlei segera menepis serangannya dan dalam sekejap mata tangannya telah mencengkram leher dari jiwa ulat sutra emas.
__ADS_1
Pemuda itu segera menyerap jiwa dari makhluk itu dan secara bersamaan juga, batu permata yang merupakan inti jiwa ulat sutra emas cahayanya mulai meredup hingga pada akhirnya melebur dan menghilang.
Sedangkan benang-benang sutra emas yang membungkus tubuhnya dan berbentuk seperti kepompong segera menyatu dengan tubuhnya.
Ledakan besar pun langsung terjadi setelah Xue Yunlei berhasil menyerap seluruh energi kekuatan yang dimiliki oleh makhluk itu.
Dengan wajah yang berseri - seri, Xue Yunlei merasa senang dengan pencapaian yang dia capai setelah menyerap energi kekuatan yang dimiliki oleh ulat sutra emas itu.
Kini basis kultivasi Xue Yunlei telah berada di tingkat puncak pendekar agung.
Jika dirinya sebagai pendekar agung, pasti kekuatan energi ulat sutra emas itu bisa digunakan untuk menerobos menjadi pendekar di ranah dewa.
Namun hal negatif dari apa yang dia peroleh saat ini adalah, dirinya akan sangat sulit untuk bisa menerobos ke ranah pendekar dewa, hal itu karena dia akan membutuhkan seekor makhluk surgawi yang tidak bisa ditemukan dengan mudah.
Xue Yunlei pun segera membuka matanya, saat ini tubuhnya masih terbungkus dengan kulit ulat sutra emas.
Saat Xue Yunlei mencoba untuk merobek kulit tersebut, ternyata sudah tidak lagi sekuat saat kekuatan energi makhluk itu diserap olehnya, karena kulit makhluk itu langsung terkoyak.
"Sepertinya sudah tidak ada lagi yang bisa aku ambil dari sisa tubuhnya, tetapi aku akan menyusuri goa ini untuk mencari jika saja ada sumber daya yang memiliki kualitas yang tinggi, pasti itu akan sangat menyenangkan jika diberikan kepada orang - orang yang aku sayangi". Pikiran yang terlintas di benaknya sambil berjalan menyusuri setiap lubang goa itu.
Pemuda itu menemukan sebuah kolam didalam goa tersebut dan memancarkan aura energi alam yang sangat kuat.
"Sepertinya kolam ini sangat baik untuk bisa digunakan oleh para pendekar muda dalam berkultivasi".
" Basis kultivasi mereka bisa dengan cepat meningkat, tetapi sayang, kolam ini tidak akan banyak membantu bagi seorang pendekar langit".
Mata pemuda itu langsung terbelalak karena merasa terkejut dengan apa yang dia rasakan setelah beberapa saat berendam didalam kolam itu.
Tubuhnya terasa seperti tersengat oleh aliran listrik yang sangat kuat dan seakan menggerogoti seluruh bagian tubuhnya.
"Apa ini? Apakah ini akan memberikan dampak yang baik bagi tibuhku, ataukah akan memberikan dampak yang sangat buruk!? ". Pertanyaan yang muncul di benak pemuda itu karena merasa sangat terkejut.
Xue Yunlei segera memusatkan kembali konsentrasinya untuk menganalisa dampak yang diberikan oleh air dikolam itu.
" Sepertinya air kolam ini sangat berguna untuk meningkatkan kualitas tulang dan otot bagi seorang pendekar ".
" Aku bisa merasakan bahwa tubuhku semakin bertambah kuat ".
Xue Yunlei tetap berendam di kolam itu sampai dirinya tidak lagi merasakan pengaruh yang diberikan oleh air kolam itu.
Dia segera naik dari dalam kolam dan segera memakai pakaiannya yang diambilnya dari dalam cincin penyimpanan miliknya.
Setelah selesai, Xue Yunlei segera, berbalik untuk melangkah keluar dari dalam goa tersebut.
__ADS_1
Akan tetapi dari hasil penelusurannya itu, Xue Yunlei menemukan juga sumber daya tingkat tinggi untuk bisa digunakan oleh para pendekar langit dan sangat berguna bagi pendekar yang berada dibawahnya.
Setelah keluar dari goa tersebut, Xue Yunlei segera menyegel pintu masuk goa itu serta menciptakan formasi pengabur agar tidak bisa dengan mudah ditemukan oleh orang lain.
Tanpa disadari, Xue Yunlei telah menghabiskan waktu selama enam bulan didalam goa tersebut, namun hal itu belum dia sadari.
Dan akhirnya pemuda itu pun segera melesat meninggalkan hutan itu untuk menuju ke desa dimana Tang Rong berada.
Pemuda itu ingin berterima kasih kepada keluarga Tang Hao yang telah menolongnya sekalian ingin mengambil jubah milik ayahnya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi seorang pendekar agung untuk bisa tiba di tempat tujuan yang hanya berjarak puluhan kilometer.
Kini tubuh Xue Yunlei masih melayang di udara sambil menatap desa tersebut yang kini telah terlihat hancur berantakan.
"Siapa yang melakukan hal ini? ".
" Apa yang mendorong mereka sehingga ingin melakukan tindakan seperti ini? ".
Pertanyaan - pertanyaan yang muncul di benak Xue Yunlei karena merasa bingung dengan apa yang dilihatnya.
Desa yang awalnya terlihat sangat asri dan tenang, kini telah terlihat sangat kacau dan terdapat banyak mayat yang terbaring kakukaku dan dipenuhi oleh belatung.
Xue Yunlei segera mendarat dan mulai mencari keberadaan Tang Rong beserta ayah dan ibunya untuk memastikan apakah mereka masih hidup atau sudah tewas akibat serangan tersebut.
Setelah melakukan pencarian, Xue Yunlei akhirnya bisa menemukan jubah milik ayahnya yang masih tersimpan rapih disalah satu peti.
Xue Yunlei pun segera mengambil jubah tersebut dan kembali menggunakannya bersama dengan topeng untuk menutupi wajahnya.
Setelah melakukan pencarian diseluruh wilayah desa itu, Xue Yunlei masih tetap tidak menemukan tiga sosok yang dia cari.
Hal yang sama juga berlaku bagi pemuda yang telah menjualnya untuk menjadi seorang budak, Xue Yunlei juga tidak melihat sosok tersebut.
Pemuda itu hanya bisa menemukan sebuah petunjuk dari beberapa mayat lainnya yang menggunakan pakaian yang sama dengan bertuliskan Partai Qing Cheng.
Partai Qing Ceng sendiri adalah suatu kelompok yang sering digunakan oleh pemerintah Xin untuk melakukan tugas rahasia yang diperintahkan langsung oleh Raja Xia Jie.
Para tetua partai itu pula yang pernah menyerang Xue Yunlei bersama dengan Xiangwei.
"Sepertinya aku pernah melihat lambang ini, dan itu juga terdapat di pakaian enam pendekar langit yang pernah menyerangku".
" Apakah ini adalah perbuatan mereka? ".
" Aku harus menyelidikinya dan akan membalaskan dendam seluruh penduduk desa ini ".
__ADS_1
Ucap Xue Yunlei dengan nada suara yang sangat geram.
~Bersambung~