
Akhirnya kelompok Xue Yunlei tiba di kota Tungwan. Mereka pun mendapatkan pemeriksaan yang ketat dari penjaga gerbang kota itu.
Xue Yunlei tetap dengan ramah mendapatkan pemeriksaan dari para prajurit yang berjaga di gerbang kota Tungwan.
Setelah selesai diperiksa, akhirnya mereka melanjutkan lagi perjalanan untuk mencari penginapan agar bisa memulihkan tenaga mereka yang terkuras.
Tidak ada hal yang istimewa yang terjadi saat mereka berada di kota Tungwan.
Pada keesokan harinya mereka kembali melanjutkan perjalanan dengan cara yang sama seperti sebelumnya.
Kini untuk bisa tiba di salah satu kota besar yang ada di wilayah negara Xin, mereka harus menempuh perjalanan sejauh 80-an kilometer lagi.
Kota itu juga adalah kota yang memiliki kekuatan pasukan terbesar di wilayah bagian Barat negara Xin selain kota - kota lainnya.
Perjalanan mereka untuk bisa tiba di kota Chang'an tidak mendapat hambatan sedikit pun, hal itu karena wilayah yang berada di dekat kota itu terus menerus di awasi oleh pasukan yang berasal dari kota Chang'an.
Sebelum memasuki kota Chang'an, mata mereka disuguhi dengan pemandangan yang sangat menarik, sebab dihadapan mereka kini telah terpampang tembok yang tinggi.
Pemandangan itu menggambarkan bahwa kota ini sangat kuat dan sangat besar.
Saat mereka mendekati gerbang kota Chang'an, kini mereka harus melewati jembatan yang berada diatas parit besar sedalam 12 meter.
"Sungguh kota ini sangat berbeda dengan kota - kota lain yang pernah aku kunjungi sebelumnya, aku tidak menyangka jika orang yang membangun kota ini sangat memikirkan tentang pertahanan serta keamanannya". Gumam Xue Yunlei.
Tidak lama kemudian akhirnya mereka mendapatkan giliran pemeriksaan dari prajurit yang berjaga di gerbang kota itu.
Rata-rata basis kultivasi terendah yang dimiliki oleh para prajurit yang berjaga berada di ranah pendekar ahli.
Sedangkan komandan pasukan yang bertanggung jawab di gerbang kota itu adalah seorang pendekar petapa tahap puncak.
Sangat berbeda dengan komandan pasukan yang berjaga di kota-kota yang telah Xue Yunlei kunjungi, dimana semuanya hanya memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar raja.
Setelah melewati pemeriksaan, akhirnya Xue Yunlei dan sepuluh peri memasuki kota Chang'an, nampak dihadapan mereka berdiri begitu banyak bangunan - bangunan yang terlihat megah.
"Sepertinya aku akan mendapatkan sumber daya yang memiliki kualitas tinggi di kota ini, hal itu dilihat dari banyak bangunan yang berdiri megah menggambarkan putaran ekonomi dikota ini sangat tinggi". Pikir Xue Yunlei.
" Ayo kita mencari penginapan untuk bisa beristirahat terlebih dahulu ".
" Aku juga ingin berkeliling untuk mencari benda yang berharga di kota ini, karena kota ini terlihat sangat maju, sehingga pasti ada banyak pedagang atau pun para pendekar yang akan mengunjungi kota ini untuk menjual benda-benda berharga milik mereka". Lanjut Xue Yunlei.
Kelompok Xue Yunlei terus berjalan untuk mencari penginapan agar bisa mereka gunakan beristirahat.
Setelah beberapa waktu berjalan, akhirnya mereka bisa menemukan salah satu penginapan yang terlihat sangat besar dengan bangunan yang megah.
__ADS_1
Kelompok Xue Yunlei sangat menarik perhatian, sebab penampilan Xue Yunlei yang menggunakan jubah serta topeng yang menutupi sebagian wajahnya dan diikuti oleh sepuluh wanita cantik, membuat setiap orang yang melihat mereka bertanya-tanya tentang asal usul serta identitas kelompok tersebut.
Namun hal tersebut tidak di tanggapi oleh Xue Yunlei.
Seorang pelayan langsung menyambut kedatangan kelompok Xue Yunlei saat hendak memasuki penginapan tersebut.
"Selamat datang di penginapan Zhiyuan, apakah saudara semua ingin memesan kamar di penginapan kami ini!? ". Ucap sang pelayan menyambut kedatangan kelompok Xue Yunlei dan ditutup dengan pertanyaan.
" Iya, kami ingin menyewa tiga kamar dengan ukuran besar dan satu kamar dengan ukuran kecil, jika bisa letak kamar kami harus saling berdekatan ". Jawab Xue Yunlei.
" Baik tuan, aku akan menanyakan terlebih dahulu, mohon tuan dan yang lainnya untuk menunggu sebentar". Balas pelayan tersebut dan langsung bergegas pergi.
Beberapa saat kemudian akhirnya pelayan itu kembali.
"Mohon maaf tuan, pesanan yang tuan maksudkan sudah tidak tersedia, sebab semuanya sudah penuh, karena akhir-akhir ini ada begitu banyak rombongan para pendekar yang datang berkunjung dikota Chang'an ini".
"Saat ini di penginapan kami hanya tersisa satu paviliun yang terletak di tengah-tengah penginapan kami ini".
" Meskipun hanya memiliki dua buah kamar tidur, akan tetapi menurutku itu akan cukup untuk menampung sebelas orang ". Tutup pelayan itu menjelaskan.
" Banyak rombongan pendekar? Apakah mereka juga akan pergi ke kota Rong Cheng? ". Pikir Xue Yunlei.
" Baiklah, aku akan menggunakan paviliun itu saja". Balas Xue Yunlei.
Dibelakang pria itu, terlihat ada sepuluh orang pria yang ikut bersama dengannya.
" Mohon maaf tuan pendekar, tuan ini sudah lebih dahulu memesan kamar di penginapan kami ini ". Ucap sang pelayan menanggapi perkataan pria bertubuh kekar itu.
" Cepat, kamu panggilkan tuan Hucheng kesini! ". Perintah pria bertubuh kekar itu.
" Baik tuan! ". Ucap sang pelayan dan segera pergi melakukan apa yang pria itu perintahkan.
Xue Yunlei masih tetap tenang dan santai menanggapi sikap pria yang baru saja tiba itu.
Tidak lama kemudian, akhirnya seorang pria paruh baya datang bersama dengan sang pelayan.
" Tetua Gao Quan, mohon maaf karena aku tidak menyambut kedatangan mu". Ucap pria paruh baya itu menyapa pria bertubuh kekar itu.
"Apakah ada sesuatu yang harus saya bantu!? ". Tanya Hucheng ramah.
" Aku ingin menempati paviliun yang tersisa di penginapan mu ini". Ujar pria itu menyampaikan keinginannya.
"Tuan, tuan ini sudah memesannya lebih dulu, sehingga tuan inilah yang seharusnya menempati paviliun itu". Ucap sang pelayan memberitahukan kepada pemilik penginapan.
__ADS_1
Setelah mendengar pemberitahuan dari sang pelayan, pemilik penginapan itu menoleh kearah Xue Yunlei untuk menyelidiki siapa sosok yang menggunakan topeng tersebut.
Akan tetapi beberapa saat kemudian akhirnya pemilik penginapan itu berkata.
"Paviliun itu biar tetua Gao Quan saja yang menempatinya".
" Ayo tetua Gao, mari aku antarkan ". Lanjut pemilik penginapan itu.
" Sepertinya penginapan ini lebih mementingkan sosok yang lebih dikenal olehnya, jika demikian aku juga harus memperkenalkan siapa diriku sesungguhnya ". Ucap Xue Yunlei yang merasa tidak senang dengan perlakuan pemilik penginapan itu sambil melepaskan energi qi miliknya.
" Namaku adalah Xue Yunlei, aku ketua Organisasi Awan Merah ". Serunya membuat semua orang yang berada di lantai dasar penginapan itu menatap kearahnya.
Aura intimidasi yang dikeluarkan oleh Xue Yunlei membuat Gao Quan bersama sepuluh orang pria yang bersama dengannya langsung tersungkur di lantai penginapan.
Hal yang sama juga dialami oleh pemilik penginapan itu.
Mereka tidak menyangka jika sosok yang hanya diam itu akan bertindak sejauh itu.
"Siapapun yang menganggap remeh organisasi Awan Merah pasti akan merasakan akibatnya".
" Jika itu adalah sebuah perguruan ilmu bela diri, sekte, klan atau apapun itu, jika sudah menganggap rendah organisasi kami, itu akan membuat nama besar kalian akan hilang ditelan bumi ". Lanjut Xue Yunlei.
" Kali ini aku memaafkan perbuatan kalian, tetapi jika untuk kedepannya, penginapan ini serta perguruan ilmu bela diri atau sekte kalian, akan aku musnahkan, ingat itu! ". Ancaman yang diberikan oleh Xue Yunlei sambil menunjuk ke arah Gao Quan dan Hucheng.
Setelah itu, Xue Yunlei bersama sepuluh orang peri segera pergi meninggalkan penginapan itu untuk mencari penginapan yang lain.
Sedangkan Gao Quan sendiri kini langsung disibukkan dengan sepuluh orang pria yang bersama dengannya.
Kesepuluh murid itu kini telah kehilangan kesadaran mereka dan semuanya telah tergeletak di lantai.
"Sepertinya aku telah melakukan suatu kesalahan yang sangat serius". Pikir Hucheng.
" Ternyata sosok bertopeng itu adalah ketua Organisasi Awan Merah yang mulai terkenal itu".
"Mereka adalah biro pengawalan yang terbaik saat ini, sebab sudah beberapa kali anggota organisasi mereka melakukan pengawalan tanpa ada gangguan sedikitpun".
"Jika seperti ini, pasti rombongan yang mereka kawal tidak akan lagi singgah di penginapan ku ini, benar-benar kesalahan yang fatal". Tutup Hucheng bergumam.
Gao Quan sendiri setelah mendengar apa yang Xue Yunlei katakan baru bisa menyadari hal itu dari motif yang ada di jubah Xue Yunlei.
Sehingga dirinya tidak ingin memperpanjang masalah itu, sebab seorang bawahan yang menjadi pemimpin pengawalan saja adalah pendekar langit yang berada di tingkat pendekar petapa tahap puncak dan didampingi oleh seorang pendekar petapa tahap awal.
Dengan demikian, kekuatan organisasi itu tidak bisa dipandang sebelah mata.
__ADS_1
~Bersambung~