
Akhirnya kapal mereka bersandar untuk singgah di kota Daziwen.
Penumpang yang berasal dari kota itu langsung turun dari kapal itu, sama halnya dengan penumpang yang ingin melihat-lihat kota itu.
Xue Yunlei pun ikut turun bersama dengan Huaxianzi dan Zhuan Zhu untuk membeli jika ada biji besi terbaik di kota itu agar bisa digunakan sebagai campuran dalam pembuatan pedang pusaka miliknya.
Pemilik kapal itu pun mengingatkan kepada seluruh awak kapal untuk melayani dengan baik ketiga sosok tersebut.
Penampilan ketiganya menarik perhatian para penjahat di kota itu. Mereka berpikir Xue Yunlei dan dua sosok yang bersama dengannya adalah para bangsawan yang ingin membeli biji besi di kota itu.
Mereka pun kemudian memberitahukan kepada yang lain untuk menjadikan kelompok Xue Yunlei untuk menjadi target mereka.
Karena daerah pertambangan serta tempat yang menjual biji besi berada beberapa ratus meter dari wilayah pemukiman penduduk, sehingga lokasi tersebut selalu menjadi tempat mereka untuk menyerang orang-orang yang sudah menjadi target mereka.
Kelompok mereka pun segera menunggu tiga sosok yang sudah menjadi target mereka dilokasi itu.
Xue Yunlei bertemu dengan seorang pria yang adalah salah satu penduduk di kota itu dan bertanya.
"Tuan, apakah kami boleh bertanya?."
"Iya tuan, apa yang ingin anda tanyakan?." Jawab pria itu yang balik bertanya.
"Dimana tempat yang menjual biji besi terbaik di kota Daziwen ini?." Tanya Xue Yunlei.
"Apakah tuan membutuhkan material untuk membuat sebuah senjata terbaik?." Balas pria itu.
"Iya, aku membutuhkan biji besi terbaik di kota ini." Jawab Xue Yunlei lagi.
"Apakah tuan tertarik dengan batu mustika besi?." Tanya pria itu lagi.
"Apa katamu? Batu mustika besi? Apakah ada yang memilikinya?." Tanya Xue Yunlei dengan penasaran.
"Iya, tetapi harganya sangat mahal." Jawab pria itu.
"Berapa harganya? Dan siapa pemiliknya?." Tanya Xue Yunlei.
"Harganya seribu keping emas. Dan pemiliknya adalah aku sendiri." Jawab pria itu.
Xue Yunlei langsung tersenyum senang mendengar jawaban pria didepannya, sebab harga dari benda yang sangat berharga itu menurutnya terlalu murah serta dia tidak sulit lagi untuk mencari pemilik dari benda itu.
"Tuan, aku akan membayar batu mustika tersebut. Dimana kita akan melakukan transaksi?." Tanya Xue Yunlei ingin segera membayar benda milik pria itu.
"Ayo ikut aku, sebab benda itu aku simpan dikediamanku." Balas pria itu mengajak Xue Yunlei.
Mereka bertiga segera mengikuti pria itu untuk menuju ke kediamannya.
__ADS_1
Mata-mata dari kelompok yang akan menyerang Xue Yunlei segera melesat untuk memberitahukan kepada yang lain jika Xue Yunlei dan dua sosok yang lain itu tidak jadi untuk melewati tempat dimana mereka berada.
Sedangkan Xue Yunlei dan yang lainnya kini telah tiba di depan kediaman pria itu.
"Mari tuan-tuan dan nona, silahkan masuk." Ucap pria itu mempersilahkan.
Ternyata pria itu bekerja sebagai penambang biji besi dan tidak sengaja menemukan batu mustika besi itu dan menyimpannya untuk dijual.
"Silahkan duduk, aku akan mengambil batu mustika itu untuk ditunjukkan kepada tuan." Ucap pria itu sambil berlalu dari hadapan ketiga orang yang telah duduk.
"Pendekar Xue, benda itu sangat berharga dan sangat baik jika ditambahkan sebagai bahan untuk membuat senjata pusaka. Dan jika ditambahkan dengan batu roh yang memiliki usia yang sangat tua, kualitas pusaka itu akan setara dengan pusaka tingkat dewa." Tutur Zhuan Zhu menjelaskan.
Xue Yunlei hanya bisa tersenyum mendengar penjelasan dari pendekar dewa bumi itu, sebab dirinya sudah mengetahui akan hal itu.
Pria pemilik batu mustika besi itu kini telah kembali sambil membawa sebuah kotak ditangannya.
Xue Yunlei sudah tidak sabar untuk melihat benda pusaka yang sangat dia butuhkan itu.
"Tuan, ini batu mustika besi yang aku katakan itu." Ucap pria itu sambil menyerahkan kotak yang berada ditangannya yang penutupnya saat itu sudah dalam keadaan terbuka.
Xue Yunlei langsung menerima kotak yang diserahkan kepadanya dan langsung melihat kearah benda didalam kotak itu.
Pemuda itu langsung melihat sebuah benda yang didominasi dengan warna hitam bercampur warna abu-abu yang mengkilap.
Dari benda itu mulai merembes keluar energi alam yang sangat kuat dan sangat murni sehingga bisa dirasakan oleh Huaxianzi dan juga Zhuan Zhu.
"Silahkan anda menghitungnya. Jika masih kurang, aku akan menambahkannya kepadamu." Ucap Xue Yunlei.
"Aku pikir ini sudah sesuai, sehingga tidak perlu aku menghitungnya. Senang bisa berbisnis dengan tuan." Balas pria itu menanggapi.
"Terima kasih atas kepercayaannya. Kalau bagitu, kami pamit undur diri." Balas Xue Yunlei sambil berdiri diikuti oleh Huaxianzi dan Zhuan Zhu.
Mereka pun segera pergi meninggalkan pria itu dan mencari sebuah restoran untuk makan.
Kini wajah Xue Yunlei terlihat bahagia, sebab dia bisa memiliki sebuah pusaka untuk meningkatkan kualitas senjata miliknya.
Seorang mata-mata yang melihat keberadaan Xue Yunlei dan dua orang lainnya kembali melaporkan kepada pemimpinnya.
"Pemimpin, ketiga orang itu kini sudah berada di restoran Baitian. Pemimpin, apa yang harus kita lakukan?." Tanya bawahannya.
"Sebaiknya kita pergi saja ke restoran Baitian untuk menemui mereka agar kita tidak seperti ini lagi menunggu hal yang tidak pasti." Jawab pria tua yang adalah pemimpin mereka.
Rombongan mereka pun segera pergi menuju ke restoran Baitian untuk menyamperi Xue Yunlei dan dua orang lainnya.
Kedatangan rombongan mereka membuat para penduduk kota Daziwen langsung menyingkir dari jalanan kota itu agar tidak menjadi korban sia-sia rombongan itu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, akhirnya rombongan mereka pun tiba di restoran Baitian. Pengunjung di restoran itu merasa terkejut dengan kedatangan para pendekar yang mereka kenal sering merampok di wilayah yang berada diluar kota Daziwen.
Perawakan mereka yang terlihat sangar semakin membuat orang yang menatap mereka menjadi takut dan tidak berani sedikit lebih lama untuk melihat mereka.
Komandan pasukan keamanan kota segera pergi bersama dengan pasukannya untuk menghadang rombongan tersebut agar tidak melakukan tindakan yang bisa merugikan penduduk kota Daziwen serta para pelancong di kota itu.
Namun pasukan keamanan kota sedikit terlambat, sehingga rombongan itu kini sudah tiba di restoran Baitian.
Pria tua yang adalah pemimpin rombongan itu memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar suci tahap akhir.
Dia segera memerintahkan dua orang bawahannya yang adalah pendekar petapa suci untuk menyambangi Xue Yunlei dan dua orang lainnya yang saat itu sedang duduk menunggu pesanan mereka.
Kehebohan di restoran Baitian membuat Xue Yunlei berkata kepada Huaxianzi.
"Kelompok orang yang membuntuti kita sudah datang, saatnya kau memberikan pelajaran kepada mereka jika mereka berani datang mengusik ketenangan kita.
Huaxianzi hanya mengangguk menanggapi perintah Xue Yunlei.
" Sepertinya mereka sudah bosan hidup, sehingga begitu berani ingin mengusik ketenangan kita." Sambung Zhuan Zhu sambil tersenyum sinis saat mengetahui kedatangan kelompok yang Xue Yunlei katakan.
Sesaat kemudian dua orang pria langsung mendekati meja yang ditempati oleh Xue Yunlei dan yang lainnya.
"Kalian bertiga cepat keluar dari restoran Baitian ini dan ikuti kami." Ucap seorang diantara keduanya.
"Mengapa kami harus mengikuti kalian?." Tanya Xue Yunlei.
"Jangan banyak tanya, cepat berdiri dan ikuti kami." Ucap pria itu lagi.
"Bagaimana jika kami tidak ingin mengikuti kalian?." Xue Yunlei kembali melontarkan pertanyaan.
"Kalian akan menyesal seumur hidup karena tidak mengikuti keinginan kami." Jawab pria yang satunya.
"Sepertinya kita bertiga harus mengikuti mereka agar nantinya kita tidak menyesal." Ucap Xue Yunlei sambil menatap ke arah kedua orang yang bersama dengannya.
Mereka bertiga langsung berdiri dan mengikuti kedua pria itu dari belakang dan langsung disambut oleh pria yang adalah pemimpin mereka.
"Jadi ini orang yang kalian maksudkan? Apakah mereka benar-benar memiliki banyak uang?." Tanya sang pemimpin.
"Jadi kalian membutuhkan uang? Baiklah, aku akan memberikan kepada kalian, tetapi dengan satu syarat...kalian semua harus berhenti dari pekerjaan kalian ini. Jika tidak mau, aku akan melenyapkan kalian semua dari dunia ini." Ujar Xue Yunlei.
"Bedebah! Besar juga nyalimu!." Teriak salah satu dari mereka sambil mencabut pedang dari sarungnya dan hendak menyerang Xue Yunlei.
Saat pria itu baru saja ingin menyerang Xue Yunlei, tubuhnya langsung terpental sejauh belasan meter akubat menerima serangan dari orang yang akan dia serang.
Untung saja serangan Xue Yunlei hanya berniat untuk melukai pria itu. Jika idak, pasti dia sudah kehilangan nyawanya.
__ADS_1
~Bersambung~