
Setelah selesai menikmati hidangan yang mereka pesan, akhirnya Xue Yunlei segera mengajak Huaxianzi dan Bao Meng Ling untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Pengurus kuda di restoran tersebut segera membawa tiga ekor kuda milik mereka yang kini telah siap untuk digunakan.
Saat mereka bertiga berjalan, semua pasang mata terus menatap mereka dengan hormat. Namun ada juga yang menatap mereka dengan penuh rasa takut.
Akhirnya mereka bertiga kembali memacu kuda yang mereka tunggangi untuk melanjutkan perjalanan.
Hanya membutuhkan waktu satu jam lebih, mereka bertiga kini telah tiba di kota Lo Buan.
Kota Lo Buan ini belum pernah disinggahi oleh Xue Yunlei saat pergi ke padang gurun, hal itu karena mereka telah mendapatkan masalah dan melarikan diri kearah utara sehingga tidak melalui kota itu.
Jadi, ini untuk pertama kalinya Xue Yunlei datang ke kota Lo Buan.
Pemandangan dikota itu sangat indah, sebab ada banyak paviliun serta penginapan yang berdiri di tepi danau yang berada di kota tersebut.
"Huaxianzi, kita beristirahat dan bermalam di kota ini saja, aku ingin menikmati terlebih dahulu pemandangan alam kota Lo Buan ini". Xue Yunlei memberikan alasan.
Huaxianzi yang mendengar perkataan Xue Yunlei hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda menyetujui apa yang dikatakan oleh pemuda itu.
Mereka pun segera mencari penginapan untuk mereka gunakan.
Setelah menemukan, Xue Yunlei tidak lagi menggunakan topengnya dan segera pergi meninggalkan penginapan tersebut.
Tempat pertama yang menjadi tujuan utama bagi dirinya adalah tempat yang menjual sumber daya serta senjata.
Huaxianzi tidak ikut serta bersama Xue Yunlei, peri cantik itu hanya tinggal di kamar penginapan bersama dengan Bao Meng Ling.
Sedangkan gadis itu, sejak mereka meninggalkan kota Yin, dirinya tidak mau berbicara sedikitpun.
Hal itu karena merasa kecewa dengan keputusan Xue Yunlei yang akan mengantarkannya untuk kembali ke kota Shenmu.
Saat Xue Yunlei memasuki sebuah bangunan megah yang berada di tengah-tengah kota Lo Buan, pemuda itu mulai melihat - lihat barang - barang yang telah dipanjang untuk dijual.
Mulai dari sumber daya tanaman herbal, rumput roh, baru roh, pil esensi energi dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi. Namun tidak ada pil emas yang di kristalisasi dari kondensasi qi bersama dengan batu roh serta rumput roh yang berusia ribuan tahun.
Tidak hanya itu saja, ada juga berbagai jenis senjata dari senjata biasa hingga pusaka tingkat emas.
Xue Yunlei terus berjalan menyusuri lorong yang ada di dalam paviliun harta tersebut untuk mencari barang yang bisa dia gunakan.
__ADS_1
Dari sekian banyak barang yang dia lihat hanya ada beberapa diantaranya yang dia ambil untuk dibeli. Dan itu adalah pil esensi energi untuk diberikan kepada orang terdekatnya.
Saat pemuda itu melihat setiap jenis senjata yang terpajang, tidak ada yang bisa digunakannya, sebab senjata tersebut tidak mampu menampung energi besar yang akan dia salurkan, sehingga pemuda itu mengabaikan semua senjata yang dia lihat.
Setelah selesai berkeliling, Xue Yunlei akhirnya memutuskan untuk segera kembali dan membayar beberapa pil yang baru saja dia pilih.
Namun pandangannya kini tertuju pada sebongkah batu hitam yang terletak di salah satu sudut rak pajangan namun terlihat tidak terurus.
Xue Yunlei pun segera mengambil bongkahan batu tersebut dan mulai memperhatikannya secara detail.
"Batu apa ini? Sepertinya aku merasa bahwa batu ini memiliki nilai yang sangat besar, karena seperti ada energi yang tersimpan didalamnya". Pikir Xue Yunlei.
Pegawai paviliun harta langsung berkata.
" Tuan muda, batu itu dijual oleh seorang petani. Sebenarnya pemilik paviliun ini tidak ingin membayarnya, namun karena petani itu memaksa, maka pemilik paviliun ini membayarnya dengan harga yang murah". Pegawai itu menjelaskan.
"Terus berapa harga batu ini jika aku ingin membayarnya? ". Tanya Xue Yunlei.
" Jika tuan muda mau, tuan muda bisa membayarnya dengan sepuluh keping uang perak saja ". Ucap sang pegawai paviliun harta.
" Baiklah, jadi berapa seluruh harga yang harus saya bayar? ". Tanya Xue Yunlei.
" Jumlah keseluruhan yang harus tuan muda bayar adalah lima ribu keping emas dan sepuluh keping perak". Jawab pegawai paviliun harta.
" Baiklah, jika demikian, berapa harga yang harus kalian bayar dengan batu roh ini? ". Tanya Xue Yunlei sambil menunjukkan sebuah batu roh milik siluman yang berusia lima ratus tahun.
Melihat batu roh yang ditunjukkan oleh Xue Yunlei, pegawai paviliun harta itu segera meraihnya dan mulai memeriksa usia dan kualitasnya.
Beberapa saat kemudian akhirnya pegawai itu berkata.
" Tuan muda, batu roh siluman ini sudah berusia lima ratus tahun, sehingga kami bisa membayarnya dengan 500 keping emas saja".
"Baiklah, aku memiliki sepuluh batu roh siluman, apakah harganya itu sudah sebanding dengan lima ribu keping emas? ". Tanya Xue Yunlei sambil menyerahkan sembilan buah batu roh siluman yang berada di dalam satu kantong.
Pegawai itu kembali memeriksa satu persatu batu roh siluman yang diberikan oleh Xue Yunlei kepadanya.
Setelah selesai memeriksa, akhirnya pegawai paviliun itu berkata.
" Iya, harganya lima ribu keping emas, sehingga tuan muda tidak perlu lagi untuk membayar pil esensi energi yang tuan ambil". Ujar sang pegawai paviliun harta.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu aku pamit undur diri, senang bisa berbisnis denganmu". Ucap Xue Yunlei.
" Senang juga bisa berbisnis dengan tuan muda, jika tuan muda ingin menjual batu roh siluman atau pun rumput roh, jangan sungkan - sungkan untuk datang lagi ke sini ". Balas pegawai paviliun harta.
Xue Yunlei pun segera pergi meninggalkan paviliun harta itu dan kembali ke penginapan dimana Huaxianzi dan Bao Meng Ling berada.
Setelah tiba, pemuda itu segera mengajak kedua wanita cantik itu untuk makan bersama.
Saat mereka bertiga sedang menikmati hidangan yang mereka pesan, terdengar beberapa orang yang duduk tidak jauh dari mereka sedang membicarakan sebuah petunjuk tentang letak dua buah kitab yang ditemukan oleh seorang pendekar langit.
Satu dari dua buah kitab itu berisi teknik untuk bisa dengan mudah menerobos menjadi seorang pendekar dewa.
Sedangkan kitab yang satunya lagi berisi tentang sebuah jurus tingkat dewa yang saat ini sudah tidak ada lagi yang memiliki teknik tingkat dewa selain Xue Yunlei.
Namun pendekar langit yang menemukan petunjuk untuk bisa menemukan dua kitab tersebut telah dibunuh oleh orang yang belum diketahui identitasnya.
Dan jika seorang pendekar bisa memiliki dan menguasai kedua kitab itu, pendekar tersebut bisa menguasai dunia persilatan.
Xue Yunlei yang mendengar hal tersebut hanya bisa tersenyum. Menurutnya, jika benar yang mereka katakan, itu berarti dirinya bisa untuk menjadi penguasa dunia persilatan, sebab dirinya sudah memiliki teknik tingkat dewa.
Sedangkan Bao Meng Ling yang mendengar cerita itu, merasa sangat tertarik untuk ikut serta mendapatkan kedua kitab tersebut.
Gadis itu berpikir akan meminta ayahnya untuk ikut juga mencari keberadaan orang yang memiliki petunjuk dimana letak kedua kitab itu.
Xue Yunlei terus menikmati hidangan yang tersedia di depannya sehingga tidak memperhatikan apa yang dipikirkan oleh Bao Meng Ling.
Begitu juga dengan Huaxianzi, peri cantik itu juga tidak memperhatikan pikiran gadis disampingnya.
Hal itu karena Bao Meng Ling sudah tidak lagi bertingkah yang aneh - aneh.
Tidak lama kemudian, beberapa orang yang terlihat berpakaian seperti para pendekar memasuki lantai dasar penginapan tersebut dimana Xue Yunlei juga sedang menikmati hidangan bersama dua orang wanita cantik.
Para pendekar itu bisa mendengar pembicaraan beberapa orang yang berada tidak jauh dari tempat dimana Xue Yunlei berada.
"Sepertinya kalian sedang membicarakan tentang sebuah kitab yang berisi teknik tingkat dewa, apakah itu benar!? ". Tanya seorang dari mereka.
" Iya, kami mendengar kabar tersebut saat berada di kota Shenmu". Jawab salah satu orang yang membahas hal tersebut.
"Terus dimana tempat kejadian pendekar langit itu dibunuh? ". Tanya seorang pendekar yang baru saja tiba.
__ADS_1
" Aku dengar pendekar langit itu tewas di salah satu desa yang tidak jauh dari kota Shenmu ". Jawab pria yang sebelumnya berbicara.
~Bersambung~