PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 113. Sembuhnya Xue Yunlei


__ADS_3

Setelah Huaxianzi menyalurkan energi qi miliknya kedalam dunia jiwa Xue Yunlei, jiwa pemuda itu kini bisa merasakan energi besar saat bermeditasi.


Energi qi yang disalurkan oleh Huaxianzi menjadi berkah bagi jiwa Xue Yunlei untuk memulihkan kekuatannya.


Akhirnya Huaxianzi pun segera menghentikan tindakannya untuk menyalurkan energi qi miliknya.


Namun jiwa Xue Yunlei juga kini telah pulih seperti sediakala.


Setelah selesai menyudahi meditasinya, pemuda itu pun segera bangun. Dan pemandangan yang membuatnya terkejut saat melihat sosok Huaxianzi yang berada disamping ranjangnya.


"Nona Huaxianzi, bagaimana keadaan nona Xiao Lin Meng dan nona Xiao Ning Lan? ". Kata - kata yang pertama kali keluar dari mulut pemuda itu.


Wajah Bao Meng Ling langsung berubah menjadi sangat masam setelah mendengar pertanyaan Xue Yunlei tersebut.


" Dasar pria tidak berperasaan, aku yang telah lelah merawatnya, setelah siuman, orang lain yang lebih dahulu dia tanyakan ". Gerutunya dan langsung meninggalkan kamar tersebut.


Xue Yunlei yang melihat tingkah Bao Meng Ling langsung bisa mengerti apa yang gadis itu pikirkan.


" Huaxianzi, sejak kapan kau telah berada di sini? Apakah dirimu yang telah menyalurkan energi qi ke dalam dunia jiwa ku? ". Tanya Xue Yunlei kepada peri yang berdiri disamping ranjangnya.


" Aku baru saja tiba. Dan benar akulah yang telah menyalurkan energi qi miliku kedalam dunia jiwa milik tuan muda ". Jawab Huaxianzi.


" Huaxianzi, terima kasih karena telah membantuku sehingga bisa cepat memulihkan kekuatan jiwaku ". Ucap Xue Yunlei tulus.


Pemuda itu pun segera turun dari ranjangnya dan mengajak Huaxianzi untuk menuju ke ruang tamu.


Setelah tiba diruang tamu, Xue Yunlei segera menyuruh Huaxianzi duduk.


Setelah keduanya duduk, Xue Yunlei kemudian mulai menceritakan bagaimana kronologi sehingga Xiangwei bisa meninggal dengan perasaan bersalah.


Mendengar penjelasan dari Xue Yunlei, Huaxianzi pun langsung mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi sehingga kakak tertuanya kehilangan nyawanya.


Melihat sikap Xue Yunlei yang merasa bersalah, Huaxianzi pun berkata.


"Penguasa, jangan terlalu membebani dirimu dengan kematian kakak tertua, sebab aku juga akan melakukan hal yang sama dengannya jika situasinya seperti itu".


" Tetapi aku merasa sangat bersalah karena dirinya telah terbunuh karena diriku ". Xue Yunlei menanggapi perkataan Huaxianzi.


" Sebaiknya dua hari kedepan, kita harus pergi mencari tempat dimana bangsa kurcaci berada untuk membuatkan pedang terbaik bagiku". Lanjut Xue Yunlei.


"Apakah kau mengetahui dimana bangsa kurcaci berada? ". Tanya Xue Yunlei kepada Huaxianzi.

__ADS_1


" Iya Penguasa, aku mengetahui tempat bangsa kurcaci berada". Jawab Huaxianzi dengan penuh keyakinan.


"Baguslah, itu akan membuat perjalanan kita semakin cepat untuk bisa tiba. Tetapi kau harus merahasiakan hal ini dari nona Bao Meng Ling, sebab dia pasti akan bersih kukuh untuk ikut bersama dengan kita. Dan hal itu pasti akan mendatangkan beban bagi kita berdua". Ucap Xue Yunlei sambil berbisik agar tidak didengar oleh Bao Meng Ling.


"Baik Penguasa". Balas Huaxianzi.


" Kau tunggu disini, aku akan menemui gadis itu, sebab saat ini pasti dia sedang duduk di gazebo yang terletak di halaman depan ". Tutup Xue Yunlei dan langsung keluar untuk menemui Bao Meng Ling.


Benar apa yang telah dipikirkan oleh Xue Yunlei, kini Bao Meng Ling sedang duduk dengan hati yang kecewa Akibat pemuda itu terlebih dahulu menanyakan nama gadis yang lain.


" Ling'er, apa yang sedang kau lakukan disini? ". Tanya Xue Yunlei dengan nada sedikit merayu.


" Jangan mendekatiku! Aku tahu jika kau memanggilku seperti itu, pasti kamu ada maunya ". Bentak Bao Meng Ling menanggapi pertanyaan Xue Yunlei.


" Baiklah, jika kamu tidak mau lagi dengan panggilan itu, aku akan selalu memanggilmu dengan sebutan gadis tengik saja". Ucap Xue Yunlei meledek gadis itu.


"Cepat, katakan saja apa mau mu itu sehingga datang menemuiku!? ". Ujar Bao Meng Ling dengan nada yang ketus.


" Dimana leluhur Xie Yi? Apakah dia baik - baik saja? ". Tanya Xue Yunlei penasaran.


" Leluhur Xie Yi mengatakan kepadaku bahwa dirinya ingin pergi mencari dewa obat agar bisa menyembuhkan dirimu". Jawab Bao Meng Ling.


"Sepertinya leluhur Xie Yi benar-benar seorang pendekar yang memegang teguh setiap janji yang telah dia ucapkan". Pikir Xue Yunlei.


"Gadis tengik, terima kasih karena telah merawatku selama beberapa hari ini. Dan sebagai bayarannya, aku akan mengantarkan dirimu ke kota Shenmu". Ucap Xue Yunlei.


" Siapa bilang aku menginginkan hal itu? Aku ingin kamu membayar semua yang aku lakukan itu dengan membiarkan diriku untuk bisa selalu bersama denganmu ". Balas Bao Meng Ling dengan tegas.


" Jika kamu ingin selalu bersama denganku, kamu setidaknya harus menjadi seorang pendekar langit, jika belum menjadi seorang pendekar langit aku tidak akan membiarkan dirimu untuk terus berada di sampingku". Tutur Xue Yunlei.


"Apa katamu? Menjadi seorang pendekar langit? Apakah kamu sudah gila? Untuk menjadi seorang pendekar master saja itu membutuhkan waktu yang tidak singkat, apa lagi untuk menjadi seorang pendekar langit. Aku tidak mau! ". Balas Bao Meng Ling.


" Jika kamu tidak menyetujuinya, kamu tidak boleh bersama denganku, karena itu akan menjadikan beban untukku". Ucap Xue Yunlei.


Keduanya terus berdebat hingga muncul empat sosok mendekati mereka berdua yang dalam keadaan sedang berdebat.


Dua sosok diantaranya adalah orang yang sangat dikenal dan orang yang sangat mengenal Xue Yunlei.


Xue Yunlei belum menyadari akan kedatangan mereka, sebab dirinya saat itu sedang berdebat dengan Bao Meng Ling.


Akan tetapi gadis itu langsung melihat kedatangan keempat orang tersebut dan segera menghentikan kekonyolan mereka berdua.

__ADS_1


Melihat perubahan sikap Bao Meng Ling serta tatapannya mengarah ke suatu tempat, Xue Yunlei segera menghentikan juga kekonyolan yang dia lakukan serta segera berpaling menatap kearah pandangan Bao Meng Ling.


Dan apa yang dilihatnya itu sangat mengejutkan baginya, sebab dia bisa mengenali dua sosok diantara keempat sosok yang sedang datang menghampiri mereka yang adalah sahabatnya serta gadis yang telah dijodohkan dengannya.


Berbeda dengan Xue Bang dan juga Shang Mingmei, keduanya saat melihat Xue Yunlei masih belum memastikan bahwa pemuda yang mereka berdua lihat itu adalah remaja yang telah menghilang 4 tahun yang lalu.


Hal itu disebabkan karena perubahan wajah Xue Yunlei yang terlihat semakin dewasa.


Setelah mereka sudah tiba, Xue Yunlei segera mendekati mereka dan langsung menyapa.


"Xue Bang, nona Shang Mingmei, bagaimana kabar kalian berdua? Apakah ada yang selalu menyakiti atau menyusahkan kalian?". Tanya Xue Yunlei tanpa berbasa-basi lagi.


" Tuan muda Xue Yunlei, apakah ini benar adalah dirimu? ". Tanya Xue Bang dengan gembira.


Pemuda 20 tahun itu segera memeluk pemuda yang berusia dua tahun lebih mudah darinya itu dengan hati yang penuh kebahagiaan.


Sedangkan Shang Mingmei hanya bisa menatap kedua pria itu dengan meneteskan air mata kebahagiaan karena pria yang begitu dekat dengannya benar-benar masih hidup dan saat ini telah berada di depan matanya.


Bao Meng Ling yang melihat tingkah pria dan wanita yang baru saja tiba itu hanya ikut tersenyum atas kebahagiaan yang mereka rasakan.


Huaxianzi yang sedang duduk di ruang tamu saat mendengar keributan dihalaman kediaman Xue Yunlei segera keluar untuk pergi mengecek hal apa yang sedang terjadi.


Namun yang dia dapati adalah pemandangan yang di suguhkan oleh dua orang pria yang merasa sangat bahagia.


"Sepertinya pria itu adalah kerabat terdekat penguasa yang baru bertemu dengannya". Gumam Huaxianzi sambil berjalan mendekati mereka.


Beberapa saat kemudian akhirnya mereka berdua menghentikan apa yang mereka lakukan dan Xue Yunlei segera menatap ke arah Shang Mingmei sambil tersenyum.


Namun karena pemuda itu melihat air mata yang mengalir di pipi gadis itu sehingga membuatnya mendekatinya dan menghapus air mata itu.


"Nona Shang, apa yang membuatmu sehingga meneteskan air mata? ". Tanya Xue Yunlei.


" Aku merasa sangat bahagia karena bisa melihatmu lagi, aku pikir kejadian menghilangnya dirimu empat tahun yang lalu itu, membuat kita tidak akan bertemu lagi". Jawab Shang Mingmei yang kemudian langsung memeluk tubuh Xue Yunlei.


Xue Yunlei langsung membalas memeluk tubuh gadis itu sambil membelai rambut hitam dan panjang Shang Mingmei.


Pemandangan itu membuat Bao Meng Ling makin merasa cemburu, sebab impiannya untuk selalu bersama dengan Xue Yunlei sudah bisa dipastikan akan pupus.


Bao Meng Ling segera pergi memasuki kediaman Xue Yunlei dan langsung masuk ke dalam kamar yang dia tempati.


Setelah selesai melepas rasa rindu mereka bertiga, kebahagiaan pun memancar disetiap wajah ketiganya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2