PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 96. Kebaikan Untuk Menjebak


__ADS_3

Setelah memasuki kamar yang diberikan oleh pemuda itu, sosok tersebut segera berpamitan dengan mereka berdua.


Tidak lama kemudian Xue Yunlei perlahan mulai bisa merasakan lewat indera penciumannya, bahwa ada suatu bau yang baru pertama kali tercium olehnya.


"Bau apa ini? ". Pikir Xue Yunlei.


Dengan cepat Xue Yunlei langsung menciptakan formasi pelindung bagi Bao Meng Ling.


" Apa yang kamu lakukan? ". Tanya Bao Meng Ling merasa terkejut dengan tindakan Xue Yunlei.


" Sepertinya ada yang tidak beres dengan kebaikan pemuda itu ". Jawab Xue Yunlei sambil berbisik.


" Mengapa kamu berpikir seperti itu? ". Bao Meng Ling kembali bertanya.


" Itu karena aku bisa merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan kamar ini". Jawab Xue Yunlei memberikan alasan.


"Memangnya apanya yang tidak beres? Aku tidak merasakan sesuatu yang mencurigakan". Ucap Bao Meng Ling.


" Biasanya kamu itu sangat pintar, mengapa kali ini kamu terlihat bodoh". Ujar Xue Yunlei mencela gadis itu.


Setelah mendengar perkataan pemuda yang bersama dengannya itu, Bao Meng Ling hanya bisa menunjukkan sikap kesal sambil menggembungkan pipinya.


"Ayo, kamu berbaring saja diranjang dan berpura - puralah tertidur. Aku akan berbaring dilantai saja". Perintah Xue Yunlei.


" Untuk apa kamu berbaring dilantai? ". Tanya Bao Meng Ling bingung.


" Gadis bodoh! Itu aku lakukan untuk mengelabui mereka, agar mereka berpikir kita telah masuk dalam jebakan mereka ". Xue Yunlei menjelaskan.


" Kamu ini, mengapa kamu memanggilku dengan sebutan gadis bodoh? Apakah belum cukup beberapa panggilan sebelumnya!? ". Ucap Bao Meng Ling mengeluh.


" Aku akan selalu memanggilmu sesuai dengan apa yang kamu lakukan, agar kamu akan terus menyadari setiap kesalahanmu ". Balas Xue Yunlei.


" Terus bagaimana jika kamu melakukan kesalahan? Apakah aku akan memanggilmu dengan julukan sesuai dengan situasi juga? ". Bao Meng Ling memprotes dan membalas dengan pertanyaan.


" Terserah kamu saja, yang terpenting saat ini, kamu harus melakukan apa yang aku perintahkan ". Tutur Xue Yunlei untuk menanggapi pertanyaan Bao Meng Ling.


Bao Meng Ling segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Xue Yunlei.


Pemuda itu juga melakukan apa yang telah dia rencanakan.


Sedangkan disalah satu kamar yang ditempati oleh pemuda yang telah berbaik hati kepada Xue Yunlei, pemuda itu kini sedang merencanakan tindakan selanjutnya setelah rencananya tercapai.


Seseorang yang menyamar sebagai pelayan penginapan segera mendatangi kamar yang ditempati oleh Xue Yunlei dan Bao Meng Ling.


Pria yang menyamar sebagai pelayan itu telah diperintahkan oleh pemuda yang berbaik hati kepada Xue Yunlei untuk mengecek situasi di kamar yang dia berikan.


"Tuan...nona, apakah ada yang kalian butuhkan?". Teriak sosok pelayan gadungan itu.

__ADS_1


Pria itu kembali lagi memanggil Xue Yunlei dan Bao Meng Ling untuk lebih memastikan lagi.


Karena sudah tiga kali pria itu memanggil namun tidak ada balasan dari dalam kamar, dia segera membuka pintu kamar tersebut.


Setelah pintu kamar terbuka, pandangannya langsung tertuju kepada tubuh Xue Yunlei yang terbaring di lantai.


Selanjutnya tatapan mata pria itu mengarah ke ranjang dimana tubuh Bao Meng Ling berada.


"Sepertinya obat tidur itu telah bekerja dengan sangat baik terhadap mereka berdua". Gumam pria tersebut dan langsung tersenyum penuh dengan kemenangan.


Pria itu segera berbalik dan menutup kembali pintu kamar itu untuk memberitahukan kepada pemuda yang menyuruhnya.


Sesampainya dikamar yang lain, pria itu segera melaporkan apa yang telah dia lihat.


" Tuan muda, sepertinya mereka berdua telah terpengaruh dengan obat tidur yang Anda gunakan ". Tutur pria itu melaporkan.


" Bagus, kalau begitu, ayo kita pergi untuk memindahkan mereka berdua dari dalam kamar itu".


"Dan untuk gadis itu, kalian harus memindahkannya ke kamarku ini". Tutur pemuda itu memberi perintah.


" Baik Tuan Muda ". Jawab para bawahannya yang berjumlah empat orang.


Mereka pun segera pergi ke kamar dimana Xue Yunlei dan Bao Meng Ling berada.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk bisa tiba dikamar yang mereka tuju.


" Tuan Muda, sepertinya gadis ini masih sangat muda dan terlihat sangat cantik. Menurutku ada baiknya tuan muda menjadikan gadis ini sebagai istri". Ucap seorang bawahan menggoda tuannya.


"Apakah kamu sudah gila? Mana mungkin aku menjadikan dirinya sebagai istriku setelah melakukan hal ini kepadanya!? ". Balas pemuda itu menanggapi perkataan bawahannya.


" He...he...he...he...he, jika tuan muda tidak mau menjadikan dirinya sebagai istri, biar aku saja yang akan mengurusnya setelah tuan muda puas bermain dengannya ". Bawahannya kembali berkata kepada pemuda itu.


" Tidak bisa, mereka berdua harus segera kita bunuh agar tidak meninggalkan jejak sedikit pun, karena jika kita bertindak gegabah, tindakan kita ini pasti bisa diketahui oleh banyak orang". Bentak pemuda itu.


"Apakah rencana kalian sudah matang? ". Tanya Xue Yunlei.


" Iya, rencana kami sudah matang". Jawab salah satu bwwahan pemuda itu.


Namun setelah beberapa saat kemudian, mereka langsung bisa menyadari apa yang baru saja terjadi.


"Siapa yang bertanya tadi? ". Tanya pemuda itu.


" Aku tidak tahu! ".


" Aku juga tidak tahu! ".


Keempat bawahan pemuda itu segera menjawab bahwa mereka tidak mengetahui siapa yang bertanya kepada mereka.

__ADS_1


" Jika bukan kalian, jadi siapa yang melakukan hal itu!? ". Ucap pemuda itu sambil menatap kearah Xue Yunlei.


" Apakah dia masih sadarkan diri? ". Gumam pemuda itu.


" Ayo, cepat periksa apakah dia masih sadar atau tidak ". Perintah pemuda itu.


Seorang bawahan segera mendekati tubuh Xue Yunlei untuk memeriksa apakah pemuda itu masih sadar atau tidak.


Saat pria itu baru saja ingin memeriksa tubuh Xue Yunlei, tangan pemuda itu segera mencekik lehernya.


Empat orang lainnya langsung terkejut melihat gerakan tangan Xue Yunlei yang sangat cepat sehingga mereka tidak sempat melihatnya.


Xue Yunlei langsung berdiri dan mengangkat tubuh pria itu sambil mencengkeram leher pria tersebut.


Pria yang berada di dalam cengkeraman tangan Xue Yunlei kini sudah tidak berdaya lagi serta tidak bisa berkata - kata.


"Ternyata ini maksudmu hingga berbaik hati kepada kami!? Aku tidak begitu mudah untuk kamu tipu, sebab tidak ada orang yang begitu baik sehingga bisa memberikan kamar miliknya untuk ditempati". Kata - kata yang keluar dari mulut Xue Yunlei.


" Kepung dan bunuh dia! ". Teriak pemuda yang memberikan kamar kepada Xue Yunlei.


Tiga pria lainnya yang adalah bawahan dari pemuda itu segera menyerang Xue Yunlei agar pendekar bertopeng itu akan melepaskan rekan mereka.


Namun Xue Yunlei dengan santainya bisa menghindari serangan tiga orang tersebut dan salah satu serangan mengenai tubuh pria yang di cengkeraman tangannya.


Keributan di kamar itu membuat semua orang yang menginap disitu langsung terkejut.


Setelah pria ditangan Xue Yunlei telah tewas akibat serangan rekannya, tubuh pria itu langsung dilemparkan oleh Xue Yunlei ke arah pemuda yang menjadi atasan mereka.


Buukk


Bunyi yang disebabkan saat tubuh pria yang telah kehilangan nyawanya menabrak tubuh atasannya.


Tubuh pemuda itu langsung terdorong dan menerobos keluar melewati dinding kamar yang hancur karena diterjang oleh tubuhnya.


"Achhkk". Suara kesakitan yang keluar dari mulut pemuda itu.


" Apakah kalian berpikir aku bisa menjadi mangsa kalian? Puih...! Sungguh sangat naif! ". Seru Xue Yunlei.


Tiga orang pria yang masih berada di dalam kamar tersebut kini mulai berpikir untuk melarikan diri.


Namun pikiran mereka bertiga sia-sia saja, sebab Xue Yunlei dengan cepat melesat dan menotok jalan darah mereka bertiga.


Alhasil ketiga pria tersebut kini sudah tidak bisa lagi menggerakkan tubuh mereka.


Setelah selesai dengan ketiga orang yang masih berada di dalam kamar, Xue Yunlei segera pergi menuju ke tempat dimana pemuda yang adalah pemimpin mereka berada.


"Sepertinya aku harus menggali informasi darimu, karena menurutku tindakan kalian ini sudah sering kalian lakukan". Ucap Xue Yunlei saat tiba di samping pemuda yang ingin menjebaknya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2