
Setelah berbincang-bincang dengan Pengemis Tua, Xue Yunlei segera berpikir untuk meninggalkan kota Boguan.
Dan hal pertama yang akan dia lakukan adalah berpamitan dengan Cang Cong serta orang - orang yang selalu bersama dengannya.
Tujuan yang pertama Xue Yunlei adalah menuju ke desa dimana Tang Rong berada untuk mengambil kembali jubah bermotif awan merah peninggalan ayahnya.
Setelah itu dirinya akan mengunjungi markas ras peri yang berada di hutan ilusi untuk menjelaskan apa yang terjadi dengan Xiangwei.
Xue Yunlei segera kembali untuk memasuki kota Boguan dan hendak menuju ke tempat dimana kompetisi jenius muda kota Boguan diadakan.
Sedangkan Yu Fei segera pergi dan melakukan apa yang biasa dia lakukan, yaitu menikmati hidup yang bebas.
Saat Xue Yunlei baru saja melesat terbang untuk memasuki kota Boguan, dirinya tidak sengaja melihat sekelebat bayangan seekor makhluk dengan cepat menghilang diantara lebatnya dedaunan pohon - pohon yang tumbuh di hutan itu.
"Makhluk apa itu? Gerakannya begitu cepat untuk ukuran makhluk biasa, apakah itu adalah hewan buas? Ataukah itu adalah seekor siluman? ". Pertanyaan yang muncul dibenak Xue Yunlei.
Karena merasa penasaran, akhirnya Xue Yunlei segera kembali untuk mengejarnya dengan kecepatan maksimum yang dia miliki.
Beberapa saat kemudian akhirnya Xue Yunlei bisa melihat sosok makhluk tersebut yang terus merayap dengan cepat untuk menuju memasuki kedalam hutan itu.
"Sepertinya makhluk ini adalah Ulat Sutra, bagaimana mungkin ulat sutra memiliki ukuran tubuh sebesar ini? Apakah ini adalah Ulat Sutra Emas?". Gumam Xue Yunlei setelah mengetahui makhluk yang dia kejar itu.
" Tidak ku sangka, disaat aku membutuhkan sumber daya untuk bisa meningkatkan energi qi yang aku miliki, langit segera menganugerahkan kepadaku makhluk ini ". Pikir Xue Yunlei sambil tersenyum.
Ulat Sutra Emas adalah makhluk langit yang sulit untuk ditemukan di dunia manusia, meskipun dia bukan makhluk surgawi atau makhluk ilahi, akan tetapi sumber daya yang terkandung didalamnya sangat bermanfaat dan kualitasnya lebih baik dari inti jiwa seekor hewan buas atau pun inti jiwa seekor siluman yang telah berusia seribu tahun.
Hal itulah yang membuat Xue Yunlei merasa sangat senang bisa menemukan makhluk tersebut.
Setelah mengikuti makhluk itu sejauh puluhan kilo meter, akhirnya mereka tiba di sebuah tebing yang memiliki salah satu goa.
Makhluk itu segera memasuki goa tersebut dan dengan cepat berbalik menyemburkan sutra dari mulutnya sehingga menutupi mulut goa tersebut.
"Sial, aku tidak berpikir jika makhluk ini memiliki kecerdasan untuk melindungi dirinya dari bahaya".
" Sepertinya aku akan membutuhkan waktu untuk bisa membuka segel sutra emas ini, aku akan kembali ke kota Boguan terlebih dahulu untuk berpamitan, setelah itu aku akan segera kembali ke tempat ini untuk mendapatkan semua harta berharga yang makhluk itu miliki ". Pikir Xue Yunlei sambil berbalik melesat ke kota Boguan.
Setelah tiba di area yang diadakan kompetisi, Xue Yunlei segera mendarat dan mulai menajamkan persepsinya agar bisa menemukan keberadaan Ping Yin.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian akhirnya Xue Yunlei bisa menemukan wanita yang telah merawat dan menjaganya selama beberapa bulan yang telah lewat.
Pemuda itu segera berjalan untuk mendekati wanita tersebut.
Setelah sudah berada di dekat Ping Yin, Xue Yunlei segera menyapanya dan memberikan isyarat untuk mengikutinya agar meningalkan tempat itu.
Ping Yin segera mengikuti Xue Yunlei untuk meninggalkan tempat tersebut sambil melontarkan pertanyaan.
"Tuan, kompetisi untuk hari ini masih belum selesai, mengapa kita harus cepat - cepat kembali? ".
" Nona Yin, ada yang ingin aku sampaikan kepadamu".
"Apa yang ingin tuan muda sampaikan? Apakah itu hal penting? ".
" Aku akan segera meninggalkan kota Boguan ini, sehingga aku ingin berpamitan dengan nona Yin serta berpamitan dengan yang lainya". Xue Yunlei mengungkapkan maksudnya sehingga mengajak Ping Yin untuk meninggalkan tempat kompetisi diadakan.
Wajah Ping Yin langsung berubah dan terlihat sedih setelah mendengar penjelasan Xue Yunlei.
"Aku juga akan menemui tuan Cong untuk berpamitan serta mengucapkan rasa terima kasihku kepadanya karena telah menebus diriku saat berada di tangan pengusaha perbudakan".
"Bisakah nona Yin membatuku untuk meminta mereka berdua untuk menemuiku di kediaman kita? ".
Ping Yin hanya bisa menganggukkan kepalanya untuk menanggapi permintaan Xue Yunlei dan segera pergi ke arah dimana kompetisi itu diadakan.
Xue Yunlei sendiri segera pergi ke kediaman yang dia tinggali bersama Ping Yin untuk menantikan Shu Yiran dan juga Cang Hai.
Xue Yunlei juga telah menyiapkan hadiah untuk tiga orang tersebut.
Setelah beberapa waktu menunggu, akhirnya tiga sosok yang dia nantikan muncul juga namun dengan wajah yang terlihat sedih.
"Kenapa dengan kalian? Apakah kalian berdua gagal untuk menjadi seorang pendekar jenius muda? ". Tanya Xue Yunlei penasaran.
Shu Yiran dan Cang Hai segera menggelengkan kepala mereka berdua menanggapi pertanyaan Xue Yunlei.
" Terus, mengapa wajah kalian terlihat sedih? ". Tanya Xue Yunlei lagi.
" Mengapa tuan muda Xue pergi secepat ini? Padahal kami berpikir untuk meminta petunjuk darimu untuk bisa dengan cepat meningkatkan kultivasi kami ". Jawab Shu Yiran jujur.
__ADS_1
" Untuk bisa meningkatkan basis kultivasi kalian berdua, tanyakan saja kepada nona Yin, sebab aku telah memberikan petunjuk kepadanya ". Balas Xue Yunlei sambil menatap Ping Yin.
Ping Yin langsung menganggukkan kepalanya tanda menyetujui apa yang dikatakan oleh Xue Yunlei.
Mereka berdua kemudian diberikan sumber daya oleh Xue Yunlei agar bisa digunakan untuk ber kultivasi dalam meningkatkan basis kultivasi mereka.
Setelah selesai berpamitan dengan ketiga sosok tersebut, Xue Yunlei segera pergi untuk menemui Cang Cong agar bisa berpamitan dengan pria yang menebusnya.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Xue Yunlei, yaitu memberikan sumber daya kepada Cang Cong sebelum dirinya meninggalkan kota Boguan.
Cang Cong juga merasa bersedih karena akan berpisah dengan Xue Yunlei, namun pemuda itu segera mengungkapkan tujuannya, sehingga Cang Cong tidak bisa menahannya.
Xue Yunlei pun akhirnya melesat terbang meninggalkan kota Boguan dan menuju ke goa dimana Ulat Sutra Emas itu berada.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Xue Yunlei untuk bisa tiba di tempat tujuannya.
Setelah mendarat tepat di depan mulut goa, Xue Yunlei segera bersiap untuk membuka segel sutra emas yang di pasang oleh ulat sutra tersebut.
Xue Yunlei segera menciptakan pintu masuk baru untuk bisa memasuki goa tersebut dengan menggunakan teknik pengendalian elemen bumi.
Saat dirinya melihat, ternyata benang-benang sutra emas tersebut memasuki jauh kedalam dinding goa dan juga lantai serta langit-langit goa.
"Sial, ternyata aku terlalu menganggap remeh kemampuan ulat sutra emas ini". Gerutu Xue Yunlei sambil bersiap kembali dengan elemen api untuk membakar benang-benang sutra emas tersebut.
Namun usahanya itu masih tetap gagal, karena benang-benang sutra emas itu tidak terbakar melainkan menjadi semakin kuat.
"Kenapa bisa seperti ini? Bagaimana caranya agar aku bisa menerobos masuk kedalam goa ini? ". Pikir Xue Yunlei penasaran.
Xue Yunlei pun kembali mencoba dengan menggunakan teknik pengendali elemen petir, api dan bumi.
Sebuah bongkahan yang mrmbentuk seperti tombak besar langsung tercipta dan diselimuti oleh energi elemen petir dan juga energi elemen api.
Booommm... Booommm... Booommm
Bunyi ledakan saat tombak besar itu menghujam ke formasi pertahanan yang terbuat dari benang-benang sutra emas.
~Bersambung~
__ADS_1