
Setelah selesai menerobos ke ranah pendekar langit di tingkat Pendekar Petapa, Xue Yunlei kembali diberikan pil oleh Xiangwei agar bisa kembali menerobos lagi untuk menjadi seorang pendekar Petapa Suci.
Xue Yunlei kembali menelan pil yang diberikan oleh Xiangwei dan berkultivasi lagi untuk menyerap energi yang terkandung di dalam pil tersebut secara bersama - sama dengan menyerap energi alam yang ada di dalam goa.
Hal itu dilakukan oleh Xue Yunlei selama enam bulan.
Itu karena pada awalnya Xue Yunlei juga telah menyerap energi pil yang diberikan oleh Xiangwei, sehingga dirinya membutuhkan waktu yang panjang agar bisa kembali menerobos menjadi seorang pendekar petapa suci.
Kini Xue Yunlei telah berhasil membentuk akar spiritual didalam dirinya sehingga bisa menggunakan kesadaran spiritual untuk memindai lingkungan sekitarnya dan bisa mengetahui setiap musuh yang berada di radius seratus meter serta sudah bisa melayang di udara.
Setelah selesai menyempurnakan pondasi basis kultivasinya, akhirnya Xue Yunlei segera berlatih untuk menguasai jiwa pedang serta berlatih untuk melakukan perubahan energi qi miliknya untuk bisa dibentuk menjadi sebuah senjata yang mematikan.
Namun elemen energi alam yang dimiliki oleh Xue Yunlei adalah lima elemen alam yaitu, elemen api, bumi, kayu, petir dan juga elemen logam.
Kemampuan yang sudah ribuan tahun sulit untuk dimiliki oleh seorang jenius dimana pun.
Hal itu juga yang membuat Xiangwei merasa sangat terkejut.
Sebab awalnya dia hanya mengetahui ruang dantian milik Xue Yunlei yang melebihi manusia manapun.
Xue Yunlei pun di ajarkan oleh Xiangwei teknik pengendali elemen kayu tingkat tinggi, meskipun itu dibawah teknik yang dipelajarinya dari roh dewa.
Sedangkan elemen lainnya Xue Yunlei mencoba untuk menggunakan teknik dewa yang dipelajari meskipun hanya menggunakan sedikit energi qi miliknya.
Satu tahun lagi telah berlalu, kini basis kultivasi Xue Yunlei sudah berada di ranah pendekar langit, yaitu pendekar suci tingkat awal.
Sedangkan saat ini Xiao Lin Mengdan Xiao Ning Lan dalam proses untuk menerobos menjadi seorang pendekar raja.
Rui Lianjin sendiri masih terus berkultivasi untuk menerobos diranah pendekar langit.
Sehingga Xue Yunlei memutuskan untuk melanjutkan perjalanan tanpa keempat orang lainnya.
Huaxianzi sendiri ditugaskan untuk menjaga ketiga wanita lainnya.
"Jika mereka telah selesai berkultivasi, katakan kepada mereka untuk menunggu diriKu di kota yang terletak di pinggiran wilayah padang gurun".
"Jika mereka berkeinginan untuk kembali ke kota Chingli, tolong kamu antarkan mereka agar bisa tiba dengan selamat". Tutup Xue Yunlei sebelum meninggalkan goa itu.
"Baik Tuan!". Jawab Huaxianzi.
__ADS_1
"Adik, jaga diriMu baik - baik serta tolong jaga mereka sebaik mungkin". Ucap Xiangwei.
"Iya kakak, aku akan melakukan tugasku sebaik mungkin". Balas Huaxianzi menanggapi perkataan Xiangwei.
"Kalau begitu, kami berdua pergi dulu". Ucap Xue Yunlei.
Kini Xue Yunlei dan juga Xiangwei segera melesat ke udara dan meninggalkan goa tersebut.
Saat kelompok Xue Yunlei menunda perjalanan mereka, tanpa disadari, ada kelompok pendekar langit sedang mencari keberadaan mereka.
Salah satu yang ada didalam kelompok tersebut adalah pendekar suci yang pernah menyerang mereka.
Kelompok itu terus mencari keberadaan kelompok Xue Yunlei meskipun telah lama mereka tidak bisa menemukannya.
Hal itu karena kedua peri yang bersama dengan Xue Yunlei sangat berharga untuk mereka.
"Adik, sepertinya mereka sudah tidak lagi berada di wilayah ini, karena sudah satu tahun lebih, kami tetap tidak bisa menemukan keberadaan mereka". Tutur seorang pria paruh baya dari kelompok yang mencari keberadaan kedua peri itu.
"Kakak Pertama, aku sangat yakin bahwa mereka belum pergi jauh dari wilayah ini, sebab kekuatan kedua peri itu, tidak mungkin bisa pergi jauh jika masing - masing dari mereka membawa terbang dua orang sekaligus". Pendekar itu menanggapi.
"Jika diperhitungkan sesuai dengan apa yang kamu katakan, itu ada benarnya juga, akan tetapi mengapa sampai saat ini kita belum juga menemukan mereka!?". Balas seorang pria paruh baya yang adalah kakak tertua diantara enam pendekar yang memburu kelompok Xue Yunlei.
Seorang pendekar agung tingkat awal, dan tiga orang lainnya yang berada di tingkat pendekar spiritual.
Sedangkan pendekar yang pernah menyerang kelompok Xue Yunlei memiliki basis kultivasi terendah sebagai pendekar suci.
Setiap kota, desa serta hutan yang berada di sekitar wilayah dimana awalnya dia menyerang, semuanya telah di periksa oleh mereka, namun tidak bisa menemukan tempat keberadaan Xue Yunlei dan yang lainnya.
Goa yang ditempati oleh Xue Yunlei untuk meningkatkan kultivasinya tidak bisa ditemukan karena itu berada di alam dunia peri.
Saat Xue Yunlei dan juga Xiangwei melihat di kejauhan ada sebuah kota besar, keduanya pun segera turun dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Salah satu dari keenam pria paruh baya yang terus mengawasi setiap pergerakan orang - orang yang akan memasuki kota Shenmu segera melihat Xue Yunlei dan juga Xiangwei.
Namun basis kultivasi Xue Yunlei telah ditekan serta disamarkan, begitu juga dengan Xiangwei.
Keduanya terlihat seperti sepasang pendekar muda dengan basis kultivasi di ranah pendekar master tingkat puncak dan juga tingkat menengah.
"Mereka berdua adalah pendekar muda, akan tetapi basis kultivasi mereka masih berada di ranah master, apakah mungkin itu mereka?". Pikir pria paruh baya yang sedang mengawasi.
__ADS_1
"Adik keenam mengatakan mereka berjumlah enam orang, jadi sudah pasti kedua pendekar muda itu bukan bagian dari kelompok yang adik keenam maksudkan". Gumamnya lagi.
Xue Yunlei dan Xiangwei pun memasuki kota Shenmu tanpa ada hambatan sedikit pun.
Kota itu terlihat sangat ramai dan bisa dikatakan adalah kota tersibuk yang pernah di lihat oleh Xue Yunlei.
Terlihat ada begitu banyak ciri - ciri orang yang baru pertama kalinya dilihat oleh Xue Yunlei.
"Tuan, kota ini sudah tidak termasuk wilayah dari ras kami. Dan kota ini juga adalah tempat pertemuan antara suku - suku dari padang gurun serta para pengembara dari wilayah barat, sehingga dengan tingkat kultivasi yang kita tunjukkan saat ini, akan mendapatkan perlakuan yang tidak istimewa". Xiangwei memberikan informasi.
"Kita tidak perlu memikirkan apa yang orang lain pikirkan, yang terpenting adalah kita harus terus melanjutkan perjalanan setelah membeli seluruh kebutuhan kita nanti". Balas Xue Yunlei menanggapi.
"Tuan, ada hal juga yang ingin aku ingatkan, jangan sampai cincin yang tuan gunakan itu, diketahui oleh orang lain, itu akan mendatangkan masalah bagi tuan". Ujar Xiangwei.
"Mengapa bisa seperti itu?". Tanya Xue Yunlei dengan terkejut.
"Itu karena, cincin tersebut hanya dimiliki oleh bangsa peri dan juga bangsa para dewa". Jawab Xiangwei.
Keduanya berkomunikasi melalui kekuatan spiritual yang mereka miliki sehingga tidak di dengar atau di ketahui oleh orang lain.
Mereka berdua berjalan menuju ke tempat yang menjual setiap keperluan yang akan mereka gunakan saat berada di padang gurun.
Xue Yunlei tidak lupa juga menjual setiap sumber daya tingkat rendah yang di berikan oleh bangsa peri agar bisa menghasilkan uang baginya.
Gerak - gerik keduanya sedang di awasi oleh seorang pendekar yang berusia sekitar 40-an tahun.
Itu karena kecantikan Xiangwei yang sangat mencolok, sehingga setiap pria yang melihatnya pasti tidak akan mudah untuk memalingkan pandangan mereka darinya.
Sedangkan pria yang terus mengawasi setiap pergerakan Xue Yunlei dan Xiangwei tidak henti - hentinya dibuat terkejut.
Sebab benda - benda yang dijual oleh Xue Yunlei bukanlah benda - benda yang mudah untuk bisa di miliki oleh setiap pendekar, apa lagi seorang pendekar di ranah master.
"Aku harus melaporkan hal ini kepada penguasa kota". Pikir pria itu sambil meninggalkan mereka berdua.
Xue Yunlei dan Xiangwei sudah mengetahui jika mereka sedang diawasi, jadi di saat pria itu pergi, mereka berdua dengan cepat segera menuju ke pintu gerbang barat kota Shenmu untuk meninggalkan kota itu.
Saat keduanya hendak keluar dari kota itu, puluhan prajurit segera menghadang mereka.
~Bersambung~
__ADS_1