PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 306. Chi Jingzi Dan Shui Lingbao


__ADS_3

Setelah mendatangkan informasi dari Ming Chuan, Xue Yunlei tidak membiarkan keduanya pergi dengan bebas.


Xue Yunlei mengetahui jika Ming Chuan tidak berkata jujur kepadanya, sehingga ia segera memanggil Chen Kaibo untuk datang ke tempat dimana mereka berada.


Sesaat kemudian, Chen Kaibo pun tiba di tempat itu dan membuat Ming Chuan serta Hong Ye merasa sangat terkejut.


"Tuan muda Xue, apa yang bisa saya bantu?" Tanya Chen Kaibo setelah tiba di tempat dimana ketiga sosok itu berada.


Xue Yunlei tidak langsung menjawab pertanyaan Chen Kaibo, melainkan dirinya segera melepaskan tembakan benang sutra emas ke dalam tubuh kedua orang itu dan berkata.


"Kurung mereka berdua sampai aku kembali."


Mendengar perkataan Xue Yunlei, Ming Chuan pun segera menanggapinya.


"Tuan muda Xue, apa kesalahan kami berdua sehingga kau ingin mengurung kami?"


Xue Yunlei tidak menjawab dan langsung menghilang dari hadapan mereka bertiga.


Melihat situasi tersebut, Ming Chuan pun segera berniat untuk melarikan diri.


"Ada apa ini? Mengapa aku tidak bisa menggunakan ilmu meringankan tubuhku?"


Hal yang sama juga dirasakan oleh Hong Ye yang saat itu juga ingin melarikan diri.


Chen Kaibo hanya bisa menatap mereka dengan bingung.


Sebagai seorang pendekar dewa surgawi puncak, untuk menangkap keduanya, Chen Kaibo tidak membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih, sehingga dirinya tetap terlihat santai untuk melakukan apa yang Xue Yunlei perintahkan.


Akan tetapi dirinya juga tidak mengetahui apa yang telah terjadi dengan kedua pria sepuh itu sehingga tidak bisa menggunakan ilmu bela diri yang mereka miliki.


"Apa yang tuan muda Xue Yunlei lakukan sehingga mereka berdua tidak bisa menggunakan ilmu bela diri mereka?" Pikir Chen Kaibo.


"Kalian berdua tidak perlu menghabiskan dengan cuma-cuma energi kalian...sebaiknya kalian gunakan saja saat berada di ruang tahanan nanti." Ujar Chen Kaibo sambil menatap keduanya dengan senyuman yang mengejek.


Chen Kaibo segera membawa Ming Chuan dan Hong Ye ke rumah tahanan di kota Yin itu.


"Tuan muda Chen, bukankah kita berada di pihak yang sama untuk menghadapi Xue Yunlei?" Ucap Ming Chuan.


"Hmmmphh, sepertinya kau tidak mengetahui apa yang telah terjadi setelah kami meninggalkan markas suku Hushi bagian timur serta kota Sungai Perak."


"Oleh karena itu, sebaiknya kau diam saja, karena semakin banyak mengeluarkan suara akan semakin membuat kau dengan segera kehilangan nyawamu."


"Sial! Mengapa situasinya sudah berubah seperti ini?" Ming Chuan hanya bisa menggerutu sambil meratapi dirinya.


***

__ADS_1


Di hutan bagian timur kota Yin, Xue Yunlei kini sudah tiba di tempat dimana kesepuluh pria sepuh itu berada.


Kehadirannya langsung membuat mereka bersiap untuk bertarung.


"Kau siapa? Mengapa datang ke hutan ini?" Tanya Qing He yang tidak ingin salah untuk bertindak.


"Sepertinya informasi yang diberikan oleh kedua utusan kalian itu tidak sesuai dengan apa yang saat ini aku lihat...apakah kalian sebagai sesepuh didalam dunia persilatan tidak merasa malu mengunakan tipuan untuk bisa mengalahkan lawan kalian?" Balas Xue Yunlei.


"Apakah kau yang bernama Xue Yunlei?" Tanya Qing He lagi.


"Itu benar, akulah yang bernama Xue Yunlei... Apakah kalian ingin membalaskan dendam kedua saudara seperguruan kalian?" Jawab Xue Yunlei seperti ingin menantang.


"Ha...ha...ha...ha...ha...ternyata besar juga nyalimu anak muda! Aku tidak menyangka kau memiliki keberanian untuk datang menemui kami meskipun kau sudah mengetahui bahwa kedua orang itu telah menipu dirimu." Tutur Chi Jingzi.


"Kedatanganku ini hanyalah untuk memberikan kepuasan tersendiri bagi kalian yang begitu bersemangat untuk bertemu denganku." Balas Xue Yunlei dengan santai.


"Kakak tertua, sepertinya dia hanya datang sendiri dan tidak membawa kelompok yang kedua pria itu maksudkan." Bisik Yuding Chengzhang kepada Qing He.


"Apakah kita sudah dikelabui juga oleh kedua orang itu?" Balas Qing He.


"Para senior, mengapa hanya diam saja? Apakah kalian mengundangku hanya untuk berbasa-basi seperti ini?" Ujar Xue Yunlei sedikit memprovokasi mereka.


"Anak muda! Sepertinya kau merasa terlalu percaya diri dengan kemampuan yang kau miliki, apakah dengan kekuatanmu itu bisa untuk menghadapi kami semua?" Tutur Chi Jingzi mulai merasa tidak senang dengan sikap Xue Yunlei.


"Kenapa senior tidak mencobanya saja?" Balas Xue Yunlei.


"Ketidaksabarannya itu akan memberikan dampak yang buruk baginya." Gumam Qing He sambil menggelengkan kepalanya melihat sikap Chi Jingzi.


Xue Yunlei yang sudah siap dengan serangan yang akan datang kepadanya, hanya tetap tenang sambil menghindari serangan Chi Jingzi.


Itu karena tingkat basis kultivasi Chi Jingzi masih dibawah Xue Yunlei, sehingga ia tidak membutuhkan tenaga yang besar untuk menghadapinya.


Setelah menghindari beberapa serangan Chi Jingzi, Xue Yunlei pun segera menggunakan teknik pengendali elemen kayu untuk menciptakan seekor naga kayu.


"Hmmmphh, ternyata pemuda ini bisa menguasai elemen kayu, aku ingin melihat sekuat apa dirinya." Gumam Yuding Chengzhang setelah melihat salah satu kemampuan Xue Yunlei.


Sebuah teknik formasi pertempuran langsung menyerang naga kayu milik Xue Yunlei, namun pemuda itu hanya tersenyum melihat serangan yang dilepaskan oleh Chi Jingzi tersebut.


Saat serangan formasi pertempuran itu berada di dekat naga kayu milik Xue Yunlei, ribuan pisau energi langsung dimuntahkan dari segel itu.


Ohh, ternyata ada kejutan juga...baiklah, aku ingin bermain-main terlebih dahulu denganmu." Pikir Xue Yunlei.


Pedang energi qi yang diciptakan oleh Xue Yunlei langsung melesat kearah formasi pertempuran itu.


Slaassshhh...blaaarrr

__ADS_1


Formasi pertempuran milik Chi Jingzi langsung hancur saat terkena serangan pedang energi milik Xue Yunlei.


"Sial! Ternyata pemuda itu begitu muda mematahkan serangan formasi pertempuran milik adik kedua." Ucap Qing He.


"Sepertinya pemuda ini memang tidak sesederhana yang kita pikirkan...adik kedua sudah pasti tidak bisa menghadapinya." Lanjut Qing He.


Mendengar perkataan kakak tertua mereka, Shui Lingbao segera melesat untuk membantu Chi Jingzi.


Sebuah kipas besar langsung muncul ditangan Shui Lingbao dan segera mengayunkannya.


Angin berbentuk seperti beberapa orang prajurit yang lengkap dengan baju zirah serta sebuah golok ditangannya langsung melesat dengan cepat kearah tubuh Xue Yunlei.


"Sangat menarik, ternyata sesepuh dunia persilatan tidak merasa malu juga untuk mengeroyok seorang pemuda...aku merasa sangat tersanjung dengan sikap kalian." Ucap Xue Yunlei bermaksud untuk mengejek lawannya.


Xue Yunlei segera menciptakan perisai pelindung untuk membendung serangan Shui Lingbao.


Saat salah satu prajurit angin padat itu dekat dengan perisai pelindung yang diciptakan oleh Xue Yunlei, tiba-tiba prajurit angin itu membuat gerakan untuk menebas.


Booommm...booommm...booommm


Bunyi ledakan beruntun langsung memecahkan keheningan hutan tersebut.


Tubuh Xue Yunlei terdorong kebelakang sejauh puluhan meter.


"Sial! Ternyata tekniknya itu bisa melakukan gerakan juga, aku benar-benar merasa tertipu dengan serangannya itu." Xue Yunlei mengerutu sambil memperbaiki posisi berdirinya serta langsung menghilang untuk membalas serangan Shui Lingbao.


Naga kayu miliknya langsung memuntahkan pasak-pasak besar dari mulutnya untuk menyerang Chi Jingzi.


"Bagaimana pemuda itu bisa mengendalikan naga kayu itu saat dirinya sendiri telah terkena serangan dari Shui Lingbao?" Ucap Yuding Chengzhang.


Namun mereka tidak mengetahui jika saat itu juga, Xue Yunlei sedang melancarkan serangan secara bersamaan kepada Shui Lingbao dengan pedang pusaka miliknya.


Serangan naga kayu itu hanyalah sebuah serangan pengalihan untuk memecah perhatian mereka semua.


Blaaarrr


Bunyi ledakan besar kembali membuat mereka terkejut.


Tebasan pedang pusaka milik Xue Yunlei langsung mengenai tubuh Shui Lingbao.


"Saudara Shui!'


"Adik kesembilan!"


Saudara seperguruannya langsung berteriak setelah melihat Shui Lingbao terkena serangan tebasan pedang pusaka Xue Yunlei.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2