
Setelah pertarungan itu, Xue Yunlei pergi ke kediaman Xue Beng yang berada di wilayah klan Xue untuk melihat aktivitas yang dilakukan oleh Xue Zhao.
Karena dirinya tidak mendapati sosok yang dia cari, akhirnya Xue Yunlei kembali ke kota Yin untuk menemukan keberadaan Xue Zhao.
Akan tetapi Xue Yunlei tidak mendapatkan hasil yang dia inginkan, sehingga dirinya segera pergi ke kediaman klan Chen untuk menemukan keberadaan Chen Kaibo.
Namun dia tidak bisa menemukan keduanya, sehingga dia berpikir kedua orang itu pasti sedang merencanakan sesuatu untuk melawannya.
Menurut Xue Yunlei, kemungkinan besar yang akan mereka berdua lakukan setelah menghadapi pertarungan sebelumnya adalah harus memberikan beberapa teknik tingkat dewa untuk dikuasai oleh Chen Kaibo agar bisa mengimbangi dirinya.
Xue Yunlei juga masih merasa penasaran dengan kekuatan yang Xue Zhao miliki, sebab jika tubuh itu telah dikuasai oleh Roh Dewa yang adalah musuhnya itu, pasti kekuatan serta kemampuan Xue Zhao tidak bisa dengan mudah untuk bisa terkalahkan meskipun dirinya dibantu oleh dua raja siluman.
Karena hal itu sehingga Xue Yunlei segera mengajak Xiao Lin Meng, Rui Lianjin dan lima sosok lainnya untuk kembali ke dunia yang diciptakan oleh leluhur peri.
Tujuannya tidak lain adalah untuk kembali meningkatkan basis kultivasi mereka agar bisa menghadapi Xue Zhao dan juga Chen Kaibo.
Xue Yunlei telah memikirkan hal itu dengan cermat setelah menghadapi kejadian itu.
"Karena aku telah membunuh kakek dan ayahnya, pasti Chen Kaibo akan kembali untuk membalaskan dendam kepada ku."
"Untuk itu, aku harus meningkatkan basis kultivasi ku agar bisa menerobos ke ranah saint bagaimana pun caranya."
"Tidak itu saja, jika mereka tidak bisa menemukanku, pasti Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin yang akan menjadi sasaran mereka."
"Untuk itu, lebih baik aku membawa serta mereka berdua juga agar keduanya bisa juga meningkatkan basis kultivasinya."
Xue Yunlei sendiri mengetahui jika keduanya tidak mungkin akan menyakiti Shang Mingmei, sebab kedua pemuda itu sangat menyukainya.
Mereka pun segera pergi dengan mengaburkan jejak aura mereka.
Xue Yunlei sendiri menunggangi Yao Laohu bersama dengan Xiao Lin Meng.
Sedangkan Rui Lianjin kini bersama dengan Huaxianzi menunggangi Langren.
Mereka pun melakukan perjalanan saat malam hari agar tidak terlihat oleh siapa pun, karena itu akan menarik perhatian musuh mereka.
Saat ini Xue Yunlei hanya ingin menghindari dua musuh terkuatnya, yaitu Xue Zhao yang telah dikuasai oleh Roh Dewa dan Raja Iblis.
Hal itu karena kekuatan mereka berdua sangat kuat, sehingga bisa memberikan dampak buruk bagi mereka yang saat itu sedang membawa Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin.
Karena tidak ingin bertemu lagi dengan anggota sekte Racun Surgawi, sehingga mereka mengambil rute sebelumnya saat mereka menuju ke markas bangsa kurcaci.
Perjalanan mereka pun tidak mendapatkan halangan sedikitpun hingga tiba di dekat danau yang menjadi markas bangsa peri.
Kehadiran mereka tidak di ketahui oleh bangsa peri penguasa danau itu, sebab Xue Yunlei menggunakan teknik pengabur yang diberikan oleh leluhur bangsa peri di dalam pikirannya.
__ADS_1
Xue Yunlei bersama kelompoknya itu segera memasuki dunia yang diciptakan oleh leluhur bangsa peri.
Setelah berada di dalam dunia itu, dia langsung menyuruh Zhuan Zhu, Yao Laohu, Rui Lianjin dan dua raja siluman agar memilih tempat yang tepat bagi mereka untuk berkultivasi.
Tidak lupa Xue Yunlei memberikan sumber daya bagi Rui Lianjin untuk menunjangnya dalam berkultivasi.
Setelah ke lima sosok itu pergi, Xue Yunlei langsung mengajak Xiao Lin Meng dan Huaxianzi untuk memasuki ruangan yang memiliki batu besar berwarna merah dan datar yang sebelumnya telah dia gunakan untuk berkultivasi.
Mereka bertiga akhirnya mengambil sikap meditasi diatas batu itu untuk mulai berkultivasi.
Xue Yunlei sendiri tidak lupa menciptakan formasi pembatas agar tidak ada seorang pun yang bisa mengganggu aktivitas mereka itu.
Tidak hanya itu saja, tubuh mereka bertiga kini telah diselimuti dengan formasi pelindung agar di saat menerobos ke tingkat yang lebih tinggi, tidak akan berpengaruh bagi yang lain.
***
Di markas sekte Tongtian kini sedang terjadi keributan.
Anggota sekte itu saat ini sedang mengejar beberapa sosok yang menyelinap masuk ke dalam wilayah sekte itu.
"Kita bagi kelompok, yang lain menuju ke arah timur dan yang lain menuju ke arah utara dan barat, jangan biarkan mereka lolos." Tutur Xie Yi.
Salah satu leluhur bersama Weng Yuang segera memimpin satu kelompok yang terdiri dari beberapa tetua sekte untuk bergerak menuju ke arah barat.
Seorang leluhur juga dan Jia Yifan bersama beberapa tetua lainnya segera pergi ke arah timur untuk mengejar para penyusup.
Xue Bang dan Shang Mingmei tergabung dengan kelompok yang dipimpin oleh Jia Yifan yang tidak lain adalah guru dari Shang Mingmei.
Akhirnya mereka bisa menemukan para penyusup yang mereka kejar.
Leluhur yang bersama dengan mereka langsung berkata "Cepat kepung dan tangkap mereka!" Perintahnya.
Dengan cepat belasan pendekar langit yang mendengar perintah leluhur itu segera mengepung dua sosok penyusup tersebut.
Kedua sosok itu menggunakan sebuah kain hitam untuk menutup sebagian wajah mereka agar tidak bisa dikenali.
"Ayo serang mereka!" Teriak leluhur itu lagi.
Mereka belum mengetahui basis kultivasi yang dimiliki oleh penyusup yang mereka kejar itu, sehingga secara serentak langsung melepaskan serangan mereka masing-masing.
Karena Xue Bang dan Shang Mingmei merasa kekuatan mereka berdua adalah yang paling terlemah di dalam kelompok itu, sehingga mereka berdua hanya bisa menunggu waktu yang tepat untuk melepaskan serangan terkuat keduanya.
Serangan belasan pendekar langit itu masih bisa di bendung oleh dua sosok yang berada di tengah-tengah mereka.
"Sial! Sepertinya mereka berdua memiliki basis kultivasi diatas kita." Gerutu Jia Yifan setelah selesai melepaskan serangannya.
__ADS_1
"Gunakan formasi Bintang Terbalik!" Teriak Jia Yifan sambil mempersiapkan teknik tersebut.
Para tetua langsung membentuk formasi yang di perintahkan oleh Jia Yifan.
Dua orang tetua segera berdiri dibelakang seorang tetua yang memiliki basis kultivasi lebih tinggi dari mereka dan dengan cepat menyalurkan seluruh tenaga mereka ke tetua yang berada didepan mereka untuk di lepaskan kearah lawan dari lima sisi yang berbeda secara serentak.
Dua sosok itu segera menggabungkan kekuatan mereka untuk menciptakan perisai pertahanan agar bisa membendung serangan tersebut.
Dengan kekuatan yang mereka berdua miliki, serangan itu tetap tidak bisa mereka bendung.
Ledakan besar pun langsung terjadi dan membuat kedua sosok itu terluka.
Xue Bang dan Shang Mingmei tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk memberikan serangan yang mematikan bagi kedua sosok tersebut.
Keduanya dengan cepat segera melesat sambil melepaskan serangan ke arah kedua penyusup itu.
Duuuaaarrr...duuuaaarrr
Ledakan pun terjadi sesaat setelah Xue Bang dan Shang Mingmei melepaakan serangan mereka berdua.
Namun hanya sedetik kemudian tubuh keduanya langsung terhempas sejauh puluhan meter saat terkena serangan balasan dari kedua sosok itu.
Pemandangan itu membuat para tetua merasa terkejut sambil mengikuti tubuh kedua jenius muda sekte mereka yang sedang terhempas.
Jia Yifan dan seorang leluhur segera mengerahkan energi mereka yang tersisa untuk menangkap kedua tubuh pendekar muda itu.
Sedangkan kedua penyusup yang kini sudah terluka segera pergi meninggalkan tempat itu untuk melarikan diri.
Karena pertarungan mereka terdengar sampai ke telinga Xie Yi dan yang lainnya, sehingga mereka segera bergegas untuk menuju ke tempat pertarungan itu.
Setelah sampai ditempat dimana Jia Yifan dan yang lainnya bertarung untuk menghadapi kedua penyusup itu, mereka sudah terlambat, sebab mereka berdua telah pergi.
Sedangkan kini salah satu leluhur sedang mencoba untuk memberikan pertolongan kepada Xue Bang.
Begitu juga dengan Jia Yifan yang saat itu sedang menyalurkan energi qi miliknya kedalam tubuh Shang Mingmei.
"Apakah mereka berdua terluka parah?" Tanya Xie Yi setelah mendekat.
Leluhur yang memberikan pertolongan kepada Xue Bang hanya bisa menggelengkan kepalanya yang menandakan jika nyawa Xue Bang tidak tertolong lagi.
Shang Mingmei belum mengetahui akan hal itu, sebab dirinya saat itu masih tidak sadarkan diri meskipun Jia Yifan telah menyalurkan energi qi yang tersisa miliknya.
"Bagaimana aku menjelaskan hal ini kepada Xue Yunlei?" Ucap Xie Yi dengan memasang wajah yang cemas.
"Xue Bang adalah sahabatnya dan saat ini telah kehilangan nyawanya." Lanjut Xie Yi.
__ADS_1
~Bersambung~