PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 293. Arti Cinta


__ADS_3

Setelah membebaskan Feng Ya, Xue Yunlei pun segera pergi menuju ke tempat dimana Bao Meng Ling ditahan.


Sedangkan Feng Ya segera pergi ke tempat dimana tidak bisa dilihat oleh Bao Meng Ling dan di temani oleh Zhuan Zhu.


Saat Xue Yunlei tiba di hadapan Bao Meng Ling, wanita itu segera berdiri dan menyambut kedatangannya.


"Xue Yunlei, apakah kedatanganmu ini untuk melepaskan diriku?" Tanya Bao Meng Ling menyambut kedatangan Xue Yunlei.


"Apakah kau telah mengakui kesalahan yang telah kau perbuat?" Balas Xue Yunlei bertanya kepada wanita itu.


"Apakah aku selalu terlihat salah dimatamu?" Bao Meng Ling balik bertanya dengan nada suara yang kesal.


"Jadi apa yang kau lakukan selama ini benar menurutmu?" Ucap Xue Yunlei yang tetap terlihat tenang menghadapi sikap Bao Meng Ling.


"Menurutku, seharusnya kau pikirkan terlebih dahulu penyebabnya mengapa aku bisa seperti ini!? Terus siapa yang telah membuatku sehingga aku bertindak sejauh ini!? Coba kau jawab!" Ujar Bao Meng Ling dengan penuh rasa kesal.


"Aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu itu, sebab itu bukan urusanku, jadi mana mungkin aku bisa mengetahui penyebabnya!?" Balas Xue Yunlei.


"Dasar laki-laki tidak berperasaan! Kau telah menyakiti hati seorang wanita tetapi tetap berlagak tidak bersalah!" Teriak Bao Meng Ling.


"Mengapa kau begitu terlihat sangat membenciku? Apa yang aku lakukan kepadamu? Bukankah selama kau bersama denganku, aku selalu melindunginmu?"


Pertanyaan demi pertanyaan pun dilontarkan oleh Xue Yunlei kepada Bao Meng Ling sebab dirinya tidak merasa bersalah terhadap wanita didepannya itu.


"Aku ini sangat mencintaimu, mengapa kau tidak memilihku untuk menjadi kekasihmu?" Ungkap Bao Meng Ling sambil meneteskan air mata.


Mendengar apa yang baru saja diungkapkan oleh Bao Meng Ling membuat Xue Yunlei terdiam karena memikirkan hal itu.


"Apakah rasa cinta itu bisa seperti itu? Bagaimana mungkin cinta bisa membuat seseorang tega untuk mencoba membunuh orang yang dia cintai? Cinta macam apa itu?"


"Menurutku itu bukanlah rasa cinta, melainkan itu adalah obsesi semata untuk bisa memiliki hal yang dia inginkan."


"Dan diriku ini bukan sebuah benda ataupun jabatan yang bisa dimiliki oleh setiap orang yang menginginkannya."


"Yang aku ketahui, cinta itu adalah suatu rasa yang sangat baik serta positif, karena kita bisa memberi tanpa mengharapkan balasan dari setiap orang yang kita cintai, bukan ingin membunuhnya jika keinginan kita tidak terpenuhi."


"Sepertinya nona Bao Meng Ling telah salah mengartikan rasa yang ada didalam hatinya itu sehingga dia menganggapnya itu adalah rasa cinta."


"Apa yang kau pikirkan? Mengapa kau hanya diam saja? Cepat jawab pertanyaan ku?" Bao Meng Ling segera membuyarkan apa yang Xue Yunlei pikirkan.


"Nona Bao, menurutku cinta yang kau katakan itu adalah suatu hal yang sangat keliru, sebab yang aku ketahui cinta itu selalu memberikan hal yang terbaik bagi setiap orang yang kita cintai tanpa mengharapkan balasan dari orang tersebut." Jawab Xue Yunlei.


"Xue Yunlei, jangan menilai hal itu dari sudut pandang mu sendiri, tetapi kau juga harus melihat cinta itu dari sudut pandang orang lain, apakah benar setiap orang yang mencintai tidak ingin untuk memilikinya? Coba kau tanyakan hal itu kepada orang lain dan katakan kepadaku apa jawaban mereka." Balas Bao Meng Ling.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan pergi untuk menanyakan hal itu kepada orang lain, setelah itu aku akan kembali kesini untuk menemuimu lagi." Ucap Xue Yunlei dengan percaya diri.


Pemuda itu berpikir jika pemikirannya itu tidak salah dan pasti semua orang berpikir seperti apa yang dia pikirkan.


Xue Yunlei pun pergi meninggalkan Bao Meng Ling untuk menayangkan kepada beberapa orang mengenai masalah wanita itu sehingga ingin untuk membunuhnya.


"Siapa orang yang tepat untuk aku tanyakan masalah ini? Tidak mungkin hal ini aku tanyakan kepada bangsa peri ataupun kepada bangsa siluman." Pikir Xue Yunlei.


"Sebaiknya aku menanyakan hal ini kepada senior Zhuan Zhu dan Feng Ya...dengan usia mereka seperti itu, pasti mereka memiliki pengalaman dalam hal percintaan." Lanjut Xue Yunlei.


Akhirnya pemuda itu tiba di tempat dimana Zhuan Zhu dan Feng Ya berada.


"Ada apa? Mengapa wajah tuan muda Xue terlihat seperti memiliki banyak pertanyaan?" Sambut Feng Ya.


"Itu benar, memang saat ini aku memiliki pertanyaan kepada senior berdua, mohon berikan tanggapan atas apa yang ingin aku sampaikan ini." Balas Xue Yunlei.


"Hal apa itu? Tuan muda katakan saja, jika kita memiliki solusinya, pasti kita berdua akan menanggapinya." Jawab Feng Ya lagi.


Sedangkan Zhuan Zhu sendiri kini sedang menelisik apa yang ingin Xue Yunlei tanyakan itu, sebab dia sangat mengetahui sikap pemuda dihadapannya itu.


"Begini, menurut kalian berdua, apa itu cinta?" Tanya Xue Yunlei dengan sedikit merasa canggung.


Kedua pria sepuh itu langsung tersenyum setelah mendengar pertanyaan dari seorang pendekar jenius muda didepan keduanya itu.


"Sepertinya senior Zhuan saja yang lebih dulu menjawabnya." Ucap Feng Ya.


"Menurutku, cinta itu sangat sulit untuk bisa diartikan oleh siapapun, sebab apa yang kita rasakan itu sulit untuk bisa digambarkan dengan kata-kata."


"Setiap orang yang sedang dimabuk cinta, mereka bisa melupakan hal terindah didalam dunia ini meskipun itu tepat dihadapan mereka."


"Materi serta jabatan yang ingin mereka raih, itu semuanya ingin mereka raih hanya karena rasa cinta mereka...sekali pun cara yang mereka gunakan untuk bisa meraihnya sangat keliru atau salah, namun mereka harus meraihnya."


"Bagaimana mungkin bisa seperti itu?" Tanya Xue Yunlei.


"Coba tuan muda Xue pikirkan...mengapa tuan muda Xue ingin menjadi seorang pendekar terhebat di daratan negara Xin ini?" Balas Zhuan Zhu.


Xue Yunlei segera berpikir dengan pertanyaan dari Zhuan Zhu.


Setelah sesaat kemudian, Xue Yunlei pu berkata.


"Tujuanlu yang pertama adalah ingin menjadi kuat untuk bisa melindungi klan Xue serta penduduk kota Yin." Jawab Xue Yunlei.


"Mengapa anda ingin untuk melindungi klan Xue dan juga penduduk kota Yin?" Tanya Zhuan Zhu lagi.

__ADS_1


"Itu karena aku sangat mencintai mereka...tetapi aku tidak berharap mereka membalas apa yang Ku lakukan itu" Jawab Xue Yunlei.


"Apakah seperti itu cinta sejati yang tuan muda pikir paling tepat?" Tanya Zhuan Zhu.


"Iya, begitulah cinta sejati yang aku ketahui." Jawab Xue Yunlei.


"Menurut tuan muda Xue itulah cinta yang seharusnya, tetapi hal itu akan berbeda dengan yang orang lain pikirkan."


"Dari sekian banyak orang, mungkin hanya ada sebagian kecilnya saja yang berpikir sama seperti yang tuan muda Xue pikirkan itu, akan tetapi sebagian besar dari mereka selalu mengharapkan balasan dari apa yang telah mereka perbuat."


"Jika tuan muda membantu mereka, pasti mereka juga akan membantu tuan muda."


"Jika tuan muda melindungi mereka, pasti tuan mereka juga akan melindungi tuan muda."


"Dan hal itu dilakukan oleh mereka dengan ataupun tanpa diminta sekalipun oleh tuan muda."


"Ada satu pertanyaan dariku kepada tuan muda Xue."


"Apa itu?" Tanya Xue Yunlei.


"Apa yang tuan muda rasakan jika perbuatan baikmu dibalas dengan perbuatan tidak baik?"


"Siapa pun pasti akan merasa terluka jika mengalami hal itu." Jawab Xue Yunlei.


"Ha...ha...ha...ha...ha...itu berarti, tanpa disadari, tuan muda juga mengharapkan suatu balasan dari siapa pun yang diperlakukan baik oleh tuan muda."


"Sebab jika tuan muda tidak mengharapkan balasan dari setiap perbuatan baik yang tuan muda lakukan, mengapa tuan muda harus memilih jika mendapatkan balasan yang tidak tuan muda inginkan?"


Xue Yunlei segera berpikir dengan setiap apa yang Zhuan Zhu katakan kepadanya.


"Itu berarti aku juga mengharapkan hal yang baik dari setiap perbuatan baik yang aku lakukan!? Achh...tetapi aku tidak harus memaksa siapapun untuk membalas setiap perbuatan baik yang telah aku lakukan."


"Tetapi jika aku merasa emosi kepada mereka karena membalas perbuatan baik dari ku dengan perbuatan yang tidak baik, itu berarti pemikiran ku ini sama seperti yang nona Bao Meng Ling pikirkan itu!?"


"Sial! Mengapa masalah cinta bisa sampai sepelik ini?"


"Sebaiknya aku tanyakan terlebih dahulu bagaimana tanggapan dari senior Feng Ya." Pikir Xue Yunlei dan langsung berkata.


"Bagaimana menurut senior Feng?" Tanya Xue Yunlei.


"Aku sependapat dengan senior Zhuan Zhu, sebab aku juga mengharapkan balasan dari setiap perbuatan yang aku lakukan selama ini."


"Jika aku berkultivasi sesuai dengan petunjuk serta latihan yang kita terima dari guru kita namun hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita, pasti kita akan merasa sangat kecewa dan bisa membuat kita frustasi."

__ADS_1


"Dan karena kecintaan kita terhadap ilmu bela diri, sehingga kita juga ingin untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik sehingga membuat kita bangga dengan pencapaian kita...menurutku seperti itu." Tutup Feng Ya yang tidak ingin panjang lebar lagi.


~Bersambung~


__ADS_2