
Raja peri dan seluruh petinggi bangsa itu merasa terkejut dengan apa yang diungkapkan oleh Xue Yunlei, mereka tidak pernah menyangka jika pemuda itu bisa mendapatkan begitu banyak hal yang berharga dari leluhur mereka.
Setelah mendengar penyampaian Xue Yunlei, akhirnya sang raja pun angkat suara "Jika tujuan kedatanganmu kesini untuk membantu bangsa kami, aku mengatasnamakan bangsa peri penguasa danau sangat berterima kasih, namun bangsa manusia tidak diperkenankan untuk berada di dunia kami."
"Mengapa seperti itu?" Tanya Xue Yunlei bingung.
"Sebab bangsa manusia memiliki ambisi yang besar serta keserakahan sering menguasai hati dan pikiran mereka." Jawab raja peri dengan gamblang.
"Baiklah, sepertinya kehadiran kami ditempat ini tidak diterima oleh bangsa kalian dan hanya menciptakan ketidaknyamanan bagi kalian, oleh karena itu, aku memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan kami." Tutur Xue Yunlei tidak ingin memaksakan kehendaknya dan memberitahukan apa yang sudah dia putuskan.
"Bangsa manusia memang terlalu sombong dan selalu bertindak sesuka hati mereka...aku berpikir anda terlalu sombong dihadapan kami, apakah itu karena anda sudah menerima sebagian energi milik leluhur kami?" Tutur salah satu penatua dengan tatapan yang sinis.
"Kami datang ke sini bukan untuk berdebat dengan kalian ataupun untuk membuat masalah ditempat ini, jadi lebih baik kami pergi saja...mohon maaf jika kami telah membuat keributan di dunia kalian ini." Xue Yunlei menanggapi.
Terdengar suara yang bergemuruh yang berasal dari pasukan bangsa peri yang hadir di tempat itu, mereka merasa sikap Xue Yunlei seperti tidak menghormati bangsa mereka karena dapat sesuka hati untuk datang dan pergi.
Nu Xiannu sendiri tidak bisa berkata-kata setelah sang raja bersama para penatua bersikap tidak ramah kepada Xue Yunlei dan yang lainnya.
Xue Yunlei tidak memperdulikan sikap bangsa peri penguasa danau itu dan segera pergi meninggalkan dunia tersebut.
Setelah berada di dunia manusia, mereka pun mengaburkan aura keberadaan mereka untuk melanjutkan perjalanan kembali ke kota Yin.
Kini Yao Laohu, Langren dan Gai Bian telah kembali ke wujud asli mereka dan ditunggangi oleh tiga sosok yang lain.
Sedangkan didunia peri, saat kepergian Xue Yunlei dan yang lainnya, para penatua merasa tidak senang jika bangsa manusia biasa datang dan pergi sesuka hati mereka, untuk itu mereka mendorong sang raja untuk mengambil tindakan kepada kelompok Xue Yunlei.
Hal itu tidak digubris oleh raja mereka, sebab leluhur yang juga adalah ayahnya telah berpesan untuk tidak melakukan suatu tindakan yang bisa membuat bangsa manusia membenci mereka.
Nu Xiannu sendiri kini mulai berpikir untuk menemui Xue Yunlei dan Huaxianzi agar bisa menjelaskan situasi yang baru saja terjadi, namun dirinya tidak memiliki alasan yang kuat untuk bisa meninggalkan dunia peri itu.
Setelah melakukan perjalanan sejauh beberapa puluh mil, akhirnya mereka bisa melihat ada aktivitas manusia di sekitar hutan yang mereka lalui.
Agar tidak menarik perhatian banyak orang, sehingga tiga raja siluman itu segera kembali ke wujud manusia dan mereka melesat ke udara.
Sebuah gunung terlihat sangat indah berdiri beberapa mil dari tempat mereka, namun kelompok Xue Yunlei tetap melanjutkan perjalanan.
Sebuah dinding tipis terlihat seperti kubah yang menutupi wilayah di tempat yang dilewati oleh kelompok Xue Yunlei yang menandakan sebagai pembatas.
__ADS_1
"Sepertinya ada yang menghuni gunung itu." Ucap Xue Yunlei.
"Iya tuan, gunung itu adalah markas dari salah satu sekte aliran hitam yang sering mempelajari ilmu racun yang sangat mematikan." Ujar Huaxianzi menanggapi ucapan Xue Yunlei.
"Kita sudah pernah bertemu dengan sebagian anggota sekte mereka saat berada di kota Jicheng." Lanjut Huaxianzi lagi.
"Ohhh...jadi disini markas mereka?" Ucap Xue Yunlei.
"Tuan, jika dilihat dari aktivitas sekte itu, sepertinya mereka juga memiliki pendekar diranah saint atau immortal, sebab para petinggi sekte itu sudah sangat lama tidak menunjukkan eksistensi mereka didunia persilatan."
"Yang aku ketahui, yang sering menunjukkan eksistensi didunia persilatan hanyalah para pendekar aliran putih, sedangkan para pendekar aliran hitam hanya yang memiliki basis kultivasi diranah pendekar raja saja." Tutup Huaxianzi menjelaskan.
Xue Yunlei pun langsung mengiyakan apa yang dijelaskan oleh Huaxianzi, sebab selama ini selain sekte Gunung Kepala Putih, dirinya belum sekalipun bertemu dengan pendekar aliran hitam yang memiliki basis kultivasi sebagai pendekar dewa.
Tidak lama kemudian mereka pun melihat sebuah kota yang tidak terlalu besar membentang dihadapan mereka.
"Penguasa, apakah kita akan mampir di kota itu?" Tanya Yao Laohu.
"Tidak, sepertinya perjalanan kita akan terhambat lagi jika kita mampir di kota itu." Jawab Xue Yunlei.
"Setiap kota yang berdekatan dengan sebuah sekte atau Perguruan ilmu bela diri, pasti dikuasai oleh mereka...jadi kota itu pasti dikuasai oleh para pendekar aliran hitam dari sekte itu." Lanjut Xue Yunlei menjelaskan.
"Siapa mereka? Tidak ku sangka jika ada pendekar yang berani melewati wilayah kami ini...ayo kau laporkan hal ini kepada ketua, biar kami yang akan mengikuti mereka." Tutur seorang pendekar suci puncak.
Seorang pendekar petapa segera melakukan apa yang diperintahkan oleh tetua tingkat tinggi itu.
Sedangkan dirinya bersama dengan dua orang pendekar petapa suci, tiga orang pendekar petapa dan sepuluh orang pendekar raja melesat terbang untuk mengejar kelompok Xue Yunlei.
Memang kelompok Xue Yunlei melakukan perjalanan dengan santai, sehingga enam belas anggota sekte Racun Surgawi dapat menyusul mereka.
"Berhenti! Siapa kalian yang telah berani melewati wilayah sekte kami tanpa permisi?" Teriak pendekar suci itu.
Xue Yunlei dan lima sosok lainnya langsung berhenti dan menatap ke arah belasan pendekar itu.
"Mohon maaf atas kelancangan kami...namun kami tidak tahu jika wilayah ini memiliki penguasa didalamnya, sebab menurutku ini hanyalah sebuah hutan biasa yang tidak dihuni oleh siapa pun." Tutur Xue Yunlei.
"Kalian pikir di setiap tempat yang ada di dunia ini tidak memiliki penghuni? Benar-benar sangat naif." Balas pendekar suci itu.
__ADS_1
"Untuk itu kami mohon maaf atas kelancangan kami, sebab kami akan melanjutkan lagi perjalanan kami." Ucap Xue Yunlei.
"Siapa yang bilang kalian bisa pergi sesuka hati kalian?"
"Jika kalian ingin pergi dari sini, cepat serahkan wanita itu sebagai bayaran atas kelancangan kalian yang telah memasuki wilayah sekte kami."
Mendengar syarat yang diberikan oleh pendekar suci itu, Xue Yunlei langsung tersenyum dan berkata "Menurutku permintaanmu itu terlalu mengada-ada...mana mungkin ada bayaran seperti itu?"
"Apakah itu menandakan jika kau tidak mau memenuhi permintaanku itu?" Tanya pendekar suci itu.
"Tuan, aku sudah berbaik hati kepadamu untuk tidak membuat kalian semua terbunuh, jadi anda jangan memaksaku untuk bersikap kasar kepada kalian." Balas Xue Yunlei.
"Apakah kau sedang mengancamku?" Tanya pendekar suci itu.
"Aku tidak sedang mengancam kalian, tetapi aku hanya mau mengingatkan kalian agar tidak bertindak lebih jauh lagi." Jawab Xue Yunlei.
"Ayo kita pergi." Ucap Xue Yunlei kepada lima sosok lainnya.
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan tanpa menghiraukan belasan pendekar yang berasal dari sekte Racun Surgawi.
Tindakan Xue Yunlei itu membuat pendekar suci tersebut menjadi sangat geram dan berteriak "Bunuh mereka semua!"
"Hmmm...benar-benar mau mencari mati... Huaxianzi, habisi mereka secepatnya." Ucap Xue Yunlei dengan santai.
"Baik tuan." Jawab Huaxianzi dan segera berbalik serta melepaskan sebuah kelopak bunga berukuran besar kearah datangnya belasan pendekar yang melesat kearah mereka.
Duuuaaarrr
Ledakan pun terjadi saat serangan Huaxianzi mengenai tubuh belasan pendekar tersebut.
Tidak ada teriakan atau sepatah katapun yang keluar dari mulut belasan pendekar itu saat terkena serangan Huaxianzi.
Tubuh mereka semua langsung berubah menjadi kabut darah setelah terkena serangan Huaxianzi.
"Kemampuan seperti itu masih berani menghalangi jalan kami...dasar bodoh!" Ucap Huaxianzi setelah membunuh mereka.
Perjalanan pun kembali dilanjutkan oleh mereka, namun dengan kecepatan yang sudah tidak sama seperti semula.
__ADS_1
Hal itu untuk menghilangkan jejak dari pendekar yang hendak mengejar mereka.
~Bersambung~