PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 86. Tiba Di Kota Yenan


__ADS_3

Setelah Xue Yunlei melontarkan pertanyaan, pendekar petapa suci yang adalah pemimpin dari kelompok tersebut hanya membalas dengan tersenyum seakan merendahkan sosok pria bertopeng didepannya.


"Jadi kalian tidak mau menjawab pertanyaan ku? Baiklah, kalau begitu jangan salahkan aku jika ini menjadi hari terakhir untuk kalian bisa bernafas lagi". Ucap Xue Yunlei yang langsung dengan cepat sudah berada di depan sang pemimpin dan langsung mencengkram leher pria itu.


" Apakah kau sudah tahu sedang berhadapan dengan siapa? ".


" Aku adalah ketua Organisasi Awan Merah! Jika kalian terlalu meremehkan kekuatan kami, itu adalah suatu kesalahan bagi kalian ". Tutup Xue Yunlei yang langsung membunuh pemimpin kelompok tersebut.


Melihat pemimpin mereka tewas tanpa memberikan sedikitpun perlawanan, sebagian anggota perampok segera melarikan diri.


Namun sebagai yang lain segera melepaskan anak panah kearah Xue Yunlei dan yang lainnya.


Xue Yunlei hanya melambaikan tangannya dan membuat anak panah tersebut kembali berbalik menyerang para perampok.


Sedangkan tetua Mu Sha, ikut menyerang anggota perampok tersebut?


Kini anggota perampok yang masih bertahan mulai kelabakan mendapatkan serangan dari tetua Mu Sha.


"Ketua, mengapa anda tidak mau membunuh mereka? ". Tanya tetua Mu Sha heran, sebab Xue Yunlei hanya menghilangkan kultivasi para perampok.


" Apa yang mereka alami saat ini, lebih buruk lagi jika kita membunuh mereka". Balas Xue Yunlei.


Xue Yunlei tidak bermaksud untuk menghabisi para anggota perampok itu, agar nama organisasi mereka bisa tersebar di seluruh wilayah negara Xin serta anggota perampok itu tidak akan melakukan kembali tindakan yang sering meresahkan bagi orang - orang yang melakukan perjalanan untuk berdagang.


Setelah selesai menghilangkan kultivasi para perampok, akhirnya Xue Yunlei pun berkata.


"Cepat kalian pergi dari tempat ini dan carilah pekerjaan yang lain sebelum aku berubah pikiran". Ancaman yang diberikan oleh Xue Yunlei.


Mereka segera berlari dan pergi dari tempat tersebut.


Sedangkan Xue Yunlei kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Kini mereka mulai memasuki wilayah dataran tinggi dengan bukit - bukit yang menghiasi pemandangan di wilayah tersebut.


Pada akhirnya mereka pun tiba di salah satu kota, yaitu kota Yenan yang dialiri sungai yang dari barat melingkar ke selatan dan timur yang menambah keindahan di kota tersebut.


Tidak seperti kota sebelumnya yang selalu memiliki tembok untuk melindungi kota, kota Yenan sendiri memiliki tembok alami yaitu tebing yang tegak berdiri di samping kiri dan kanan kota tersebut.


Hal itu karena letaknya berada di lembah sungai Yan. Dan kota tersebut dikuasai oleh salah satu suku, yaitu suku Baidi.

__ADS_1


Rombongan Xue Yunlei pun sebelum memasuki kota, mendapatkan pemeriksaan dari para prajurit yang berjaga digerbang kota.


Xue Yunlei menunjukkan pelat identitasnya sebagai ketua organisasi awan merah.


Saat prajurit melihat pelat tersebut, salah satu diantaranya melontarkan pertanyaan kepada Xue Yunlei.


"Tuan, sepertinya aku baru kali ini melihat pelat organisasi awan merah ini, dimana organisasi ini berada!? ". Dengan nada penasaran.


" Organisasi ini baru saja berdiri dan letaknya tidak bisa aku beritahukan kepada tuan ". Jawab Xue Yunlei.


" Apakah organisasi kalian ini adalah organisasi aliran putih? ". Tanya prajurit itu lagi.


" Tuan, sepertinya anda terlalu banyak bertanya. Dan aku tidak suka jika ada orang seperti itu, karena itu sudah menyinggung perasaanku ". Ujar Xue Yunlei dengan nada suara yang mengintimidasi.


" Jika anda tidak memberitahukannya, jangan salahkan kami jika tidak mengijinkan kalian untuk memasuki kota ini ". Balas prajurit itu lagi.


" Kami hanya mau lewat saja, dan jika kalian tidak mengijinkan kami untuk lewat, kami akan menggunakan kekuatan kami untuk melewati kota ini ".


" Dan jangan salahkan kami jika bertindak kasar serta akan ada korban jiwa dipihak kalian ". Xue Yunlei memberikan ancaman yang serius bagi puluhan prajurit yang berjaga.


Mendengar ancaman dari Xue Yunlei membuat seorang prajurit dengan tergesa-gesa segera pergi untuk melaporkan hal itu kepada penguasa kota Yenan.


Sedangkan rombongan Xue Yunlei belum diijinkan untuk memasuki kota Yenan dan masih menahan kesabarannya untuk memaksa masuk.


" Tetua Mu, biarkan penguasa kota mereka tiba disini, kita akan melihat apa yang akan mereka lakukan nanti ".


" Aku juga akan memperkenalkan organisasi kita ini agar supaya akan ada banyak misi yang akan kita terima". Xue Yunlei menjelaskan alasan mengapa dia tidak segera bertindak.


Tetua Mu Sha yang mendapatkan penjelasan dari Xue Yunlei hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Tidak lama kemudian, akhirnya beberapa pria tua yang terlihat berwibawa dan diikuti oleh ratusan prajurit yang ikut dibelakangnya pun tiba di gerbang masuk kota Yenan.


Puluhan prajurit yang berjaga segera memberi hormat kepada pria tua yang baru saja tiba tersebut.


"Hormat kepada penguasa kota". Ucap puluhan prajurit serentak.


Seorang pria tua mengangkat salah satu tangannya memberikan isyarat telah menerima penghormatan mereka.


Komandan pasukan yang bertugas di gerbang kota segera menghadap penguasa kota untuk melaporkan situasi yang terjadi di situ.

__ADS_1


" Mereka mengancam kami jika tidak membiarkan mereka melewati kota, apa yang harus kita lakukan!? ". Tanya sang komandan.


" Tuan, untuk memasuki kota kami ini, sudah seharusnya memberitahukan identitas kalian terlebih dahulu, jika tidak, sudah pasti kami tidak akan mengijinkan kalian untuk memasuki atau pun untuk melewati kota Yenan ini ". Tutur penguasa kota memberikan penjelasan kepada Xue Yunlei.


" Aku adalah ketua Organisasi Awan Merah yang baru saja dibentuk. Dan tujuan berdirinya organisasi ini adalah untuk mendapatkan misi dari siapa pun yang membutuhkan jasa kami".


"Jika tuan memiliki masalah yang serius yang sulit untuk ditangani, organisasi kami siap dibayar untuk menanganinya". Tutup Xue Yunlei penuh percaya diri.


" Ha...ha...ha...ha...ha, aku tidak menyangka tuan begitu percaya diri mengajukan hal itu kepadaku, apakah kemampuan organisasi tuan bisa diandalkan untuk menerima misi apa pun dari kami? ". Tanggapan yang diberikan oleh penguasa kota Yenan dengan nada suara sedikit merendahkan.


Aura intimidasi dari seorang pendekar agung segera merembes keluar dari tubuh Xue Yunlei untuk menunjukkan sekuat apa dirinya.


Merasakan intimidasi dari sosok didepannya, tubuh penguasa kota Yenan beserta orang-orang yang bersama dengannya langsung tersungkur ketanah.


Tak ayal para prajurit yang memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar master serta yang berada di bawahnya langsung kehilangan nyawa mereka karena sudah hancur menjadi kabut darah.


Sedangkan untuk pendekar raja kini telah terluka parah akubat aura intimidasi dari Xue Yunlei.


"Hentikan! ". Teriak penguasa kota Yenan.


" Apakah anda menginginkan semua prajuritmu kehilangan nyawa mereka tanpa memberikan perlawanan sedikit pun? ". Tanya Xue Yunlei memberikan ancaman.


" Baiklah, aku percaya dengan kemampuan yang dimiliki oleh organisasi yang kamu pimpin". Ucap penguasa kota dengan perasaan menyesal karena telah menyinggung orang yang salah.


"Apakah kami bisa melewati kota ini? ". Tanya Xue Yunlei dengan senyuman yang sinis.


" Bisa, rombongan kalian bisa melewati kota kami". Jawab penguasa kota.


"Apakah anda tidak ingin mengundang kami untuk mampir di kediamanmu? ". Tanya Xue Yunlei lagi.


" Oh, iya, kalian mampir dahulu di kediamanku, biarkan aku menjamu kalian sebelum meninggalkan kota kami ini". Jawab penguasa kota.


"Itulah yang aku inginkan, mengapa tidak dari awal kamu bersikap seperti ini kepada kami, pasti tidak akan ada korban jiwa pada saat ini". Tutup Xue Yunlei.


" Saya Bei Feiyan memohon maaf karena telah bersikap tidak sopan kepada tuan, mohon pengampunannya!? ". Ucap penguasa kota.


" Sudahlah, sebaiknya saat ini anda menunjukkan jalan untuk menuju ke kediamanmu". Ucap Xue Yunlei.


"Baik tuan, mari ikut aku". Lanjut penguasa kota itu.

__ADS_1


Mereka pun segera pergi untuk memasuki kota Yenan dan menuju ke balai kota dimana kediaman Bei Feiyan berada.


~Bersambung~


__ADS_2