PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 84. Organisasi Awan Merah


__ADS_3

Mendapatkan penghormatan dari seluruh penduduk desa Tiejia membuat hati Xue Yunlei merasa sangat bahagia.


"Semuanya berdiri". Ucap Xue Yunlei.


Kepala desa Tiejia beserta para penduduk langsung melakukan apa yang Xue Yunlei perintahkan.


" Ketua, mohon maaf atas kelancanganku". Ucap kepala desa Tiejia sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Sudahlah, tidak perlu lagi untuk membahas hal yang telah lewat, itu juga karena aku belum menjadi pemimpin kalian". Tutur Xue Yunlei.


" Terima kasih ketua karena sudah berbaik hati kepada kami ". Balas kepala desa Tiejia.


" Saya Duan Xingyu, menunggu perintah dari ketua ". Ucap kepala desa Tiejia.


" Saya Chang Bin, menunggu perintah dari ketua".


"Saya Su Shao, menunggu perintah dari ketua".


" Saya Bo Xiang menunggu perintah dari ketua ".


Satu persatu dari mereka mulai memperkenalkan diri mereka kepada Xue Yunlei agar pemuda itu bisa mengenali mereka.


Setelah selesai memperkenalkan diri mereka, Xue Yunlei segera melontarkan pertanyaan kepada Duan Xingyu.


" Tetua Duan, didesa ini, ada berapa orang yang sudah memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar langit? ".


" Ketua, sebelum kita melanjutkan pembicaraan kita, sebaiknya kita lanjutkan saja di Paviliun Tiejia ". Ucap Duan Xingyu.


" Iya Ketua". Sambung yang lain.


"Baiklah, ayo tunjukkan jalannya". Ucap Xue Yunlei.


Su Shao segera berjalan di depan untuk menjadi pemandu.


Pria tua itu segera menghilangkan ilusi yang mereka gunakan untuk menutupi jejak keberadaan Paviliun Tiejia yang adalah desa Tiejia yang sesungguhnya.


Setelah menghilangkan ilusi yang mereka pasang, jurang yang sangat dalam terpampang didepan mereka.


" Hmmm, ternyata mereka sangat cerdas untuk menutupi jejak keberadaan Paviliun Tiejia". Pikir Xue Yunlei sambil tersenyum.


"Ternyata pemandangan disini sangat indah". Ucap Bao Meng Ling setelah melihat jurang serta perbukitan yang terbentang jauh didepan mereka.


" Apakah kita akan melompat ke dalam jurang ini? ". Lanjut Bao Meng Ling.


" Ha...ha...ha...ha...ha, nona ketua, jalannya ada disamping batu besar itu, jadi kita tidak perlu melompat ke dalam jurang". Duan Xingyu menanggapi pertanyaan yang konyol dari Bao Meng Ling.


"Aku pikir kita akan melompat ke dalam jurang". Balas Bao Meng Ling lagi sambil tersipu malu.


Xue Yunlei hanya menatap gadis disampingnya itu dengan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Setelah sampai di dinding tebing, Su Shao segera membuka pintu masuk untuk menuju ke Paviliun Tiejia.


Setelah sudah terbuka, Xue Yunlei kembali dikejutkan dengan jalan yang akan mereka lalui.


Dihadapan mereka kini terlihat sebuah lorong goa yang memiliki tinggi serta lebar sekitar enam meter.


"Ternyata sangat sulit juga untuk bisa memasuki Paviliun Tiejia ini". Pikir Xue Yunlei.


" Bagaimana mereka bisa membangun Paviliun Tiejia di dalam goa ini? Sangat mengesankan ". Pikir Bao Meng Ling.


Setelah berjalan sejauh dua puluh meter, Su Shao segera berbelok ke kanan dimana pemandangan bunga - bunga yang tumbuh hampir diseluruh area tersebut dan sebuah bangunan megah berdiri di tengah-tengahnya.


" Oh, aku pikir Paviliun Tiejia ini berada di dalam goa, ternyata tidak ". Gumam Bao Meng Ling yang kembali membuat mereka tersenyum, tidak terkecuali dengan Xue Yunlei.


" Ketua, inilah Paviliun Tiejia yang akan dihuni oleh ketua ". Ucap Duan Xingyu.


Mereka terus melanjutkan langkah kaki mereka dan memasuki aula utama Paviliun Tiejia.


Duan Xingyu segera mempersilahkan Xue Yunlei untuk duduk di kursi kebesaran yang ada didalam ruangan tersebut.


Bao Meng Ling juga segera duduk di samping Xue Yunlei, hal itu karena kursi tersebut berukuran dengan memiliki panjang dua meter.


Disamping kursi kebesaran, tersedia dua kursi lagi, namun tidak ada yang duduk di dua kursi tersebut.


"Sebelum saya memulaikan pembicaraan kita, aku ingin mendengarkan terlebih dahulu sejarah serta aturan yang berlaku bagi kalian". Ucap Xue Yunlei.


" Ketua, ijinkan saya untuk menceritakan history Paviliun Tiejia ini serta akan memberitahukan tentang aturan yang kami gunakan ". Ucap Duan Xingyu.


Duan Xingyu segera menceritakan kisah dimana mereka di khianati oleh ayah dari Raja Xia Jie saat menghadapi suku bar-bar di wilayah bagian Barat tersebut.


Untung saja mereka bisa melarikan diri dan membangun desa Tiejia serta Paviliun Tiejia.


Aturan yang biasa mereka patuhi adalah saling membantu dan sehidup semati sebagai saudara dalam memperjuangkan serta membela kebenaran dan keadilan.


Setelah Duan Xingyu selesai menjelaskan, Xue Yunlei pun segera berkata.


"Tetua Duan Xingyu, jika seperti itu ceritanya, saat ini aku akan memimpin kalian untuk menguasai dunia persilatan agar bisa menjaga ketentraman serta kedamaian dinegeri kita ini".


" Bagaimana menurut pendapat kalian? ". Tanya Xue Yunlei.


" Ketua, untuk menguasai dunia persilatan, aku pikir itu bisa kita capai, akan tetapi untuk menjaga suatu ketentraman dan kedamaian, sepertinya itu menjadi kewajiban dari negara Xin sendiri ".


" Sebab rakyat telah membayar pajak kepada negara, untuk itu sudah sepantasnya negara memberikan rasa aman dan damai kepada rakyatnya ".


" Terima kasih atas masukan serta penjelasan tetua Duan Xingyu, aku yang masih muda ini membutuhkan nasihat serta petunjuk dari kalian semua ". Xue Yunlei menanggapi.


" Aku ingin kita membentuk sebuah organisasi untuk menghidupi penduduk desa Tiejia ini lewat upah yang akan diberikan dari setiap misi yang akan kita lakukan ".


" Jadi untuk membangun menjadi suatu kekuatan yang bisa diperhitungkan, aku akan menyusun struktur kepengurusan dalam organisasi ini ".

__ADS_1


" Namun sebelum aku menyusun struktur organisasi ini, aku akan memberikan nama bagi organisasi ini. Dan nama organisasi kita ini adalah Organisasi Awan Merah".


"Bagaimana menurut kalian semua, mohon tanggapannya! ". Ujar Xue Yunlei.


" Menurutku, nama Organisasi Awan Merah sudah sangat tepat ". Tanggapan Duan Xingyu.


" Iya, aku juga setuju dengan nama itu". Sambung Chang Bin.


"Setuju! ". Seru yang lainnya.


Semuanya menyetujui nama organisasi mereka yang di berikan oleh Xue Yunlei.


" Aku menunjuk tetua Duan Xingyu untuk menjadi Wakil Ketua Umum Organisasi Awan Merah! ".


" Duan Xingyu siap menjalankan tugas yang Ketua berikan! ". Seru Duan Xingyu yang segera berdiri dan memberi hormat kepada Xue Yunlei.


"Silakan tetua Duan Xingyu naik kesini dan mengambil tempat disebelah kananku".


Duan Xingyu segera berjalan dan duduk di kursi yang telah tersedia disebelah kanan kursi kebesaran.


" Sedangkan sebagai Wakil Ketua dibidang Penegak Hukum aku menunjuk tetua Chang Bin dan tetua Zhao Ning sebagai wakilnya untuk memegang jabatan tersebut ". Lanjut Xue Yunlei.


"Chang Bin siap mengemban tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh ketua! ". Serunya sambil berdiri dan memberi hormat kepada Xue Yunlei.


"Zhao Ning siap menerima tugas yang Ketua berikan dan akan menjalankan sesuai dengan petunjuk yang Ketua berikan". Sambil berdiri dan mengambil sikap hormat.


" Tetua Chang Bin, silakan mengambil tempat disebelah kiriku". Perintah Xue Yunlei.


Chang Bin segera berjalan dan duduk di kursi yang telah tersedia disebelah kiri kursi kebesaran.


" Untuk tetua Su Shao, aku tunjuk sebagai Wakil Ketua dibidang penerimaan anggota baru ".


" Su Shao siapa menerima tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh ketua ". Balasnya sambil berdiri dan mengambil sikap hormat.


Xue Yunlei segera mempersilahkan Su Shao untuk duduk di kursi paling depan sebelah kanannya.


"Sedangkan untuk tetua Bo Xiang, aku tunjuk sebagai tetua Aula Misi".


" Bo Xiang siap menerima tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh ketua ". Ujarnya sambil berdiri dan mengambil sikap hormat.


" Silakan tetua Bo Xiang duduk dikursi itu ". Ucap Xue Yunlei sambil menunjuk ke arah kursi terdepan yang berada di sisi kirinya.


" Dan untuk yang lainnya, mereka akan menjadi pemimpin didalam melaksanakan setiap misi yang diberikan".


"Untuk tetua Chang Bin, tetua Su Shao serta tetua Bo Xiang, masing-masing dari kalian harus memiliki beberapa anggota untuk bisa membantu tugas kalian".


" Apakah ada pertanyaan!? ". Tutup Xue Yunlei sambil memberikan pertanyaan.


Tidak ada pertanyaan yang dilontarkan oleh para pendekar langit yang hadir di dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2