
Xue Yunlei tidak mengetahui bahwa pria tua yang sedang bersama dengannya itu adalah tetua penegak hukum perguruan Angsa Putih. Meskipun pemuda itu telah mengetahui basis kultivasi Bian Que sebagai seorang pendekar spiritual tahap menengah.
"Tetua Bian Que? Apakah dia adalah seorang tetua dari suatu sekte atau perguruan ilmu bela diri yang berada di kota ini? ". Pikir Xue Yunlei.
" Tetua Bian Que, apakah anda ingin bertemu dengan tuan Li Chiang?". Tanya penjaga itu.
"Iya, ada hal sangat penting yang akan aku bicarakan dengan tuan Li Chiang". Jawab Bian Que.
" Kalau begitu, mari silahkan masuk". Ucap penjaga gerbang mempersilahkan.
"Tuan pendekar, mari kita masuk". Ajak Bian Que kepada Xue Yunlei.
Mereka berdua segera memasuki paviliun Binjian diantarkan oleh penjaga yang awalnya membukakan pintu gerbang untuk mereka berdua.
Setelah tiba di salah satu pintu yang berada di dalam bangunan paviliun tersebut, penjaga itu segera berhenti dan berbalik menatap ke arah Bian Que.
"Tetua Bian Que, mohon menunggu sebentar, aku akan memberitahukan terlebih dahulu kedatangan tetua Bian kepada tuan Li Chiang".
Bian Que hanya mengangguk setuju menanggapi ucapan penjaga itu.
Penjaga itu segera memasuki ruangan yang didalamnya Li Chiang berada.
Tidak lama kemudian akhirnya penjaga itu kembali dan segera mempersilahkan Bian Que untuk masuk.
Bian Que segera mengajak Xue Yunlei untuk masuk bersama dengannya.
Setelah keduanya memasuki ruang pribadi Li Chiang, mereka langsung di sambut oleh seorang pria yang terlihat sudah berusia enam puluhan tahun.
"Tetua Bian Que, mari masuk". Ucap Li Chiang dengan sangat ramah.
" Silahkan duduk". Ucapnya lagi mempersilahkan.
"Terima kasih tuan Li Chiang atas keramahannya". Balas Bian Que menanggapi perlakuan Li Chiang dengan sikap hormat.
" Tetua Bian tidak perlu sesungkan itu kepadaku, kita ini sudah sangat lama saling kenal, sehingga tidak perlu merasa seperti itu ". Ucap Li Chiang sambil tersenyum.
Setelah ketiganya duduk, akhirnya Li Chiang kembali membuka pembicaraan.
" Tetua Bian, ada hal penting apa yang ingin tetua bicarakan denganku? ". Tanya Li Chiang.
" Tuan Li, perkenalkan... ". Bian Que tidak bisa melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
" Tuan Li Chiang, perkenalkan, namaku adalah Xue Yunlei, akulah yang meminta tetua Bian untuk mengantarkan diriku agar bisa bertemu dengan tuan". Xue Yunlei memotong ucapan Bian Que untuk memperkenalkan dirinya serta mengungkapkan mengapa Bian Que bisa menemui pemilik paviliun tersebut.
"Benar tuan Li, pendekar ini yang meminta bantuan ku agar bisa bertemu dengan anda". Sambung Bian Que membenarkan penyampaian Xue Yunlei.
" Tuan Xue, jika aku boleh tau, ada hal penting apa yang ingin anda bicarakan denganku? ". Tanya Li Chiang penasaran.
Mendapatkan pertanyaan dari Li Chiang, Xue Yunlei pun segera menceritakan bagaimana historynya sehingga mereka berdua datang untuk menemui pemilik paviliun Binjian itu.
Setelah mendengar penyampaian Xue Yunlei, Li Chiang segera bertanya.
" Benda seperti apa yang hendak tuan Xue tawarkan kepadaku untuk bisa dilelang? ".
Mendapatkan pertanyaan tersebut, Xue Yunlei segera merogoh sakunya dimana inti jiwa milik seekor siluman berada.
Inti jiwa milik siluman yang sudah berusia seribu tahun lebih yang berada di sebuah botol kecil itu telah disediakan oleh Xue Yunlei saat dirinya bersama dengan Bian Que memasuki paviliun Binjian.
Hal itu agar kedua pria tua itu tidak bisa mengetahui jika dirinya memiliki cincin spasial atau cincin ruang untuk penyimpanan.
Xue Yunlei pun segera menunjukkan botol tersebut kepada Li Chiang untuk diperiksa.
Li Chiang pun segera menerima pemberian Xue Yunlei dan segera memeriksa barang yang diserahkan oleh sosok bertopeng didepannya itu.
"Tuan, benda ini sangat berharga dan bernilai 1.500 keping emas bahkan lebih, karena sangat sulit untuk bisa menemukannya". Ucap Li Chiang.
" Bagaimana jika kami mendapatkan keuntungan lima puluh persen kelebihan dari 1500 keping emas? Apakah tuan menyetujuinya? ". Tanya Li Chiang kepada Xue Yunlei.
" Baiklah, aku menyetujuinya ". Jawab Xue Yunlei.
" Tuan, untuk membawa emas sebanyak itu pasti akan mendapatkan masalah yang sangat serius ". Ucap Bian Que mengingatkan.
" Tetua Bian, hasil penjualan benda itu juga akan aku gunakan untuk membeli benda-benda yang lain yang menurutku bisa berguna, sehingga aku tidak akan membawa emas sebanyak itu". Xue Yunlei menanggapi.
"Tetapi aku juga ingin melelang satu benda lagi". Lanjut Xue Yunlei sambil menunjukkan sebuah rumput roh tingkat tinggi". Ucap Xue Yunlei sambil menyerahkan benda yang dia sebutkan.
Li Chiang kembali menerima benda yang diberikan oleh Xue Yunlei dan kembali memeriksanya.
"Siapa tuan Xue Yunlei ini? Mengapa dia memiliki benda-benda yang sangat sulit untuk bisa ditemukan? ". Pikir Bian Que sambil menatap heran kearah sosok bertopeng didepannya itu.
" Tuan Xue, sepertinya rumput roh ini akan aku hargai senilai seribu keping emas. Dan untuk pembagiannya kita memakai pembagian sebelumnya. Bagaimana, apakah anda menyetujuinya? ". Tanya Li Chiang.
" Iya tuan Li, aku menyetujuinya ". Jawab Xue Yunlei.
__ADS_1
Setelah selesai membicarakan tentang dua benda milik Xue Yunlei yang akan dilelang, akhirnya Bian Que dan Xue Yunlei pamit undur diri.
Namun saat keduanya hendak pergi, Li Chiang memanggil kembali Xue Yunlei.
"Tuan Xue, ambillah token ini untuk ditunjukkan kepada pelayan saat memasuki paviliun Binjian ini, mereka akan mengantarkan tuan ke tempat yang sudah aku tentukan". Ucap Li Chiang sambil menyerahkan benda itu kepada Xue Yunlei.
Xue Yunlei langsung menerima pemberian Li Chiang dan segera menyimpannya.
Keduanya pun segera meninggalkan paviliun Binjian. Namun Bian Que masih merasa penasaran dengan identitas yang dimiliki oleh Xue Yunlei.
"Tetua Bian Que, tidak perlu seserius itu untuk memikirkan identitas ku. Saya berasal dari klan Xue yang berada di kota Yin".
" Aku juga adalah ketua dari organisasi Awan Merah, yaitu organisasi yang bergerak di bisnis penawaran jasa pengawalan sama seperti biro pengawalan". Tutur Xue Yunlei menjelaskan siapa dirinya.
"Ketua organisasi Awan Merah? Bukankah organisasi tersebut baru saja mulai berkembang? ". Bian Que menanggapi.
" Iya, memang organisasi Awan Merah belum lama aku dirikan, sehingga belum begitu terkenal. Apalagi untuk seluruh wilayah negara Xin ini". Ucap Xue Yunlei menjelaskan.
"Ketua Xue terlalu merendahkan diri. Organisasi Awan Merah saat ini sudah terkenal di wilayah bagian barat negara Xin ini, sehingga itu bukan lagi suatu organisasi yang tidak dikenal". Bian Que menyanggah ucapan Xue Yunlei.
" Terima kasih atas pujiannya, namun aku merasa pencapaian saat ini masih sangat jauh dari kata sukses, sehingga aku akan terus melebarkan sayap organisasi Awan Merah ini agar bisa menjadi lebih besar dan juga bisa melayani pengawalan keluar wilayah negara Xin untuk pergi ke wilayah negara-negara lain ". Xue Yunlei menanggapi.
"Ketua Xue, dengan pencapaian saat ini, aku pikir hal itu tidak akan sulit untuk bisa dicapai". Ucap Bian Que memberikan tanggapan atas ucapan Xue Yunlei.
" Tetua Bian, jika aku boleh tau, tetua berasal dari perguruan atau sekte mana? ". Tanya Xue Yunlei merubah topik pembicaraan.
" Aku adalah tetua penegak hukum di perguruan Angsa Putih ". Jawab Bian Que.
" Apakah perguruan Angsa Putih berada di dekat kota Chang'an ini? ". Tanya Xue Yunlei lagi.
" Iya, letak perguruan Angsa Putih disebelah selatan kota Chang'an ini". Jawab Bian Que lagi.
"Aku Xue Yunlei merasa sangat terhormat bisa bertemu dengan tetua Bian Que, semoga hubungan kita untuk kedepannya akan lebih baik lagi". Ucap Xue Yunlei sambil mengambil sikap hormat.
" Ketua Xue tidak perlu sesungkan itu, akulah yang lebih merasa terhormat karena sudah bertemu dengan anda". Balas Bian Que.
Saat keduanya sedang berjalan sambil berbincang-bincang, sekelompok pasukan penjaga kota Chang'an bersama dengan beberapa anggota perguruan Angsa Putih langsung menyergap mereka.
Bian Que merasa sangat terkejut dengan situasi tersebut.
~Bersambung~
__ADS_1