
Situasi Yao Laohu langsung berubah menjadi sangat sedih setelah mendengar kematian Gai Bian yang telah disampaikan oleh Langren.
"Memang kemampuan mereka sangat sulit untuk bisa kita hadapi jika tanpa pelindung yang biasa diberikan oleh penguasa." Ucap Yao Laohu lirih.
"Itu benar, sebab formasi pelindung yang kita miliki, tidak mampu untuk membendung serangan mereka...entah bagaimana dengan keadaan nona Huaxianzi dan juga Ratu Shuhou, apakah mereka dalam keadaan baik-baik saja!?" Sambung Langren.
"Saudara Langren, sebaiknya kau segera pergi melihat keadaan mereka berdua, mungkin mereka membutuhkan bantuanmu juga." Tutur Yao Laohu menyarankan.
"Apakah saudara Yao tidak mengapa jika aku meninggalkan dirimu disini?" Tanya Langren menanggapi saran Yao Laohu.
"Tidak saudara Langren, aku saat ini sudah merasa lebih baik dari sebelumnya." Jawab Yao Laohu sedikit berdusta.
Saat itu Yao Laohu terus berusaha untuk menahan rasa sakit yang dia derita akibat terkena serangan tongkat emas Ju Liusun.
Mendengar jawaban rekannya, Langren pun segera pergi meninggalkan tempat itu untuk bisa menemukan dimana keberadaan Huaxianzi dan Shuhou.
***
Di tempat lain, kini Shuhou dan Huaxianzi sedang berjuang untuk bisa membendung serangan piringan seperti cakram yang hendak menghancurkan keduanya.
Huaxianzi yang merasa jika terus berada dalam situasi itu akan merugikan mereka, langsung meningkatkan kekuatannya dan melepaskan kearah piringan cakram milik Leng Daoxing.
Blaaarrr
Suara ledakan pun terdengar saat Huaxianzi melepaskan serangan kekuatan energi miliknya kearah piringan cakram tersebut.
Seiring dengan itu, tubuh jenderal peri itu pun menghilang dari tempat dimana dirinya berada dan membuat Leng Daoxing menjadi penasaran.
Akan tetapi ia tetap tidak melepaskan konsentrasinya dalam mengendalikan salah satu serangan senjata pusaka miliknya kepada Shuhou.
Tiba-tiba belasan batang pohon besar menyerang ke arahnya.
"Hmmmphh, beraninya hanya membokongku saja...kau pikir bisa berhasil untuk mengelabui diriku!?" Pikir Leng Daoxing sambil menggerutu dan melepaskan kembali serangan beberapa piringan cakram ke arah datangnya serangan yang dilepaskan oleh Huaxianzi.
Dengan cepat beberapa piringan cakram milik Leng Daoxing langsung menghancurkan belasan batang pohon yang melesat kearahnya.
Bersamaan dengan hal itu, kini sosok Huaxianzi kembali muncul dibelakangnya seraya melepaskan kelompak bunga berukuran besar ke arah tubuh Leng Daoxing.
Dan tindakan Huaxianzi itu masih bisa diatasi oleh Leng Daoxing.
__ADS_1
Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr
Bunyi ledakan terus menerus terjadi saat Leng Daoxing membendung setiap serangan Huaxianzi yang tanpa henti-hentinya menerjang ke arah tubuhnya.
"Sial! Ternyata dia mulai membuatku merasa terpojok dengan serangannya itu. Padahal jika dipikir, peri ini tidak memiliki teknik yang berbahaya." Leng Daoxing mulai menggerutu karena diserang tanpa henti oleh Huaxianzi.
Situasi itu langsung dimanfaatkan oleh Shuhou, busur panah pusaka miliknya langsung ditarik dan tercipta anak panah serta langsung dilepaskannya.
Puluhan anak panah langsung melesat dengan cepat untuk menerjang tubuh Leng Daoxing yang saat itu mulai kelabakan menghadapi serangan Huaxianzi.
Merasakan ada bahaya yang datang ke arahnya, Leng Daoxing pun segera menciptakan perisai pelindung untuk bisa membendung serangan Shuhou.
Ledakan pun terus menerus terjadi saat puluhan anak panah pusaka milik Shuhou menerjang perisai pelindung yang diciptakan oleh Leng Daoxing.
Shuhou sendiri tidak memberikan sedikit kesempatan kepada lawannya untuk bisa menyusun rencana agar bisa melarikan diri dari tempat itu, sebab anak panah pusaka miliknya terus menerus dilepaskan ke arah Leng Daoxing.
Huaxianzi segera memanfaatkan situasi itu dan segera menciptakan formasi pembatas agar Leng Daoxing tidak bisa keluar dari tempat tersebut.
"Sepertinya aku harus berhenti untuk bermain - main dengan kalian dan harus segera mengakhiri pertarungan diantara kita." Gumam Leng Daoxing dan segera menggunakan formasi pertempuran miliknya.
"Celaka! Dia sudah menggunakan formasi pertempuran...Ratu! Kau harus berhati-hati!" Teriak Huaxianzi setelah melihat tindakan Leng Daoxing.
Serangan anak panah berukuran besar milik Shuhou langsung berbenturan dengan formasi pertempuran milik Leng Daoxing.
Booommm
Bunyi ledakan pun segera terdengar dan diikuti dengan pijaran cahaya berwarna kuning keemasan serta menyilaukan langsung memenuhi area tersebut.
Akan tetapi serangan formasi pertempuran milik Leng Daoxing tidak berhenti sampai disitu saja, melainkan terus melesat kearah Shuhou.
Akan tetapi hal itu sudah diantisipasi oleh Shuhou, sehingga ratu peri itu sudah menghilang dan berpindah dari tempatnya.
Huaxianzi makin merasa cemas karena tidak bisa melihat apa yang terjadi dengan Shuhou karena terhalang oleh cahaya yang menyilaukan tersebut.
***
Didalam formasi pelindung markas perguruan gunung Kongtong, kini Xue Yunlei telah terlepas dari pengaruh suara Lonceng Jiwa milik Qing He.
Sedangkan Borgol Cincin Emas milik Wensu Guang kini tidak bisa lagi membelenggu kedua tangan Xue Yunlei, sehingga dirinya kini telah kembali berdiri dan siap untuk bertarung.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin dia bisa terlepas dari pengaruh suara Lonceng Jiwa milikku!?" Kata-kata yang keluar dari mulut Qing He dengan mata terbelalak karena merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Kakak tertua! Bagaimana pemuda itu bisa terlepas dari pengaruh suara Lonceng Jiwa milikmu?" Tanya Huang Taiyi penasaran.
Tidak hanya mereka berdua yang merasa terkejut dengan diri Xue Yunlei, melainkan dua saudara seperguruan mereka juga tidak kalah terkejutnya.
"Bagaimana mungkin dia bisa melepaskan diri dari belenggu Borgol Cincin Emas milikku tanpa menghancurkannya!?" Gumam Wensu Guang.
"Sepertinya apa yang aku pikirkan terjadi juga, pemuda ini benar-benar secara terus menerus membuat kejutan bagi kita." Pikir Yuding Chengzhang sambil tersenyum.
"Kakak Yuding, mengapa kau hanya tersenyum melihat apa yang pemuda itu lakukan terhadap dua senjata pusaka milik kakak Qing He dan adik Wensu?" Tanya Huang Taiyi.
"Adik Huang, hal ini sudah aku pikirkan sebelumnya, sehingga meskipun aku merasa terkejut, namun hal ini sudah aku prediksi sebelumnya." Jawab Yuding Chengzhang.
"Kemampuan pemuda ini tidak sesederhana yang kita pikirkan, sebab menurutku, tidak ada seorang pun pendekar didunia ini yang berani menghadapi salah satu dari kita." Lanjut Yuding Chengzhang menjelaskan.
"Apakah kalian sudah selesai dengan omong kosong kalian?" Ujar Xue Yunlei menanggapi sikap keempat lawannya.
"Anak muda! Kau terlalu sombong! Kau pikir kami tidak bisa mengambil nyawamu itu?" Balas Huang Taiyi dengan penuh emosi.
"Coba saja jika kalian bisa." Ucap Xue Yunlei menantang.
"Baiklah, kau rasakan ini!" Teriak Huang Taiyi sambil melepaskan serangan senjata pusaka dua Roda Api Angin miliknya.
Kecepatan serangan dua buah senjata pusaka itu langsung dihindari oleh Xue Yunlei dengan mudah sambil mengeluarkan pedang pusaka miliknya dan mulai membalas untuk menyerang Huang Taiyi.
Pedang pusaka miliknya kini sudah di selimuti oleh api dan petir hitam dan terus melesat dengan cepat untuk menebas dan menusuk tubuh Huang Taiyi.
"Sial! Ternyata pemuda ini telah menguasai jiwa pedang yang berada di tingkat sempurna, sebab dia bisa secara bersamaan menghindari kedua Roda Api Angin milikku dan mengendalikan pedang pusaka miliknya untuk menyerang ku." Huang Taiyi menggerutu.
"Kalian bertiga, cepat serang dia, jangan hanya menjadi penonton saja!" Lanjut Huang Taiyi kepada ketiga sosok lainnya.
"Cuih...! Bisanya hanya keroyokan saja, apakah tidak malu dengan nama besar kalian!?" Xue Yunlei menanggapi.
Qing He, Wensu Guang serta Yuding Chengzhang saling menatap satu sama lain seakan bertanya siapa yang akan membantu Huang Taiyi.
Tiba-tiba Wensu Guang menghilang dari tempat dimana dia berdiri dan langsung muncul di belakang Xue Yunlei sambil melepaskan tebasan pedang pusaka miliknya.
~Bersambung~
__ADS_1