
Mendengar teriakan tiga orang yang ingin mencuri ketiga hewan bertubuh tinggi besar itu, membuat penjaga ditempat itu juga segera melompat berlari mengikuti mereka bertiga.
Kegaduhan itu membuat orang-orang disekitarnya merasa terkejut dan ikut berlari juga karena merasa takut dengan siluman meskipun mereka belum mengetahui kebenarannya.
Para pendekar aliran hitam yang mengetahui hal itu segera menangkap seorang pria yang berlari itu kemudian bertanya "Apakah siluman yang kau maksudkan itu adalah tiga makhluk besar yang baru saja tiba itu?."
"Iya, makhluk itu adalah siluman." Jawab pria itu dan segera melepaskan diri untuk berlari lagi.
"Jika makhluk itu adalah siluman, sepertinya kita tidak bisa dengan mudah untuk bisa mengalahkannya." Pikir pendekar tersebut dan segera pergi untuk memanggil seorang pendekar suci dan juga pendekar spiritual agar dia bisa mengalahkan tiga siluman itu.
Situasi di dalam penginapan tidak berbeda jauh dengan situasi dijalanan kota Rehe. Kepanikan serta rasa takut menyelimuti setiap hati dan pikiran orang-orang yang berada di penginapan itu.
Xue Yunlei, Huaxianzi dan Zhuan Zhu hanya bisa tersenyum melihat situasi tersebut. Mereka berpikir hal itu disebabkan oleh ketiga tunggangan mereka.
Sedangkan para pendekar yang berasal dari suku bar-bar segera bergegas untuk menuju ke tempat dimana ketiga siluman itu berada.
"Bagaimana mungkin ada seekor siluman yang bisa memasuki kota Rehe ini?." Gumam seorang pria dari suku bar-bar.
"Ayo kita pergi untuk menangkapnya!." Lanjut pria itu lagi.
"Pemimpin, bagaimana dengan tiga orang yang menunggangi siluman itu?." Tanya bawahannya.
"Mereka bertiga tidak akan menjadi halangan bagi kita, sebab basis kultivasi mereka hanyalah sebagai seorang pendekar raja saja." Balas pemimpin itu.
Mereka pun segera melesat untuk menuju ke tempat dimana siluman itu berada.
Di dalam penginapan beberapa orang pendekar kini telah mengepung Xue Yunlei dan dua orang lainnya.
"Cepat pergi dari tempat ini!."
"Iya, pergi dari sini dan bawa serta siluman kalian itu!."
Teriak orang-orang yang mengepung mereka bertiga.
"Apakah kalian sudah memastikan jika makhluk itu adalah siluman?." Tanya Xue Yunlei dengan tenang.
"Kau, cepat pergi untuk memastikan jika itu benar adalah seekor siluman." Perintah seorang diantara mereka setelah mendengar perkataan Xue Yunlei.
"Tuan, tiga makhluk itu masih tetap berdiri tenang di tempatnya." Ucap sosok yang pergi untuk memastikan.
"Apakah saat ini kalian sudah percaya jika itu bukanlah siluman?." Tanya Xue Yunlei.
"Meskipun ketiganya bukanlah siluman, tetapi ketiga makhluk itu sudah menimbukan kepanikan di kota Rehe ini, sehingga kalian bertiga harus pergi dan membawa ketiga makhluk itu." Balas seorang pria.
"Aku tidak menyangka jika sekelompok orang jahat masih memiliki rasa takut dengan kehadiran makhluk itu...sungguh sangat memalukan." Tutur Xue Yunlei menanggapi perkataan pria itu.
"Jangan memaksa kami untuk bertindak tidak manusiawi kepada kalian bertiga." Balas pria itu lagi memberikan ancaman.
__ADS_1
"Coba saja kalau bisa." Xue Yunlei menantang.
"Ternyata kalian benar-benar sudah bosan hidup, serang mereka!." Teriak pria itu sambil mengacungkan pedang miliknya.
Orang-orang yang mengepung melesat untuk menyerang Xue Yunlei dan dua orang lainnya dengan senjata yang mereka miliki.
Keributan pun terjadi di lantai dasar penginapan itu. Namun Xue Yunlei hanya tetap duduk santai dan tidak melakukan gerakan sedikitpun untuk melakukan perlawanan.
Huaxianzi dan Zhuan Zhu kini terlihat dengan satu gerakan saja sudah bisa membuat para penyerang terhempas ke segala arah.
"Uhuk...uhuk...sialan! Mengapa kecepatan serangan mereka berdua tidak bisa dilihat? Sebenarnya apa basis kultivasi mereka?." Gerutu seorang pendekar yang terkena serangan Huaxianzi.
Delapan orang lainnya juga tidak sempat mengantisipasi serangan Huaxianzi dan Zhuan Zhu sehingga kini tubuh mereka sudah terbaring dilantai penginapan itu sambil meringis kesakitan.
"Apakah masih ada yang berani maju untuk menyerang?." Tanya Zhuan Zhu sambil tersenyum mengejek.
"Ayo kita pergi untuk melaporkan kepada pemimpin kita." Ajak seorang diantara mereka dan segera berlari meninggalkan penginapan itu.
"Pendekar Xue, apakah kita harus mengejar mereka?." Tanya Zhuan Zhu.
"Tidak perlu, sebab mereka bukanlah tandingan kalian...kita harus menunggu kedatangan pendekar terkuat di kota Rehe ini." Jawab Xue Yunlei.
Pemilik penginapan itu segera datang dan menatap tajam kearah Xue Yunlei dan dua orang lainnya dengan penuh kebencian.
"Siapa kalian yang telah berani membuat kekacauan di penginapan ku ini?." Teriak pria tua dengan nada suara yang tinggi.
"Huaxianzi, ini lawanmu jika dia ingin menyerang kita." Ucap Xue Yunlei dengan penuh ketenangan.
"Tutup mulutmu itu!." Bentak pemilik penginapan.
"Apakah kau tidak mengijinkan kami untuk membela diri atas tuduhanmu itu?." Balas Xue Yunlei.
"Aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri bahwa kalianlah yang telah membuat kekacauan di penginapan ku ini...jadi tidak perlu lagi kalian membela diri." Tutur pria tua itu.
"Ha...ha...ha...ha...ha...aku pikir dengan usiamu seperti itu sudah bisa membuatmu berpikir dengan bijaksana untuk menentukan mana yang salah serta mana yang benar...ternyata aku sudah keliru berpikir seperti itu." Tutur Xue Yunlei menyudutkan pria tua tersebut.
Sosok pria tua lainnya pun kini sudah berdiri disamping pemilik penginapan itu.
"Kau datang diwaktu yang sangat tepat untuk membungkam mulut busuk pemuda itu." Ucap pemilik penginapan menyambut kedatangan seorang pendekar spiritual dengan sebuah golok ditangannya.
"Tuan Jing Yu, sepertinya mereka bukanlah orang sembarangan, kita harus berhati-hati untuk melawan mereka." Bisik pendekar yang baru saja tiba tersebut.
"Mana mungkin seorang pemuda seperti dirinya memiliki basis kultivasi sebagai seorang diranah pendekar langit? Itu sangatlah mustahil." Balas Jing Yu dengan penuh keyakinan.
"Tetapi bukankah wanita muda itu bisa menghajar beberapa orang pendekar hanya dengan sekali serangan saja!?." Balas pria yang baru saja tiba.
Pemilik penginapan itu pun terdiam sejenak dan mulai berpikir dengan apa yang disampaikan oleh pendekar disampingnya.
__ADS_1
"Sebelum kita bertarung, kita tidak bisa mengetahui sekuat apa mereka." Tutur pemilik penginapan dan langsung menyerang Xue Yunlei.
Huaxianzi yang melihat tindakan pemilik penginapan itu melesat untuk menyambut serangan pria tua itu.
Pendekar yang satunya lagi segera membantu pemilik penginapan itu sambil menebas dengan golok besar miliknya.
Blaaarrr
Bunyi ledakan yang terjadi setelah serangan dua orang pendekar itu berbenturan dengan energi qi milik Huaxianzi.
Saat Zhuan Zhu hendak melesat untuk membantu Huaxianzi, dengan cepat Xue Yunlei segera mencegahnya.
"Biarkan Huaxianzi menghadapi sendiri kedua pendekar itu."
Kedua pendekar yang menghadapi Huaxianzi segera menggunakan teknik terkuat mereka agar bisa menghentikan perlawanan peri itu.
Sebuah cahaya merah padam segera menyelimuti golok lawan Huaxianzi dan bersiap untuk menghancurkannya.
Sedangkan kedua tinju pemilik penginapan itu kini telah diselimuti juga dengan energi qi miliknya dan bersiap untuk menyerang Huaxianzi.
Senyum manis terlihat mengembang di wajah Huaxianzi setelah melihat tindakan kedua lawannya itu.
"Apa hanya seperti itu teknik terkuat yang kalian berdua miliki?." Tutur Huaxianzi memprovokasi kedua lawannya.
"Puih...! Seorang pendekar spiritual saja sudah bertingkah didepan kami...lihat saja apa yang akan kalian rasakan." Ucap Zhuan Zhu.
Huaxianzi segera menciptakan sebuah kelopak bunga yang berukuran besar untuk menyambut serangan kedua lawannya itu.
Udara didalam penginapan itu kini mulai menipis akibat mereka bertiga telah mengerahkan kekuatan mereka.
"Hiaaattt!." Teriak kedua pendekar spiritual itu sambil melepaskan serangan kearah Huaxianzi.
Peri itu tidak tinggal diam, dia juga segera melepaskan kelopak bunga miliknya untuk beradu dengan serangan kedua pria tua didepannya.
Booommm
Braaakkk
Bunyi ledakan dan diikuti juga dengan bunyi hancurnya dinding bangunan penginapan itu saat tubuh kedua lawan Huaxianzi menerjangnya.
"Uhuk...uhuk."
Kedua pendekar spiritual itu langsung terbatuk dan darah segar mulai keluar dari mulut keduanya.
"Apakah kalian berdua masih ingin mengetahui sekuat apa diriku? Coba kalian lihat dan menghindar dari serangan ku ini." Tutur Huaxianzi yang langsung menghilang dari tempatnya berdiri.
Kedua pendekar itu tidak sempat menyadari apa yang dilakukan oleh Huaxianzi.
__ADS_1
Dalam sekejap mata, kedua kepala pendekar itu kuni telah menggelineing di tanah tanpa sempat berkata sedikitpun.
~Bersambung~