
Xia Jie langsung berdiri dari kursi kebesarannya karena merasa terkejut mendengar pengakuan dari Yu Fei.
Raja negara Xin itu segera berjalan dan turun untuk menghampiri pria sepuh yang berdiri di hadapannya itu.
"Aku merasa sangat terhormat karena bisa bertemu dengan sosok pendekar besar didunia persilatan ini."
"Senang bisa bertemu dengan Dewa Pengemis!"
"Jika kita bekerja sama, hal apa yang pendekar Yu Fei inginkan?" Lanjut Xia Jie bertanya.
"Yang Mulia, Aku langsung ke intinya saja... Jika kerja sama kita terjalin, aku menginginkan Partai Qing Ceng berada dibawah perintah ku dan aku juga ingin menjadi penguasa dunia persilatan."
"Bagaimana? Apakah Yang Mulia bisa memenuhi keinginanku itu?"
"Ha...ha...ha...ha...ha...jika hanya itu yang pendekar Yu Fei inginkan, aku akan mengabulkannya." Ucap Xia Jie dengan penuh percaya diri.
"Baiklah, aku menerima untuk bekerja sama dengan mu...pendekar Yu Fei silahkan duduk untuk dilayani oleh para pelayan istana." Ucap Xia Jie yang juga segera kembali duduk tempat kebesarannya.
Setelah duduk, Xia Jie segera menyuruh jenderal pelindung yang berdiri di samping kursi kebesarannya untuk memanggil para pelayan istana agar melayani Yu Fei.
Yu Fei pun menikmati jamuan yang disediakan untuk dirinya sambil menyaksikan tarian para gadis cantik yang menghibur dirinya.
Setelah merasa sudah cukup, Yu Fei pun segera berdiri dan hendak berpamitan dengan Xia Jie.
Xia Jie sudah mengerti dengan apa yang ingin Yu Fei lakukan sehingga dirinya juga segera berdiri dan berkata.
"Pendekar Yu Fei, terimalah lencana ini!"
Jenderal pelindung segera menerima lencana yang memiliki gambar seekor Harimau dari tangan Xia Jie untuk diberikan kepada Yu Fei.
"Terimalah perintah Yang Mulia!" Seru jenderal pelindung tersebut.
"Aku Yu Fei, menerima perintah Yang Mulia!" Ucap Yu Fei sambil berlutut dan menerima lencana yang diberikan oleh Xia Jie.
Lencana tersebut memiliki nilai yang tidak bisa ditentang oleh siapapun, selain oleh Xia Jie sendiri.
Dengan menunjukkan lencana tersebut, seorang jenderal besar pun tidak bisa melawan setiap perintah yang diberikan oleh Yu Fei.
Setelah Yu Fei menerima lencana itu, Xia Jie pun berkata.
"Dengan lencana itu, kau bisa melakukan apa yang kau inginkan...tidak ada seorang pun yang bisa menentang perintahmu, jika ada yang menentang perintahmu, itu berarti dia sedang menentang perintahku."
"Semoga Yang Mulia panjang umur!" Seru Yu Fei.
"Yang Mulia, aku akan melakukan sebaik mungkin untuk bisa menghentikan kekacauan yang terjadi di seluruh wilayah negara Xin ini."
__ADS_1
"Aku pasti tidak akan mengecewakan dirimu." Ucap Yu Fei untuk meyakinkan Xia Jie.
Setelah itu, Yu Fei segera berdiri dan kembali berkata.
"Yang Mulia, aku pamit undur diri."
Xia Jie segera memberikan isyarat dengan tangannya mengiyakan apa yang Yu Fei katakan.
Liu Wang juga segera berkata untuk pamit undur diri juga dan pergi bersama Yu Fei.
Setelah keduanya tiba di alun-alun istana, Xia Jie pun segera berkata kepada jenderal pelindung yang berdiri di samping dirinya.
"Meskipun aku sebelumnya telah kehilangan Dewa Perang, tetapi langit masih berpihak kepadaku karena telah mengutus Yu Fei untuk bekerja sama denganku."
"Benar Yang Mulia, kerja sama ini pasti akan sangat menguntungkan, sebab jika dirinya bisa menghentikan kekacauan itu, kepemimpinan Yang Mulia pasti akan sangat di segani."
Keduanya terus membahas mengenai kerja sama yang diputuskan oleh Xia Jie serta keuntungan yang akan diperoleh penguasa negara Xin itu.
Yang tidak keduanya ketahui adalah Yu Fei sedang memanfaatkan Xia Jie karena meminjam kekuasaannya untuk bisa menguasai negara Xin itu.
Sebab kekacauan yang terjadi diseluruh wilayah negara Xin itu, telah direncanakan oleh Yu Fei sendiri.
Dan dengan perintahnya juga, pasti kekacauan tersebut dapat di hentikannya juga.
Sedangkan Yu Fei dan Liu Wang, saat ini sedang berbincang-bincang didalam kereta kuda yang mereka naiki.
"Aku sudah memperhitungkan semua itu sebelumnya, sehingga tawaran ku itu tidak bisa ditolak olehnya."
"Jadi apa rencana ketua selanjutnya?" Tanya Liu Wang.
"Perintahkan semua pemimpin pengemis untuk bisa bertemu di kediamanmu." Jawab Yu Fei sekalian memberikan perintah.
Liu Wang pun segera menyuruh seorang prajurit yang dia percayakan untuk menyampaikan perintah Yu Fei.
Rombongan keduanya pun terus bergerak menuju ke kediaman Liu Wang.
***
Di kediaman Liu Wang, kini mulai terlihat ada begitu banyak pengemis yang datang untuk menemui Yu Fei.
Mereka sangat bersemangat, sebab ada banyak yang belum pernah bertemu sekali pun dengan ketua umum mereka.
Selama ini mereka semua hanya bisa bertemu dengan Liu Wang yang adalah ketua pelaksana.
Itu pun sangat jarang, sebab hal itu dirahasiakan dari Xia Jie.
__ADS_1
Para pejabat tinggi kerajaan merasa sangat bingung dengan situasi tersebut, sebab selama ini hal itu tidak pernah terjadi.
"Mengapa para pengemis ini berbondong-bondong untuk menuju ke kediaman menteri Liu Wang? Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" Pikir seorang pejabat tinggi negara.
"Iya tuan, kami juga tidak mengetahui penyebabnya sehingga ada begitu banyak pengemis yang pergi ke kediaman menteri Liu Wang." Seorang komandan pasukan menanggapi.
Sosok yang juga sangat khawatir dengan pergerakan itu adalah jenderal pasukan pelindung kota Yuan itu.
Sehingga dirinya setelah mendapatkan informasi jika para pengemis itu pergi ke kediaman Liu Wang segera membawa seratus pasukan untuk mempertanyakan hal itu kepada sang menteri.
Kehadiran pasukan pelindung kota Yuan itu langsung dilaporkan kepada Liu Wang.
"Ketua, sepertinya kita harus memberitahukan kepada jenderal Ming apa yang sedang terjadi ditempat ini." Ucap Liu Wang kepada Yu Fei.
"Mari kita berdua menyambutnya." Ajak Yu Fei menanggapi ucapan Liu Wang.
Keduanya pun segera keluar dan menyambut kedatangan jenderal bersama seratus prajuritnya.
"Jenderal Ming, terima kasih karena telah datang mengunjungi kediaman ku, apakah ada hal penting yang ingin jenderal sampaikan?" Sambut Liu Wang yang secara bersamaan melontarkan pertanyaan.
"Menteri Liu Wang, yang ingin aku tanyakan adalah, mengapa ada begitu banyak pengemis yang datang ke kediamanmu ini?" Tanya sang jenderal.
"Mohon maaf jika hal itu membuat jenderal Ming merasa sangat mengganggu tugasmu, namun hal ini bukanlah keinginanku." Ucap Liu Wang.
"Menteri Liu Wang, ini adalah kediamanmu, bagaimana mungkin kau bisa berkata seperti itu? Apakah kau ingin mempermainkan diriku?" Balas sang Jendral.
"Benar yang dia katakan itu...akulah yang memerintahkan mereka untuk berkumpul di tempat ini." Yu Fei menanggapi perkataan jenderal itu.
"Siapa kamu? Mengapa kau begitu berani melakukan hal itu tanpa sepengetahuan ku?" Balas sang jenderal.
"Siapa aku itu tidak penting, yang terpenting disini adalah, apakah kau mengenal lencana ini?" Tanya Yu Fei sambil menunjukkan lencana yang dia miliki.
Setelah melihat lencana ditangan Yu Fei, sang jenderal pun langsung turun dari kuda yang dia tunggangi dan langsung memberi hormat kepada Yu Fei.
"Mohon ampuni hamba yang tidak tahu diri ini." Sambil mengambil sikap hormat.
"Ternyata kau sudah mengetahui siapa yang memerintahkan agar para pengemis bisa berada di tempat ini."
"Baguslah, aku harap jenderal tidak akan mempersulit para pengemis yang akan datang ke tempat ini." Lanjut Yu Fei.
"Baik tuan, aku akan membuat mereka merasa senyaman mungkin agar bisa tiba di tempat ini." Balas sang jenderal.
"Jika demikian, silahkan kau lakukan pekerjaanmu." Ucap Yu Fei.
"Hamba pamit undur diri." Ujar sang jenderal dan segera pergi dari tempat itu bersama dengan seratus pasukannya.
__ADS_1
~Bersambung~