PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 236. Terjadinya Pertarungan


__ADS_3

Situasi itu langsung membuat Xue Zhao menjadi sangat geram dan langsung berteriak untuk menghentikan keributan itu.


"Semuanya diam! Jika tidak..." Sambil mengeluarkan aura intimidasi agar semua yang hadir di dalam ruangan itu kembali tenang.


Mendapatkan intimidasi dari Xue Zhao, semua yang hadir langsung tidak bisa bergerak dan terdiam.


"Aura ini..." Pikir Xue Yunlei.


"Apakah kecurigaan ku ini benar-benar telah terjadi?"


"Tetapi jika itu benar-benar adalah dia, mengapa dia tidak menyerangku?"


"Apakah masih ada hal yang dia rencanakan?"


Xue Yunlei terus berpikir dengan apa yang dia rasakan, sebab aura intimidasi yang dikeluarkan oleh Xue Zhao itu sangat dia kenali, yaitu milik Roh Dewa yang adalah sosok yang ingin dia musnahkan.


Dan jika itu benar, bagaimana mungkin dia bisa mengalahkan Xue Zhao setelah memiliki seluruh kemampuan Roh Dewa itu.


Memang Xue Yunlei telah mendapatkan beberapa kemampuan dari leluhur agung bangsa peri, namun saat ini basis kultivasinya masih sangat rendah jika itu di bandingkan dengan basis kultivasi yang dimiliki oleh Roh Dewa itu.


"Kita harus berhati-hati, sebab masalah ini tidak sesederhana yang kita pikirkan." Ucap Xue Yunlei menggunakan kekuatan spiritual miliknya kepada tiga sosok yang lain.


Saat semuanya sudah kembali tenang, Xue Zhao kembali berkata "Saat ini aku yang akan memutuskan hukuman apa yang pantas diberikan kepada mereka berdua."


"Dan keputusan ku itu tidak ada yang bisa untuk membantahnya."


"Aku memutuskan hukuman kurungan penjara selama dua puluh tahun bagi mereka berdua!" Tutup Xue Zhao.


Xue Beng juga tidak menyangka jika putranya itu bisa memberikan hukuman yang ringan seperti itu kepada kedua pria yang membunuh adiknya serta yang menangkap dan menyiksa dirinya.


Ruangan itu kembali bergemuruh karena keputusan yang diambil oleh Xue Zhao.


Chen Kaibo pun merasa senang dengan keputusan tersebut, sebab hidup kedua pria itu telah terlepas dari maut.


Xue Yunlei sendiri merasa tidak senang dengan keputusan yang diambil oleh Xue Zhao, sehingga pemuda itu pun angkat bicara "Menurutku saat ini kau bukanlah Xue Zhao yang aku kenal...tidak hanya itu saja, aura intimidasi yang kau keluarkan itu sepertinya tidak asing bagiku...apakah saat ini kau mencoba untuk bermain petak umpet dengan ku?"


"Adik! Apa maksud dari perkataanmu itu? Jaga nama besarmu itu...tidak baik jika seorang pendekar yang sangat dihormati melakukan hal yang bertentangan dengan aturan yang sudah ditetapkan."


"Aku sadar dengan keputusanku itu berat untuk bisa kau terima, tetapi kita juga harus bersikap adil terhadap seseorang yang sangat berjasa bagi kota kita ini."


"Apakah adik tidak akan menghargai setiap orang yang berjasa bagi kota kita ini?" Tutup Xue Zhao.


"Apakah kau sedang membuatku tersudut dihadapan petinggi kota Yin ini?" Tanya Xue Yunlei.

__ADS_1


"Adik! Aku tidak berharap kau melakukan tindakan yang berlebihan didalam ruangan ini...mohon maaf jika aku bertindak kasar kepadamu."


"Sebagai komandan pasukan kota Yin ini, aku serahkan tugas itu kepada tuan muda Chen Kaibo, setiap aturan yang telah ditetapkan harus ditegakkan olehnya."


"Keamanan bagi kedua tahanan kita, menjadi tanggung jawabnya." Tutup Xue Zhao.


"Ini benar-benar tidak bisa diterima...mengapa tuan muda Chen Kaibo yang bertanggung jawab atas keamanan kedua pengkhianat itu?"


"Aku tidak bisa terima dengan keputusanmu itu, aku harus membunuh kedua pria tersebut." Tutur Xue Yunlei sambil melepaskan pedang energi untuk menebas leher Chen Kangjian dan juga leher Chen Bian.


Tindakan Xue Yunlei itu langsung dihentikan oleh Chen Kaibo dengan energi qi miliknya.


Duuuaaarrr


Ledakan itu mengakibatkan beberapa petinggi yang ada menjadi terluka karena terhempas menerjang dinding uala utama.


Orang-orang yang ada langsung berhamburan keluar karena tidak ingin terkena dampak dari pertarungan yang akan terjadi.


"Kalian bertiga jangan sampai lengah, Xue Zhao itu adalah Roh Dewa yang ingin aku musnahkan!" Teriak Xue Yunlei.


"Bunuh kelima pria itu!" Lanjut Xue Yunlei.


"Chen Kaibo, cepat kau habisi dia!" Perintah Xue Zhao.


Chen Kaibo dengan senang hati segera melepaskan serangan ke arah Xue Yunlei.


Namun kesempatan itu dia gunakan untuk memberikan benang sutra emas miliknya agar menyelimuti tubuh tiga sosok yang bersama dengannya.


Xue Zhao yang telah dikuasai oleh Roh Dewa itu segera melesat ke arah tiga sosok yang ingin membunuh ketiga pemimpin perampok dan dua petinggi klan Chen itu.


Dalam sekejap tubuh Xue Zhao langsung berada di hadapan ke tiga sosok yang datang bersama dengan Xue Yunlei dan langsung melepaskan serangannya.


Namun dua sosok yang adalah raja siluman itu langsung berubah menjadi kabut asap sehingga serangannya hanya mengenai udara kosong.


Berbeda dengan Zhuan Zhu, pria sepuh itu tidak bisa menghindari serangan Xue Zhao hingga akhirnya tubuhnya terhempas sejauh puluhan meter dan keluar dari aula utama balai kota.


"Rupanya mereka berdua adalah bangsa siluman, tetapi mengapa serangan ku tidak berpengaruh bagi mereka?" Pikir Xue Zhao.


Xue Yunlei yang awalnya bergerak mundur untuk menghindari serangan Chen Kaibo, kini segera membalasnya dengan melepaskan pedang energi miliknya.


Chen Kaibo hanya bisa menyerang dengan menggunakan teknik yang dia pelajari sebelumnya, sehingga Xue Yunlei berpikir tidak perlu menggunakan teknik tingkat dewa miliknya untuk menghadapi lawannya itu.


Sedangkan saat Xue Yunlei melepaskan serangannya, terlihat tubuh Zhuan Zhu yang terhempas keluar akibat serangan Xue Zhao membuat Xue Yunlei menarik kembali pedang energi miliknya dan mencoba menyerang dengan tinjunya.

__ADS_1


Serangan itu hanya untuk mengalihkan perhatian Chen Kaibo agar tidak mengetahui jika saat itu dari arah belakangnya, tubuh salah satu rekan Xue Yunlei sedang terhempas kearahnya.


Chen Kaibo dengan cepat menghindari serangan Xue Yunlei yang membuat pemuda itu tersenyum menatapnya.


Sepintas Chen Kaibo berpikir setelah melihat senyuman Xue Yunlei "Sebenarnya apa yang sedang dia rencanakan?" Sambil menatap ke arah belakangnya.


Saat dirinya baru berputar diposisi sembilan puluh derajat, pemuda itu langsung melihat sosok Zhuan Zhu yang kini sedang terhempas.


"Sial! Sepertinya serangan itu hanyalah serangan pengalihan untuk menyelamatkan rekannya, aku benar-benar telah tertipu." Chen Kaibo menggerutu sambil menggerakkan giginya.


Sedangkan kedua raja siluman yang menghilang itu kini sudah menampakkan diri di alun-alun balai kota dan disusul oleh Xue Zhao.


"Zhuan Zhu, sebaiknya kau regangkan dulu otot-otot mu itu untuk menghadapinya, sebab meskipun dia adalah seorang pendekar dewa surgawi, namun dia belum memiliki pengalaman bertarung dengan menggunakan kekuatannya itu."


"Aku akan pergi untuk membantu Yao Laohu dan Gai Bian." Ucap Xue Yunlei dan langsung menghilang dari tempat tersebut.


Karena telah mengetahui kekuatan yang dimiliki Xue Zhao, sehingga Xue Yunlei segera meminjam kekuatan pedang pusaka dewa miliknya untuk meningkatkan kemampuannya.


Kecepatan serta kekuatan yang dimiliki oleh Xue Yunlei kini sudah setara dengan kemampuan seorang pendekar diranah Saint puncak.


Hal itu membuat Roh Dewa itu merasa terkejut dengan kemampuan yang dimiliki Xue Yunlei "Sial, jika kekuatannya seperti itu dan dibantu oleh kedua siluman ini, aku tidak bisa untuk menghadapinya, sebab serangan ku seakan tidak berdampak bagi kedua siluman ini." Pikir Xue Zhao yang langsung menghentikan pertarungan itu sambil menghindar dan berdiri disamping ayahnya.


Hal itu agar Xue Yunlei tidak bisa melanjutkan pertarungan karena sangat menghormati Xue Beng.


Namun kini Zhuan Zhu masih terus bertarung dengan Chen Kaibo dan membuat pemuda itu menjadi bulan-bulanan.


"Dasar tidak berguna! Menghadapi seorang pendekar yang memiliki basis kultivasi lebih rendah darinya saja sudah seperti itu." Xue Zhao mengumpat dan langsung berteriak.


"Hentikan!"


Chen Kaibo pun menghentikan pertarungan. Namun saat itu Zhuan Zhu sedang melepaskan serangannya.


Duuuaaarrr


Tubuh Chen Kaibo langsung terpental saat terkena serangan Zhuan Zhu.


Pemuda itu hanya bisa terbaring ditanah sambil meringis kesakitan akibat serangan Zhuan Zhu tersebut.


"Brengsek! Mengapa mereka sangat tangguh?" Chen Kaibo mengumpat.


"Apakah kau masih mau mencoba untuk melindungi mereka?" Tanya Xue Yunlei sambil menatap Xue Zhao.


"Kau pikir aku tidak mengetahui siapa dirimu? Jika kau merasa hebat, ayo kita lanjutkan pertarungan kita diluar kota Yin." Tutur Xue Yunlei menantang Xue Zhao.

__ADS_1


"Yun'er! Jika kau menghormati pamanmu ini, tolong hentikan pertarungan kalian, sebab kalian berdua adalah putra terbaik dari klan Xue...jadi untuk apa saling bertarung?" Ucap Xue Beng membujuk Xue Yunlei.


~Bersambung~


__ADS_2