
Karena posisi Xue Yunlei dalam keadaan terpojok, sehingga Guan Renfu merasa kesempatan pemuda itu untuk melawan sudah tidak ada lagi, sehingga pendekar dewa bumi itu terus mengolok-olok dirinya.
Namun situasi itulah yang Xue Yunlei inginkan agar bisa mengalahkan pria sepuh itu.
Kini seekor naga yang diciptakan dari ratusan pepohonan besar sudah bersiap di ketiga sisi untuk melakukan serangan kejutan kepada Guan Renfu.
Tindakan Xue Yunlei itu sama persis dengan apa yang telah dia lakukan terhadap Zhen Ji. Untuk itu Xue Yunlei kembali ingin menggunakan trik yang sama untuk melawan Guan Renfu.
Namun yang berbeda dengan serangan yang akan dia lepaskan untuk menyerang Guan Renfu ialah seluruh teknik menggunakan energi elemen alam itu adalah teknik tingkat dewa, sehingga itu akan menjadi satu-satunya serangan terakhir Xue Yunlei.
Ratusan pedang kini telah tercipta dan kembali melesat untuk menyerang Guan Renfu.
Melihat serangan Xue Yunlei, pria sepuh itu hanya membalas dengan tawa renyahnya karena meremehkan serangan seorang pendekar agung.
Formasi pertahanan pun tercipta didepan tubuhnya untuk membendung serangan ratusan pedang Xue Yunlei.
Namun pria sepuh itu tidak menyangka jika serangan itu barulah serangan permulaan untuk menyiapkan serangan utama miliknya.
Saat formasi pertahanan milik Guan Renfu dihujani serangan pedang energi milik Xue Yunlei, debu mulai bertebaran sehingga membuat pandangan menjadi terbatas.
Naga Logam Api yang sudah dibaluti petir serta benang sutra emas kini telah siap untuk menyerang Guan Renfu.
Setelah sudah siap dengan rencananya serta telah mengerahkan seluruh energi qi yang dia miliki, akhirnya Xue Yunlei pun melepaskan serangan ketiga naga kayu yang berada di tiga sisi yang berbeda.
Booommm...booommm...booommm
Tiga ledakan hampir secara bersamaan terjadi saat serangan pengalihan Xue Yunlei mengenai tubuh Guan Renfu.
Tiga serangan itu sangat kuat, sehingga membuat baju zirah yang digunakan oleh Guan Renfu hancur berkeping-keping.
Pria sepuh itu tidak mempercayai dengan apa yang telah dia rasakan saat itu, sebab saat ini dirinya telah terluka oleh serangan Xue Yunlei.
Namun keterkejutannya itu tidak berhenti sampai disitu, sebab kini serangan Naga Logam Api itu segera menyerang Guan Renfu untuk membunuhnya.
Booommm
Ledakan pun kembali terjadi setelah serangan Naga Logam Api mengenai tubuh Guan Renfu sehingga membuatnya terhempas jauh dan menabrak tebing batu dibelakangnya.
Guan Renfu tidak menyangka jika dirinya akan tewas ditangan seorang pendekar agung dalam waktu yang terbilang singkat.
__ADS_1
Padahal jika dia bertarung dengan sesama pendekar dewa bumi, untuk bisa saling mengalahkan, itu membutuhkan waktu beberapa hari.
Namun karena dirinya terlalu menganggap remeh lawannya, sehingga dia tidak bisa mengantisipasi serangan puncak Xue Yunlei.
Sedangkan setelah melepaskan serangan tersebut, kini Xue Yunlei sudah tidak sadarkan diri lagi, hal yang sama seperti yang sudah beberapa kali terjadi.
Kini pertarungan yang terjadi terlihat sudah tidak seimbang lagi. Para pendekar langit yang berasal dari gabungan lima kekuatan yang dipimpin oleh ke lima murid Guan Renfu telah banyak yang terbunuh.
Melihat pembantaian yang terjadi saat itu membuat Hua Qiangu pun mengambil tindakan untuk meminta bantuan para pendekar yang berada disisi bagian luar formasi pelindung.
"Dewi Barat! Ketua Yang Jinceng! Jika kalian ingin membantu kami, aku akan memberikan kedua peta ini kepada kalian." Teriak ketua partai Qing Ceng.
"Jika kalian tidak mau untuk membantu kami, aku akan menghancurkan peta ini agar meskipun aku mati, tidak ada yang bisa mendapatkan peta ini." Lanjutnya dengan mengangkat tangannya yang menggenggam dia buah gulungan kulit binatang untuk memberikan ancaman.
Mendengar serta melihat tindakan Hua Qiangu membuat Meng Lijun pun langsung menanggapi perkataan ketua partai Qing Ceng itu.
"Cepat buka formasi pelindung ini, aku akan membantu kalian." Ucap Meng Lijun sambil bersiap untuk bertarung.
Saat leluhur agung sekte Chuan Hao menerima tawaran Hua Qiangu, Yang Jinceng pun kini berniat untuk membantu.
Yang Jinceng langsung memberikan isyarat kepada lima orang leluhur serta para tetua sekte Angsa Putih untuk ikut bersama dengannya.
Xie Yi yang telah mengetahui kondisi Xue Yunlei tidak tinggal diam juga, pria sepuh itu segera melesat untuk menolong pemuda itu yang sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dan diikuti juga oleh tiga orang leluhur lainnya.
Melihat tindakan leluhur sekte mereka, Weng Yuang pun segera memberikan isyarat kepada para tetua yang ikut bersama dengannya untuk ikut bergabung juga didalam pertempuran tersebut.
Tidak hanya para petinggi dari ketiga kekuatan terbesar itu yang memasuki wilayah markas partai Qing Ceng, melainkan para petinggi perguruan Mi Huang yang dipimpin langsung oleh Yu Wang ikut masuk juga.
Dan tujuan mereka adalah untuk membantu Xue Yunlei.
Hua Qiangu pun langsung tersenyum setelah melihat begitu banyak pendekar yang datang untuk membantu mereka.
Setelah hampir seratus pendekar memasuki wilayah partai Qing Ceng, celah formasi pelindung itu pun kini kembali tertutup lagi.
Xie Yi bersama tiga rekannya segera melesat ke arah dimana tubuh Xue Yunlei terbaring.
Setelah tiba, Xie Yi pun memerintahkan kepada seorang leluhur untuk membawa tubuh Guan Renfu dan menunjukkannya kepada kelima kekuatan yang bergabung itu.
Leluhur itu pun segera melakukan apa yang Xie Yi perintahkan dan dengan lantang bersuara menggunakan energi qi yang dia miliki.
__ADS_1
"Hentikan perlawanan kalian! Lihat, Dewa Perang telah terbunuh! Jadi untuk apa kalian menambah korban lagi!?."
"Jika sekte Chuan Hao dan sekte Angsa Putih menginginkan peta yang dimiliki oleh Hua Qiangu, silahkan kalian ambil! Sebab kami tidak akan mengharapkan lagi kedua kitab tersebut." Tutupnya.
Pertarungan itupun langsung terhenti setelah mendengar teriakan leluhur sekte Tongtian yang saat itu juga sedang menunjukkan tubuh Guan Renfu yang sudah tidak bernyawa lagi.
Yu Fei yang melihat hal itu langsung tersenyum karena salah satu rival terberatnya kini telah terbunuh.
Melihat sikap Pengemis Tua itu, Ming Chuan langsung berkata.
"Sepertinya kau terlihat sangat bahagia setelah melihat jasad Guan Renfu."
"He...he...he...he...he...itu karena perkataanku tidak akan pernah salah." Balas Yu Fei.
"Jika aku tidak menghentikanmu waktu lalu, pasti kau juga sudah tidak bernapas lagi saat ini." Lanjutnya.
"Iya, sepertinya pendekar Xue Yunlei memang memiliki kemampuan yang tidak bisa diremehkan, sebab dia memiliki kemampuan yang tidak biasa." Ming Chuan menanggapi perkataan Yu Fei.
"Bagaimana? Apakah pertarungan ini tidak akan dilanjutkan lagi?." Tanya Meng Lijun.
"Sepertinya Dewa Barat begitu bersemangat untuk bertarung, apakah ada hal lain yang ingin diperebutkan lagi?." Balas Yu Fei sambil tersenyum.
Meng Lijun meskipun memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar dewa bumi sama seperti Yu Fei, namun dia tidak bisa mengalahkan pengemis tua itu.
Karena selain Guan Renfu dan Dewa Pedang, hanya Raja Iblis dan Dewa Racun yang bisa mengimbangi kekuatan yang dimiliki Yu Fei.
"Pengemis Busuk! Mengapa kau ikut campur dengan urusan pendekar dari klan Xue ini?." Balas Meng Lijun menjawab pertanyaan Yu Fei.
"Pemuda itu memiliki hubungan yang dekat denganku dan juga memiliki hubungan dekat dengan perguruan Mi Huang, jadi apakah salah jika aku membantunya?." Yu Fei menjawab dan balik bertanya.
"Sudahlah, ambil saja peta itu yang adalah tujuan utama dirimu datang kesini, karena jika kau ingin bertarung, apakah kekuatan seorang pendekar dewa bumi bisa mengalahkan empat orang pendekar dewa bumi?." Lanjut pengemis tua itu.
"Empat pendekar dewa bumi? Bukankah mereka hanya bertiga? Siapa pendekar dewa bumi yang satunya lagi?." Meng Lijun membantin.
Wanita sepuh itu tidak mengetahui jika ada seorang pendekar wanita juga yang sudah memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar dewa bumi.
Pertarungan itupun akhirnya terhenti, para pendekar sebagai anggota dari lima murid Guan Renfu segera memberikan pertolongan kepada rekan mereka yang masih hidup.
Sedangkan anggota kelompok Xue Yunlei tidak ada satupun yang terluka, sehingga setelah pertarungan itu terhenti, mereka segera pergi ke tempat dimana Xue Yunlei berada.
__ADS_1
~Bersambung~