
Setelah selesai membayar kerusakan serta membersihkan kekacauan yang terjadi di restoran itu, pria tua yang adalah pelindung restoran segera mendekati Xue Yunlei dan yang lainnya.
Saat pria tua itu datang mendekati mereka, Xue Yunlei segera menghilangkan formasi pelindung yang dia ciptakan.
Setelah sampai ditempat dimana Xue Yunlei berada, dia segera berkata.
"Tuan-tuan dan nona, mohon maaf atas ketidaknyamanan yang kalian rasakan di restoran kami ini." Ucap pria tua itu.
"Senior tidak perlu berkata seperti itu, sebab kami disini tidak merasa terganggu dengan situasi yang baru saja terjadi, hal itu karena kami tidak terkena dampak dari pertarungan yang telah terjadi." Balas Xue Yunlei menanggapi ucapan pria tua itu.
"Terima kasih tuan atas pengertiannya, kami akan memberikan potongan harga atas pesanan kalian sebagai bonusnya...anggap saja itu sebagai kompensasi atas ketidaknyamanan yang dirasakan." Lanjut pria tua itu lagi.
Pendekar agung itu mencoba untuk memeriksa basis kultivasi yang dimiliki oleh ketiga orang didepannya.
Namun pria tua itu tidak mendapatkan hasil yang dia inginkan, sebab Xue Yunlei dan dua rekannya telah menyembunyikan basis kultivasi mereka.
"Terima kasih atas kebaikan hati senior." Balas Xue Yunlei.
Pria tua itu pun segera pergi ke kasir untuk memberitahukan komoensasi yang telah dia janjikan kepada dua meja yang tidak terpengaruh dengan keributan yang terjadi.
Sedangkan para pendekar yang berasal dari dua sekte aliran hitam itu tetap melakukan pembersihan di dalam restoran itu.
"Sepertinya ketiga orang itu sangat istimewa... Latar belakang mereka pasti bukan sembarangan, aku harus menjalin hubungan yang baik dengan mereka." Pikir pria tua itu sambil memanggil seorang pelayan untuk membawakan arak terbaik untuk minum bersama dengan Xue Yunlei dan dua orang lainnya.
Setelah memerintahkan seorang pelayan, pria tua itu kembali mendekati meja yang ditempati oleh Xue Yunlei.
"Tuan-tuan dan nona, maaf aku kembali mengganggu kalian lagi...perkenalkan, aku Chi Zong pelindung dan juga sebagai penanggung jawab di restoran ini...bisakah aku duduk dan menikmati arak bersama dengan kalian?." Tuturnya memperkenalkan diri dan meminta ijin kepada Xue Yunlei.
"Silahkan senior Chi...mari bergabung dengan kami." Balas Xue Yunlei dengan santun.
"Senior, perkenalkan, aku Xue Yunlei berasal dari kota Yin." Lanjutnya.
"Aku Zhuan Zhu."
"Aku Huaxianzi."
Ketiganya langsung memberitahukan nama mereka masing-masing.
Dua nama awal membuat tubuh Chi Zong langsung merinding setelah mendengarnya.
__ADS_1
"Chi Zong memberi hormat kepada pendekar Xue Yunlei dan juga kepada senior Zhuan Zhu." Ucap pria tua itu sambil memberikan sikap hormat.
"Senior tidak perlu bersikap terlalu formal seperti itu...karena itu akan menarik perhatian banyak orang." Ucap Xue Yunlei.
"Pendekar Xue, mohon maaf atas kecerobohanku." Ucap Chi Zong lagi dengan wajah yang bersalah.
"Sudahlah...lupakan saja...silahkan duduk senior Chi." Ucap Xue Yunlei lagi.
Sikap Chi Zong seperti itu sebab dirinya telah mendengar tindakan Xue Yunlei yang telah membunuh salah satu pendekar terkuat di daratan negara Xin.
Chi Zong juga mengetahui dengan jelas cerita tentang kehancuran partai Qing Ceng yang dilakukan oleh Xue Yunlei yang datang bersama dengan Zhuan Zhu dan juga beberapa wanita cantik.
Hal itu juga yang menguatkan hatinya jika salah satu sosok didepannya itu adalah Zhuan Zhu sang dewa penyamaran.
"Aku tidak menyangka jika hari ini aku bisa bertemu dengan dua orang pendekar dengan nama yang telah tersohor di daratan negara Xin ini." Ucap Chi Zong.
"Senior Chi tidak perlu terlalu membesar-besarkan hal itu, kami berdua masih jauh lebih lemah dari para pendekar yang berada di wilayah bagian timur dan wilayah bagian barat dari negara Xin ini." Ucap Xue Yunlei merendah.
"Untuk merayakan pertemuan kita ini, mari kita bersulang dan menikmati arak terbaik di restoran ini." Ujar Chi Zong sambil mengangkat mangkuk yang berada ditangannya.
Xue Yunlei dan Zhuan Zhu langsung melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Chi Zong.
Mereka pun berbincang-bincang sambil menikmati arak dan daging bakar yang tersedia di depan mereka.
Setelah hari sudah mulai gelap dan kekacauan yang ada di restoran itu telah selesai dibersihkan, mereka pun membubarkan diri dan pergi ke salah satu penginapan yang berada tidak jauh dari restoran itu agar bisa memesan kamar untuk beristirahat.
Tidak ada hal yang terjadi malam itu. Sehingga keesokan harinya mereka bertiga segera melanjutkan perjalanan lagi dengan menunggang kuda.
Chi Zong langsung pergi ke penginapan yang ditempati oleh Xue Yunlei dan dua orang lainnya.
Namun setelah dia bertanya kepada seorang pelayan, jawaban yang dia dapatkan tidak sesuai dengan harapannya, sebab tiga orang yang dia cari sudah pergi meninggalkan penginapan itu.
Perjalanan setelah meninggalkan kota Jicheng tidak seperti perjalanan ke wilayah padang gurun.
Hal itu karena tidak ada satu pun desa yang berdiri sampai mereka bisa tiba di kota Rehe, yaitu kota yang dipimpin oleh seorang pendekar yang berasal dari sekte gunung Kepala Putih.
Hutan belantara membentang luas di daerah yang mereka bertiga lalui sehingga sangat rawan untuk dilalui oleh para pendekar yang memiliki basis kultivasi yang rendah.
Kuda yang mereka tunggangi tiba-tiba berontak.
__ADS_1
Xue Yunlei dan dua orang lainnya sudah mengetahui penyebabnya.
Seekor Harimau dengan ukuran tubuh yang tidak biasa langsung menghadang jalan mereka sehingga menakuti kuda yang mereka tunggangi.
"Jangan menghalangi jalan kami jika tidak ingin kehilangan nyawa kalian." Ucap Xue Yunlei mengingatkan.
"Siapa yang pendekar Xue maksudkan itu?." Tanya Zhuan Zhu bingung.
Hal itu karena Zhuan Zhu hanya bisa melihat seekor harimau dengan tubuh yang tinggi dan besar telah berdiri didepan mereka.
"Senior Zhuan, harimau ini hanyalah ilusi yang dibuat oleh para pendekar yang berasal dari sekte gunung Kepala Putih yang diceritakan oleh Huaxianzi."
"Akan tetapi dengan ilusi yang berbeda, sebab harimau ini bisa melukai seseorang jika terkena serangannya." Xue Yunlei menjelaskan.
Zhuan Zhu baru mengetahui jika ada teknik ilusi yang bisa melukai. Yang dia ketahui bahwa teknik ilusi hanya bisa digunakan untuk mengelabui lawan.
"Pendekar Xue, apa benar yang kau katakan itu? Mengapa aku baru mengetahuinya?." Ucap Zhuan Zhu menanggapi penjelasan Xue Yunlei.
Para pendekar yang adalah anggota sekte gunung Kepala Putih merasa sangat terkejut karena teknik yang mereka gunakan bisa diketahui oleh seorang pria yang akan menjadi korban mereka.
Puluhan orang yang awalnya bersembunyi kini langsung keluar dari persembunyian mereka dan berdiri di belakang harimau itu.
"Tidak ku sangka, ternyata ada orang juga ya yang mengetahui dengan salah satu teknik terbaik dari sekte kami." Ujar seorang pria.
"Jika kalian tidak mendengarkan peringatan ku sebelumnya, maka ancaman yang telah aku katakan itu akan aku wujudkan." Xue Yunlei kembali berkata.
"Sepertinya kau berpikir kami bisa dengan mudah untuk mempercayai bualan mu itu... Sebelumnya pernah ada juga yang membual seperti dirimu...akan tetapi kini orang itu sudah tidak ada lagi dimuka bumi ini." Balas pria yang adalah pemimpin mereka.
"Akan lebih baik jika kau mempercayai bualan ku barusan....karena jika tidak, kau pasti tidak akan bisa lagi melihat dunia ini." Ujar Xue Yunlei lagi.
"Aku penasaran untuk bisa membuktikan kehebatan bualan mu itu." Balas pria tersebut sambil menggerakkan kedua tangannya membentuk sebuah simbol untuk mengontrol harimau yang berdiri di depan mereka.
Harimau itu dengan cepat langung menyerang Xue Yunlei dan dua orang lainnya dengan cakar dan juga dengan taring runcintnya.
Kuda yang ditunggangi oleh mereka bertiga langsung berontak karena ketakutan.
Xue Yunlei, Zhuan Zhu dan juga Huaxianzi langsung melompat dan bersiap untuk menyambut serangan harimau itu.
Ratusan kelopak bunga yang berukuran besar langsung melesat kearah hewan itu bersamaan dengan serangan Zhuan Zhu.
__ADS_1
~Bersambung~