
Setelah melakukan perjalanan selama tujuh hari, akhirnya Xue Yunlei dan Huaxianzi pun kini tiba di kota Yin.
Keduanya langsung mendarat di hutan yang masih berada di luar dinding tembok kota itu serta melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki saja.
Kini penampilan pemuda itu seperti biasanya dengan menggunakan jubah milik ayahnya yang bermotif awan merah.
Tujuan Xue Yunlei untuk memasuki kota Yin karena ingin memenuhi janjinya untuk bertemu dengan Zhuan Zhu disalah satu penginapan yang telah dia tentukan.
Saat mendekati gerbang kota Yin, para prajurit yang bertugas di gerbang kota langsung bersujud memberi hormat menyambut kedatangan pemuda itu.
"Hormat kepada tuan muda Xue Yunlei!." Seru mereka serentak.
Meskipun saat itu Chen Kangjian masih menjabat sebagai penguasa kota Yin, akan tetapi dengan kemampuan serta kekuatan Xue Yunlei, sehingga membuat seluruh penduduk kota itu serta para prajurit keamanan kota sangat menghormatinya.
"Silahkan berdiri." Ucap Xue Yunlei menanggapi sambutan para prajurit itu.
Orang-orang yang saat itu sedang mengantri untuk menunggu giliran pemeriksaan langsung merasa terkejut melihat sikap para prajurit itu.
Namun saat mereka mendengar nama dari sosok yang prajurit itu hormati, semuanya langsung mengerti.
"Ternyata ini pendekar muda yang telah menggemparkan dunia persilatan baru-baru ini. Tidak ku sangka jika memang usianya masih terlihat sangat mudah."
"Apakah pemuda ini benar-benar sehebat sesuai dengan rumor yang beredar itu?."
Kata-kata yang terucap setelah melihat sosok pendekar muda yang telah menggemparkan dunia persilatan.
Xue Yunlei bisa mengetahui apa yang mereka pikirkan, akan tetapi dirinya masih tetap melangkah dan tidak menghiraukannya.
Keduanya pun dengan santai melangkah menuju ke penginapan di mana Zhuan Zhu berada.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi keduanya untuk bisa tiba di penginapan yang sudah dia tentukan sebelumnya.
Keduanya langsung disambut oleh seorang pelayan dengan sangat ramah.
"Tuan muda Xue, silahkan masuk, apakah ada yang bisa saya bantu?." Tanya pelayan itu.
"Apakah di penginapan ini ada seorang pria yang telah beberapa waktu menginap atau selalu datang ke penginapan ini?." Tanya Xue Yunlei.
"Menurut yang aku ketahui, tidak ada seseorang yang menginap di tempat ini dalam jangka waktu yang lama." Jawab sang pelayan.
"Sepertinya senior Zhuan Zhu tidak ingin menunjukkan jati dirinya kepada orang lain." Pikir Xue Yunlei.
"Terima kasih atas informasinya." ucap Xue Yunlei.
"Tuan muda tidak perlu berterima kasih kepadaku, sebab ini seperti biasa sudah menjadi tanggung jawab ku." Balas sang pelayan.
Pemuda itu segera memindai seluruh ruangan yang ada dilantai dasar penginapan itu untuk bisa menemukan di mana sang dewa penyamaran.
__ADS_1
Setelah tatapannya tertuju kearah sesosok pria yang duduk sambil menikmati arak di sudut ruangan itu, Xue Yunlei pun langsung bisa mengenali sikap dan tingkah laku pria itu.
Xue Yunlei pun segera melangkah mendekati pria itu dan langsung bertanya setelah berada didekatnya.
"Senior, apakah anda sudah lama menungguku disini?." Tanya Xue Yunlei menyapa pria itu.
"Mohon maaf, sepertinya tuan telah salah orang." Balas pria itu.
"Senior Zhuan Zhu, tidak usah bercanda lagi, sebab kita saat ini akan segera kembali ke kediaman ku di klan Xue." Sanggah Xue Yunlei.
"Mohon maaf tuan, sepertinya kita baru pertama kali ini bertemu, sehingga sudah pasti tuan telah salah orang." Balas pria itu lagi.
"Pendekar Xue, apakah kau sedang mencariku?." Tanya seorang pria yang baru saja mendekatinya.
Saat Xue Yunlei berpaling dan menatap ke arah sumber suara yang menyapanya, pemuda itu kembali melihat sosok yang tidak dikenalnya.
"Siapa anda?." Tanya Xue Yunlei.
"Aku Zhuan Zhu." Jawab pria itu.
Mendengar jawaban pria yang baru saja menyapanya membuat Xue Yunlei merasa malu karena dia telah menyapa orang yang salah.
"Tuan, mohon maaf atas ketidaknyamanan yang baru saja tuan rasakan." Ucap Xue Yunlei kepada pria yang dia sapa pertama kali.
"Tidak mengapa, tetapi aku hanya heran saja, melihat caramu menyapaku sepertinya kalian begitu akrab, tetapi mengapa kau tidak bisa mengenali pria dibelakangmu itu?." Ujar pria yang pertama kali disapa oleh Xue Yunlei.
"Sudahlah, itu bukan urusanmu." Balas Xue Yunlei dengan nada suara yang ketus.
Setelah tiga sosok itu pergi, sang pelayan segera mendekati pria itu dan berkata.
"Tuan, mengapa kau berkata seperti itu kepadanya? Apakah kau tidak mengenal pemuda itu?."
"Iya, memang aku tidak mengenalnya, memangnya kenapa jika aku berkata seperti itu kepadanya?." Jawab pria itu dan balik bertanya.
"Dia adalah tuan muda Xue Yunlei! Apakah kau tidak pernah mendengar nama itu?." Balas sang pelayan dan juga balik bertanya.
"Xue Yunlei? Apakah benar yang kau katakan itu?." Tanya pria itu seakan baru menyadari jika sosok yang baru saja di celanya itu adalah sosok penedekar yang sangat kuat di wilayah negara Xin itu.
"Iya, dia memang adalah tuan muda Xue Yunlei." Balas sang pelayan lagi.
Setelah diyakinkan oleh sang pelayan, pria itu langsung berdiri dan mengejar ketiga sosok yang baru saja meninggalkannya.
Saat pria itu keluar dari penginapan, dia langsung bisa melihat punggung ketiga sosok itu.
Pria itu segera melangkah dengan cepat untuk menyusul Xue Yunlei.
Setelah bisa menyusul mereka, akhirnya pria itu langsung mendahului mereka bertiga dan menghadang.
__ADS_1
Xue Yunlei merasa terkejut dengan sikap pria itu. Namun sedetik kemudian pria itu langsung bersujud di depan Xue Yunlei dan berkata.
"Tuan muda Xue Yunlei, maaafkan atas kelancangan ku. Sebab aku tidak mengetahui jika itu dirimu."
"Sudahlah, menyingkirlah dari jalanku. Kata-kata mu itu semakin membuat aku muak." Balas Xue Yunlei.
"Tuan muda Xue, hukum saja diriku yang tidak tahu diri ini." Ujar pria itu lagi.
"Jika kau tidak menyingkir dari jalanku, jangan harap kau masih bisa melihat dunia ini." Balas Xue Yunlei.
Mendengar perkataan serta intonasi suara pemuda didepannya, membuat pria itu langsung menyingkir dari hadapan Xue Yunlei dan tidak berani berkata lagi.
Saat mereka bertiga sedang berjalan di jalan utama kota Yin, semua pasang mata penduduk kota itu tertuju kepada sosok yang menggunakan jubah bermotif awan merah.
"Sepertinya tuan muda Xue Yunlei telah kembali ke kota kita ini."
"Apakah dia akan menetap di kota Yin ini?."
"Dengan kehadirannya, kota Yin ini tidak akan di anggap remeh oleh para pendekar yang berasal dari sekte-sekte atau pun perguruan ilmu bela diri yang ada di negara Xin ini."
Kata-kata yang terlontar keluar dari mulut setiap penduduk kota Yin saat melihat Xue Yunlei.
Ketiganya langsung melesat terbang menuju ke kediaman milik pemuda itu di wilayah klan Xue.
Dia tidak menyadari jika sudah ada dua orang wanita yang sedang menunggunya.
Setelah mendarat tepat di halaman kediamannya, Xue Yunlei merasa heran saat melihat situasi di kediamannya.
"Siapa yang melakukannya? Mengapa kediaman ku terlihat bersih dan rapih seperti ini?." Gumamnya.
Mendengar ada suara orang dihalaman rumah itu, Rui Lianjin pun langsung menuju ke depan untuk melihat siapa pemilik suara itu.
Saat melihat Xue Yunlei, wanita itu segera keluar dan menyambutnya.
"Rui Lianjin memberi hormat kepada tuan muda Xue Yunlei dan juga kepada nona Huaxianzi."
"Senang bisa bertemu kembali dengan kalian berdua." Lanjutnya.
"Rui Lianjin, sejak kapan kau tinggal di kediaman ku? Apakah kau hanya datang sendiri? Bagaimana dengan keadaan nona Xiao Lin Meng dan juga nona Xiao Ning Lan?." Pertanyaan yang keluar dari mulut Xue Yunlei.
"Tuan muda Xue, aku datang kesini bersama dengan nona Xiao Lin Meng. Dan kami berdua sudah empat hari tinggal di kediamanmu ini." Jawab Rui Lianjin.
"Oh...ternyata kau datang bersama dengan nona Xiao Lin Meng? Terus bagaimana kabar nona Xiao Ning Lan?." Tanya Xue Yunlei lagi.
"Nona Ning Lan saat ini sedang mengurus usaha yang ditinggalkan oleh mendiang ayahnya, sehingga dia tidak ikut bersama dengan kita kesini." Jawab Rui Lianjin.
"Terus, dimana nona Xiao Lin Meng?." Tanya Xue Yunlei.
__ADS_1
"Aku disini." Ucap seorang gadis sambil tersenyum menatap Xue Yunlei.
~Bersambung~