
Setelah merasakan kekuatan Xue Yunlei, pria paruh baya yang adalah kakak tertua dari kelima pria tua lainnya kini tidak lagi mau meremehkan lawannya tersebut.
"Ayo kita gabungkan kekuatan kita untuk menyerang mereka berdua agar bisa secepatnya menangkap wanita itu". Ajakan kakak tertua mereka.
Kelima pria paruh baya lainnya segera merespon dengan mengerahkan energi qi milik mereka masing-masing dan membentuk menjadi beberapa senjata energi.
Xue Yunlei dan Xiangwei yang melihat apa yang dilakukan oleh lawan mereka, segera juga menggunakan serangan terkuat mereka berdua.
Berada dengan Xiangwei yang telah menggunakan teknik tertinggi serta seluruh energi qi miliknya, akan tetapi Xue Yunlei belum menggunakan teknik tingkat dewa yang dia miliki.
Batang pohon yang mereka gunakan diselimuti energi qi yang sangat padat agar bisa digunakan untuk menghadang serangan ke enam lawan mereka.
Disisi yang lain tidak jauh dari tempat dimana pertarungan sedang berlangsung, pria tua yang adalah penguasa kota Shenmu bersama dua orang pendekar langit kini sedang menyaksikan hal tersebut.
"Sebenarnya apa yang sedang mereka perebutkan? ". Pikir sang penguasa kota Shenmu.
" Pertarungan antara beberapa pendekar langit menurut pengetahuanku selama ini belum pernah terjadi ".
" Terkecuali ada suatu masalah yang sangat besar atau juga ada hal yang sangat berharga yang sedang mereka perebutkan ".
Sang penguasa kota terus berpikir tentang alasan mengapa pertarungan itu terjadi.
" Tuan, menurutku, sepertinya ke-enam pendekar itu ingin menangkap wanita tersebut ". Ucap seorang pendekar langit yang bersama dengannya.
" Mengapa kamu berpikir seperti itu? Apa yang menjadi alasannya? ". Tanya sang penguasa kota?
" Menurut pengamatanku, wanita itu tidak sesederhana yang kita lihat, karena sepertinya wanita itu adalah seorang yang berasal dari bangsa peri ". Pendekar langit itu memberikan penjelasan untuk menjawab pertanyaan dari sang penguasa kota.
Seekor singa, sebuah golok, belasan pedang, seekor gorila, seekor banteng, dan juga seekor ular, semuanya memiliki ukuran yang sangat besar secara bersamaan melesat kearah Xue Yunlei dan juga Xiangwei.
Xue Yunlei dan Xiangwei juga segera merespon dengan melepaskan serangan tombak besar yang terbuat dari batangan pohon yang besar.
Setelah melepaskan serangan, Xue Yunlei kembali mengerahkan energi qi miliknya dengan menciptakan sebuah tembok kayu tebal dan tinggi untuk mengantisipasi jika serangan mereka berdua bisa di patahkan oleh serangan lawan mereka.
"Apakah kamu meremehkan kekuatan yang aku miliki? ". Ujar Xiangwei merasa tersinggung dengan apa yang Xue Yunlei lakukan.
" Tidak, aku hanya mengantisipasi saja jika perhitungan kita meleset ". Jawab Xue YunleiYunlei tanpa merasa bersalah.
" Baiklah, aku akan menunjukkan bagaimana kekuatanku yang sesungguhnya ". Gerutunya sambil meningkatkan kekuatan serangannya.
Dalam sekejap, gelombang kekuatan serangan yang besar pun kembali melesat menyusul serangan yang pertama.
__ADS_1
Booommm
Bunyi ledakan besar pun terjadi kembali di udara.
Setelah benturan tersebut, ternyata apa yang dipikirkan oleh Xue Yunlei pun benar - benar terjadi.
Kekuatan serangan ke-enam pria tua itu bisa menghancurkan serangan milik Xue Yunlei dan juga Xiangwei.
Blaaarrr
Gempuran serangan mereka pun menerjang tembok kayu yang diciptakan oleh Xue Yunlei.
Tembok kayu tersebut langsung hancur, namun serangan mereka juga terhenti di situ.
Kecepatan serangan milik Xiangwei membuat ke-enam pria tua itu merasa sangat terkejut.
"Cepat ciptakan formasi pertahanan". Teriak kakak tertua mereka.
Ke-enam pria tua itu pun dengan cepat segera menciptakan formasi pertahanan untuk membendung serangan Xiangwei.
Booommm
Gelombang serangan milik Xiangwei tidak henti - hentinya menggempur dinding formasi pertahanan tersebut.
Ke-enam pria tua itu pun terus menerus mengerahkan energi qi milik mereka untuk memperkuat formasi pertahanan mereka.
Sedangkan Xiangwei terus menerus menyerang formasi pertahanan mereka.
Xue Yunlei yang melihat situasi tersebut segera menggunakan teknik tingkat dewa miliknya dengan menggunakan elemen api dan juga elemen petir dan membentuk sebuah tombak dan dilepaskan ke arah formasi pertahanan lawan.
Serangan tersebut adalah serangan terakhir yang akan di lancarkan oleh Xue Yunlei, sebab energi qi yang dimiliki olehnya belum juga cukup untuk menggunakan teknik tingkat dewa tersebut.
Blaaarrr
"Ackh".
" Uhuk... Uhuk ".
Suara yang terdengar setelah dinding formasi pertahanan milik mereka telah dihancurkan oleh serangan Xue Yunlei.
Xiangwei juga merasa terkejut dengan tindakan Xue Yunlei karena telah menggunakan teknik tingkat dewa miliknya.
__ADS_1
Empat dari ke-enam pria tua yang menjadi lawan mereka kini sudah terhempas ke tanah dan dalam keadaan terluka parah.
Sedangkan untuk dua orang pendekar agung lainnya masih bisa bertahan melayang di atas udara meskipun tubuh mereka berdua sebelumnya terhempas juga.
"Mengapa seorang pendekar suci bisa memiliki kekuatan serangan seperti itu? Sepertinya latar belakang pemuda ini tidak bisa dipandang sebelah mata". Pikir pria tua yang adalah kakak tertua mereka.
Hal itu membuat dirinya merasa terkejut karena meskipun serangan Xue Yunlei awalnya telah membentur formasi pertahanan, akan tetapi masih bisa melukai keempat adik Perguruan nya.
Xiangwei yang melihat hasil dari serangan milik Xue Yunlei, segera menangkap tubuh pendekar muda itu yang saat ini sudah tidak lagi sadarkan diri.
" Kakak tertua, sekarang ini, apa yang harus kita lakukan? ". Tanya pria tua lainnya yang adalah adik keduanya.
" Sepertinya kita terlebih dahulu harus menyelamatkan keempat adik perguruan kita, jika tidak secepatnya, nyawa mereka bisa terancam ". Balas pria tua itu menjawab pertanyaan adik perguruan nya.
" Kakak, tetapi pendekar muda itu kini sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri, sepertinya ini adalah kesempatan kita untuk menangkap wanita itu ". Ujar adik perguruan nya lagi.
" Sepertinya identitas pendekar muda itu tidak sesederhana yang kita pikirkan, takutnya orang yang berada di belakangnya akan datang untuk membantu mereka ". Balas sang kakak tertua.
" Tetapi untuk mendapatkan tubuh bangsa peri, itu tidak mudah, sehingga kita harus memanfaatkan kesempatan ini ". Adik perguruan itu tetap mendesak agar menangkap Xiangwei.
" Apa, jadi wanita itu adalah seorang peri? ". Gumam sang penguasa kota Shenmu setelah mengetahui identitas Xiangwei.
Sang penguasa kota Shenmu merasa tergiur dengan apa yang baru saja dia ketahui.
" Bagaimana tuan, apa yang akan kita lakukan? ". Tanya salah satu pendekar langit yang bersama dengannya.
" Kita tunggu saja tindakan selanjutnya yang akan mereka berdua lakukan ". Jawab sang penguasa kota.
Setelah selesai berdiskusi, kedua pendekar agung itu pun segera mengurungkan niat mereka untuk menangkap Xiangwei.
Keduanya segera menolong keempat adik perguruan mereka dan melesat meninggalkan tempat itu.
Melihat kedua pendekar Agung itu tidak melanjutkan niat mereka, sang penguasa kota segera memerintahkan kedua pendekar yang bersama dengannya untuk segera menyerang dan menangkap Xiangwei.
Disaat mereka bertiga hendak menyerang Xiangwei untuk menangkapnya, sekelebat bayangan hitam segera mendekat dengan cepat menyerang mereka bertiga.
Merasakan ada bahaya yang mendekat, mereka bertiga pun segera menghentikan niat mereka.
"Siapa kamu yang mencoba untuk menyerang kami? ". Tanya sang penguasa kota setelah melihat sosok yang akan menggagalkan misi mereka.
~Bersambung~
__ADS_1