
Perjalanan mereka tidak mendapatkan halangan apa pun hingga tiba di kota Baode.
Setelah tiba di kota tersebut, kelompok Xue Yunlei pun kembali berpisah dengan rombongan Weng Yang dan juga bangsawan Niu Gao.
Kini kelompok Xue Yunlei segera pergi menuju ke pelabuhan untuk menemukan kapal yang akan menuju ke kota Zhayuan.
Rui Lianjin dan Xiao bersaudarah belum mengetahui tujuan mereka mengapa pergi ke pelabuhan yang ada di kota itu.
Situasi dipelabuhan tersebut terlihat sangat ramai meskipun hari mulai gelap.
Lima sosok wanita cantik bersama seorang pria yang masih berusia remaja kini mulai menarik perhatian para pria yang ada di sekitar tempat itu.
Xue Yunlei melihat seorang pria paruh baya yang berada diatas salah satu kapal yang bersandar di dermaga, segera pergi untuk menghampirinya.
"Tuan! Apakah aku boleh bertanya?". Teriak Xue Yunlei dari dermaga.
"Apa yang ingin kamu tanyakan?". Balas pria itu.
Xue Yunlei pun segera melesat naik keatas kapal untuk bertanya.
Hal tersebut agar mereka bisa berkomunikasi tanpa didengar oleh orang lain.
Sesampainya diatas kapal, Xue Yunlei pun bertanya.
"Apakah kapal ini akan menuju ke kota Zhayuan?".
"Iya, tetapi kapal ini sudah di sewa oleh seseorang, sehingga saya sudah tidak akan menerima penumpang yang lain". Jawab pria paruh baya tersebut.
"Apakah barang bawaannya sangat banyak?". Tanya Xue Yunlei.
"Sebenarnya tidak banyak barang yang dia bawa, namun dia tidak mau ada orang lain yang naik di kapal ini bersama dengannya". Pria itu menjelaskan.
"Dimana keberadaan orang yang menyewa kapal ini?". Tanya Xue Yunlei.
"Saat ini dia masih berada dipenginapan, sebab kita akan berangkat besok pagi - pagi sekali". Jawab pemilik kapal itu.
"Jika demikian, aku akan kembali kesini saat masih subuh, agar aku bisa bertemu dengannya dan bisa bermohon untuk menumpang dikapal ini". Ucap Xue Yunlei.
"Iya, sebaiknya anda kembali kesini lebih cepat darinya, agar supaya bisa bertemu sebelum kami berangkat dan bisa langsung bermohon kepadanya". Balas sang pemilik kapal.
"Tuan, terima kasih atas keramahan serta informasinya, aku pamit undur diri". Tutur Xue Yunlei sambil berbalik dan melompat turun dari kapal itu.
Remaja itu pun segera berjalan menuju ke tempat dimana lima orang wanita cantik berada yang sedang berdiri menunggunya.
Xue Yunlei harus bermohon kepada orang yang telah menyewa kapal itu, karena itu adalah satu - satunya kapal yang melayani penumpang ke kota Zhayuan.
Dan jika tidak bisa diijinkan untuk menumpang kapal itu, sudah bisa dipastikan, mereka akan menunggu seminggu lagi untuk bisa menumpang dikapal itu.
"Bagaimana? Apakah kita akan menumpang dikapal itu?". Tanya Xiao Lin Meng.
"Iya, tetapi untuk saat ini, kita terlebih dahulu mencari penginapan untuk beristirahat, agar saat subuh nanti kita bisa secepatnya kembali kesini". Ujar Xue Yunlei sambil berjalan dan diikuti oleh lima wanita cantik itu.
__ADS_1
Saat mereka sedang berjalan, seorang pemuda tampan dan berpakaian mewah datang mendekati dan seakan menghalangi jalan yang akan dilalui oleh Xue Yunlei dan lainnya.
Pemuda itu tidak sendiri, melainkan dirinya didampingi juga oleh sebelas orang pendekar yang terlihat seperti pengawalnya.
"Tuan dan nona - nona sekalian, bagaimana jika aku mengundang kalian untuk menikmati makanan dan arak terbaik dikota ini?". Tutur pemuda itu menawarkan kepada Xue Yunlei sambil menatap ke arah para wanita cantik.
Xue Yunlei merasa tidak memahami, mengapa pemuda itu tiba - tiba datang dan mengundang mereka untuk makan dan minum.
"Siapa pemuda ini dan mengapa dia mengundang kami? Sebenarnya apa tujuannya?". Pikir Xue Yunlei penasaran.
"Ah, mohon maaf sebelumnya karena tidak memperkenalkan diriku terlebih dahulu kepada kalian".
"NamaKu adalah Oghui, Aku adalah tuan muda penguasa kota Yikezhao". Tuturnya memperkenalkan identitasnya dengan ramah.
"Tuan muda Oghui, terima kasih atas tawarannya, namun saat ini kami sedang terburu - buru, karena hendak bertemu dengan seorang bangsawan yang telah menyewa kapal itu". Balas Xue Yunlei memjelaskan sambil menunjuk ke arah salah satu kapal yang bersandar di dermaga.
"Jadi, bukan kami bermaksud tidak menghargai tawaran tuan muda Oghui, tetapi ada urusan penting yang harus kami selesaikan". Lanjut Xue Yunlei memberikan alasan kepada pemuda didepannya.
"Apakah urusan itu sangat penting?". Tanya Oghui penasaran.
"Iya, menurutku urusan ini sangat penting". Jawab Xue Yunlei.
"Jika aku boleh tahu, urusan apa itu?". Tanya Oghui lagi.
"Mohon maaf, aku tidak bisa memberitahukan hal itu kepada tuan muda Oghui". Balas Xue Yunlei ramah.
"Apakah anda mengenal bangsawan yang telah menyewa kapal itu?". Tanya Oghui lagi namun wajahnya terlihat biasa - biasa saja.
"Memang kami tidak mengenalnya, akan tetapi aku telah diberikan petunjuk oleh pemilik kapal itu bahwa bangsawan yang menyewa kapal itu saat ini sedang beristirahat di sebuah penginapan paling mewah di kota ini, oleh karena itu kami akan pergi mencarinya kesana agar bisa bertemu dengannya". Xue Yunlei menjelaskan.
Oghui mengungkapkan bahwa orang yang dicari oleh Xue Yunlei adalah dirinya.
Pengakuan tersebut membuat Xue Yunlei merasa terkejut dan malu karena telah menolak tawaran Oghui yang adalah sosok yang dicarinya.
"Apa benar yang tuan muda Oghui katakan itu?". Tanya Xue Yunlei yang ingin memastikannya lagi.
"Iya, itu benar". Jawab Oghui santai.
"Jadi bagaimana? Apakah sekarang kalian mau menerima tawaranKu?".
"Tentang urusan yang anda maksudkan tadi, kita bicarakan saja saat makan malam nanti, bagaimana?".
Oghui kembali menawarkan kepada Xue Yunlei lagi.
Karena hanya kapal itu yang melayani pelayaran untuk sampai ke kota Zhayuan, sehingga Xue Yunlei tidak bisa mempunyai alasan lagi untuk menolaknya.
Memang salah satu alasan penolakan Xue Yunlei sebelumnya, karena dirinya merasa risih dengan sikap Oghui.
Remaja itu berpikir, sikap Oghui sama seperti yang di tunjukkan oleh Liu Jing, tuan muda di kota Luyukou.
Sehingga dirinya tidak mau bergaul dengan orang - orang yang memiliki kepribadian seperti itu.
__ADS_1
"Baiklah, kami menerima tawaran tuan muda Oghui". Jawab Xue Yunlei.
"Jika demikian, ayo kita pergi ke restoran terkemuka yang ada di kota ini". Ajak Oghui sambil mempersilahkan Xue Yunlei dan lainnya dan berjalan disamping Xue Yunlei.
Sedangkan sepuluh pendekar yang mengawalnya mengikuti mereka dari belakang.
Dan seorang pendekar, berjalan disamping Oghui.
Saat mereka berjalan, ada banyak pasang mata yang menatap kearah mereka.
Itu karena kecantikan lima orang wanita yang bersama - sama dengan Xue Yunlei sangat mencolok.
Situasi tersebut sudah diketahui oleh Xue Yunlei dan juga Oghui.
Oghui sendiri sama seperti para pria yang menatap kearah lima orang wanita itu.
Dirinya juga merasa sangat tertarik dengan mereka.
Hal itulah yang membuatnya sehingga mengundang mereka untuk makan malam bersama.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk bisa tiba di sebuah bangunan mewah yang adalah sebuah restoran terkemuka di kota itu.
"Selamat datang tuan - tuan dan nona - nona sekalian, silahkan masuk". Sambut seorang pelayan restoran.
"Tuan - tuan dan nona - nona mau menempati tempat yang mana?". Tanya sang pelayan.
"Kami ingin menempati lantai atas". Jawab Oghui.
"Sekedar ingin memberitahukan, untuk lantai dasar ini, melihat jumlah kalian, biaya termurah yang harus tuan bayar terlebih dahulu adalah satu koin emas".
"Untuk bisa menempati lantai dua, tuan harus membayar sepuluh koin emas terlebih dahulu".
"Dan untuk menempati lantai tiga, tuan harus membayar terlebih dahulu dua puluh koin emas".
Pelayan itu menjelaskan aturan yang ada di restoran itu serta tingkatan ekonomi untuk menempati setiap tingkat bangunan restoran tersebut.
"Bagaimana jika kami ingin menempati lantai tiga dan ingin memesan makanan serta arak terbaik yang ada di restoran ini?". Tanya Oghui.
"Tuan harus membayarnya terlebih dahulu dengan 50 koin emas". Jawab pelayan itu.
"Baiklah, ini aku bayar, kami akan menempati ruangan yang berada di tingkat tiga dengan makanan serta arah terbaik di tempat ini". Tutur Oghui sambil menyerahkan lima puluh koin emas kepada pelayan itu.
"Nona Zhe Zhu, cepat antarkan mereka dan layani tuan - tuan dan nona - nona ini dengan sebaik mungkin". Perintah sang pelayan yang menyambut Xue Yunlei dan lainnya.
Pria itu tidak lain adalah kepala pelayan di restoran tersebut.
Tidak hanya restoran saja, melainkan layanan penginapanpun tersedia di tempat itu.
Dan Oghui bersama rombongannya menginap juga ditempat itu.
Saat mereka melangkah untuk menaiki tangga, salah satu pelayan pria terdengar sedang memarahi seorang pria tua yang berpakaian compang - camping.
__ADS_1
Penampilan pria tua itu terlihat seperti seorang pengemis.
~Bersambung~