PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 95. Meninggalkan Kota Yungho


__ADS_3

Akhirnya Xue Yunlei dan Bao Meng Ling meninggalkan kota Yungho dengan menunggang kuda.


Ju Yuanpei bersama dua pelindung kota Yungho serta pasukan kota Yungho mengantarkan kedua muda - mudi itu.


Xue Yunlei langsung memacu kuda yang dia tunggangi dan diikuti juga oleh Bao Meng Ling dibelakangnya.


Saat mereka berdua memasuki sebuah lembaga, terdengar dentingan senjata saling berbenturan.


Xue Yunlei langsung menghentikan lari kuda yang dia tunggangi sambil mengangkat salah satu tangannya untuk memberikan isyarat kepada Bao Meng Ling.


"Ada apa? Mengapa tiba-tiba kamu berhenti!? ". Tanya Bao Meng Ling bingung.


" Sepertinya didepan sana sedang terjadi pertempuran ". Jawab Xue Yunlei.


" Ayo kita lihat! ". Ajak Bao Meng Ling.


" Jangan bertindak gegabah, kemampuanmu itu sangat rentan untuk menjadi sasaran lawan, jadi harus selalu berhati-hati ". Ucap Xue Yunlei mengingatkan.


" Untuk apa dirimu itu!? ". Balas Bao Meng Ling sambil memacu kudanya dan melewati Xue Yunlei.


Pemuda itu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis itu dan segera mengikutinya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka berdua untuk bisa sampai di tempat dimana pertempuran itu terjadi.


" Sepertinya mereka adalah rombongan pedagang yang diserang oleh para perampok ". Ucap Bao Meng Ling.


" Ayo bantu rombongan para pedagang itu ". Lanjut Bao Meng Ling.


" Kamu tidak usah pergi, biarkan aku saja yang akan membantu mereka ". Ucap Xue Yunlei yang langsung melesat menyerang para perampok.


Hanya dalam sekali serangan saja, Xue Yunlei telah menumbangkan belasan anggota para perampok.


Kehadiran serta tindakannya itu membuat kedua belah pihak merasa sangat terkejut.


Pimpinan pasukan perampok yang merasa lebih terkejut lagi saat melihat belasan bawahannya tumbang hanya dalam satu kali serangan saja.


Pertempuran itu pun langsung terhenti secara serentak seperti telah mendapatkan instruksi dari seorang pemimpin kepada bawahannya.


Pandangan semua orang langsung tertuju kepada Xue Yunlei yang saat ini telah berdiri di tengah-tengah mereka sambil menggenggam pedang energi.


"Siapa kamu!? Mengapa membunuh belasan bawahanku!? ". Tanya pria yang menjadi pemimpin para perampok.


" Apakah kalian sedang bermain - main disini!? ". Tanya Xue Yunlei menanggapi pertanyaan pria itu.


" Tuan, bantu kami untuk menghadapi mereka, karena mereka ingin merampas barang - barang dagangan kami ". Ucap seorang pria yang terlihat berpakaian seperti seorang bangsawan.


" Ketua, lebih baik kita mundur saja, sebab sepertinya dia adalah pendekar langit, sehingga kita akan menjadi korban sia-sia ditangannya ". Bisik salah satu orang kepercayaannya.


" Mundur! ". Teriak sang Ketua perampok.

__ADS_1


Xue Yunlei yang melihat rombongan para perampok telah melarikan diri, dirinya pun segera berkata menggunakan tenaga dalam.


" Jika kalian ingin merampok pedagang yang dikawal oleh Organisasi Awan Merah, aku akan membantai kalian semua sampai satupun tidak tersisa ".


"Organisasi Awan Merah!? Sepertinya aku baru mendengar nama itu, apakah itu organisasi pengawalan yang baru saja dibentuk!? ". Gumam pria yang adalah pedagang.


Para perampok yang mendengar perkataan Xue Yunlei langsung memikirkan hal yang sama dengan apa yang dipikirkan oleh pedagang itu.


Nama organisasi Awan Merah langsung tersimpan di dalam otak mereka semua.


Sedangkan untuk kepala dan anggota Biro Pengawalan, mereka hanya bisa berpikir bahwa usaha mereka akan menurun jika kekuatan organisasi Awan Merah sekuat sosok yang berdiri di tengah-tengah mereka.


"Terima kasih tuan atas bantuannya! ". Ucap pedagang tersebut.


" Sudahlah, aku juga hanya bertepatan lewat saja, sehingga aku membantu kalian". Balas Xue Yunlei.


"Kalian akan pergi kemana? ". Tanya Xue Yunlei.


" Rombongan kami akan pergi ke kota Pingyang, dan beberapa hari kemudian akan melanjutkan perjalanan ke kota Yin". Jawab pedagang tersebut.


"Oh, jadi seperti itu yah!? ". Ucap Xue Yunlei.


" Ayo kita lanjutkan perjalanan kita! ". Teriak Bao Meng Ling.


" Tuan, kalau begitu kalian harus berhati-hati untuk melanjutkan perjalanan, sebab aku sedang terburu-buru untuk tiba di kota Yin". Ucap Xue Yunlei kemudian segera melesat naik ke kuda yang dia tunggangi.


Mereka berdua segera pergi meninggalkan rombongan pedagang tersebut.


Sedangkan tujuan Xue Yunlei adalah untuk membantu dan juga ingin membuat banyak orang mengetahui bahwa ada organisasi biro pengawalan yang bernama Awan Merah.


Serta bisa mengingat jubah yang dia pakai untuk menjadi identitas organisasi mereka.


Setelah berkuda selama satu jam penuh, mereka berdua segera beristirahat di tengah - tengah hutan besar.


Xue Yunlei segera meningkatkan kekuatan spiritualnya untuk mendeteksi keberadaan makhluk buas serta keberadaan para perampok.


Setelah merasa aman, keduanya pun langsung menikmati makanan yang dibawa oleh Xue Yunlei didalam cincin penyimpanan.


Tidak lupa juga pemuda itu membawa serta teh terbaik serta arak terbaik dalam tempat minum berbentuk labu botol.


Keduanya pun menikmati makanan dan minuman yang dibawakan oleh Xue Yunlei.


Setelah selesai makan, keduanya beristirahat sejenak dan kemudian melanjutkan kembali perjalanan mereka.


Saat hari mulai senja, akhirnya mereka berdua bisa tiba di salah satu desa dengan ukuran besar .


Di desa tersebut memiliki dua bangunan penginapan dengan memiliki banyak kamar, sebab desa tersebut menjadi salah satu pilihan bagi para pedagang atau pun bagi para pengembara untuk singgah bermalam.


Saat memasuki desa tersebut, kehadiran mereka berdua menjadi pusat perhatian bagi setiap orang yang melihatnya.

__ADS_1


Hal itu karena penampilan Xue Yunlei serta kecantikan Bao Meng Ling.


Saat melihat sebuah penginapan, Xue Yunlei segera singgah untuk memesan sebuah kamar.


Saat hendak memasuki bangunan penginapan itu keduanya langsung di sambut oleh seorang pelayan.


"Selamat datang di penginapan kami ini, apakah ada yang bisa saya bantu!? ".


" Kami ingin memesan sebuah kamar, apakah masih ada yang tersisa!? ". Tanya Xue Yunlei.


" Mohon maaf tuan, kamar di penginapan kami ini sudah terisi penuh, sebaiknya tuan segera pergi ke penginapan yang lainnya untuk memesan sebuah kamar ". Jawab sang pelayan sambil memberikan saran.


"Baiklah, Terima kasih atas informasinya". Balas Xue Yunlei dan kemudian segera beranjak dari tempat itu.


Keduanya kembali melanjutkan perjalanan untuk mencari sebuah penginapan.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi keduanya untuk bisa menemukan penginapan yang satunya lagi.


Keduanya langsung disambut oleh seorang pekerja di penginapan itu yang bertugas untuk memberikan makan setiap kuda yang digunakan oleh setiap orang yang singgah di penginapan itu.


Xue Yunlei dan Bao Meng Ling kemudian memasuki bangunan penginapan itu.


Dan hal yang sama juga saat mereka memasuki penginapan sebelumnya. Keduanya langsung di sambut oleh seorang pelayan dan langsung menanyakan hal apa yang keduanya perlukan.


Namun setelah memberitahukan tujuannya, Xue Yunlei kembali mendapatkan jawaban yang sama seperti jawaban pelayan sebelumnya.


"Apakah masih ada penginapan lain didesa ini? ". Tanya Xue Yunlei penuh harap.


" Maaf Tuan, didesa ini hanya ada dua penginapan, sehingga tuan sudah tidak bisa lagi untuk menemukan penginapan yang lainnya ". Jawab pelayan tersebut.


" Bagaimana ini, apakah kita harus menginap di jalanan!? ". Pikir Xue Yunlei.


" Jika tuan dan nona mau, aku akan memberikan salah satu kamar yang telah saya sewa". Tutur seorang pemuda yang terlihat masih berusia dua puluhan tahun.


"Terima kasih tuan atas penawarannya, tetapi bagaimana dengan tuan sendiri? ". Xue Yunlei menanggapi dan langsung bertanya.


" Aku telah menyewa tiga buah kamar, sehingga tidak ada salahnya jika satu kamar yang aku sewa itu digunakan oleh tuan dan nona cantik ini". Balas pemuda itu.


"Terima kasih atas kebaikan tuan, meskipun kita tidak saling mengenal, namun tuan bersedia untuk berbaik hati kepada kami". Ucap Xue Yunlei menanggapi.


" Baiklah, aku akan menerima kebaikan hati tuan, akan tetapi, berapa harga yang harus kami bayar!? ". Lanjut Xue Yunlei bertanya kepada pemuda didepannya.


" Sudahlah, tuan tidak perlu membayarnya ". Balas pemuda itu sambil tersenyum menatap Bao Meng Ling.


Setelah berbasa-basi, akhirnya Xue Yunlei dan Bao Meng Ling segera pergi untuk menuju ke kamar yang dimaksudkan oleh pemuda itu.


Mereka berdua diantarkan sendiri oleh pemuda itu juga.


Xue Yunlei mulai merasa curiga dengan gelagat pemuda itu saat melihat Bao Meng Ling. Tatapannya terlihat seperti seorang pria mesum.

__ADS_1


Hal itu membuat Xue Yunlei sangat berhati-hati saat memasuki kamar yang dimaksud oleh pemuda itu.


~Bersambung~


__ADS_2