PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 205. Kembali Melarikan Diri


__ADS_3

Bai San segera mendekati Xue Yunlei dan langsung memberikan sebuah pil dan segera menyalurkan energi qi miliknya untuk bisa menyembuhkan serta memulihkan kembali tubuh pemuda itu.


"Anggap saja ini adalah bonus untukmu karena bisa menang taruhan melawan raja Iblis." Ucap Bai San setelah selesai menyembuhkan Xue Yunlei.


"Terima kasih senior!." Balas Xue Yunlei dengan ramah.


"Sepertinya saat ini juga kau sudah boleh pergi untuk menyusul rekan-rekanmu." Ucap Bai San dan berbalik menatap kearah para pendekar yang berasal dari sekte Gunung Kepala Putih.


"Senior, apa yang terjadi dengan leluhur kami?." Tanya Zhi Yi yang adalah ketua sekte Gunung Kepala Putih.


"Leluhur kalian kalah taruhan dengan bocah itu, dan dia tidak bisa menerima kekalahannya." Jawab Bai San.


"Leluhur, mengapa kau melepaskan bocah itu? Dimana tiga siluman dan peri itu?." Tanya Sang Guan yang baru saja tiba bersama yang lainnya.


"Bocah itu telah mengalahkan raja Iblis, sehingga kita tidak boleh menyinggungnya, sebab menurutku, dia memiliki seorang guru yang mempunyai latar belakang yang sangat kuat." Jawab Bai San.


"Ayo kita kembali...urusan kita dengan bocah itu telah selesai." Lanjut Bai San dan langsung melesat terbang kearah timur dan diikuti juga oleh bawahannya.


Raja Iblis sendiri kini masih merontah-rontah karena tidak menerima kekalahannya. Namun dia menghentikan tindakannya itu setelah bawahannya melayangkan pertanyaan kepadanya.


"Leluhur, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita harus mengejar bocah itu?." Tanya Zhi Yi.


"Berikan dia sedikit waktu untuk bisa melarikan diri, besok kalian harus kembali memburunya." Jawab raja Iblis.


"Dan kalian harus ingat...jangan pernah terjebak dengan kata-katanya." Lanjut raja Iblis.


"Saat kalian bertemu dengan bocah itu, langsung serang dia tanpa ampun...dan tugas ini aku berikan kepada kau dan kalian berdua." Tutup raja Iblis sambil menunjuk ke arah Zhi Yi dan dua pendekar dewa lainnya.


"Baik leluhur." Balas tiga pendekar dewa itu.


Raja Iblis itu segera melesat untuk kembali ke kota Rehe dan diikuti oleh bawahannya yang lain.


Sedangkan tiga orang yang diperintahkan olehnya yaitu Zhi Yi yang adalah seorang pendekar dewa surgawi puncak, Dui Buqi pendekar dewa surgawi awal serta Tie Xiao yang adalah pendekar dewa langit puncak.


"Bagaimana menurutmu? Apakah kita akan membiarkan bocah itu melarikan diri lebih jauh lagi?." Tanya Tie Xiao kepada dua rekannya.


"Menurutku sebaiknya kita segera mengejar bocah itu dan membunuhnya, sebab ini adalah kesempatan terbaik kita sebelum bocah itu bisa memulihkan kembali tenaganya." Sambung Dui Buqi memberikan tanggapan.


"Kita harus mengikuti apa yang diperintahkan oleh leluhur kepada kita...jika tidak, kita bisa mendapatkan hukuman darinya." Balas Zhi Yi menanggapi perkataan kedua rekannya.

__ADS_1


"Leluhur agung tidak akan mengetahui jika kita tidak memberikan kesempatan bagi bocah itu untuk melarikan diri...yang terpenting adalah, kita bisa secepatnya membunuh bocah itu." Ujar Dui Buqi lagi.


"Bagaimana menurutmu?." Lanjut Dui Buqi bertanya kepada Tie Xiao.


"Iya, apa yang dikatakan oleh saudara Dui Buqi benar adanya, sebab mendengar perkataan pendekar Bai San, leluhur kita telah kalah taruhan dengan bocah itu...dan menurut pengamatan ku, taruhan mereka itu adalah menerima beberapa serangan."


"Lihat situasi dihutan ini...sepertinya ada dua serangan serta sebuah pertarungan telah terjadi sebelumnya." Tutup Tie Xiao sambil menunjuk kearah bekas-bekas kehancuran yang telah terjadi.


Zhi Yi dan Dui Buqi langsung melihat sekitar mereka yang saat itu terlihat persis seperti apa yang dikatakan oleh Tie Xiao.


"Saudara Zhi Yi, sebaiknya kita harus segera bertindak dengan cepat...jika tidak, aku takut kita bertiga tidak bisa mengalahkan bocah itu setelah dia mengembalikan tenaganya yang hilang." Ucap Dui Buqi mendesak Zhi Yi.


"Baiklah, jika menurut kalian berdua, itu adalah cara yang tepat untuk bisa membunuh bocah itu, ayo kita susul dia sekarang." Ucap Zhi Yi dan langsung melesat ke udara untuk mengejar Xue Yunlei.


***


Di tengah-tengah sebuah hutan besar, Yao Laohu menghentikan larinya.


Mengetahui tindakan raja siluman harimau itu, dua siluman yang lain segera menghentikan juga lari mereka dan menatap kearah Yao Laohu.


"Raja Yao, apa yang kau pikirkan?." Tanya Langren.


"Kita adalah bawahannya, bagaimana mungkin kita membiarkan tuan kita mati demi menyelamatkan nyawa kita? Menurutku ini tidak masuk akal, sebab sudah seharusnya kita yang mengorbankan nyawa kita demi menyelamatkan dirinya." Jawab Yao Laohu.


"Kalau begitu, ayo kita kembali untuk menyelamatkan dirinya." Ajak Langren.


"Sepertinya penguasa kalian akan merasa sangat sedih jika pengorbanannya menjadi sia-sia." Ucap Zhuan Zhu menanggapi perkataan ketiga siluman itu.


"Pendekar Zhuan, kami memang adalah seekor siluman, tetapi kami masih bisa berpikir untuk setia kepada penguasa kami...nyawa kami saat ini sudah menjadi miliknya, sehingga mati demi menyelamatkan dirinya menjadi suatu kebanggaan untuk kami." Ucap Yao Laohu.


"Benar apa yang dikatakan oleh raja Yao Laohu." Sambung Langren.


Huaxianzi pun angkat bicara untuk menanggapi situasi saat itu "Aku sependapat dengan mereka, untuk itu sebaiknya kita kembali membantu penguasa apa pun yang terjadi."


"Jika pendekar Zhuan tidak mau ikut, silahkan melanjutkan perjalanan untuk kembali ke wilayah negara Xin."


"Baiklah, aku ikut bersama kalian." Balas Zhuan Zhu menanggapi.


"Ayo kita pergi." Lanjut Huaxianzi.

__ADS_1


Ketiga siluman itu pun segera berlari kembali ke arah timur untuk bisa membantu Xue Yunlei.


Setelah beberapa saat berlari kini mereka sudah bisa merasakan kehadiran Xue Yunlei. Yao Laohu segera berhenti dan menatap keatas udara.


"Sepertinya penguasa telah kembali dengan selamat." Ucap Yao Laohu.


Tidak lama kemudian sosok Xue Yunlei pun langsung terlihat.


"Penguasa!." Teriak Yao Laohu.


Xue Yunlei segera melihat kebawah dan mendapati lima sosok yang dia kenal.


Pemuda itu segera mendarat tepat diatas punggung Yao Laohu dan bertanya "Mengapa kalian kembali?."


"Kami ingin membantu penguasa untuk menghadapi mereka." Jawab Yao Laohu.


"Cepat kembali dan berlari sekencang sesuai dengan kemampuan kalian bertiga." Perintah Xue Yunlei.


"Baik penguasa!." Jawab tiga siluman itu serentak dan melakukan apa yang Xue Yunlei perintahkan.


Saat mereka sedang berlari, karena merasa penasaran, Yao Laohu pun melontarkan pertanyaan "Penguasa, apa yang terjadi? Apakah penguasa telah bertemu dengan mereka?."


"Aku telah bertemu dengan dua pendekar diranah saint dan aku bisa memenangkan taruhan yang aku tawarkan kepada raja Iblis yang adalah leluhur dari sekte Gunung Kepala Putih."


"Taruhan apa yang penguasa tawarkan?."


"Aku menawarkan kepadanya, jika aku mampu untuk menahan tiga serangan darinya, dia harus melepaskan diriku...itulah mengapa aku bisa kembali dengan selamat."


"Bagaimana dengan pendekar yang satunya lagi?."


"Leluhur suku bar-bar itu telah membantuku untuk menyembuhkan serta memulihkan energi qi milikku yang telah terkuras banyak serta menyuruhku untuk segera meninggalkan tempat itu."


"Jika mereka sudah membiarkan penguasa pergi, mengapa kita harus berlari sekencang mungkin? Bukankah urusan mereka sudah selesai?."


"Menurutku, situasi ini belum sepenuhnya aman, sebab orang-orang yang berasal dari sekte aliran hitam selalu memiliki sikap yang tidak bisa dipercaya." Xue Yunlei menjelaskan.


"Aku takut Raja Iblis akan kembali mengejarku karena merasa malu bisa kalah taruhan denganku." Tutup Xue Yunlei.


Yao Laohu terdiam dan memikirkan apa yang telah Xue Yunlei katakan.

__ADS_1


"Sepertinya apa yang penguasa katakan ada benarnya juga." Pikir Yao Laohu.


~Bersambung~


__ADS_2